
Delon mengepalkan tangannya, bagaimana bisa Andreas tidak mengajaknya?
"Owner ZA grup?" tanya Delon.
"Ya," jawab Andreas.
Delon menatap tajam ke arah Andreas, kesal sekali saat dirinya tidak diperlukan. Padahal selama ini dia yang menghendel. Bahkan penyambutannya seperti sangat privasi.
"Bagaimana bisa kau tidak memberi tauku?" ucap Delon. Andreas tersenyum sinis.
"Kau penasaran? Bukankah seharusnya kau tau dia lebih dulu? Sertivikat ZA grup tertera nama dan juga fotonya, salahmu sendiri tidak pernah melihatnya," ucap Andreas tampak tersenyum mengejek kemudian melenggang pergi.
"Apa maksukdu Ndre? Siapa disini bosnya? Aku bisa melakukan apapun yang aku mau," kesal Delon.
"Kau memang bosku, tapi selain kau, ada kakek yang juga harus dihormati," ucap Andreas kemudian melenggang pergi.
Delon hampir saja melangkah menuju ke ruangan kakeknya, masa iya dia belum tau siapa pemilik ZA grup dan harus juga mengetahui saat di panggung? Kesal sekali lelaki itu pada asisten yang beberapa hari ini sering marah marah dan entah karna apa. Apa putus cinta? Atau cinta bertepuk sebelah tangan? Delon hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Tak lama dari itu, Delon sampai di depan ruangan Kakek Wilan. Tangannya terulur untuk membuka pintu. Akan tetapi, telinganya menangkap suara moderator meminta dirinya untuk memberikan sambutan.
"Dengan hormat, untuk Tuan Arzenio Delon Wilantama, selaku CEO dari Wilantama grup, dan juga ZA grup, waktu dan tempat kami persilahkan," ucap moderator.
Delon menghela napas panjang, sepertinya memang takdirnya melihat Owner dari ZA grup ketika dia ada di atas panggung. Segera lelaki tampan itu memutar langkahnya menuju ke panggung.
__ADS_1
Langkah kaki elegan Delon yang turun dari atas sana menyita banyak perhatian, tepuk tangan riuh menyambut big bos dari kerajaan bisnis Wilantama yang sangat tampan itu.
Delon tersenyum memandang semua tamu, sedikit membungkuk kemudian melanjutkan langkah menuju ke atas panggung.
Delon berdiri di podium, mengatupkan tangan dan memberi salam.
"Asalamualaikum, selamat siang para hadirin. Suatu kehormatan bagi saya bisa naik di sini dan berjumpa dengan hadirin semua. Rasanya bahagia saya berdiri di sini menyaksikan betapa antusiasnya hadirin semua untuk berpartisipasi menghadiri acara ini. Ucapan terimaksih saya haturkan untuk hadirin semua. Diacara yang sangat sepesial ini, ulang tahun ZA grup, kita nanti akan sama sama bertemu, dan menyambuy owner dari ZA grup yang saya kelola ini, semoga momen tatap muka nanti memberikan manfaat, memberikan kesan dan pesan yang membawa kita semua menjadi hamba lebih baik lagi, Amin" ucap Delon.
Tak lama memberikan sambutan, lelaki tampan itu mengakhiri sambutan. Moderator memberikan ucapan terimakasih dan membacakan susunan acara selanjutnya. Yakni, sambutan dari Owner ZA grup.
"Acara selanjutnya, sambutan dan juga motifasi dari orang hebat kita semua, orang sepesial kita semua, kepadanya kami persilahkan," ucap Moderator.
Di dalam ruangannya, Zifana tampak memandang ke arah kakek dan juga Manda.
"Aku gugup, Manda," ucap Zifana. Manda tersenyum dan mengusap pelan pundak atasannya.
"Kamu bisa, Zifa. Aku yakin kamu bisa," ucap Manda mencoba untuk menyakinkan Zifana yang tampak gugup itu.
"Manda benar, kamu bisa Zifa," ucap kakek. Zifana tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Bismillah, aku berharap semua akan lancar," ucap Zifana.
Di luar ruangan semua hadirin memperhatikan depan, semua menikmati acara dengan antusias. Orang yang dipersilahkan tidak kunjung muncul, sehingga mereka tampak menikmati iringan musik yang lirih yang sejak tadi diperdengarkan.
__ADS_1
"Sekali lagi, untuk Nona Cantik Owner ZA grup, dengan segala hormat waktu dan tempat kami persilahkan." moderator acara mempersilahkan kembali.
Zifana yang masih berada di di dalam ruangan menoleh kepada Manda. Mereka tampak saling berpandangan.
"Keluarlah, sudah di penghujung acara," ucap Manda. Zifana mengangguk pelan, menghela napas panjang.
Dengan langkah tenang dan tampak elegan, Zifana segera keluar dari ruangan. Wajahnya yang cantik dan sangat mempesona terlihat berseri. Zifana menapaki anak tangga dan berjalan menuju ke arah panggung, yang memang letaknya tepat di bawah anak tangga.
Tak Tak Tak
Hentakan sepatu Zifana tersengar nyaring, membuat hening suasana menjadi tampak tegang.
Mata semua hadirin berfokus ke arah atas, menyambut satu sosok cantik yang kini menapaki anak tangga menuju ke arah panggung. Semua mata seolah terbius dengan seorang wanita bergamis itu.
Delon, menghela napas panjang. Netranya tak berkedip menatap seorang wanita cantik yang kini berdiri di atas panggung itu.
Semua mata menatap pada satu titik diatas panggung yang begitu menyita perhatian. Wanita cantik dengan kostum yang sangat cantik dan begitu memukau. Memperlihatkan kecantikan alami dan inerbeauty yang begitu memancar dari dirinya. Sorak dan tepuk tangan menyambut kehadiran Zifana.
Zifana berdiri di tengah panggung membungkuk sejenak dan memberikan salam. Namun, sejenak kemudian mata Zifana terpana dengan satu sosok tinggi tegap yang kini menatapnya dengan sorot mata tajam di depan sana, tepat satu garis lurus dengan tempatnya berdiri.
Bahkan, sosok itu juga terkejut melihat ke arah panggung. Delon mengeratkan tanganya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Zifana? Apa dia benar benar Zifana istrinya? Bagaimana bisa? Bukankah yang diminta naik adalah owner ZA grup?
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...