
Delon menatap ke arah kantor polisi, dimana papa mertua dan kakak iparnya berada. Dia dan Marvel Raditia Dika memang janjian bertemu disini.
"Disini tempatnya Ndre?" tanya Delon. Lelaki tampan yang sedari tadi tersenyum itu kini tampak dingin.
Netranya menatap ke arah sana, ke arah sebuah tempat yang menampakan beberapa orang polisi berlalu lalang.
"Ya, kau benar," ucap Andreas.
Delon mengambil ponselnya dan menghubungi Radit.
"Aku sudah di lokasi, kau dimana?" tanya Delon tanpa basa basi.
"Aku melihat mobilmu, aku sudah lima menit lebih awal datang. Keluarlah dari mobil, aku ada di sebelah kanan," ucap suara di sebrang sana.
Delon tampak tersenyum, jadi sahabatnya yang menjengkelkan sudah sampai duluan? Segera Delon keluar, bersamaan dengan Andreas yang keluar.
Delon berjalan ke arah Radit, sedangkan Andreas segera menuju ke dalam mengurus pertemuan dengan kakak dan papa mertua Delon, agar Delon dan Radit tidak lama menunggu.
Kini dia menatap ke arah kanan, yang benar saja, ada Radit yang berdiri di samping pintu mobil dan bersandar di sana dengan gayanya yang sok keren.
"Selamat siang Tuan Marvel Raditia Dika yang terhormat," ucap Delon sambil menatap sahabat baiknya.
__ADS_1
"Siang Tuan Delon Wilantama," sahut Radit menanggapi ucapan Delon.
Keduanya terkekeh dan saling menonjokan tangan ke bahu.
"Maaf aku merepotkanmu Dit," ucap Delon.
"Tidak masalah, bukankan aku sudah menawarimu beberapa kali untuk ini? Bagiku kebahagiaanmu yang terpenting, kita bicarakan pada kakak dan juga papa mertuamu, semoga mereka bisa mematuhi beberapa syarat yang akan kita ajukan," ucap Radit.
Delon tersenyum dan sejenak memeluk sahabat baiknya.
"Trimakasih Dit, aku hutang budi padamu," ucap Delon.
"Apa yang kau bicarakan, aku bisa seperti ini, bahagia dengan Nada juga karnamu De. Anggap saja ini adalah balasan dari kebaikanmu dulu," ucap Radit.
"Kau sahabat terbaik," ucap Delon.
"Ya, aku senang kau sadar," jawab Radit dengan kesongongannya. Delon terkekeh pelan.
"Sepertinya selain mempunyai istri Nona sombong, aku juga punya sahabat yang sombong," ucap Delon.
"Hanya aku, tapi tidak dengan Nicho dan Vino. Mereka jauh lebih baik dariku," ucap Radit.
__ADS_1
"Kalian semua sahabat terbaik," ucap Delon.
"Kau tau, Nicho menikah dengan sepupuku. Adik Dani, bukankah kau mendapat undangannya?" tanya Radit.
"Ya, aku terkejut dengan hal itu, bagaimana bisa dia memikah dengan Ganesa? Bukankah dia sempat menyukai Micela dan menghilang setelah Micela menikah dengan Vino?" tanya Delon.
"Akupun sama terkejutnya atas undangan dadakan itu, setauku memang Nicho menikah. Tapi bukan dengan Ganesa, entah apa yang terjadi yang terpenting kita hadiri resepsi pernikahan mereka nanti," ucap Radit.( Berbondong ke resepsi ya, Ke Terjebak malam yang salah) wkwkwkw.
"Ya, setelah ini selesai kita kesana, ayo segera kita ke dalam, menemui papa dan kakakmu," ucap Radit dan diangguki oleh Nicho.
Nicho mengangguk, bersamaan dengan itu memang Andreas mengirimkan pesan bahwa Dia sudah menunggu bersama dengan papa dan kakak iparnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Jadi apa ada masalah dengan Zif bontique tuan? Kenapa anda datang ke sini?" Tuan Sinatria yang tampak tak sehat kini bertanya tanya kepada Andreas.
"Tidak ada masalah apapun," jawabnya.
"Lalu untuk apa anda datang ke sini?" tanya Gino penuh selidik.
"Biarkan atasan saya yang berbicara, karna tugas saya hanya memudahkan beliau untuk bertemu dengan anda berdua," ucap Andreas dengan tegas.
__ADS_1
Gino dan Tuan Sinatria tampak saling berpandangan. Ada apa sebenarnya?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...