
Zifana mengerjabkan matanya saat mendengar suara adzan subuh yang menggema dari ponselnya. Setibanya di kamar semalam, dia langsung saja shalat isya dan mengistirahatkan badannya yang terasa capek.
Perutnya yang mual setelah makan gethuk membuatnya lemas. Namun, saat ini kondisinya sudah lebih baik. Dia merasa fres, bahkan tidurnya semalam sangat nyenyak, sangat hangat dan sangat nyaman.
Ets, kenapa dia merasa ada Delon disampingnya? Apa hanya mimpi? Zifana menggelengkan kepalanya. Entah kenapa lelaki itu selalu menghantui otaknya.
Segera wanita cantik itu bangun dan melangkah ke kamar mandi, membersihkan badannya dan mengambil air wudhu.
Tak berapa lama kemudian, Zifana segera keluar dan segera melaksanakan ibadah wajib dua rokaat. Berdoa dan meminta kebaikan pada sang maha pemberi hidup. Setelah itu, Zifana mendudukan dirinya di ranjang.
Zifana meraih ponselnya dan membuka ponselnya yang banyak sekali menerima pesan WA sejak tadi malam.
Zifa, selamat istirahat. Kakek harap kamu bahagia selalu.
Tidak papa Zifa, bisa lain waktu. Semoga Allah memberikan kebaikan dan bahagia. Cobalah buka hatimu untuk suamimu. Nada
Nona, adem ayem kalau melihatmu dan tuan seperti ini. Andreas yang mengirim beberapa foto dirinya dan Delon saat shalat.
"Astaga, dasar penguntit," lirih Zifana sambil tersenyum. Dia memandang foto saat dirinya bersalaman dengan Delon. Dilihatnya wajah Delon yang sangat tampan dan menentramkan. Tidak dipungkiri, dia sangat terpesona dengan suaminya.
Zifa tak membalas pesan itu, lanjut membaca pesan dari kontak my lovely husband, dengan profil foto dirinya yang pasti diambil Delon semalam, foto yang hanya memperlihatkan dirinya dari belakang.
__ADS_1
Sayang, selamat tidur. Selamat malam. Semoga Allah menghilangkan capekmu. Membangunkanmu besok pagi dan membukakan hatimu untuk menerimaku kembali. Aku mencintaimu. Delon, suamimu.
Zifana memejamkan matanya, buliran air mata menetes tanpa diminta. Zifana melirik ke arah meja, semalam Delon memberikan map. Apa isinya?
Buka saja nanti, yang jelas ini adalah pemberian yang tertunda. Dariku untukmu, wanita yang aku cintai.
Ucapan Delon mengiang di kepalanya, Zifana meraih map itu dan membukanya. Zifana membelalakan matanya saat melihat beberapa sertifikat perusahaannya berada di sana termasuk Zif bontique. STNK baru mobil atas namanya.
Zifana tampak menghela napas panjang, merasakan sesak dalam hatinya. Satu setengah bulan yang lalu adalah hari yang sangat menyiksanya. Menghancurkan hatinya. Tapi ternyata dibalik semua itu adalah sebuah misteri yang tak pernah dia tau. Jadi Klara adalah mantan istri Delon? Dan suaminya adalah Steve?
"Zifa, mungkin saat itu aku sudah jatuh cinta padamu. Tapi aku punya hati, aku bukan casanova atau pemain wanita. Aku tidak bisa sekaligus melepaskan dan menerima cinta dalam satu waktu. Butuh proses untuk ku bisa memahami bahwa sesungguhnya aku sangat mencintaimu, saat kamu telah pergi meninggalkan aku,"
Haist, bukankah dia pergi karna Delon sendiri yang memintanya? Entahlah, Zifana bergulat dengan pemikirannya sendiri.
Zifana meraih kertas putih yang berada diantara dokumen penting, entah itu apa. Dibukanya perlahan kertas itu.
Mungkin aku bukan suami yang sempurna, tapi jauh di lubuk hatiku aku sangat menyayangimu. Jauh dalam hatiku aku sangat mencintaimu.
Meski ini terlambat, tapi setidaknya aku telah menyadarinya.
Zifana, Sayang. Maafkan aku yang dulu tak menyambut cintamu, menyakitimu, bahkan melukaimu. Mungkin kamu tak pernah mengatakan, tapi aku bisa merasakan.
__ADS_1
Meski pada saat ini belum aku dapatkan maaf darimu, tapi aku yakin suatu saat nanti kamu akan membuka hatimu untukku. Memaafkanku, bahkan jatuh cinta kembali padaku.
Semoga masih ada cinta yang tersisa dan tumbuh subur beriringan dengan adanya aku di sampingmu.
Teruntuk Zifana Aurora manda, my lovely Wife.
Zifana merasakan sesak yang mendalam, Delon benar benar memporak porandakan hatinya di pagi hari. Zifana berdiri. Sepertinya dia harus bertemu Delon saat ini, dia tak bisa menunggu lagi. Dia ingin memeluk erat tubuh lelaki itu.
Zifana memakai jilbabnya dan segera berjalan ke arah pintu. Zifana membuka pintu, disaat yang sama seseorang berdiri di depan pintu.
Keduanya saling berpandangan, dilihatnya Delon dengan baju kokonya menatap ke arah Zifana dengan teduh. Ditangannya membawa nampan yang berisi satu mangkuk sup hangat. Zifana membelalakkan matanya, sejak kapan suaminya itu disini?
"Aku membuatkan sup hangat untukmu, sebaiknya lekas makan, biar keadaanmu semakin membaik," ucapnya.
Deg
Jantung Zifana bersetak tak karuan, bukan apa apa, dia masih sangat syok melihat Delon ada di hadapannya. Lalu, dia merasa nyaman, merasa hangat, merasa nyenyak? Apa yang terjadi?
"Sejak kapan kakak disini?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1