
Setelah kepergian Cao Lim tatapan Yang Xuan kembali dingin, ia langsung mengeluarkan kekuatan penuh. ribuan pedang langsung meleset keberbagai arah membuat formasi dari kelompok sekte angin timur langsung berantakan. Karena pertempuran mereka tidak terarah akibat kehilangan seorang Cao Lim.
Ribuan hewan buas dan siluman sudah membuat rombongan itu ketakutan, karena kebanyakan dari mereka belum bisa bertahan lama di ketinggian, belum lagi tekanan dahsyat yang di lepaskan oleh Yang Xuan membuat mereka satu persatu jatuh dari ketinggian.
Saat mereka menginjak tanah rombongan hewan buas dan siluman akan menyambut mereka dengan tatapan nyalang, dalam sekejap hewan buas dan siluman tersebut akan mencabik-cabik tubuh mereka tanpa ampun. Kekutan hewan buas dan siluman itu bahkan sudah jauh di atas mereka. hanya saja binatang buas dan siluman tersebut tidak semua bisa terbang..
Bantuan Yang datang dari sekte angin timur walaupun berjumlah ribuan hanyalah murid elit yang berada pada ranah raja dan tidak berpengaruh apapun, Membuat pertempuran itu berat sebelah apalagi setelah ribuan rombongan siluman dan hewan buas mengelilingi area pertempuran dengan air liur yang menetes dari mulutnya.
Untuk berjaga-jaga Yang Xuan juga menempatkan hewan buas dan siluman yang memiliki racun tingkat tinggi di beberapa titik, seperti ular hijau berkepala tiga, ular api berkepala tiga, kelabang merah berkepala dua, kelabang hitam berkepala tiga, kalajengking hitam berekor lima. Semua binatang buas dan siluman itu berevolusi didalam kalung binatang miliknya akibat sumber daya yang melimpah.
Tapi untuk hewan buas dan siluman yang beracun Yang Xuan hanya menempatkan mereka di luar area pertempuran supaya manusia yang mati bisa dikonsumsi oleh hewan buas dan siluman tersebut.
Pertempuran itu hanya beberapa tarikan nafas sudah hening kembali, hanya Cao Lim yang berada pada tahap langit didalam rombongan tersebut, selebihnya tetua yang ikut hanya kebanyakan tetua tingkat rendah,
Dalam beberapa tarikan nafas pertempuran itu sudah hening tanpa perlawanan yang berarti, kepergian Cao Lim berdampak besar bagi rombongan tersebut sehingga Yang Xuan dengan mudah mematahkan formasi kebanggaan mereka.
******
Sebelumnya.
Di atas langit di balik awan yang di lindungi oleh array pelindung tingkat dewa dan segel tingkat dewa, lima orang Jendral menyaksikan pertempuran Yang Xuan dari awal tiba di kota Dhenzhen hingga pertempuran berakhir dan memakan puluh ribuan korban. Bahkan rakyat jelata yang tidak berdosa akibat kemarahan Yang Xuan juga ikut menjadi korban membuat kelima Jendral tersebut marah. Akan tetapi mereka menahan diri dan tidak mau ikut campur urusan kecil seperti itu, karena meraka tahu di balik kemarahan seorang kultivator yang melawan ribuan kultivator lainnya pasti ada alasan yang kuat.
Tapi mereka tidak berpikir bahwa persembunyian mereka diketahui oleh Yang Xuan, mereka menganggap bahwa array pelindung tingkat Dewa dan segel tingkat Dewa yang melindungi mereka tidak di ketahui orang lain, apalagi di benua tengah ini mereka menganggap manusia disini semuanya lemah dan tidak perlu di waspadai.
"Jendral Lin, apakah tidak sebaiknya kita menghentikan pemuda itu sebelum memakan korban lebih jauh...?" tanya Jendral Feng dengan wajah memerah.
"Jendral Feng, apakah tugasmu sekarang sudah berganti...?" Jendral Lin bertanya kembali.
"Bukan begitu maksudku jlJendral Lin, kita hanya memberinya pelajaran supaya tidak seenaknya menindas rakyat jelata. Lihatlah, apakah matamu buta....?" jawab Jendral Feng dengan rahang mengeras dan hilang sudah sopan santunnya.
Jendral Lin terdiam dan menelan ludah setelah melihat kemarahan Jendral Feng, ia tahu Jendral Feng adalah seorang Jendral yang tidak bisa berdiam diri ketika rakyat lemah ikut menjadi korban atas kemarahan seseorang kultivator.
__ADS_1
"Jendral Feng tahan amarah anda aku mohon, kita semua juga tahu ada dua hal yang membuat seorang kultivator marah besar, satu menikmati pembunuhan, kedua balas dendam. Apakah anda sudah lupa beberapa puluh tahun yang lalu....? Aku yakin anda belum lupa, apa anda juga buta. Lihatlah, wajah pemuda itu mengandung kesedihan yang begitu dalam, Apakah anda pernah melihat seorang kultivator menangis saat pertempuran hidup dan mati berlangsung... ?" Ucap seorang Jendral Li memperingatkan Jendral Feng.
"Benar apa yang di katakan Jendral Li, sebaiknya kita tidak usah ikut campur karena hanya orang bodoh yang menantang maut seorang diri. Jika dia menikmati pembunuhan aku yakin seluruh kultivator wilayah timur sudah pasti bergerak." sambung jendral Lin.
"Jika pemuda itu selamat anda boleh memberinya pelajaran dan aku sangat setuju akan hal itu," ucap Yendral Yang untuk pertama kalinya membuka suara.
"Ya, aku setuju apa yang di ucapkan oleh Jendral Yang, bahkan anda boleh menyiksanya supaya pemuda itu tidak bertindak seenaknya, apalagi sekarang wilayah ini lagi mengadakan torrnament di ibukota kekaisaran membuat sebagian pelindung mereka berada di ibukota kekaisaran." sambung Jendral Lin setuju atas usulan Jendral Yang.
Ketika mereka asyik berdebat sebuah suara yang begitu nyaring masuk di dalam pikiran mereka masing-masing. membuat kelima Jendral itu mengerutkan kening berkali kali dan bahkan wajah mereka berubah memerah setelah mendengar hinaan dari suara yang di kirim oleh Yang Xuan. Ketika mereka masih mencerna pesan yang baru mereka terima, ledakan dahsyat terjadi menghancurkan array pelindung yang melindungi persembunyian kelima Jemdral itu dan mereka di terbangkan keberbagai arah bahkan mereka menyemburkan darah dari mulut masing-masing.
*****
Ditempat lain
Setelah pagi hari tiba Yang Xuan sudah selesai memulihkan diri, ia tahu masih ada dua kelompok lagi yang mengintainya dari kejauhan, tapi satu kelompok sepertinya sudah melarikan diri akibat ketakutan setelah menyaksikan pertempuran dahsyat tersebut.
"Hm.... aura spiritual mereka berbeda dan aku yakin mereka bukan berasal dari benua tengah ini...." batin Yang Xuan sambil mengirim suara telepati dan ia juga membuat segel kuno di sekitarnya lalu mengeluarkan Yang Lun dari cincin penyegel benua untuk melemahkan kelompok tersebut. Setelah menjentikkan jarinya Yang Lun langsung lenyap kedalam cincin penyegel benua.
Seketika Yang Xuan merobek ruang di depannya dan ia langsung melarikan diri. Ia melarikan diri menuju sekte angin timur, ia mendapat ide jika bertarung di wilayah sekte angin timur dengan kelima pria misterius tersebut ia akan mendapat keuntungan.
"Kemana bajingan itu pergi.....?" teriak Jendral Feng dengan wajah murka.
Jendral Feng bukan marah kepada Yang Xuan akan tetapi kepada kelompoknya, rencana mereka ingin memberi pelajaran kepada Yang Xuan, akan tetapi malah mereka yang mendapat pelajaran serta hinaan.
"Jendral Feng aku merasakan jejak aura bocah itu kearah timur... " Celetuk Jendral Lin tiba-tiba.
Mereka berlima yang sudah di kuasai amarah langsung meleset dengan kecepatan tinggi menuju wilayah sekte angin timur karena mereka merasakan jejak aura Yang Xuan mengarah kesana.
"Cepat, kita harus menangkap bajingan itu dan memberinya pelajaran... " teriak Jendral Yang dengan amarah meluap-luap.
"Lihatlah, gara-gara kalian malah kita yang mendapat pelajaran... " teriak Jendral Feng dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Hahaha...!" tawa Jendral Lin meledak membuat empat Jendral lainnya mengangkat alisnya.
Jendral Lin tertawa atas kebodohan mereka, ia tidak menyangka bocah yang mereka anggap lemah itu ternyata sangat kuat dan arogan. Bahkan dapat menghancurkan array pelindung tingkat dewa dan segel tingkat dewa yang melindungi mereka,
Di tempat lain Yang Xuan terus meninggalkan jejak auranya, setelah beberapa mil jauhnya ia langsung berhenti dan bekerja keras membuat segel kuno dan array pelindung.
Ketika Yang Xuan melihat rombongan dari kejauhan mengejarnya dengan kecepatan tinggi ia langsung membuat segel tangan seketika energi chakra surya melayang keudara di serati petir yang berderak-derak.
Yang Xuan langsung mengalirkan sembilan puluh persen unsur energi Qi kepada Chakra energi, serta menyuntikkan tujuh puluh persen elemen petir emas, tujuh puluh persen elemen cahaya, sembilan puluh persen elemen api dan lima puluh persen elemen angin yan dimilikinya dan ia langsung mengeraskan rahangnya untuk menyambut laju terbang kelima Jendral tersebut.
Dhuar
Ledakan dahsyat menggema menggoncang wilayah hutan sekitar sekte angin timur seiring fluktuasi udara yang memporak-porandakan area hutan di sekitarnya, setelah melepaskan jurusnya, Yang Xuan langsung melarikan diri kembali dengan nafas terputus-putus, karena ia mengeluarkan kekuatan penuh tapi hasilnya juga tidak mengecewakan.
Kelima jendral tersebut di terbangkan keberbagai arah, darah segar menyembur dari berbagi lubang di tubuh mereka, bahkan kelima Jendral itu merasakan organ dalam tubuh mereka terguncang, untung saja mereka sempat mengalirkan Unsur energi Qi keseluruh tubuh mereka karena mereka juga dalam posisi terbang dan di bantu oleh armor, jika tidak dipastikan tubuh mereka akan hancur. Sebenarnya mereka tahu ada serangan tiba-tiba dari arah depan tapi mereka tidak sempat menghindar karena laju terbang mereka dalam keadaan kecepatan tinggi.
"Uhug... uhug.... ugh... " sambil terbatuk-batuk dan memuntahkan darah emas dari mulut masing-masing. Tubuh kelima Jendral itu juga bergetar hebat setelah merasakan kekuatan penuh dari jurus tersebut menghantam telak kepala mereka, karena posisi mereka juga sejajar membuat mereka merasakan kepalanya seperti ingin meledak.
Di posisi lain, Jendral Feng melihat keempat Jendral lainnya merasakan hal yang sama dengannya. Meraka terlihat menyedihkan bahkan berbagai tulang di tubuh mereka patah akibat tidak sempat menggunakan perisai.
Mereka memulihkan diri untuk sementara waktu karena tidak mungkin mengejar buruan mereka dalam kondisi seperti itu.
Tapi berbeda dengan Jendral Lin wajahnya terlihat tua dari biasanya karena ia tidak pernah mendapat penghinaan seperti itu setelah menjabat sebagi Jendral bahkan ia merasa bertambah bodoh setelah tiba di benua tengah tersebut.
Jendral Lin melirik Jendral Feng sambil tertawa sinis, ia bisa menebak bahwa Jendral Feng seperti memikirkan sesuatu.
"Sebenarnya siapa bajingan itu ,...? jika benar apa kata-kata kelima kaisar tersebut kami terlalu meremehkan bocah itu, bahkan aku merasakan jurusnya jauh lebih tinggi di banding jurus kami, apakah dia reinkarnasi seseorang...?" batin Jendral Lin sambil tersenyum misterius.
"Hei, Jendral bodoh pulihkan diri kalian, gara-gara kalian kita mendapat kesialan beruntun." teriak Jendral Feng begitu kesal sambil mengambil posisi lotus.
"Hahaha..." Jendral Lin hanya bisa tertawa sambil mengutuk kebodohan mereka.
__ADS_1
🙏🙏🙏
Jika sudah selesai membaca mohon berikan like jika suka dengan episode tersebut, jika tidak berikan komentar seperti apa alur cerita yang kalian inginkan. dari pada kita saling berdebat seperti di tv one mending kita belajar bersama, 😃😃😃.