Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. pulang


__ADS_3

Delon dan Zifana yang baru saja selesai melaksanakan Shalat Magrib tampak mengusapkan tangan ke wajah. Delon menoleh ke belakang dan mengulurkan tangannya kepada Zifana.


Zifana hanya melihat uluran tangan itu, hingga pada akhirnya dia menerima uluran tangan Delon dan mencium telapak tangan seorang yang telah berstatus sebagai suaminya semenjak tiga bulan yang lalu itu.


Delon merasakan desiran hangat yang merayap dalam hatinya. Memberikan sebuah kenyamanan dan ketenangan yang membuatnya sangat bahagia. Tak pernah menyangka, wanita yang dulu jahat, ketus, tak punya hati itu berubah menjadi wanita yang baginya sangat baik dan sempurna.


Zifana melepaskan ciumannya dan kembali fokus ke depan, mengangkat kedua tangannya berdoa pada sang pencipta langit dan bumi.


Sedangkan Delon masih menoleh ke belakang, memperhatikan wajah Zifana yang menentramkan jiwanya.


Zifana mengusap kedua tangannya ke wajah, kemudian menatap Delon yang tampak tersenyum senyum seolah menggodanya. Zifana merasa kesal dan menatap ke arah suaminya itu. Delon tampak tak menanggapi.


"Kamu lupa caranya berdoa?" ucap Zifana sambil menyudahi berdoa dan melepas mekena.


"Berdoa menghadap sana," tunjuknya ke arah kiblat.

__ADS_1


Delon terkekeh dah dan menatap ke arah Zifana dengan senyuman indahnya.


"Sesekali tidak berdoa tidak papalah. Allah maha mengetahui, jika saat ini ada istriku yang pastinya mendoakan aku juga. Menyebut namaku dalam setiap doa yang dia panjatkan," ucap Delon.


Zifana tampak membelalakkan matanya, menggelengkan kepalanya, ada ya manusia senarsis Delon? Apa dulu sebucin itu pada istri pertamanya sehingga bisa dibodohi dengan mudah?


Kalo aku masih jahat, aku ambil hartamu Tuan. Agar aku semakin kaya, batin Zifana.


"Tanpa mengambil hartaku dengan cara kotor, saat ini aku akan memberikannya padamu jika kamu mau, Nona Zifa," ucap Delon dan mampu membuat Zifana terkejut. Bahkan Zifana kesulitan menelan salifanya karena malu.


Segera wanita cantik itu berdiri dan membawa mekenanya. Zifana memejamkan matanya sejenak, memegang dadanya yang saat ini tak bisa diajak kompromi. Bagaimana bisa Delon membaca pikirannnya?


Delon meraih jas yang ada di samping tempat melaksanakan shalat. Dia letakan jas itu di pundaknya tanpa dipakai. Dia hanya menggunakan kemeja warna biru muda, dia berdiri dan melangkah ke pintu masjid. Memang dia dan Zifana tadi sampai di masjid saat jamaah sudah selesai, dan pada akhirnya mereka berjamaah berdua.


Zifana sudah duduk di mobil, jantungnya benar benar tidak baik baik saja saat ini. Tak lama dari itu Delon tampak sampai di mobil.

__ADS_1


Zifana melirik sekilas, sosok Delon sangat menyita perhatiannya. Sangat tampan. Dia duduk dan menyalakan mobilnya. Dia meletakan jas nya di pangkuan Zifa. Zifa memejamkan matanya, semerbak harum jas itu sudah seperti berada di pelukan Delon.


"Jadi kita mau kemana?" tanya Delon dan membuat Zifana membuka matanya.


"Pulang," ucap Zifana.


Delon menautkan alisnya dan menatap Zifana penuh tanya.


"Bukanya ada janji?" tanya Delon.


"Aku membatalkan hari ini, aku mau cepat pulang. Aku bisa kesana lain waktu," ucap Zifana yang ingin segera pulang dan menenangkan hatinya.


Delon menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Oke, sepertinya kau tampak nyaman bersamaku sehingga membatalkan janjimu. Tapi baiklah, aku akan mengantarkanmu pulang setelah kita makan malam bersama," ucap Delon dengan santai dan menjalankan mobilnya. Dia tampak bahagia dan membatalkan janjinya juga pada Marvel raditia Dika.

__ADS_1


Zifana hanya terbengong, Delon benar benar menguji kesabarannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2