Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Menemui Leo


__ADS_3

"Siap Bos," ucap Andreas. Lelaki itu berdiri dan segera meninggalkan Delon yang masih dalam suasana duka.


Delon menatap ke arah Andreas yang menjauh dari mobil dan menuju ke arah sebuah restauran di sebrang sana. Dia memasang sebuah alat yang nantinya bisa mendengarkan percakapan antara Leo dan Andreas.


Andreas berjalan ke arah ke arah meja dan duduk di belakang dua orang yang sedang bercengkrama.


"Arya, sampai saat ini aku masih kesal pada wanita itu," ucap Leo sambil meneguk satu teguk minuman.


"Leo, dia sudah bersuami, bukankah kau mendengar pengakuanya sendiri?" tanya Arya.


"Kau tak berubah, selalu saja begini Ar, menasehati aku. Sepertinya kau juga mempunyai perasaan yang sama padanya," ucap Leo.


"Sebelum tau dia bersuami, tapi saat ini saat mendengar ungkapannya sendiri, bahkan banyak gosip yang membicarakan dia akan melangsungkan resepsi, rasanya tak pantas aku mengejarnya. Mundur alon alon wae," ucap Arya yang mencoba menasehati sahabatnya.


"Tenang saja Ar, aku hanya ingin bermain main," ucap Leo.


"Tapi aku lihat kau keterlaluan, Zifana hamil sepertinya. Bisa bahaya jika dia setres karna terormu," ucap Arya. Leo terkekeh.


"Itu yang ingin aku lihat, setidaknya aku memberinya pelajaran setelah lama dia menghilang," ucap Leo.


"Ok, terserah apa katamu Leo. Aku harap kau akan sadar pada saatnya. Zifana punya suami yang aku pikir bukan orang sembarangan, hati hati Leo," ucap Arya kemudian beranjak.


Leo terkekeh sambil mengamati kepergian Arya yang terlalu menghawatirkannya. Leo meneguk lagi minumannya.


"Suami Zifana adalah Arzenio Delon Wilantama, kalaupun mau turun tangan, seharusnya sudah. Lihat Arya, bahkan sampai saat ini Delon tak tau tentang itu," ucapnya dengan percaya diri.

__ADS_1


"Itu terjadi karna masih ada belas kasih untukmu Tuan Leo, apa kau mau hancur saat ini juga?" tanya suara orang yang ada di belakang Leo.


Leo terkejut dan menoleh ke arah asal suara. Siapa yang ada dibelakangnya? Netranya membelalak sempurna saat melihat Andreas berada di belakangnya.


"Tuan Andreas," ucap Leo.


Andreas memutar kursinya hingga keduanya saling berpandangan. Leo tampak mati kutu, dia terdiam.


"Bukankah Nona Zifana sudah membayar kerugian yang anda berikan pada Tuan Sinatria melewati asistennya Manda?" tanya Andreas dengan wajah datarnya.


"Tuan, aku hanya...."


"Hanya apa? Bergurau?" tanya Andreas memotong ucapan Leo.


"Jauhi dan hentikan semua kelakuan burukmu jika kau ingin tetap hidup dengan layak," ucap Andreas.


"Jawab iya atau tidak," ucap Andreas.


Leo tampak mengepalkan tangannya. Kesal saat dirinya tertangkap basah oleh asisten pribadi seorang Delon saat membicarakan Zifana.


"Oke," sahutnya terpaksa.


"Bagus, aku memegang kartumu. Ingat Tuan Leo, hancur atau tidaknya bisnismu terletak pada kelakuanmu. Jika kau bisa menjaga tingkah lakumu, maka bisnismu aman. Jika tidak, siap siap kau tidur di kolong jembatan. Perusahaanmu barada di bawah naungan saham besar dari ZA grup, jangan macam macam," ucap Andreas kemudian berdiri meninggalkan Leo dengan senyuman menangnya.


"Selamat siang Tuan Leo, permisi," ucap Andreas kemudian melenggang pergi meninggalkan Leo.

__ADS_1


Leo memukul meja di depannya. Bisa bisanya dia seceroboh ini. Bahkan dia tak tau ada Andreas di tempat itu.


"****," umpat Leo.


"Oke, aku mengalah Zifana. Kau memang hidup penuh dengan keberuntungan," kesalnya.


Delon tersenyum lega setelah mendengarkan segala percakapan Andreas dan Leo. Sekarang tak ada lagi yang akan mengganggu ketentraman Zifana. Yang harus mereka pikirkan adalah perayaan pernikahan dan menyambut pesta tujuh bulan kehamilan Zifana yang diadakan sekalian.


Ya, memang usia kandungan Zifana sudah memasuki bulan ke tujuh hingga di acara resepsi nanti akan ada doa bersama juga.


"Beres Bos," ucap Andreas. Delon terkekeh dan menganggukan kepalanya.


"Kita pulang sekarang Ndre, kau memang selalu bisa diandalkan. Bonus masuk di rekeningmu," ucap Delon.


"Terimakasih Bos, jadi kita pulang ke mansion?" tanya Andreas.


Delon menghela napas panjang.


"Ke rumah Manda," ucap Delon.


"Rumah Manda?" sahut Andreas antusias.


"Ya jelas mansion Ndre, ke rumah manda ya kamu sendiri nanti malam. Kenapa ngajak aku? Nggak penting juga kan?" kekeh Delon.


Andreas memejamkan matanya, dia kesal. Tapi setidaknya dia bahagia melihat Delon bisa tertawa saat ini. Walau dia harus dibuli seperti itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2