
Ruangan rahasia danau rong.
"Aaah... " pekik Putri Hai Rong ketakutan. Ia menatap kalajengking dan ular hijau penuh kewaspadaan. Ia buru-buru menjauh dari tempatnya.
Kalajengking hitam hanya sedikit menggerakkan capitnya untuk mendorong panthat Putri Hai Rong, membuat gadis itu terlempar kembali keatas meja giok. Kedua hewan buas itu bahkan tidak menatap kearahnya dan bahkan tidak memperdulikan teriakannya.
"Aaah ... pingganggku..." Putri Hai Rong menggosok-gosok pingggangnya karena terbentur pada meja giok. Tubuh gadis itu gemetaran menatap kedua hewan buas itu.
Kedua hewan buas itu tampak tenang. Ketika Putri Hai Rong akan turun dari meja giok, kalajengking terus menghalanginya. Ular hijau memberikan cincin penyimpanan kepada Putri Hai Rong berulang kali, akan tetapi gadis itu menolaknya.
Setelah berulangkali gagal untuk kabur, sepertinya Putri Hai Rong tidak kehabisan akal. Akhirnya kedua hewan buas itu membiarkannya diam-diam pergi tanpa menghalanginya. Putri Hai Rong celingak- celinguk dan berhati-hati melangkahkan kakinya, ketika ia menyentuh pintu besi ruangan rahasia itu, ia terlempar jauh kebelakang dan tepat di bawah kedua hewan buas itu.
"Aaah...?" Sambil memegangi kepalanya yang terbentur dengan kaki kalajengking dan mengeluarkan darah. Putri Hai Rong berteriak histeris, sekarang bukannya ia berhasil kabur akan tetapi malah semakin dekat dengan kedua hewan buas itu, bahkan posisinya tepat diantara kedua hewan buas itu.
Putri Hai Rong mengamati kedua hewan buas itu yang tampak tenang, ia akan menjalankan rencana kedua karena rencana pertamanya untuk kabur gagal total. Akan tetapi pada akhirnya ia mengerti bahwa kedua hewan buas itu tidak berniat membunuhnya. Tetapi ia tetap waspada, takut kalau hewan buas itu adalah peliharaan nenek tua yang memaksanya untuk menuruti kemauannya.
Putri Hai Rong, mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan, apakah wanita tua itu masih ada atau bukan... Kemudian ia tersadar setelah mengamati ruangan itu berbeda dari sebelumnya. Ruangan itu tampak lebih bagus dan memiliki aura yang menenangkan jiwanya. Bahkan tidak ada lagi ruangan lain, lorong yang terhubung keruangan itu juga sudah tidak ada.
Matanya tiba-tiba melebar, ketika melihat seorang pemuda tampan berpakaian mewah melangkahkan kaki dengan santai menuju kearahnya, mata pemuda itu menatapnya dengan tajam, senyuman dibibir pemuda itu bisa membuat jantungnya berdebar, aura menenangkan terpancar dari tubuh pemuda itu.
"Nona ular, bagaimana keadaanmu?" Suara lembut tapi menohok keluar dari bibir pemuda itu.
Wajah gadis itu langsung memerah ketika mendengar panggilan pemuda itu, dalam hati ia ingin menyumpal mulut pemuda itu, akan tetapi ia berusaha menahannya siapa tahu pemuda itu bisa membantunya"Aku tidak merasakan sakit lagi di tubuhku. Apakah anda yang menolongku dan mengobati ku?" gadis itu tetap menjawab pertanyaan pemuda itu di iringi senyuman termanisnya.
"Benar, aku juga senang setelah kau terbangun, awalnya aku sempat mengira bahwa kau adalah siluman jadi-jadian, tetapi dugaan ku sepertinya melenceng." senyuman sinis muncul dibibir Yang Xuan.
"Apa...? Saya, Qian Hai Rong. Putri Mahkota kerajaan air, apakah wajahku lebih mirip siluman dari pada manusia sehingga mulutmu tida bisa berbicara dengan sopan?" wajah gadis itu tiba-tiba memerah menahan amarah. Bagaimana mungkin ia lebih mirip siluman jadi jadian, Ia menatap Yang Xuan dengan tatapan tajam seakan ia ingin meremukkan mulut pemuda itu dengan tinjunya.
"Hahaha... benarkah, setahuku hanya jenis wanita jadi jadian yang memamerkan tubuhnya. Apakah kau ingin memamerkan tubuhmu kepadaku." Yang Xuan tersenyum sinis. Akan tetapi matanya tidak lepas dari gadis itu yang sedang mengancingkan jubahnya.
"Kenapa matamu menatapku seperti itu, jangan-jangan kau juga melakukan sesuatu ketika aku tidak sadarkan diri... Arrgh." gadis itu berteriak sambil menjauh dari Yang Xuan dan berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Hahaha... tebakan mu tepat sekali, bahkan Aku sudah membuka seluruh pakaianmu dan melihat semua lekuk tubuhmu ketika kau tidak sadarkan diri." Yang Xuan tertawa terbahak-bahak.
"Apa... " wajah Putri Hai Rong memerah, marah, kesal. Bagaimana mungkin pemuda dihadapannya berani membuka pakaiannya tanpa meminta izin terlebih dahulu! Ia menatap Yang Xuan dengan kesal.
"Kau tidak perlu marah, hanya itu yang bisa kulakukan untuk menghilangkan segel di dalam tubuhmu. Lagi pula kau terus menutup matamu, jadi apa yang harus kulakukan. Hitung-hitung itu adalah bonus. Hahaha" Yang Xuan menjawab kecurigaan gadis itu sambil membuka celah dimensi kalung binatang dan menyuruh kedua hewan buas itu kembali.
"Kemana mereka menghilang... ?" Putri Hai Rong penasaran dan mengedarkan pandangannya keberbagai arah. Tiba-tiba ia lupa dengan perdebatan mereka ketika kedua hewan buas itu menghilang tanpa jejak.
Yang Xuan tidak menjawab pertanyaan Putri Hai Rong akan tetapi ia melemparkan beberapa butir pil." pulihkan dirimu, kita akan berkunjung kekota Hai Shi karena aku akan melanjutkan perjalananku, setelah itu. Aku juga tidak punya banyak waktu untuk membicarakan hal yang tidak penting." perintah Yang Xuan tidak mau di bantah.
Setelah selesai memulihkan diri mereka berdua keluar dari ruang rahasia danau Rong. Mulut Putri Hai Rong terbuka lebar setelah melihat kapal raksasa di pinggir danau Rong. Ia heran darimana kapal itu tiba-tiba ada di sana. Setelah mengamati beberapa saat akhirnya ia tahu bahwa itu adalah kapal yang karam di semenanjung Lei Zhu. Ia tahu dari bentuknya karena ia juga pernah di bawa kesana dan di penjarakan beberapa waktu.
"Apakah kamu tahu, siapa yang memindahkan kapal ini kesini?" Ternyata Putri Hai Rong penasaran.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, mungkin nenek tua itu. Sekarang sebaiknya kita pergi sebelum dia kembali lagi, Kita tidak akan sanggup menghadapinya." jelas Yang Xuan sambil berlari. Yang Xuan memutuskan untuk menuju kota Hai Shi walaupun Putri Hai Rong membantah. Yang Xuan juga melarang Putri Hai Rong mengirim pesan kepada keluarganya, karena ia ingin membawa gadis itu bertualang sementara waktu.
*****
Di suatu tempat.
Seorang pemuda meletakkan sekantong koin emas di atas meja." Apakah masih kurang... ?" Pemuda itu bertanya sambil merogoh Kantong jubahnya.
"Tidak, ini lebih dari cukup, saya akan menceritakan seperti apa permintaan anda dan anda tidak boleh bertanya, jadi dengarkan baik-baik. Setelah itu anda boleh pergi dari tempat ini." Ucap pria paruh baya itu dengan tegas.
"Baik, saya akan mengikuti persyaratan mu." jawab pemuda itu tidak kalah tegas.
Tempat ini dulunya adalah bukit yang tandus, seorang pria paruh baya berhasil membangun sebuah istana megah disini. Lambat laut lahan tandus disekitarnya juga berubah menjadi kota besar dan pria paruh baya itu menjadi Tuan kota. Demi ambisi menjadi kuat dan berkuasa di seluruh wilayah, Tuan kota melakukan segala cara, bahkan jika harus bersekutu dengan iblis sekali pun dia tidak peduli. Sekarang seluruh wilayah utara ini berada dibawah kekuasaan oleh Tuan Kota. Akan tetapi, Tuan kota sudah mati beberapa waktu lalu, sekarang putra sulungnya yang berkuasa dan kami memanggilnya Yang Mulia.
Yang Mulia sudah puluhan kali menikah dan mempunyai banyak keturunan. Akan tetapi, setiap melihat gadis cantik Yang Mulia selalu ingin memilikinya.
Awalnya Yang Mulia bersama bawahannya ingin pergi kesuatu tempat, tapi mereka tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik, sehingga membatalkan niatnya untuk berperang. Yang Mulia ingin menaklukan gadis itu terlebih dahulu, setelah itu baru menjalankan ambisinya.
Yang Mulia ingin menjadikan gadis itu menjadi istrinya, tapi gadis cantik itu menolak. Yang Mulia melakukan dengan cara cepat yaitu menangkap gadis itu lalu memenjarakannya. Yang Mulia juga sesekali menyiksa gadis itu karena menolak permintaannya.
Di lain kesempatan, Yang Mulia ingin melakukan cara jitu yaitu memaksa gadis cantik itu untuk melayaninya. Akan tetapi, hal yang mengerikan pun terjadi. Gadis itu tiba-tiba mengamuk dan hilang kesadaran, bahkan Yang Mulia terluka parah karena mencoba menghentikan gadis itu. Puluhan kiltuvator tingkat kaisar, legenda, bumi serta beberapa orang kultivator tingkat langit terbunuh karena mereka mencoba menenangkan gadis itu.
Gadis itu hilang kesadaran hingga kini dan terus mengeluarkan kekuatan Es, perlahan-lahan hanya penjara bawah tanah yang membeku, badai salju terus meluas dan sekarang seluruh kawasan ini hingga beberapa kilometer membeku.
Badai salju dan pusaran-pusaran angin bersalju yang sesekali menyapu kawasan ini ketika ada yang mencoba untuk mendekatinya. Ribuan pisau salju selalu muncul setiap saat membuat kawasan ini menjadi menakutkan. ratusan jasad membeku di wilayah ini karena mereka mencoba menangkap gadis itu.
"Apakah ceritamu dapat dipercaya, jika kau mencoba berbohong kepadamu, akau akan mencarimu keujung benua ini sekalipun." ancam pemuda itu.
"Anda boleh mencariku di tempat ini jika anda menemukan informasi yang berbeda dengan informasi yang saya sampaikan. Bahkan saya yakin anda tidak akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dari orang lain." pria paruh baya itu sedikit berteriak sambil mengusir pemuda itu.
"Kurang ajar, bahkan satu nama pun badjingan itu tidak mau menyebutkannya." gerutu pemuda itu kesal. padahal dia sudah membayar informasi itu dengan harga tinggi. Pemuda itu mengeluarkan lencana miliknya dan mengirim pesan.
*****
Kota Hai Shi pulau Sihai
Saat tiba di gerbang Kota Hai Shi, Yang Xuan melihat antrian panjang dan pemeriksaan ketat, ada beberapa orang yang dipukuli karena memaksa ingin masuk. Yang Xuan mendengar bisik-bisik orang-orang yang mengantri bahwa Putri Hai Rong tidak akan bisa memasuki kota.
Saat mendapat giliran, Yang Xuan dan Putri Hai Rong langsung di hadang puluhan penjaga. Bahkan para penjaga gerbang itu tidak membiarkan mereka lewat, padahal Putri Hai Rong sudah membayar biaya masuk. Yang Xuan hanya diam saja sambil melipat kedua tangannya dibelakang punggungnya dan melihat sejauh mana Putri Hai Rong bertindak.
"Badjingan, Apakah kalian tidak tahu siapa aku. Hah...?" Putri Hai Rong sangat marah ketika puluhan penjaga menghadang langkah mereka dan mengacungkan senjata. Dia juga sangat malu karena orang-orang yang mengantri menertawainya.
"Putri, kami ... maafkan kami, tapi Tuan kota melarang Putri memasuki kota ini." mereka semua menundukkan kepala dan tidak tahu harus bagaimana. Di satu sisi mereka takut kepada Tuan kota, tapi disisi lain mereka juga takut kepada Putri Hai Rong.
"Panggil Tuan kota, aku akan menunggunya disini." perintah Putri Hai Rong marah.
__ADS_1
"Baik Putri" jawab salah satu di antara mereka lalu pergi untuk memanggil Tuan kota.
"Putri yang malang. Hahaha..." Yang Xuan tertawa terbahak-bahak menyaksikan kejadian tersebut dan yang mengantri juga ikut tertawa terbahak-bahak.
"Cih, apakah kamu senang sekarang? aku sudah mengatakan supaya tidak mengunjungi kota ini untuk sementara waktu. Lihatlah para penjaga gerbang saja sudah di tingkat master dan grand master." gerutu Putri Hai Rong kesal karena Yang Xuan terus menertawainya.
"Putri yang malang, bahkan seorang penjaga gerbang tidak menghormatimu..." Ucapan Yang Xuan terhenti ketika seorang pemuda tampan tiba-tiba muncul di tempat itu.
"Apakah kalian tidak mendengar ucapan para penjaga? Putri Hai Rong, apakah kamu tuli? Tinggalkan tempat ini sekarang juga." pemuda itu tersenyum sinis dan melambaikan tangannya untuk memgusir Putri Hai Rong membuat Yang Xuan tertawa terbahak-bahak.
"Wei Xuhan, Aku akan mengingat kata-katamu." Ucap Putri Hai Rong dengan wajah memerah. Dia menatap Wei Xuhan dengan tatapan tajam. Bagaimana bisa mereka memperlakukannya demikian.
"Kau juga, silahkan tinggalkan tempat ini." bentak Wei Xuhan membuat Yang Xuan langsung berhenti tertawa.
"Apa! Berani sekali kau mengganggu kesenanganku." Wajah Yang Xuan langsung memerah karena marah. Dia langsung menampar wajah Wei Xuhan.
"Kurang ajar, tangkap bajingan itu." perintah Wei Xuhan kepada para penjaga. Dia sangat marah karena Yang Xuan berani menamparnya.
"Coba saja, Siapa pun yang berani menyentuhku, aku akan merontokkan giginya." ancam Yang Xuan.
Tapi sepertinya para penjaga itu tidak peduli, karena sejauh ini belum ada yang berani menyentuh Tuan Muda mereka. Mereka langsung menyerang Yang Xuan dangan ganas.
"Aah ... tidak... jangan... gigiku, tanganku. Satu persatu para penjaga itu dikirim terbang keatap rumah warga membuat semua penjaga gerbang itu menghilang. ada yang patah tangan, patah rusuk, dan patah rahang.
Yang Xuan sangat marah karena puluhan orang-orang menertawainya, bagiamana mungkin seorang pemuda lemah berani membentaknya. Yang Xuan juga tahu orang-orang memaksa memasuki kota Hai Shi karena setiap hari pasti ada orang yang hilang.
Tubuh Putri Hai Rong membeku ketika melihat puluhan penjaga gerbang terbang keatap rumah warga, dia tidak pernah melihat orang sekejam itu, bahkan dia melihat Yang Xuan lebih kejam dari wanita tua yang menginginkan tubuhnya.
"Aaah.... tolong jangan bunuh aku, ayahku adalah Tuan Kota disini, aahh..." Wei Xuhan berteriak kesakitan sebelum dirinya kembali terbang keatap salah satu rumah warga.
Wus .... Wus... Puluhan tetua tiba-tiba muncul di tempat itu dan langsung mengelilingi Yang Xuan dengan senjata masing-masing. Kekuatan mereka juga rata-rata ditingkat legenda dan bumi. Mereka melihat Wei Xuhan dan puluhan penjaga babak belur.
"Tangkap mereka berdua" Ucap salah satu tetua. Lalu para tetua lainnya langsung bergerak dan menangkap Yang Xuan dengan Putri Hai Rong.
Yang Xuan langsung mengangkat tangannya dan menyerah dan memberikan kode kepada Putri Hai Rong supaya tidak melawan. Putri Hai Rong ingin menangis karena belum sempat bertemu dengan keluarganya. Dia sangat menyesal karena mengikuti Yang Xuan. Dia baru saja keluar dari kandang singa dan sekarang masuk lagi kekandang harimau.
"Kasihan sekali Putri Hai Rong dan pemuda tampan itu, aku yakin mereka berdua tidak akan di adili. Siapapun yang membuat keributan di kota ini akan langsung di penjara, terutama pemuda itu, karena sudah berani menyiksa tuan muda Wei." kata seorang gadis yang mengantri.
"Benar, apa yang kamu ucapkan, aku yakin mereka tidak akan selamat, mungkin juga mereka akan menjadi tumbal pengorbanan. Apakah mereka tidak takut menangkap Putri Mahkota Hai Rong?" seorang wanita paruh baya di belakang antrian berbisik kepada gadis didepannya.
Yang Xuan mendengar bisik-bisik orang-orang yang mengantri menjadi bersemangat. Awalnya ia akan menghancurkan kota Hai Shi, akan tetapi mengurungkan niatnya setelah melihat keindahan kota itu.
Yang Xuan bersama Putri Hai Rong digiring menuju penjara, saat mereka melewati ruangan pertama tempat itu sangat luas dan ratusan kerangkeng besi berjejer rapi akan tetapi kosong. Mereka terus menuruni lorong menuju lapisan kedua, tempat itu juga kosong dan aura kematian sudah terpancar di tempat itu.
Mereka terus menuruni lorong hingga puluhan anak tangga, setelah tiba di lapisan ketiga tempat itu tidak terlalu luas sehingga udara sedikit pengap, aura kematian sangat pekat merembes dari salah satu pintu besi membuat tempat itu tidak nyaman untuk ditinggali. semua ruangan disegel dan di pasang mantra formasi tingkat menengah, puluhan penjaga di tingkat kaisar dan legenda menjaga tempat itu dengan ketat.
__ADS_1
Yang Xuan dan Putri Hai Rong di masukkan kedalam ruangan yang sama. Setelah memasang rantai hitam para penjaga tersebut menyegel ruangan itu dan memasang mantra formasi.