Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Gino dan selena 2


__ADS_3

"Bantuan apa Tuan? Dengan senang hati aku menolong, jika...." Selena yang semula tersenyum kini senyuman seakan hilang saat menyadari siapa yang ada di depannya.


Selena mundur beberapa langkah, Gino tampak menatap wanita dengan Gamis berwarna Navi itu. Netranya juga menatap ke arah bayi yang berada dalam gendongan Selena.


"Mas Gino," ucap Selena lirih.


Gino maju beberpa langkah, Rindu? Ya, dia rindu pada wanita yang telah lama dia tinggalkan itu. Dia juga ingin menggendong bayi empat bulan yang kini ada di gendongan Selena. Darah dagingnya, darah daging yang pernah tidak dia akui keberadaanya. Tapi, apa pantas dia rindu pada dua wanita yang dulu sering disakitinya itu.


Selena tampak syok, meskipun Andreas sudah menceritakan jika Gino dibebaskan oleh Marvel dan juga Delon, tapi dia masih saja tak percaya jika Gino datang padanya.


Tapi bukankah kedatangan Gino hanya untuk minta bantuan? Percaya diri sekali seorang yang banyak melukai hatinya itu minta bantuan. Kenapa tidak meminta maaf atas segala salah yang dia lakukan?


Selena mengerjabkan matanya, lelehan air mata kini mengalir. Hatinya dag dig dug tak karuan, antara sakit dan sesak seakan menekan dengan kuat.


"Ya, ini aku," ucap Gino mencoba untuk tetap tenang.


Gino mendekat lagi, tapi Selena kembali mundur. Melihat hal ini justru membuat Gino semakin sakit.


"Mau apa kau kemari? Menyakitiku lagi?" tanya Selena.


Bayangan kejahatan Gino seakan menyiksanya, bahkan untuk menyembuhkan lukanya tak gampang.


Gino tersenyum miris, dia menghela napas dalam dalam. Hatinya sangat sesak mendengar ucapan Selena.


"Pantaskah aku kembali menyakitimu, bahkan untuk meminta maafpun aku tak pantas. Aku terlalu banyak dosa, hanya untuk sekedar meminta maaf. Aku tau kesalahanku begitu bangak El," ucap Gino.


Selena memalingkan wajahnya, El? Panggilan dari Gino membuatnya diam. Walau bagaimana Gino memperlakukan dirinya sejak menikah, nyatanya panggilan yang pernah diberikan padanya saat itu bisa membuatnya meredam emosi.


"Jika itu yang kau rasakan, lalu bagaimana bisa dengan percaya dirinya kau meminta bantuan padaku? Dimana hatimu? Kau terlalu sombong Tuan Gino Sinatria yang terhormat," ucap Selena.


Hatinya sakit mendengar penuturan dari Gino. Begitu egoisnya Gino terhadapnya.


"Aku tak ada pilihan lain selain meminta bantuan padamu El, aku tau aku banyak salah. Bahkan kesalahan yang aku lakukan mungkin tak bisa dimaafkan. Tapi tolong aku kali ini saja, setelah itu aku janji, aku janji tidak akan lagi mengganggu kehidupanmu," ucap Gino.


Deg

__ADS_1


Air mata Selena mengalir deras, Apa apaan Gino ini. Siapa dia? Datang hanya untuk itu? Apa tidak ada sedikitpun keinginan untuk melihat putrinya? Apa Alya tidak berhak mendapatkan kasih sayangnya?


"Pergi," ucap Selena.


Mendengar ucapan Selena membuatnya seakan terpukul. Sesak mendera hatinya, Selena belum mendengar penjelasannya, lalu bagaimana bisa wanita itu mengusirnya?


"Pergi, gerbang ada di sebelah sana. Kau pergi sendiri, atau aku perlu memanggil keamanan untuk mengusirmu?" tanya Selena dengan tegas.


"El, dengarkan aku," ucap Gino.


"Pergi aku bilang!" sentak Selena lagi. Air matanya tak terbendung, dia sangat membenci Gino.


"El, tolong bantu aku El," ucap Gino. Matanya berkaca kaca. Bayangan ayahnya seakan menghantuinya. Ayahnya butuh Zifana, lalu bagaimana jika Selena juga tak mau membantunya?


"Pergi!" sentak Selena lagi.


Gino tak mau pergi, lelaki itu mendekat dan berusaha untuk bicara. Akan tetapi Selena menghindarinya.


"El, tolong, kali ini saja," ucap Gino.


"Usir dia Pak," ucap Selena.


"Baik Nyonya," jawab mereka.


"Pak, lepaskan saya," ucapnya saat dua security manariknya dengan paksa.


Gino tak tinggal diam, dia memberontak. Gino yang diseret tampak berusaha untuk melepaskan dirinya. Selena sebenarnya tidak tega, tapi dia tak mau menderita lagi jika harus melihat Gino.


Sempat bisa lepas, Gino kembali ditangkap. Akan tetapi lelaki itu tak mau mengalah hingga pada akhirnya terjadi perkelahian di depan sana.


Selena yang melihat kejadian ini tampak hawatir, pasalnya beberapa kali Gino mendapatkan pukulan sehingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.


"Stop," ucap Selena. Pada akhirnya dia menghentikan perkelahian itu.


"Pak, kembali ke tempat, lepaskan dia," ucap Selana.

__ADS_1


"Tapi Nyonya, apa tidak bahaya?" tanyanya.


"Kembalilah, aku bisa menanganinya," ucap Selena. Dua security tampak mengangguk dan segera pergi.


Kini hanya ada Selena dan Gino, Gino mendekat dan bersimpuh di hadapan Selena, dia meraih tangan Selena. Selena terkejut, apa yang harus dia lakukan? Dia memalingkan pandangannya.


"El, beri aku kesempatan untuk bicara. Aku tau El, aku banyak dosa padamu. Aku banyak dosa pada Zifana, dan saat ini aku tak mau juga menjadi anak yang tak berguna dan berdosa pada papa. Tolong aku El, papa kritis, keinginannya bertemu dengan Zifana. Tapi Zifana tak mau melihatku walau hanya sebentar El. Dia tak mau mendengarku juga, tolong aku bujuk Zifa untuk bertemu dengan papa," ucap Gino. Dia menangis dihadapan Selena.


Selena terdiam, air matanya kembali mengalir. Papa mertuanya kritis? Gino memintanya membujuk Zifana?


"El, tolong aku. Aku tak ada banyak waktu, tolong aku kali ini El. Jangan biarkan aku jadi lelaki terburuk karna tak bisa berbuat apa apa untuk papa El. Aku tau aku lelaki terjahat, dan tak pantas untuk meminta bantuanmu, aku lelaki terjahat bagimu, bagi Zifana, dan bagi putri kita. Tapi kali ini untuk papa El, tolong aku agar aku bisa menyelamatkan papa El. Tolong aku, bujuk Zifana untuk bertemu papa. Papa adalah harta satu satunya yang aku punya El, kekuatan yang aku miliki agar aku tetap hidup dan pada akhirnya bisa menyemangatiku untuk menebus kesalahanku padamu, pada Zifana, dan putri kita El. Maafkan aku atas segala kesalahanku," ucap Gino dihadapan Selena. Air matanya meleleh.


Bahkan Selena tak bisa berkata, hingga dia menarik Gino untuk berdiri. Keduanya saling berpandangan. Selena beberapa kali mengusap air mata. Bahkan Gino juga melakukan hal yang sama.


Selena menghela napas panjang, bukan tak mau meminta maaf. Tapi dia tau sekarang, alasan Gino tak meminta maaf untuk saat ini. Karna pada akhirnya memang kata maaf sulit terucap walau dia memintanya. Tapi, kesehatan papanya yang terpenting. Hingga pada akhirnya, hatinya tergerak untuk membantu Gino.


"Aku akan membantumu," ucap Selena.


Gino menatap ke arah Selena yang memalingkan pandangan. Gino tau Selena tak mau melihatnya, tapi dia lega wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu membantunya.


Gino mendekat, Selena hanya diam. Gino mengulurkan tangannya dan mengusap pelan pipi bayi mungil yang ada di gendongan Selena. Ditatapnya lekat lekat bayi yang tampak tersenyum dan memandangnya itu. Bayi yang sangat mirip dengannya.


"A... A.. A...," celotehnya.


Air mata Gino mengalir, dia mencium puncak kepala bayi mungil yang kini tertawa itu sejenak.


"Maafkan papa," ucap Gino.


Bayi itu tertawa, seakan bahagia. Tapi justru semakin membuat Gino terisak.


"Hai cantik, kau sangat mirip papa Nak. Padahal papa menyakitimu, padahal papa menelantatkanmu. Mama yang mengandungmu, mama yang melahirkanmu, mama mengasuhmu, mungkin mama tersiksa harus melihat wajah papa di wajahmu," ucapnya sambil terisak.


Selena yang tadinya tak mengira jika Gino tak perduli pada anaknya tampak terkejut. Tapi dia tetap diam. Air matanya terus saja mengalir.


"Maafkan papa, papa janji akan menebus kesalahan papa," ucap Gino.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2