
Sepeninggal Gisel dan Zifana, semua orang tampak membicarakan pernikahan yang harinya akan dimusyawarahkan dengan ustad habib lain waktu.
Willy dan Mama Tina segera pamit pulang setelah mereka mendapatkan persetujuan dari keluarga Gisel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zifana dan Gisel melangkah menuju kamar Gisel yang berada tak jauh dari kamar Delon. Mereka sampai diruang kamar Gisel, dibukanya kamar yang luas yang tertata rapi, setara dengan kamar miliknya dan Delon.
Gisel memeluk erat Zifana sekali lagi. Gisel meminta maaf atas segala salah yang dilakukan.
"Zie aku benar benar minta maaf," ucap Gisel sambil memegang erat tangan Zifana.
"Aku sudah memaafkan, bahkan sebelum kamu memintanya Gie," ucap Zifana.
"Apa kamu bahagia?" tanya Gisel.
"Iya, aku bahagia," jawab Zifana.
Gisel melepaskan pelukannya, mencoba mencari kebenaran di mata Zifana, tidak ditemukan kebohongan disana.
"Zifa terimakasih, kamu mau menjadi bagian dari kami. Aku bahagia, aku tau kesulitanmu berada di dekat kak Delon. Tapi aku yakin kamu mampu, bahkan kamu bisa bertahan sampai sekarang. Dan kamu mengandung anak kak Delon," ucap Gisel.
Zifana tersenyum, ia sudah faham arah pembicaraan Gisel. Jadi apa sebenarnya Gisel memperhatikannya dari dulu? Sangat membahagiakan.
"Sama sama Gie, semua sudah diatur oleh sang maha pencipta," ucap Zifana.
"Terimakasih, aku benar-benar bahagia, setidaknya kamu bukan wanita lemah yang mudah menyerah. Aku doakan kamu dan kak Delon bahagia selalu. Jangan seperti kak Vely yang menyakiti hatinya,,"
Gisel menghentikan perkataan nya, ia merasa tidak enak jika harus menyebutkan nama mantan istri Delon.
"Maksudku mantan kekasih kak Delon," ucap Gisel.
Zifana memandang adik ipar nya, dia tau arah pembicaraan Gisel.
"Aku tidak apa-apa, kamu menyebutkan namanya pun tidak masalah. Aku tidak mengenal nya, lagi pula dia sudah tidak ada disini, tidak perlu ada yang dikhawatirkan," ucap Zifana.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan menyebutkan namanya. Aku sudah menguburkan masa lalunya dengan kak Delon. Bagiku kenangannya sudah hilang bersamaan dengan kepergiannya,"
"Kalau begitu jangan membahasnya, sebaiknya kamu memikirkan pernikahanmu bersama Willy," ucap Zifana.
Gisel memandang wanita cantik yang berada di depannya. Wajahnya merona merah, andai saja dia tidak salah paham. Pasti semuanya sudah bahagia. Pikirnya.
"Aku dan Willy?" tanya Gisel sambil memutar bola matanya. Wajahnya sangat semringah.
"Hem," ucap Zifana.
"Aku," ucap Gisel tampak berhenti.
"Dia sangat mencintaimu, bahkan tiga tahun ini dia tak pernah dekat dengan siapapun. Karna membuktikan padaku tentang kesetiaannya padamu, bahkan hanya denganku dia pergi pergi," ucap Zifana.
Gisel tampak malu, Zifana sebaik itu. Tapi dia salah pahami. Ah, betapa malunya dia.
Krek
Suara pintu kamar terbuka, terlihat Delon berdiri dan memandang dua wanita cantik di depannya.
Delon juga melingkarkan tanganya di pinggang ramping Zifana. Zifana berbunga mendapatkan perlakuan dari Delon.
"Kau pelit sekali, baru juga satu jam kak. Pokoknya Zifana harus menemani ku, lagian besokkan kakak sudah pulang ke mansion kalian sendiri," protes Zifana.
"Aku harus mengajak nya ke kamar. Apa kau tidak mengerti kalau aku juga merindukannya? Bahkan baru beberapa hari juga dia kembali," sanggah Delon.
Zifana terkekeh melihat keakraban dua bersaudara itu. Sangat hangat sehingga dia teringat dengan kakaknya.
"Ishh, kau memang pelit," kesal Gisel.
Delon melangkahkan kakinya, Zifana yang di rengkuh mengikuti langkah suaminya.
"sampai nanti Gie," ucap Zifana.
"Iya kakak, selamat bermain bola ya," ucap Gisel.
__ADS_1
Zifana dan Delon mengeryit kan dahinya.
Gisel mengunci pintu kamarnya, menyandarkan dirinya di pintu. Dia sangat bahagia. Willy dan Zifana ternyata sahabat yang baik. Ets, bahkan Zifana adalah kakak iparnya. Willy? Bahkan dia akan segera menjadi suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Delon membawa Zifana ke dalam kamarnya, kamar yang luas bercorak biru muda. Delon memandang wajah cantik istrinya, entah baru satu jam saja tak mendapati Zifana di dekatnya, hatinya terasa sesak, terasa rindu.
"Kenapa Kak? Kamu merindukan ku?" tanya Zifana sambil tersenyum.
"Jangan kegearan, aku hanya ingin baby kita tidak kelelahan," ucapnya sambil mengecup pelan perut datar Zifana. Zifana tampak memejamkan matanya. Merasakan bahagia.
"Lalu bagaimana dengan mamanya?" tanya Zifana seolah iri pada putranya.
"Mamanya nakal sih, biarin aja," lirih Delon sambil mengusap pelan pipi Zifana.
"Mama baik lo," sanggah Zifana.
Delon mengambil tangan Zifana dan diletakan di lehernya, sedang kedua tangannya menyentuh kedua pipi mulus Zifana.
"Mama sangat baik, dan papa sangat mencintainya," ucap Delon dan mampu membuat Zifana tersenyum bahagia.
"Kak, aku ngantuk," ucap Zifana.
"Kita tidur," ucap Delon.
Zifana mengangguk, dia melepas hijabnya dan menaruhnya diatas pundak. Delon menatap intens wajah cantik yang beberapa hari menggunakan kain penutup itu.
Saat ini tanpa kain, wajah cantik, hidung mancung, mata bulat rambut diikat satu memperlihatkan leher jenjangnya. Delon benar-benar dibuat terpesona oleh istrinya. Zifana aurora manda, kecantikannya tetap sama, bahkan lebih cantik dari yang pertama kali dia temui.
Delon mengangkat tubuh mungil itu ke ranjang, memeluknya dengan erat. Zifana memejamkan matanya. Delon duduk dan memijit mijit kaki Zifana, lanjut lagi ke paha, lanjut lagi ke atas sana, kesana, kesana, kemudian membangunkan Zifana dan mengarungi indah dunia setelah lama berpisah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pasti emak emak pada tau, kalau istri mijit suami, pasti aman aman saja. Tapi kalau yang mijit suami, pasti berakhir keramas. wkwkkwkw. ...
__ADS_1
😅😅😅