Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Dag Dig Dug


__ADS_3

Willy memarkir mobilnya di sebuah mansion mewah miliknya. Dia menoleh ke arah wanita yang sejak tadi diam saja. Bahkan saat ini wanita itu enggan keluar mobil, dia menolak masuk ke dalam rumahnya.


"Maaf, aku harus pergi. Sudah baik saya memberi anda tumpangan, jadi jangan menambah kekesalan saya Tuan! Berikan kuncinya padaku!" kesal Gisel.


Willy tersenyum smirk kemudian melempar kunci mobil Gisel ke sembarangan arah. Gisel membelalakan matanya. Kesal? Ya dia sangat kesal mendapati kunci mobilnya jatuh di rerumputan. Willy tersenyum dan keluar dari mobil Gisel.


"Terimakasih atas tumpangannya Nona," ucap Willy kemudian berlari kecil menapaki anak tangga menuju ke arah pintu utama.


Gisel semakin tambah kesal, dia keluar dan mengumpat beberapa kali sambil memandang Willy yang semakin menjauh. Gisel mencoba mencari kemana kunci mobilnya berada, tapi dia tak menemukan di sekitar rerumputan.


Willy berhenti, dilihatnya Gisel di bawah sana dengan senyuman yang mengembang. Kini tawa Willy yang sumringah itu disaksisan mama dan papanya yang berdiri dibelakangan Putranya. Mereka keluar dari rumah saat mendengar mobil berhenti di depan.


"Oh, jadi gadis cantik itu yang membuatmu mengabaikan mama dan papa?" ucap Nyonya Tan.


Willy menoleh dan menatap ke arah Mama dan Papanya.


"Papa, Mama," sapanya sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


Tuan Tanubrata tersenyum, kemudian Tuan Tanubrata menatap ke arah putranya dan menepuk pelan pundak putra ke duanya itu.


"Bagaimana kabarmu?" ucap mamanya.


"Aku baik ma," jawabnya sambil tersenyum.


"Bagaimana bisa kau mengerjainya? Lihat, kasihan sekali dia," ucap Tuan Tan sambil menatap ke arah Gisel.


"Wanita sombong sepertinya harus dikasih pelajaran Pa," ucap Willy sambil mengamati Gisel. Tuan Tan terkekeh sambil merangkul pundak istrinya.


"Lihat ma, putramu sangat jahil," ucapnya. Nyonya Tan terkekeh pelan.


"Sepertinya dia wanita sepesial. Dia sangat cantik, mama Rasa dia lebih sepesial dari Zifana," ucap mamanya yang memang menganggap Zifana putrinya sendiri. Ya, mama Zifana dan Mama Willy memang bersahabat sejak kuliah. Sehingga mereka tampak akrab. Bahkan Tuan Sinatria, ayah Zifana tak sungkan meminta bantuan pada Tuan Tan.


"Ya, mama benar," jawab Willy.


Nyonya Tan menautkan alisnya, bahkan tidak sedikitpun Willy membantah.

__ADS_1


"Oke, sepertinya kau kesulitan mendapatkan hatinya sekarang lihat mama," ucap mamanya sambil berjalan ke arah Gisel.


Tuan Tanubrata dan Willy tampak berdiri berjajar dan mengamati apa yang akan dilakukan wanita cantik berusia 45 tahun itu.


Mama Tina tampak berjalan dan mendekat ke arah Gisel yang berada di taman.


"Sayang, apa yang kamu cari?" Mama Tina tampak tergopoh berlari ke arah Gisel.


Gisel mendongak, menatap wanita cantik yang sama cantiknya dengan mamanya. Dia tersenyum dan menatap Mama Tina dengan canggung.


"Maaf Tan, aku sedang mencari kunci mobil, kebetulan tadi lelaki sialan itu melemparnya. Dan aku tidak menemukan," ucap Mama Tania.


"Maksudnya Willy?" tanya Mama Tina.


Gisel tampak tersenyum malas, Willy? Bahkan untuk menyebutkan namanya sangat malas. Lalu siapa wanita cantik ini? Entahlah.


"Boleh Tante mengantarkanmu? Atau mau mampir ke dalam?" tanya wanita itu. Gisel tersenyum. Mendapat tawaran semenarik ini membuatnya bahagia. Tapi menerima sepertinya dia juga tidak enak.


"Terimakasih atas tawarannya Tan, saya bisa naik taksi. Kalau boleh saya mau nitip mobilnya saja. Besok saya akan kembali membawa kunci cadangannya," ucap Gisel dengan ramah.


"No, tante akan mengantarmu, sekalian tante ada perlu," ucap Nyonya Tan sambil melamabaikan tangannya ke arah supir.


"Iya Nya,"


"Ayo antarkan saya kerumah Nona cantik ini ya," ucap Nyonya Tan dan diangguki oleh pak supir. Gisel menautkan alisnya. Siapa wanita ini? batin Gisel.


Tak lama dari itu, mobil berwarna silver berhenti. Mama Tania dan Gisel segera masuk.


Willy dan Tuan Tan tampak memejamkan matanya, apa yang akan dilakukan mamanya? Kedua lelaki itu hanya tersenyum saat mendapati pesan WA dari mama Tina.


Aku bawa cincin, aku mau melamar Nona cantik untuk Willy yang sudah kelamaan menjomblo.


Tuan Tan dan Willy tampak membolakan matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mansion Wilantama grup tampak gaduh, Bahkan Zifana tak jadi tidur. Mama Amel dan Kakek tampak hawatir karna Gisel tak ada kabar, bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi. Andreas juga tak menemukan keberadaan Gisel.


Tak lama dari itu, terdengar mobil berhenti di depan mansion.


Zifana dan Delon yang berada di balkon kamar tampak saling berpandangan. Delon menatap istrinya dengan tenang.


"Itu mungkin si menyebalkan," kesal Delon. Zifana tampak tersenyum dan menatap Delon.


"Alhamdulillah jika memang itu," ucap Zifana.


"Sebaiknya kita keluar, aku akan mengenalkan dia padamu," ucap Delon sambil mengusap pipi mulus Zifana.


"Hem," jawabnya.


Zifana hampir saja melangkah, tapi kepala pusingnya membuatnya terhuyung. Dengan sigap Delon merengkuhnya. Keduanya dekat dan sangat merapat. Bahkan Zifana mengalungkan tangannya di leher Delon.


Delon tersenyum dan menatap ke arah wajah Cantik wanita yang detak jantungnya bisa dia rasakan degupannya itu.


"Thanks Baby, kau selalu saja memberikan kesempatan pada dad untuk bermesraan dengan moom," lirih Delon sambil berbisik di telinga Zifana. Tangannya nakal mengusap perut datar Zifana, membuat zifana merasakan desiran halus yang merayap di hatinya.


Jantung Zifana dag dig dug tak karuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di bawah sana, Mama Amel dan Kakek Wilan tampak syok mendapati ucapan wanita yang usianya tak jauh dari mama Amel tersebut. Mereka tadi saling bercengkerama hangat, hingga kemudian Mama Tina berbicara serius.


Bahkan Gisel yang duduk tampak kesulitan menelan ludahnya.


"Ya, jadi begitu jeng. Putra saya menjatuhkan pilihan pada putri anda, sebagai orang tua saya hanya bisa mengiyakan. Dan saya harap jeng juga sama, bahkan berkas pernikahan malam ini sudah di proses, karna baru saja saya mendapatkan filenya dari Gisel," ucapnya.


Mama Amel hanya tersenyum, kakek Wilan pun sama. Gisel membelalakkan matanya, tadi memang dia banyak mengobrol. Bahkan mereka saling berkenalan. Saling bercengkerama hangat. Memang tadi wanita itu meminta beberapa file, dia pikir karna dia tak percaya kalau dia orang baik baik. Tapi kenapa malah untuk berkas pernikahan? Gisel mengepalkan tangannya dia geram sekali dengan Willy. Kenapa mama. Willy sama menyebalkannya dengan Willy?


"Kalau itu saya serahkan pada Gisel, bagaimana enaknya, saya sebagai mama hanya bisa merestui, saya juga ingin segera melihat putri saya yang jomlo itu menikah," ucap Mama Amel sambil terkekeh.


Mama Tina tersenyum, dia menatap ke arah Gisel yang masih syok.

__ADS_1


"Maaf Nona, kau harus masuk dalam perangkapku, Wily sepertinya sangat mengidolakanmu. Jadi, aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja," batin Mama Tina sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2