
Berapa hari telah berlalu, duka kehilangan ayah memang masih membekas di hati Zifana. Akan tetapi, semua telah dia lewati bersama dengan suami, keluarga dan para sahabat yang selalu memberikan dukungan.
Kini Zifana menatap dirinya yang berada di pelaminan bersama Delon. Mereka telah melakukan beberapa rangkaian sebuah resepsi pernikahan. Tadi pagi sampai sore adalah rangkaian resepsi untuk Gisel dan juga Willy. Dan malam ini adalah waktu untuk Delon dan Zifana.
Banyak stasiun TV yang mengabadikan momen ini, Delon juga telah mengumumkan hubungan dirinya dengan Zifana dengan gamblang. Tak ada lagi hal yang ditutupi. Kebahagiaan sangat tampak dari raut wajah Zifana dan Delon.
Suasana malam ini begitu indah, semakin malam para tamu masih saja berdatangan di pesta besar yang diadakan keluarga Wilantama itu.
Setelah acara resepsi selesai, jeda beberapa saat kemudian mereka semua berdoa bersama yang dipimpin oleh Bapak ustad yang selalu memberikan ilmu pada Zifana dan juga Delon. Mereka berdoa bersama dalam rangka acara tujuh bulan kehamilan Zifana. Mereka berdoa untuk keselamatan Zifana sampai lahiran nanti.
Para tamu semakin banyak, bahkan keluarga, sahabat, semua berkumpul. Delon dan Zifana melihat ada Elia disana bersama dengan papa dan mamanya.
Marvel dan Nada yang tampak mesra disana bersama baby Dirly. Vino dan Misel yang bahagia bersama dengan baby girlsnya. Dani dan Emely yang tampak elegan dengan baby boy mereka. Nicho dan Ganesa yang baru saja datang dengan senyuman indah yang menawan.
Kakek Wilan begitu terlihat bahagia, mama juga sangat bahagia. Gisel dan Willy menyambut semua tamu di sana.
Zifana dan Delon kembali mengedarkaan pandangan, mereka tersenyum saat melihat Andreas dan juga Manda di pojokan sana. Mereka tampak akrab sekali. Bahkan tak seperti dulu pertama kali bertemu.
__ADS_1
"Lihat asistenmu," ucap Zifana dan Delon bersamaan.
Mereka terkekeh, sepertinya ada hubungan sepesial antara Manda dan juga Andreas yang belum terpublikasikan.
"Aku yakin mereka akan menyusul untuk menikah," ucap Zifana.
Delon merengkuh pinggang Zifana, mengusap perut Zifana yang ternyata sudah sangat membesar, membuat Zifana semakin seksi dan cantik dimana Delon.
"Biarlah mereka bahagia, mereka berhak bahagia juga, sama seperti kita," ucap Delon. Zifana menganggukan kepalanya. Kini pandangan matanya mengedar lagi. Kini netranya menatap ke arah sana.
Menatap ke arah dua sosok yang saling tersenyum melihat ke arah putri kecil mereka. Siapa lagi kalau bukan Gino dan juga Selena. Mereka memutuskan untuk mengulang dari awal membina rumah tangga demi Elia. Mereka juga tampak bahagia sekali.
"Semua orang berhak bahagia, Sayang," ucap Delon.
"Hem, kamu benar Mas. Sudah seharusnya mereka bahagia seperti kita," ucap Zifana.
"Au," keluh Zifana.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Delon.
"Dia nendang Mas," jawab Zifana. Delon terkekeh dan mengusap perut buncit istrinya yang kemudian diam.
"Udah?" tanya Delon.
Zifana menganggukan kepalanya. Suasana bahagia. Bahagia sekali. Malam semakin larut, mereka tampak berpesta dansa dan membuat acara malam ini semakin meriah.
Delon berdiri dan menyapa semua kawan kawannya, sedangkan Zifana yang merasa lelah berada di atas. Nada, Emely, Gisel, Micel dan juga Selena, mereka berbondong menemui ratu di malam ini. Mereka bercengkrama dan berfoto ria. Mereka menyimpan memori kebahagiaan ini dalam bingkai kebahagiaan yang amat sangat indah.
Zifa menghela napas panjang, dia bahagia. Bahkan sangat bahagia hidup dalam keluarga, sahabat yang sangat menyanyanginya.
"Papa, Zifana dan Kak Gino bahagia, Zifa harap papa juga sama," lirih Zifana sambil memandang foto mereka yang sengaja dipasang di dinding.
Delon berkumpul dengan Nicho, Marvel, Dani, Vino dan masih banyak lagi. Di suasana yang hangat ini, netranya mendapati seseorang yang dihawatirkan membuat ulah disana.
"Leo," lirih Delon.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...