Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)

Kembalilah (Istri Kesayangan Tuan Delon)
IKTD. Kejelasan


__ADS_3

"Mawar itu untukmu,"


Zifana dan Willy bersamaan lagi. Delon dan Gisel tampak terkejut dan menatap ke arah Willy dan Zifana berada.


Wajah Gisel memerah, Percaya dengan ucapan dua mahluk itu? Pasti. Willy dan Zifana tidak pernah ketahuan berbohong. Bahkan jika ini benar benar salah paham, artinya kesalahan ada pada dirinya, berasumsi dengan pemikirannya sendiri. Bahkan dia sendiri yang pergi dan menghindari dua sahabat baiknya itu.


Delon tampak mengernyitkan dahinya, jika Gisel salah paham, lalu apa hubungan Zifana dan Willy sesungguhnya? Bagaimana bisa Mama Willy sepertinya mengenal Zifana dengan baik?


"Sebaiknya kita bicarakan di rumah? Tidak baik berdebat di jalan seperti ini," ucap Mama Amel yang menyimak dan mendengar percakapan empat anak muda yang terjebak kesalah pahaman itu.


Keempatnya menoleh ke arah mama Amel yang baru saja datang.


"Tunggu apa lagi?" sentak mama Amel saat keempat putra putrinya itu tak segera menuruti maunya.


Mereka tampak mengikuti langkah mama Amel, kakek dan Mama Tina tampak melangkah terlebih dahulu dan diikuti oleh Delon, Zifana, Gisel dan juga Willy.


Di sebuah ruangan, Delon berhadapan dengan Willy, sedangkan Zifana berhadapan dengan Gisel. Mama Amel, mama Tina dan juga kakek tampak duduk di ujung.


"Jadi, setelah mendengarkan semua perdebatan kalian. Disini mama baru menyadari kalau Zifana dan Gisel saling mengenal, mama juga tau sekarang alasan kenapa kamu selalu tidak mau bertemu dengan kakak iparmu," ucap mama Amel sambil menatap ke arah Gisel yang setaunya sangat dewasa. Tapi kenapa, saat berhadapan dengan cinta putra putrinya seperti hilang akalnya?


Gisel tampak diam, Zifana juga sama. Delon melirik istrinya yang tampak diam juga. Mama Tina dan juga Willy masih terdiam. Masih syok saja mendapatkan kenyataan bahwa Zifana telah menikah. Bahkan tidak mengundang mereka.


"Disini mama, mama Tina dan juga kakek menangkap sebuah kesalahpahaman antara Gisel, Zifana dan Willy." Mama Amel berucap lagi.


"Jadi selesaikan masalah kalian disini, mama tidak mau ada kesalahpahaman lagi. Kalian sudah besar, jangan seperti anak kecil," ucap mama Amel. Zifana, Willy dan Gisel saling berdiam.


"Gisel, dari perdebatan kalian mama ambil kesimpulan disini kamu yang salah paham dengan mereka, tentang mawar merah? Begitukah?" tanya mama Amel.


Gisel membelalakan matanya, apa yang harus dia katakan? Malu sekali jika dia kelihatan cemburu pada Willy kalau semua memang salah paham.


"Ma, ini masalalu. Tidak seharusnya mama membahasnya disini," ucap Gisel.

__ADS_1


"Gi, ini masa lalu dan tidak seharusnya kamu menghindarinya. Mau sampai kapan? Bahkan Zifana telah menjadi kakak iparmu hampir empat bulan, dan kamu sama sekali tidak mau menemuinya. Gi, mama tidak mau semuanya berlarut, selesaikan semuanya dan kita tentukan masa depan kamu dengan Willy nantinya," ucap mama Amel dengan tegas.


Gisel menghela napas panjang, kenapa dirinya tampak seperti diintimidasi oleh mamanya sendiri? Apa harus dirinya menjatuhkan harga diri yang selama ini dia jaga didepan Willy? Gisel melirik ke arah kakaknya, orang yang tadi membelanya seakan diam menyimak. Willy? Dia tersenyum seolah mengejeknya. Zifana? Dia sama khawatirnya dengan dirinya.


"Ya, aku mengira ada hubungan sepesial antara Zifana dan Willy karna pertemuan mereka, dan juga mawar merah itu," ucap Gisel sambil menundukan kepalanya.


"Okey, permainan segera dimulai Nona Gisel. Kau akan menerima hukuman karna prasangka mu yang negatif itu," batin Willy yang sangat bahagia karna jawaban Gisel.


"Jadi kau tidak suka jika ada hubungan sepesial diantara kami?" tanya Willy pada Gisel.


Gisel tampak membelalakkan matanya, Zifana sangat muak dengan kegilaan Willy yang memang menyebalkan itu. Bagaimana bisa dia bertanya seperti itu? Bukan menyelesaikan permasalahan malah cari perkara.


Delon? Lelaki itu tampak melirik Willy dengan kesal, sepertinya Willy sengaja membuat panas hatinya dan juga Gisel. Bagaimana bisa Willy berkata seperti itu? Sedang jelas sekali dia mengerjai Gisel.


Mama Amel dan Mama Tina saling memandang.


"Jeng, tidak salah lagi. Mereka memang saling mencintai, jadi kita bisalah meneruskan rencana pernikahan," ucap mama Amel lirih dan diangguki oleh mama Tina.


"Iya, jeng bener," jawabnya singkat sambil tersenyum senyum.


"Jangan diteruskan lagi Gie. Mama tidak mau ada perdebatan disini," ucap mama Amel dan sanggup membuat Gisel diam. Mama Amel segera menatap ke arah Willy dan Zifana bergantian.


"Sekarang kalian, Zifana dan Willy, coba jelaskan apa yang terjadi diantara kalian saat itu?" tanya mama Amel.


"Dimulai dari kamu, Zifana," ucap mama Amel.


"Mawar itu dari Willy, Willy memintaku untuk memberikannya pada Gisel. Tapi aku menolak memberikan karna aku tau Willy banyak teman wanita dan aku tidak mau dia menyakiti Gisel," ucap Zifana.


Deg


Jantung Gisel tampak berdetak tak karuaan, jadi begitukah? Rasa bersalah menyeruak dalam hati Gisel. Bahkan dia melukai Zifana dengan kata tuduhannya dulu.

__ADS_1


Tapi jawaban Zifana seakan membuat Willy kesal. Bagaimana bisa Zifana mengatakan dia banyak teman wanita? Bisa jelek image di depan calon mama mertua dan kakak ipar serta kakeknya?


"Maksud Zifana itu dulu tan," sela Willy yang seakan tak terima.


"Kau tak usah membela diri, dasar predator," sahut Delon.


"Jangan asal bicara," kesal Willy.


Gisel memejamkan matanya, astagfirullah kenapa dia dulu tak berpikir sepanjang itu? Gisel menatap ke arah Zifana, disaat yang sama Zifana juga menatap dirinya. Keduanya saling berpandangan, canggung.


Mama Amel dan Mama Tina hanya menggelengkan kepalanya saat melihat perdebatan antara Delon dan Willy.


"Lagi pula pertemuan itu juga tidak hanya aku dan Willy saja. Saat itu mama Tina, Om Tan dan juga papa dan kakak aku juga ikut serta," ucap Zifana lagi.


"Zifana benar, jika yang dibicarakan adalah malam itu. Memang kami sedang bersama, Zifana dan Willy tumbuh beriringan. Zifana putri dari sahabat saya yang sudah saya anggap sebagai putri sendiri. Jadi Gisel, tante harap kamu tidak salah paham lagi tentang kedekatan kami. Zifana bagi kami adalah keluarga, adik bagi Willy," ucap mama Tina menjelaskan.


Gisel semakin menundukkan kepala, disini dia yang salah banyak. Malu? Pasti. Lalu, bagaimana dengan hubungan dirinya dengan Willy nantinya?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Assalamualaikum semuanya, pagi, enjing...


Disini aku mau minta dukungan di novel Baru yang aku ikutkan lomba....


karna Marvel, Vino dan Delon udah nikah. Kasian klo Nicho masih jomblo aja. wkwkwk.


Aku bikin kisah dia ya. Sma Ganesa. Ingat Ganesa ga? Adiknya si Ardani rahardian wijaya( Cintai aku, Lupakan dia)... wkwkwk.



Jangan lupa mampir. Wajib ya.. wkwkwk.

__ADS_1


yang requea bang Rafa, bang Dafa, neng Sifa, insya Allah setelah 4 sekawan udah bahagia ya...


Terimakasih udah mau baca karya receh aku.


__ADS_2