
Delon memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen, sedangkan Zifana keluar dari mobil setelah Delon benar benar menghentikan mobilnya. Delon juga keluar dan mendekat ke arah Zifana. Zifana menatap Delon yang tampak berbinar bahagia itu.
"Kamu kenapa Kak?" tanya Zifana.
"Aku bahagia kamu mau ke apartemen, sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan. Tapi alangkah baiknya aku menyampaikannya nanti, saat kita di kamar," ucap Delon sambil memandang wajah ayu Zifana manda, istri tercintanya.
Zifana tertawa, astaga, jadi benarkan Delon tak tau kalau dia tinggal di apartemen sampingnya?
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Delon.
"Enggak, aku hanya pingin aja ketawa kak. Sebaiknya kakak sampaikan sekarang saja, soalnya aku ngantuk. Lansung aja pengen tidur nanti," ucapnya.
Delon menganggukkan kepalanya, dia tau Zifana memang sibuk, wajar sekali jika istrinya itu kelelahan dan akan langsung tidur nantinya. Delon mengambil sebuah map yang dia ambil si dalam mobil. Dia memberikan map itu pada Zifana.
"Okelah kalo begitu. Ini untukmu, sebenarnya sudah aku siapkan sejak saat itu. Saat aku memintamu ke ZA grup, dan berakhir Elia kecelakaan. Karna sudah tertunda lama, sepertinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk aku memberikannya padamu," ucap Delon.
Zifana yang semula cengengesan tampak fokus dan menatap map yang diberikan oleh Delon.
"Apa ini kak?" tanya Zifana pada Delon yang tampak tersenyum.
"Buka saja nanti, yang jelas ini adalah pemberian yang tertunda. Dariku untukmu, wanita yang aku cintai," ucap Delon sambil tersenyum.
Zifana memejamkan matanya, lagi lagi Delon mengatakan kata cinta. Tapi dia seakan masih ingin memikirkannya. Zifana menghela napas panjang, mendengar nama Elia membuat wanita cantik itu rindu. Kini netranya menatap Delon dengan berkaca kaca.
"Oke kalau aku boleh membuka di kamar, sebelumnya terimakasih kak," ucap Zifana.
Delon mengangguk pelan.
"Sebaiknya kita segera naik, udah hampir isya," ucap Delon.
__ADS_1
"Kak," panggil Zifana.
"Ya," jawab Delon.
"Jadi sekarang Elia dimana?" tanya Zifana sambil menatap ke arah Delon.
Delon tersenyum dan menatap ke arah Zifana dengan tenang.
"Elia bersama mama dan papanya, jadi mbak Asti dulunya LDR dari suami. Tapi saat kelahiran putrinya, suaminya dinas ke luar negri. Dan saat itu mbak Asti tidak bisa membayar rumah sakit, karna mbak Asti tidak ada saudara pada akhirnya menerima penawaran mantan istriku," ucap Delon.
Zifana menghela napas panjang, dia tersenyum canggung kemudian memalingkan wajahnya. Bagaimana bisa mantan istri suaminya sejahat itu? Zifana merasakan sesak.
"Lalu, dimana wanita itu?" tanya Zifana.
Delon tersenyum dan maju mendekat ke arah istri cantiknya.
"Entah kemana dia aku tak mau tau, bahkan bukan urusanku lagi. Dia dan suaminya mengalami kecelakaan dan tidak diketemukan. Yang penting bagiku, kamu tidak lagi dalam bahaya karna aku akan selalu di sampingmu, menjagamu," ucap Delon.
"Aku tidak papa kak, lagi pula aku tidak mengenalnya. Aku akan baik baik saja," ucap Zifana.
Delon terkekeh dan menatap istrinya yang begitu angkuh mengatakan hal itu. Bagaimana bisa dia bilang tidak mengenal, akan baik baik saja, jika kenyataannya dia terluka dan menangis kemudian pergi karna Vely?
Delon mengusap pipi mulus Zifana dan menatap Zifana dengan teduh.
"Kamu mengenalnya, bahkan kamu terluka dan sakit karnanya. Selain menyakitiku, dia menyakitimu dan Elia. Lalu bagaimana bisa kamu seaombong itu nona?" tanya Delon.
Zifana memejamkan matanya, mencoba menerka sesuatu yang jelas tidak ditemukan dalam otaknya.
"Siapa dia?" tanya Zifana.
__ADS_1
"Klara," ucap Delon dengan tenang.
Deg
Jantung Zifana berdetak tak karuan, mendengar nama itu membuatnya melangkah mundur. Zifana menutup mulutnya tak percaya.
"Klara?" tanya Zifana.
"Ya, dia mantan istriku," ucap Delon.
Zifana menghela napas panjang dan mencoba menenangkan dirinya.
"Sebaiknya kita segera naik, segera istirahat," ucap Delon.
Zifana menganggukan kepala, keduanya melangkah ke arah Lift dan menuju ke lantai 35. Tak ada percakapan diantara kedua orang itu, hingga beberapa saat kemudian Sampailah mereka di lantai 35.
Delon membuka pintu apartemen dan mempersilakan Zifana untuk masuk.
"Welcome my lovely Wife, di tempat kita," ucap Delon. Zifana mengangguk pelan.
"Terimakasih kak, tapi saya tidak bisa. Karna saya mau istirahat di apartemen saya. Disana," ucap Zifana sambil menunjukkan apartemen samping apartemen Delon.
"Selamat malam, semoga mimpi indah," ucap Zifana kemudian melangkahkan kakinya ke arah apartemennya.
Delon membelalakan matanya, menatap punggung Zifana yang mulai menjauh dari pandangannya. Jadi penghuni baru apartemen sampingnya adalah Zifana? Jadi orang yang selama ini mengirim makanan adalah Zifana? Lalu, bagaimana bisa? Sepertinya dia harus menghukum Andreas dan protes pada kakeknya.
"Zifa," Delon tampak memanggil Zifana. Tapi, wanita itu tampak mengabaikannya. Mengunci pintu apartemen dan menyandarkan tubuhnya di pintu.
"Maaf kak, untuk saat ini lebih baik seperti ini," lirih Zifana.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...