Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Malam hari yang hangat


__ADS_3

Selesai acara perkenalan owner ZA grup, Zifana dan Delon kini berada di depan ZA grup. Orang kantor sudah pulang.


Kakek, dan mama juga sudah pulang terlebih dulu. Gisel dan Willy yang baru saja selesai mengerjakan sesuatu segera keluar. Hubungan Gisel dan Willy memang sudah membaik, sehingga Willy menanti Gisel. Mereka tampak akrab, walau keduanya masih sedikit canggung.


Tadi Zifana mengajak mereka untuk makan malam bersama. Selain untuk mengakrabkan diri, Zifana juga ingin hubungan suaminya dengan Willy segera membaik.


"Wil, tadi Kak Zifa mengajak aku untuk makan bareng, kamu ada waktu? Sekalian aja ikut," ucap Gisel.


"Boleh," jawab Willy setelah berpikir beberapa saat.


Gisel mengangguk, keduanya segera berjalan ke arah Zifana dan Delon.


Delon tampak menghela napas panjang, netranya menatap ke arah Willy dan Gisel yang semakin mendekat ke arahnya.


"Malem kak," ucap Gisel pada Delon dan Zifana.


"Malem," sahut Delon.


Zifana menatap Delon yang tampak dingin, dia tau Delon tak baik baik saja saat melihat Willy. Cemburu? Apa masih ada rasa cemburu? Apa suaminya masih tak sadar juga, kalau Willy hanya mencintai Gisel? Zifana menggandeng tangan Delon, seakan meminta pada suaminya untuk tidak marah marah.


"Aku boleh gabung? Kalian akan makan malam, bukan?" tanya Willy mencairkan suasana.


"Ya, kau memang harus ikut," ucap Zifana dengan santainya. Gisel menghela napas panjang, mungkin ini momen yang baik untuk saling mengakrabkan diri setelah kesalahpahaman.


Delon membelalakan matanya. Dia menatap Zifana yang mempersilahkan Willy ikut.

__ADS_1


"Kamu membiarkanya ikut?" tanya Delon lirih.


"Kenapa? Dia calon adik iparmu, calon suami Gisel," ucap Zifana.


"Sayang, tapi..."


"Kalau tidak boleh, aku bisa pulang sekarang," ucap Willy yang tau gelagat Delon yang enggan untuk menerimanya.


"Will," cegah Zifana dan Gisel bersamaan.


Keduanya saling berpandangan. Bukan gimana gimana, dua wanita itu malah tertawa. Ingatan masa lalu yang indah seakan membayangi keduanya.


"Jangan pergilah Wil, elo penjaga kita berdua," ucap kedua wanita itu bersamaan. Mereka mengenang masa lalu. Willy, lelaki itu tersenyum dan memandang Delon. Dia seolah meminta izin untuk bergabung.


Delon dan Zifana suami istri? Bahkan dia belum tau bagaimana ceritanya. Yang dia harapkan, Zifana dan Delon bahagia selalu.


"Oke, kau boleh ikut," ucap Delon.


Zifana dan Gisel tersenyum, keduanya berada di kanan dan kiri Delon. Memberikan ciuman pada orang tercinta itu.


"Terimakasih Kak," ucap keduanya bersamaan.


Delon membelalakan matanya, dia seperti lelaki yang dirayu dua adiknya. Tidak mau seperti itu, Gisel sudah berjalan menjauh. Kini tangan kirinya meraih pinggang Zifana dan menahan wanita cantik itu tetap berada dalam rengkuhannya.


"kau istriku, bukan adikku," ucapnya.

__ADS_1


"Iya aku tau," sahut Zifana.


"tapi kamu memanggilku kakak," ucap Delon protes.


"Iya, suka suka dong. Kamu sendiri yang tak menjawab pertanyaanku, berkali kali aku kan tanya mau dipanggil apa," jawab Zifana.


"Aku bilang maunya yang mesra," jawab Delon.


"Tapi aku maunya kamu bilang langsung, mau dipanggil apa," ucap Zifana.


Gisel dan Willy hanya tersenyum melihat perdebatann sepasang suami istri itu. Willy menatap Gisel yang tertawa, apa begini wanita? Maunya lelaki yang peka? Willy meraih pinggang Gisel, merapatkan tubuhnya dengan Gisel.


Gisel terkejut, memutar tubuhnya hingga dia dan Willy saling berhadapan.


"Melihat mereka aku bisa belajar banyak hal, bahwa apa yang tidak diungkap, kadang malah akan menyakiti diri. Karna tidak semua orang peka dengan apa yang menjadi kemauan kita. Gie, terimakasih sudah memberiku kesempatan," ucap Willy.


Gisel tersenyum, mendongak dan menatap Willy dengan senyuman indahnya.


"Sama sama Wil," jawabnya.


Delon dan Zifana yang masih berdepat dikejutkan dengan pemandangan romantis di sana, keduanya tampak berpandangan.


"Bagaimana bisa kita berdebat dan mereka yang romantisan? Kita pasangan yang halal," ucap Delon.


Zifana yang kesal memutar langkah dan menjauh, tapi Delon menahan dan mengangkat tubuh wanita cantik itu dalam gendongannya.

__ADS_1


"Panggil aku sayang," bisiknya di telinga Zifana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2