Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Nada dan Marvel


__ADS_3

"Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu, dia juga ada di rumahsakit ini," ucap Delon tampak sedikit tegang.


Zifana menautkan alisnya seolah bertanya. Siapa?


"Siapa yang mau kakak kenalkan denganku?" tanya Zifana sambil menatap penasaran ke arah Delon.


Delon menggenggam tangan Zifana dan mencoba untuk tersenyum.


"Tapi kau harus janji untuk tidak salah paham denganku, tidak mencurigaiku," ucap Delon seolah berharap.


Zifana tampak berpikir kemudian menganggukkan kepalanya. Dia mencoba untuk rileks, mencoba untuk tenang, Zifana menghela napas panjang dan menatap Delon dengan senyuman indahnya.


"Apa itu Kak? Katakan saja," ucap Zifana.


"Kejutan," ucap dua orang bersamaan.


Zifana dan Delon menoleh, dilihatnya Nada dan juga Marvel tengah menggendong baby Dirly mendekat ke arahnya dan Delon.


"Nada," Zifana tampak bahagia melihat Nada, meski tadinya ketegangan menyelimuti wajahnya. Zifana mendekat ke arah Nada. Zifana mencium pipi kanan dan pipi kiri Nada.


"Apakabar kalian?" tanya Zifana sambil menatap Nada, kemudian menatap ke arah Baby Dirly yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik Zi," jawab Nada.


"Alhamdulillah kalau begitu," ucap Zifana.


"Aku pikir kak Delon mau memperkenalkan siapa, jadi mau diperkenalkan dengan baby Dirly?" tanya Zifana yang masih tampak tegang itu.


Delon, Marvel dan Nada terkekeh pelan. Zifana memang sering bertemu Nada. Tapi, belum pernah wanita cantik itu bercengkerama dengan baby Dirly. Saat dia bertemu, saat itu juga Baby Dirly bersama omanya, kalo nggak gitu bertepatan dengan Baby Dirly bermain dengan ontynya.


"Jadi aku sangat merindukanmu, makanya aku meminta Mas Marvel untuk mengatakan pada Delon agar mengajakmu ke sini. Aku dengar kamu hamil, jadi pas kan momen untuk bertemu," ucap Nada tampak sangat bahagia. Zifana terdiam, tersenyum, kemudian menganggukan kepalanya.


"Alhamdulillah, aku sangat bersyukur mendengar kabar ini Zie, setelah kalian bersusah payah, setelah kalian mengalalami badai ujian, nyatanya semua bisa terlewati," ucap Nada.


"Alhamdulillah, Nad," ucap Zifana.


"Dan aku juga tau, pasti sekarang ada suami yang posesif. Kembaran sama abang Marvel," ucap Nada. Zifana terkekeh pelan dan menatap Delon.


"Kau benar sekali, udah seperti perangko aja pokoknya," ucap Zifana.


"Pantas aja kemarin kemarin membatalkan acara berkunjung ke rumahku setelah pengajian," ucap Nada.


"Maaf Nad, sehabis pengajian waktu itu aku diculik," ucap Zifana sambil melirik ke arah Delon yang sedang asik bercengkerama dengan sahabatnya yang tak lain adalah Marvel raditia Dika.

__ADS_1


Delon dan Marvel tampak menoleh, mereka menggelengkan kepala melihat dua wanita cantik itu membicarakan para suami.


"Sebaiknya kita segera duduk, aku sudah memesan meja untuk kita. Hari semakin malam juga, takutnya nanti waktu kunjung habis sebelum kita selesai bicara dengan Zifana," ucap Marvel.


Deg


Zifana yang semula tenang dan bahagia tampak kembali tegang. Jadi apa ada masalah yang ingin dibicarakan Delon, Nada dan juga Marvel? Kenapa sepertinya sangat serius?


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Zifana sambil menatap ke arah Delon, Nada, Marvel secara bergantian.


"Ada banyak hal yang ingin kami bicarakan padamu, tapi sebaiknya kita duduk di sana," ucap Delon dengan tenang. Delon dan Marvel segera melangkah, diikuti oleh Zifana dan Nada.


Zifana tampak menghela napas panjang, dia duduk di depan Delon. Nada duduk di depan Marvel.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Zifana tampak penasaran.


"Ini berhubungan dengan kakakmu," jawab Marvel dengan menatap Zifana, sorot matanya tampak datar datar saja.


Zifana tampak menatap ke arah Delon, Marvel dan juga Nada. Apa tentang kejahatan mereka?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2