KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
100. Obrolan.


__ADS_3

Seorang pemuda berjalan dengan santai menuju penginapan mutiara biru, sebuah penginapan sederhana yang terletak di pinggir kota Hong Li disebelah utara.


Pemuda tersebut sudah tidak asing lagi dengan penginapan ini, sehingga dia bisa sesuka hatinya keluar masuk tanpa harus di periksa,


Dia bertanya sebentar kepada pelayan dan langsung naik kelantai dua.


"Tok.... Tok... Tok.... "


"Tuan muda. Apakah anda sudah bangun?" Pemuda itu menunggu dengan sabar walau sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar. Hingga suara langkah kaki terdengar dan tiba-tiba pintu terbuka.


"Ada apa Ye Shui? kenapa kau mengganggu istirahat ku..?" Yang Xuan masih menguap hingga beberapa kali.


"Tuan Muda. Maafkan saya, tapi ini sudah sore. Apakah.....?"


"Apa..... Sial ?" buru-buru berlari kekamar mandi.


Sekitar tiga puluh menit menunggu, akhirnya Ye Shui bernafas lega, Ketika Yang Xuan keluar dari dalam kamar dengan penampilan mewah.


"Tuan muda, Anda terlihat berbeda dengan biasanya" Tersenyum dan diam-diam mengagumi ketampanan Yang Xuan. Sambil berjalan santai dilorong menuju lantai satu penginapan.


"Tidak masalah. Jangan dipikirkan. Apakah kamu sudah memberitahukan kepada jendral tentang rencana kalian."


"Sudah tuan muda, satu rencana sudah berhasil, kemarin malam kami berhasil meringkus tetua Hang di kota Cheng bai" mengangkat tangannya, tiba-tiba pelayan langsung membersihkan meja dan kursi.


"Silahkan duduk tuan muda" Lalu membisikkan sesuatu kepada pelayan.


"Setelah masalah ini selesai, aku yakin kamu akan di promosikan menjadi Komandan prajurit, karena bagaimanapun kamu sudah berkontribusi besar kepada kerajaan ini" sambil menarik kursi untuk duduk.


"Aku tidak pantas Tuan Muda" sambil menggelengkan kepalanya.


"Pantas.... Sangat pantas... Percayalah" Sembari memberikan cincin penyimpanan kepada Ye Shui.


"Terimakasih Tuan Muda, Lalu membungkuk hormat dan memeriksa cincin penyimpanan tersebut, Ye Shui buru-buru menghapus air matanya.


"Aku tahu kamu sangat membenci pihak istana karena ulah Hong Zhun kepada keluargamu, aku sudah merasakannya bagaimana rasanya balas dendam. untung saja kamu cepat mengerti dengan langkah yang kamu ambil" sambil menyesep minumannya. Wajah Yang Xuan tiba-tiba berubah.


"Terimakasih tuan muda, yang pasti itu berkat anda" ucap Ye Shui tulus.


"Apa kamu pernah menerima pesan dari Paman Huang... Lupakan! Hampir saja" kata Yang Xuan dalam hati.


"Ada apa dengan paman Huang tuan muda.... ?" Wajah Ye Shui menyerngit beberapa kali.


"Lupakan..." Kita bahas yang lain saja. Sekarang kamu sudah jelas tahu kan siapa dalang dibalik hancurnya sekte mutiara biru beserta menghilangnya keluarga kamu"sambil menyesep minumannya lalu memuntahkannya.


"Yang jelas itu semua berkat anda tuan muda. Tapi ada apa dengan minuman anda tuan muda" tanya Ye Shui keheranan.


"Minuman apa ini. Kenapa rasanya tidak enak" bertanya kembali dengan Ekspresi jelek.


"Tuan muda. minuman ini adalah minuman terbaik di kerajaan air, Minuman ini terbuat dari cangkang kepiting, cangkang kerang laut lalu di haluskan dan di campur dengan rumput laut. Anda harus pelan-pelan meminumnya tuan muda, supaya menemukan dimana kenikmatan dari minuman ini" jelas Ye Shui.


"Luar biasa, ternyata proses pembuatan minuman ini sungguh mengagumkan,

__ADS_1


"Begitulah tuan muda, minuman ini di temukan oleh seorang nelayan di pulai sihai, paman itu sangat luar biasa dalam menciptakan berbagai minuman dari hewan-hewan laut. Tetapi sialnya, paman itu sekarang lagi di tawan oleh para bajak laut di semenanjung Lei Zhu, bahkan pihak kerajaan air tidak bisa berbuat apa-apa" Ye Shui juga berharap Yang Xuan mau membersihkan pulau sihai.


"Menarik kita akan membebaskan nya dan mengajak paman itu bekerja sama. Bagaimana menurutmu! Apakah paman itu mau bekerja sama dengan kita?


"Tentu tuan muda, dari dulu paman itu terus berusaha mengajak para bangsawan untuk mendanainya. Tapi sialnya, semua usahanya gagal, apalagi tuan muda ingin membebaskannya. Saya yakin paman itu tidak bisa menolaknya" Ye Shui diam-diam senang.


Yang Xuan menganggukkan kepalanya" Baiklah. Ngomong-Ngomong, kamu harus berterimakasih kepada Paman Dou Sheng dan paman Huang Qin. Sebenarnya aku tidak tahu siapa yang di tunjuk oleh paman Sheng, setelah bertemu tadi malam ternyata kamu mirip sama putri shui. Apakah kalian saling berkaitan?" Tanya Yang Xuan penasaran.


"Benar tuan muda, beliau adalah kakak saya. Orang tua saya hanya memliki dua anak. paman Sheng sudah mengirim informasi tentang hal tersebut, hanya saja belum ada waktu luang" jawab Ye shui.


"Kamu juga harus siap menjadi perantara untuk mempromosikan Pavilum al kimia dan pavilum perdagangan dan rumah lelang kita kepada para bangsawan, terutama kepada pihak kerajaan, Jika kau sudah jadi komandan. Hahahha...." Yang Xuan tertawa keras setelah mengucapkan kata-kata tersebut kepada Ye Shui. Menurutnya itu adalah pembahasan yang sangat lucu.


"Saya berjanji Tuan Muda. Anda tidak usah ragu" walaupun Yang Xuan tertawa. Ye Shui menganggap setiap kata yang keluar dari mulut Yang Xuan harus di pertimbangkan.


Disaat mereka asyik mengobrol tiba-tiba seseorang datang dan langsung menyapa Yang Xuan.


"Apakah anda yang di maksud dengan tuan muda oleh saudara Ye" Tanya orang tersebut dengan hati-hati.


"Apa maksud anda?" Sambil memandang pria paruh baya yang tiba-tiba duduk di samping Ye Shui lalu melirik kearah Ye Shui seakan minta penjelasan.


"Benar Jendral" Jawab Ye Shui sambil membungkuk hormat.


"Oh maafkan hamba tuan muda" sambil bangkit dari tempat duduknya dan membungkuk hormat kearah Yang Xuan.


"Perkenalkan. Hamba adalah Jendral Yuwen dari benteng timur. Senang bertemu dengan anda tuan muda.


"Apakah anda yang di tugaskan untuk menyelidiki kelompok bajak laut"


"Benar tuan muda, Hamba bertugas di benteng timur, akan tetapi setelah Jendral di benteng selatan menghilang dan belum diketahui keberadannya. Untuk sementara waktu hamba menggantikannya untuk mengawasi gunung honggertu hingga semenanjung Lei Zhu, dan mencari keberadaan Jendral benteng selatan."


"Jendral Yuwen. Anda terlalu formal, sehingga pembicaraan ini terasa canggung" Yang Xuan merasa puas karena menurutnya Jendral Yuwen sangat rendah hati, sopan dan sangat peduli kepada rakyat.


"Sa... Saya tidak berani tuan muda" ucap Jendral Yuwen tergagap.


"Pelayan hidangkan makanan terbaik dan arak terbaik kalian" sambil tersenyum dan menebarkan pesona.


"Baik Jendral" jawab para pelayan tersebut.


"Tuan muda kali ini biar saya yang bayar, walaupun anda keberatan" ucap Jendral Yuwen dengan mantap.


Walaupun dia tahu bahwa hidangan seperti itu tidak berarti apa-apa bagi Yang Xuan. Akan tetapi, hal-hal kecil pasti sulit dilupakan orang-orang hebat, misalanya sepeti Yang Xuan.


"Jendral bisa aja. Ngomong-ngomong, bagaimana tentang istana Jendral" Tanya Yang Xuan.


"Benar, apa kata saudara Ye Shui tuan muda, banyak sekali yang terlibat, semua hampir berhasil kami lakukan, dan itu semua berkat saudara Ye Shui, hanya saja kami sangat sulit untuk bertemu para tetua pelindung kerajaan"jelas Jendral Yuwen dengan gelisah.


"Besok, Lanjutkan saja seperti apa rencana yang sudah kalian sepakati, Apakah kalian sudah mengirim undangan?" Sambil menguap beberapa kali.


"Sudah Tuan muda" Jendral Yuwen masih bingung maksud dari undangan Yang Xuan akan tetapi itu sudah bagian dari rencana mereka.


"Apakah Jendral sudah mengetahui dimana putri Hai Rong di penjara oleh Hong Zhun" tanya Yang Xuan.

__ADS_1


"Aah.. itu Tuan Muda, dari awal saya sudah ingin mengatakan hal tersebut, untung saja Tuan Muda mengingatkan. Rasanya sangat lega, dari tadi saya gelisah karena lupa tentang yang ingin saya sampaikan" Sambil mengusap dadanya.


"Tuan muda, Putri Hai Rong di penjara di danau Rong di sebelah utara pulau sihai. tempat itu di bangun oleh Putri Hai Rong sendiri untuk menenangkan pikirannya. Hanya saja saya tidak tahu bagaimana mereka memperlakukannya di dalam penjara, tapi saya yakin mereka tidak berani karena Hong Zhun sangat menyukai putri dari kerajaan laut tersebut." jelas Jendral Yuwen.


"Tuan muda, Hamba mohon tolong bantu kami pihak kerajaan api untuk membebaskannya, jika pihak kerajaan air mengetahui tentang hal itu hamba khawatir peperangan tidak akan terhindarkan" Jendral Yuwen begitu cemas menanti jawaban dari Yang Xuan.


"Baiklah, kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku yakin pasti ada orang dalam yang terlibat sehingga mereka tidak bisa menemukan dimana keberadaan Putri Hai Rong. Bagaimana keadaan Raja kalian!" Yang Xuan mengalihkan pembicaraan,


"Tidak ada perubahan tuan muda, bahkan Kelompok Al kimia dari kekaisaran Jiang sudah menyerah. Kami bahkan sudah mendatangkan tabib dari utara, malah memperburuk keadaan" jawab Jendral Yuwen senang sekaligus khawatir.


Dia senang karena Yang Xuan mau membantu mereka mencari keberadaan Putri Hai Rong. Akan tetapi wajahnya langsung berubah karena prihatin tentang penyakit sang Raja.


"Hahaha... Bagaiman bisa kalian mengandalkan tabib dari daerah lain! wilayah timur ini jauh lebih kuat dari wilayah lainnya. Jadi mustahil mereka bisa menyembuhkannya" Sambil terus menahan tawa membuat Jendral Yuwen malu.


"Tuan muda, Kami tidak bisa diam melihat tubuh Yang Mulia yang sudah mulai membusuk" jawab Jendral Yuwen lemah. Sambil menarik nafas panjang berulang kali mengingat penyakit sang Raja begitu merepotkan mereka belum lagi masalah internal kerajaan.


Mereka terus mengobrol tentang masalah kerajaan api dan berbagai hal lainnya hingga menjelang pagi.


Yang Xuan terus menguap mendengarkan ocehan Jendral Yuwen dan Ye Shui yang sudah mulai mabuk" Jangan terlalu di pikirkan Jendral. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati. Jalankan rencana kalian, besok aku akan berkunjung ke istana." ucap Yang Xuan bangkit dari posisi duduknya dan meninggalkan mereka begitu saja.


"Baik Tuan muda" Sambil melihat punggung Yang Xuan yang tiba-tiba meninggalkan mereka.


"Jangan diambil hati Jendral, sudah beberapa bulan terakhir tuan muda tidak pernah beristirahat dengan tenang." ucap Ye Shui tiba-tiba.


"Baiklah. Saudara Ye, mari kita tuntaskan tugas kita" Ajak jendral Yuwen. Sambil terus melihat punggung Yang Xuan, jika itu orang lain sudah dipastikan babak belur karena meninggalkan pembicaraan begitu saja.


"Bagaimana bisa tuan muda berbicara seperti itu!" Gumam Jendral Yuwen geram.


Bagaimana dia tidak kesal melihat Yang Xuan berbicara begitu entengnya. Seluruh pihak istana, tetua pelindung kerajaan dan para jendral begitu kerepotan atas penyakit sang raja.


*****


Setelah mengunci pintu kamar penginapan Yang Xuan langsung menyegelnya lalu dia menghilang kedalam cincin penyegel benua.


"Yang Lun. Bagaiman kabarmu...?" Sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru cincin penyegel benua dengan mata emas yang sudah bersinar terang.


"Kupikir tuan sudah lupa dengan tempat ini, dari mana tuan menemukan pohon tersebut?" Sembari menatap kerah lain karena kesal dengan Yang Xuan.


"Hahaha... Aku mencurinya dari sekte golok api, aku heran darimana mereka mendapatkan pohon langka itu, Eh... aku merasakan ada kehidupan baru disini. Apakah...?"


"Benar tuan, Elang api sudah menetas beberapa bulan Yang Lalu, Sudah waktunya tuan memasuki pagoda api" Sambil menyeringai dan tertawa keras.


"Sial... sial. Apakah kau senang jika aku tersiksa? Hahaha... Jawab Yang Xuan menertawai dirinya sendiri.


Yang Lun hanya mendengus dan tidak peduli jika tuannya tersiksa, yang pasti dia hanya mengingatkan karena bagaimanapun pelatihan Yang Xuan menurutnya masih permulaan,


"Eh... bagaiman dengan altar iblis tersebut! Apakah sudah selesai dimurnikan...?" tanya Yang Xuan.


"Sudah tuan. Silahkan diperiksa! Tuan artevak yang terhubung dengan dewi giok sampai sekarang masih bersinar terang, aku yakin sesuatu telah terjadi."


"Benar apa yang Kau katakan, Aku juga merasakannya, Sesuatu telah muncul di gurun busur, menurut pesan dari kakek, setelah mereka berkunjung kekuil utara mereka langsung menuju gurun busur, Aku yakin mereka pasti sudah mendapat informasi tentang bibi Qin Yin" jelas yang Xuan.

__ADS_1


🙏🙏🙏


Selamat menunaikan puasa bulan suci ramadhan, Jika ada kata-kata dalam cerita ini yang kurang berkenan di hati para pembaca mohon di maafkan,


__ADS_2