KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
72. Akhir dari hutan terlarang


__ADS_3

Pertarungan gelombang kedua antar kelompok kuil melawan kelompok hutan terlarang sudah menemui titik akhir, anggota pihak kuil memenangkan pertarungan. Mereka bisa menghancurkan pasukan hutan terlarang dalam beberapa jam walaupun dari pihak mereka masih ada yang menjadi korban.


Akan tetapi pertarungan antara ketua mereka dan ketua pengendali siluman dan tiga leluhur tersebut sepertinya akan di menangkan oleh pihak hutan terlarang, karena ketua kuil tidak sanggup menaham ribuan panah yang selalu di lepaskan oleh dewa gurun atau leluhur dari gurun busur.


Mereka hanya memperhatikan tetua mereka dengan tatapan nanar, karena tetua mereka satu persatu mulai terluka parah. Mereka melihat dewa gurun dengan tatapan yang sulit di artikan.


Hou Shen atau di kenal dengan dewa gurun salah satu pengendali bumi paling kuat di wilayah timur, Hou Shen juga sangat terkenal ketika masa mudanya, karena kebrutalannya menghancurkan musuhnya dan bahkan dia bisa menguasai wilayah gurun busur.


Gurun busur terkenal karena dewa gurun bisa menciptakan ribuan panah dari pasir dan tanah serta batu-batuan dan bahkan dia bisa mengendalikan lima buah tombak raksasa dari batu-batuan yang paling keras yang ada di sekitar tempatnya bertarung.


Bahkan perisai pertahanan dewa gurun sangat sulit di tembus karena dia juga membuat perisai dari batu-batuan yang paling keras yang ada di sekitarnya. dan bahkan dia bisa menciptakan naga raksasa dari batu-batuan tersebut untuk menahan chakra surya yang dilepaskan oleh pihak kuil. Hou Shen juga menerbangkan pasir-pasir ke udara untuk mengecoh penglihatan lawannya.


Sejauh ini pihak kuil bahkan tidak sanggup untuk menggores pakaian dewa gurun dan kedua leluhur lainnya, tapi mereka juga tidak menyerah. Pertarungan antara ketua kuil dan ketiga leluhur tersebut begitu menegangkan, mungkin karena ketua kuil selalu mengikuti tournament berkelompok di masa mudanya di kekaisaran jiang, sehingga pihak kuil juga bisa bertahan walaupun kekuatan mereka jauh lebih lemah dari ketiga leluhur tersebut.


Di tempat lain pengendali siluman terlihat berantakan walaupun Pen Xang Dan Pen Lin jauh lebih lemah dari pengendali siluman, akan tetapi kedua tongkat mereka bukanlah tongkat sembarangan. Bantuan lebih dari sepuluh tetua dan Jendral kekaisaran jiang membuat mereka perlahan-lahan bisa mendesak She Lian


"Arrrrrgh..." teriak She Lian terlempar ketika terkena tombak dari Jendral Xang,


"Sekarang...... " teriak Pen Xang.


Tongkat merah membelah lautan


Tongkat putih pembunuh dewa


Tombak penghancur


Golok hitam pembunuh iblis


Tombak perak pembunuh naga


Satu persatu mereka mengeluarkan jurus pamungkasnya saat She Lian terlempar dan jatuh menghantam tanah.


Saat She Lian terbang keudara dan ingin menstabilkan posisinya beberapa energi yang berbentuk berbeda -beda menghantam tubuhnya. Ledakan dahsyat seketika terjadi di udara, tubuh She Lian hancur berkeping-keping dan berubah menjadi kabut darah setelah terkena puluhan jurus.


"Hahaha!"


Dengan nafas terputus-putus kelompok ketua kuil tertawa puas setelah bisa menghancurkan tubuh lawannya, dalam kelompok kuil juga dua orang terluka parah yaitu jendral Shu dan satu kultivator pelindung kota Xucang.


Tongkat merah dan tongkat putih milik ketua kuil tongkat keadilan sebenarnya adalah senjata tingkat legenda warisan leluhur mereka akan tetapi sudah di tingkatkan oleh Yang Xuan menjadi senjata tingkat surgawi membuat kekuatan tongkat itu menjadi dua kali lipat.


Saat kelompok Pen Xang dan Pen Lin memulihkan diri terdengar suara teriakan dari pertarungan kelompok kuil lainnya.

__ADS_1


"Arrrrrgh....." teriak Xuan Li kesakitan saat tombak raksasa menghantam telak tubuhnya. Xuan Li terlempar jauh dan menghantam bukit disisi kirinya. dan kesadarannya seketika menghilang dan dia pun terbenam kedalam bukit tersebut sekitar tiga meter.


"Tidak mungkin, tidak mungkin" teriak dewa gurun terbata-bata setelah dia melihat tubuh Xuan Li terlempar.


Selama ini, tidak ada yang selamat ketika terkena tombaknya, seharusnya tubuh Xuan Li sudah hancur ketika bertabrakan dengan tombak tersebut. Dewa gurun masih tidak percaya akan hal itu dan mengingat-ingat saat tombaknya menghantam tubuh Xuan Li dan dia melihat ada keanehan." Mengapa tombaknya mengeluarkan percikan api ketika tombak itu bertabrakan dengan tubuh Xuan Li." gumamnya sambil memperhatikan keseluruh penjuru hutan terlarang.


"Seharusnya pedang itu hancur dan bukan mengeluarkan percikan api." sambungnya lagi.


Dewa gurun langsung memperhatikan kembali disekitarnya dan baru menyadari bahwa She Lian telah mati, akan tetapi dia masih tidak percaya bahwa yang menghadang serangannya adalah ketua kuil lainnya.


Saat melepaskan tombak raksasanya kelompok kuil sudah terikat oleh formasi angin kekacauan yaitu segel rantai hitam raksasa kecuali Xuan Li yang berhasil menghindar dari rantai hitam raksasa tersebut. itulah sebabnya ia menghadang serangan itu dengan pedang miliknya sebagai perisai.


Saat sibuk memeriksa sekitarnya, ketiga leluhur itu di kejutkan oleh sebuah formasi cincin matahari yang menutupi kelompok lawannya, bahkan pihak kuil sempat ketakutan atas kejadian tersebut, tidak lama kemudian sebuah suara muncul di udara.


"Untuk kelompok kuil tetap diam di tempat dan jangan bergerak dan fokuslah memulihkan diri." ucap suara tersebut.


Para kelompok kuil hanya menganggukkan kepalanya tanpa berani membantah karena mereka belum tahu siapa yang memasang formasi perlindungan tersebut.


"Selamat datang di dalam formasi Perlindungan cincin matahari." teriak Yang Xuan kepada kelompoknya akan tetapi dirinya belum kelihatan.


Bahkan kelompoknya berulang kali mengedarkan pandangan mereka ke sekitarnya dan belum tahu siapa yang memasang formasi perlindungan tersebut, akan tetapi setelah melihat chakra surya yang melayang-layang di udara mereka sepertinya sudah bisa menebak siapa yang memasang formasi pelindung tersebut, ketiga leluhur itu tidak sadar bahwa Xuan Li telah menghilang dari tempatnya.


Formasi perlindungan cincin matahari di topang oleh pusaka cakra Surya yang selalu melayang-layang di udara di luar formasi transparan tersebut.


Sambil mengantar kelompok ketua kuil kedalam formasi perlindungan cincin matahari dan memberikan pil penyembuhan. Yang Xuan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru hutan terlarang dan pandangan matanya berubah menjadi buram dan bahkan ia merasa bersalah ketika melihat ribuan kelompoknya meregang nyawa.


"Kemana Cao Ya dan Cao Ming." tanya Yang Xuan tiba-tiba.


"Mereka sudah tewas Tuan Muda, bahkan tubuh kedua tetua itu di siksa dan di kuliti oleh mereka." jawab Pen Xang sambil menundukkan kepalanya.


Sambil menahan gejolak didalam tubuhnya," hanya Cao Lim yang tersisa untuk generasi penerus klan Cao jika dia bisa selamat." batin Yang Xuan.


"Dimana serigala api dan badak bercula satu." tanya Yang Xuan sekali lagi.


"Kedua siluman itu juga sudah tewas Tuan Muda dan siluman harimau juga terluka parah." jawab ketua kuil bukit naga.


Seketika amarah Yang Xuan memuncak setelah menyadari ternyata korban jauh lebih besar dari perkiraannya. Setelah ia selesai membuat segel untuk menopang formasi cincin matahari, ia langsung memanggil beberapa tetua untuk menjaga pusat formasi tersebut supaya ia bisa memakai chakra surya. Yang Xuan juga menghubungkan titik pusat formasi sebagai penopang formasi perlindungan tersebut untuk menghisap kekuatan langit dan bumi atau menyuntikkan unsur energi Qi jika di perlukan.


Yang Xuan langsung terbang kearah ketiga leluhur tersebut yang berjarak sekitar lima ratus meter dari formasi yang cincin matahari.


"Shen Fu, hari ini adalah hari kematian mu karena kau telah gagal mendidik cucumu. Aku juga tidak pernah melihat cucumu yang tersohor itu. Apakah dia masih hidup atau sudah mati.... ? Bahkan klan Cao sudah berubah mejadi debu bersama ratusan bantuannya, akan tetapi aku tidak melihatnya. Apakah kau tahu dimana dia.... ? Karena aku ingin sekali mengulitinya." Ucap Yang Xuan dengan berbasa-basi.

__ADS_1


"Bajingan! Kau pikir siapa dirimu, kau hanya bermimpi untuk membunuh keturunanku." teriak Shen Fu dengan amarah yang meluap-luap.


"Kalian berdua karena sudah ikut campur dengan peperangan ini aku pastikan keturunan kalian akan binasa..." sambil menunjuk dewa gurun dan leluhur dari hutan misterius.


"Hahaha! Bocah, kami tidak takut denganmu, buktikan saja omong kosong mu." teriak leluhur hutan misterius.


"Aku tidak tahu kenapa manusia seperti kalian begitu serakah hingga menjadi budak iblis kalian tidak peduli,"


"Hei bocah, itu bukan urusanmu, tidak usah menceramahi orang tua." jawab dewa gurun dengan tatapan sinis.


Kiyak


Tiba-tiba suara melengking mengisi udara, elang api begitu bahagia karena dia juga di butuhkan untuk bertarung yang kesekian kalinya, bahkan Yang Xuan memberikan sumber daya langka untuk elang api tersebut.


"Sebaiknya kau tidak usah bertarung, tugasmu adalah melindungi mereka." ucap Yang Xuan kepada elang api tersebut.


Kiyak


Sambil terbang dan menuju rombongan kuil, elang api tersebut menurut saja apa kata tuannya.


"Aku pastikan kalian bertiga menjadi makanan elang api tersebut." ucap Yang Xuan sambil tertawa.


"Kurang ajar.... " teriak Shen Fu sambil mengeluarkan aura nya. Mereka bertiga langsung mengelilingi Yang Xuan sambil mengeluarkan senjata masing-masing. dan dewa gurun langsung menembakkan panah kearah Yang Xuan.


Yang Xuan juga langsung mengaktifkan elemen apinya dan mengeluarkan aura panas dan aura spiritualnya dengan kekuatan penuh untuk menekan lawannya sambil melemparkan chakra surya untuk menghancurkan panah tersebut dan ia juga menyuntikkan sedikit elemen cahaya.


Saat aura Yang Xuan dengan kekuatan beberapa kali lipat menimpa tubuh fisik ketiga leluhur itu, mereka bertiga hampir saja tidak bisa bergerak. Namun detik berikutnya mereka bertiga dengan sedikit usaha bisa menghindari serangan Yang Xuan yang bisa dibilang serangan berbahaya.


Mereka bertiga menjadi waspada setelah merasakan aura spiritual yang menindas mereka dan bahkan tangan mereka bergetar setelah senjata mereka berbenturan dengan chakra tersebut. Mereka melihat senjata Yang Xuan selalu berputar-putar di udara dengan kecepatan tinggi, mereka mengerutkan dahi karena mereka bertiga tidak pernah melihat senjata seperti itu.


"Saudaraku, jangan meremehkan bocah itu, bagaimanapun hanya dengan serangan tunggal itu kita sudah di buat mundur beberapa langkah, hampir saja melukai kita, sebaiknya kita keluarkan kekuatan penuh." bisik leluhur hutan misterius.


"Ada apa dengan kalian... ? Hanya serangan kecil saja sepertinya kalian sudah takut mati." ejek Yang Xuan sambil tersenyum.


Akan tetapi berbeda dengan leluhur klan Cao dan dewa gurun. Mereka bahkan masih terlihat tenang dan tidak seperti leluhur hutan misterius. karena dimana ada tanah dan angin disitulah kekuatan kedua leluhur tersebut.


Keterampilan Yang di kuasai oleh dewa gurun adalah elemen bumi, dimana ada pasir, tanah dan batu disitulah kekuatannya, begitu juga dengan leluhur klan Cao dimana ada angin disitulah kekuatannya. Sebagai pengguna elemen angin leluhur klan Cao bisa membuat puluhan jenis senjata dari angin.


Gada iblis


Formasi angin kekacauan

__ADS_1


Tombak pembunuh dewa


__ADS_2