Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKDT. Siapa?


__ADS_3

Kita bertemu, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu. Kirim.


Delon segera beranjak dari tempatnya, dan meletakan ponselnya di atas meja, segera lelaki tampan itu bersiap menggunakan baju kerja yang telah disiapkan oleh Zifana.


Zifana yang baru saja menyelesaikan membuat makanan segera menuju ke kamar, dia juga harus bersiap.


Sebenarnya bibi juga sudah mempersiapkan, hanya saja Zifana yang tengah tak selera makan, hanya bisa makan dengan makanan yang dia inginkan saja, tak mau merepotkan bibi, dia pun menyiapkannya sendiri. Semalam dia dan Gisel memang membeli banyak belanjaan yang dia suka untuk dimasak pagi ini.


Zifana segera masuk ke kamar, dia segera menuju ke walk in closed untuk mengambil bajunya. Zifana mengganti pakaiannya dengan pakain gamis cantik. Tak tau saja, di sudut ruangan, Delon mengamatinya dengan intens.


Delon tersenyum tipis, dia berjalan ke arah Zifana sambil menenteng dasi yang sejak tadi belum dia pakai. Zifana yang sudah selesai mengganti bajunya segera membalikan badannya. Sangat terkejut saat dirinya menabrak seseorang yang tiba tiba saja ada di depannya.


Delon meraih pinggang Zifana dan mengeratkan tangannya di sana, Zifana yang terkejut reflek mengalungkan tangannya di leher Delon. Wanita yang tadi tengah melepas jilbabnya itu tampak cantik dengan rambut panjang berkucir kuda, dengan anak rambut yang berjatuhan yang membuatnya tampak sangat anggun.


"Sengaja ingin menggodaku?" tanya Delon sambil memiringkan wajahnya.


"Mana ada," sahutnya.


"Tapi kamu selalu tampak menggoda, membuatnya selalu terbangun," lirih Delon. Zifana membelalakan matanya, selalu saja suaminya berpikiran mesum.


"Hus, ini masih pagi Mas," ucap Zifana sambil menahan senyum. Delon Mendekatkan wajahnya ke arah Zifana dan mengusap pelan wajah mulus istrinya.

__ADS_1


"Nanti malam tiga ronde," bisiknya. Zifana mendorong tubuh Delon, menatap wajah pria tampan itu dengan kesal.


"Bisa tidak mesumkan?" kesal Zifana dan malah membuat Delon terkekeh.


Delon yang sedikit menjauh melepaskan pelukannya, lelaki tampan itu menyerahkan dasi kepada Zifana. Dengan antusias Zifana menerima dasi itu dan memasangkan dasi milik Delon dengan telaten.


"Thank you," ucap Delon sambil mengecup singkat kening Zifana kemudian melangkahkan kakinya ke arah meja. Delon mengambil ponselnya, memastikan ada jawaban dari pesan yang dia kirim, kemudian memasukan ponselnya ke dalam saku jas.


Zifana meraih jilbab pasmina di meja, kemudian menghadap ke arah cermin untuk memakai jilbabnya.


"Aku berangkat lebih awal, jangan lama lama, kau berangkat bersamaku?" ucap Delon. Zifana yang telah selesai berhias membalikan tubuhnya dan menghadap ke arah Delon.


Memang, hari ini dia ingin menyelesaikan urusannya, paling tidak dia harus membiacarakan semua urusan pada Manda, agar sekertarisnya itu bisa membantunya untuk mengurus semuanya.


"Terlambat sekali kalia tidak masalah," sergah Delon.


"Mas, kamu harus memberikan contoh yang baik pada semua karyawan," ucap Zifana.


Delon menghela napas panjang dan menatap Zifana dengan teduh.


"Yakin tidak mau bersamaku?" tanya Delon lagi.

__ADS_1


"Hanya hari ini, hanya untuk menyelesaikan urusanku. Lain waktu aku akan selalu mengikutimu," ucap Zifana. Delon mengangukan kepalanya dengan berat hati.


"Oke kalau itu maumu, jaga baby kita," ucap Delon. Sebenarnya dia ingin selalu berada di samping Zifana. Tapi sayang sekali untuk hari ini dia tidak ada waktu.


"Iya Mas," ucap Zifana.


"Sebaiknya kita sarapan, aku sudah menyiapkan banyak makanan kesukaanmu," ucap Zifana dan diangguki oleh Delon.


Zifana dan Delon segera turun, mereka menikmati sarapan berdua dengan kidmad. Tak lama dari itu keduanya segera berangkat kerja. Delon terlebih dulu berangkat setelah berpamitan dengan Zifana.


Kini, Zifana segera menuju ke arah mobilnya, pak supir sudah menyambutnya.


"Siap Nona?" tanya pak supir.


"Iya Pak," jawabnya.


Segera pak supir menancap gas mobilnya, Zifana dengan santainya bersandar di kursi. Netranya fokus pada layar lap top yang dia bawa, sesekali netranya menatap ke arah spion. Zifana mengangkat kepalanya saat netranya mendapati satu mobil yang mencurigakan.


"Siapa dia? Mengikitiku, atau hanya perasaanku?" tanyanya dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2