Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Rencana bertemu Elia


__ADS_3

"Bagaimana bisa aku lahab sekali?" batin Zifana.


Delon mengamati wajah cantik yang menikmati sup hangat itu, begitu menggemaskan. Delon mengambil alih mangkuk dan sendok kemudian menyuap ke arah Zifana.


Zifana mendongakkan kepalanya dan menatap canggung ke arah lelaki tampan yang kini mengarahkan sendok ke arahnya.


Delon mengangguk, seolah menegaskan pada Zifana untuk menerima suapan Delon.


"Tapi, aku bisa sendiri Kak," ucap Zifana seolah menolak Delon.


"Tidak ada penolakan, Nona Zifana manda," ucap Delon dengan tegas.


"Tapi,,,,"


Delon seolah memaksa, sehingga Zifana membuka mulutnya, dengan telaten lelaki yang berselisih 6 tahun darinya itu menyuapi hingga satu mangkukpun tak bersisa.


Delon tampak menautkan alisnya, kata Bi Ning tadi Zifana tak mau makan apapun selama beberapa minggu ini. Lalu, apa ini? Satu mangkuk sup habis?


"Kak, kamu kenapa? Apa aku rakus ya?" tanya Zifana.


Delon menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya masakanku cocok di lidahmu, aku akan memasakkannya lagi lain waktu," ucap Delon.


Zifana menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia juga tak tau kenapa, tapi apa yang dikatakan oleh Delon memang benar adanya.


"Terimakasih kak, tapi memang apa yang kamu katakan benar. Aku juga tak tau apa yang terjadi, tapi biasanya aku tidak bisa makan dengan lahap," batin Zifana.


"Jika iya, itu artinya hanya aku yang bisa membuat seleramu kembali," ucap Delon bangga.

__ADS_1


"Kamu terlalu percaya Diri Tuan Delon," ucap Zifana.


Zifana tampak berdiri dan meraih mangkuk kosong bekas sup. Tapi, Delon menarik tangan Zifana sehingga wanita itu jatuh dalam pangkuannya.


Keduanya saling berpandangan, mereka sangat dekat dan merapat. Delon mengusap pelan wajah mulus Zifana dengan satu telunjuknya. Membuat hati Zifana berdesir dan memejamkan matanya.


"Kamu tidak bisa membohongiku Nona, aku tau isi hatimu," bisik Delon ditelinga Zifana, membuat wanita cantik itu membuka matanya lebar lebar. Menatap ke arah Delon dengan tak percaya.


"Bisa lepaskan aku? Kita memang baikan, tapi aku tidak mengatakan kamu boleh melakukan sesuatu sesuka hatimu. Jadi segera pulang, hari ini aku mau istirahat," ucap Zifana dengan ketus.


Dia berdiri dan menjauh Dari Delon, sebenarnya dia bahagia. Tapi jiwa angkuhnya tak mau mendukungnya.


Delon berdiri dan menatap punggung wanita yang kini mulai menjauh darinya.


"Sebaiknya kamu bersiap, hari ini aku akan mengajakmu pergi bertemu Elia," ucap Delon.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion Wilantama, Kakek Wilan, Andreas dan juga mama Amel tampak bahagia melihat beberapa Vidio yang dikirimkan oleh Bi Ning. Vidio yang menunjukan kedekatan Zifana dengan Delon, mereka tampak merasa lega sekali.


"Semoga semuanya lekas membaik," ucap Mama Amel dengan senyuman indahnya.


"Ya, kau benar Amel, semoga hubungan mereka lekas membaik. Dan kita segera mendapatkan kabar bahagia dari mereka," ucap Kakek Wilan.


"Amin," sahut mereka bersamaan.


"Sebenarnya kakek juga ingin meresmikan pernikahan mereka, agar kolega juga tau, teman dan sahabat juga tau," ucap kakek.


"Itu bisa diatur jika hubungan mereka benar benar sudah membaik. Aku yakin, Delon juga tidak akan menolak," ucap Mama Amel dan diangguki oleh Kakek dan juga Andreas.

__ADS_1


"Oh iya Ndre, kata Delon besok ada beberapa meeting penting dengan klien. Apa sudah siap berkasnya?" tanya kakek Wilan.


"Semuanya aman kek," ucap Andreas.


Kakek Wilan mengganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Ya, kemampuanmu dalam bekerja memang tidak diragukan. Tapi sepertinya kau susah sekali mendapatkan wanita," ucap Kakek sambil berdiri.


Lelaki 27 tahun yang tak punya hubungan darah dengan keluarga Wilantama itu tampak membelalakkan matanya, menatap kakek dan juga mama Amel yang tampak tertawa mengejeknya.


"Jangan begitu kek, itu karna aku belum saja memikirkannya," ucap Andreas sambil berdiri juga.


"Nikmati Weekend, selamat berlibur," ucap kakek kemudian pergi meninggalkannya ruang tamu bersamaan dengan mama Amel.


Andreas segera memutar tubuhnya, tapi seseorang lewat di belakangnya sehingga Andreas tampak menabrak orang itu. Keduanya saling berpandangan. Sepasang mata menatap Andreas dengan tajam.


"Ups,,," ucap Andreas dengan wajah tak merasa bersalah saat dilihatnya susu yang dibawa Gisel tumpah di bajunya.


"Punya matakan? Dipakai dong," sentaknya.


Andreas hanya mengangkat sudut bibirnya dan menatap adik kesayangan dari bosnya itu.


"Aku tidak sengaja nona Gisel, mau aku bantu bersihkan?" tanya Andreas sambil menatap baju Gisel.


Gisel yang merasa diawasi dengan tatapan menggelikan itu mendorong tubuh Andreas dan pergi menjauh.


Andreas tersenyum tipis kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu. Memang dia dan Gisel tak pernah sefrekuensi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2