KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
90. Rumput api


__ADS_3

Saat Quentin dan Yang Xuan memasuki gapura desa Hongger, beberapa pemuda yang sedang asyik menikmati arak langsung mencibir Quentin ketika mereka melihatnya membawa seorang pemuda.


"Hei wanita sialan, apakah tidak ada pemuda yang lebih layak dari temanmu itu...?" salah satu diantara mereka menegur Quentin ketika melihatnya membawa pria sambil menunjuk Yang Xuan.


"Wanita sepertinya wajar saja mempunyai selera seperti itu." ucap yang lainnya.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak dan merasa puas karena setiap bertemu dengan Quentin mereka selalu menghinanya.


"Apakah mereka selalu menghinamu ketika bertemu...?" tanya Yang Xuan prihatin.


"Benar tuan muda, semenjak ibuku sakit mereka selalu menghina keluarga kami, apalagi setelah kami di asingkan oleh warga disini," jawab Quentin sedih.


"Biarkan saja suatu saat aku akan memberi mereka pelajaran. Quentin apakah warga disini tidak terganggu dengan keadaan gunung tersebut." tanya Yang Xuan sambil menunjuk keatas puncak gunung. Dia mencoba mengalihkan pembicaraan supaya Quentin tidak terbuai dalam kesedihan


"Benar tuan muda, beberapa minggu belakangan ini gunung henggertu selalu mengeluarkan asap tebal dan Suara raungan yang begitu keras membuat semua penduduk desa yang ada di wilayah ini ketakutan dan selalu siap siaga." Jawab Quentin.


Yang Xuan menggelengkan kepala dan fokus menatap pada puncak gunung sampai mereka melewati desa hongger dan sudah memasuki hutan Yang Xuan terus memperhatikan gunung itu karena merasakan ada suatu hal yang aneh menurutnya.


"Tuan muda, kita sudah sampai." kata Quentin dan beberapa saudara-saudarinya menyambut kedatangan mereka di depan rumah.


"Quentin, dimana ibumu...? aku ingin memeriksanya terlebih dahulu sebelum menemui Yuan Zhu." Yang Xuan berkata tenang kepada Quentin.


Mendengar perkataan Yang Xuan, beberapa orang yang ada di sana termasuk saudara-saudari Quentin mengerutkan dahi akan tetapi mereka lebih memilih diam. Berbeda dengan warga desa yang kebetulan ada di rumah Quentin, mereka semua menahan tawa sambil mencibir Quentin karena membawa orang tidak waras untuk mengobati ibunya. Mereka melihat penampilan Yang Xuan benar-benar berantakan, itu memang karena Yang Xuan belum mengganti pakaiannya setelah pertarungannya dengan kelompok harimau gunung sebelumnya.


"Quentin, apakah benar kamu membawa pemuda ini untuk mengobati ibumu atau untuk menikahimu...?" celetuk seorang tetua setelah melihat penampilan Yang Xuan tidak seperti pada umumnya.


Mereka tahu bahwa penyakit ibu Quentin sangatlah parah bahkan sampai saat ini belum ada tabib atau organisasi al kemis yang dapat menyembuhkannya.


Huang Qin bahkan sudah mencari tabib hingga kekaisaran Jiang, Namun hasilnya tetap sama saja. mendengar ucapan saudara-saudarinya, Quentin hanya diam saja dan tidak mau menjawab pertanyaan tetua tersebut.


"Anak muda, apakah kamu seorang tabib...?" bibi Quentin bertanya penuh semangat. Dia sudah tidak mampu lagi melihat ibu penderitaan ibu Quentin yang selama puluhan tahun.


"Bibi, tuan muda Yang bukan seorang tabib tapi tidak maslah kan jika dia memeriksa ibu sebentar, siapa tahu dia mengetahui penyakitnya." jawab Quentin untuk.


Walupun warga desa banyak yang mencibir Yang Xuan akan tetapi tidak dengan istri Huang Qin, dia yakin Yang Xuan bisa melakukan suatu hal. Walupun Quentin sudah menceritakan sedikit tentang Yang Xuan kepdanya akan tetapi dia belum yakin sepenuhnya. Hanya saja dia tidak merasakan ada aura kekuatan dari tubuh Yang Xuan. sehingga dia tidak berani memberikan pandangan buruk dengan Yang Xuan, Dia yakin Yang Xuan bukanlah orang lemah.


"Silahkan anak muda, kamu boleh memeriksanya." ucap istri Huang Qin sambil berjalan menuju sudut rumah, karena ibu Quentin terbaring di sana dan ditutupi dengan selimut tebal.


Yang Xuan mengikuti istri Huang Qin menuju sudut ruangan didalam rumah tersebut. Saudara-saudari Quentin harap-harap cemas, benak mereka dipenuhi pertanyaan setelah melihat Yang Xuan ingin mengobati ibu Quentin atau malah mempercepat kematiannya.


Para warga desa Yang kebetulan ada di sana menahan tawa mereka masing-masing karena menurut mereka Quentin sudah tidak waras sebab membawa pemuda gila. itu karena mereka juga sudah melihat puluhan tabib dari ibukota kerajaan api sudah menyerah setelah memeriksa kondisi ibu Quentin.


Setelah Quentin membuka selimut yang menutupi ibunya, Yang Xuan melihat manusia seperti kerangka terbaring lemah tak berdaya di atas tempat tidur dengan kondisi menyedihkan. Hanya tinggal tulang yang di balut kulit, aura kehidupannya juga sudah sangat lemah, bau menyengat seperti bangkai langsung menyebar keseluruh ruangan.


"Silahkan tuan muda, beginilah kondisi ibuku setelah puluhan tahun menderita penyakit." ucap Quentin diiringi isak tangis sambil memeluk bibinya.


Yang Xuan mendekat kearah ibu Quentin kemudian duduk di samping nya, setelah itu ia mengulurkan tangannya untuk memeriksa pelipis mata ibu Quentin dan juga memeriksa nadinya.


Yang Xuan menutup matanya dan mulai mengedarkan Qi spiritualnya untuk memeriksa tubuh ibu Quentin dan memeriksa penyakit apa yang dideritanya.


"Segel terlarang, ini adalah segel pelumpuh saraf, segel yang sangat berbahaya, siapa yang memasang segel terkutuk ini, bagaimana bisa wanita ini bertahan dari penyakit seperti ini? ," Yang Xuan membatin sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


Melihat Yang Xuan menggelengkan kepala, bibi Quentin yang ada di dekatnya dengan cemas menunggu hasil dari pemeriksaan Yang Xuan.


Tanpa berkata lagi Yang Xuan membuat segel tangan dan melemparkannya pada tubuh ibu Quentin lalu mengalirkan unsur energi Qi nya untuk mengangkat ibu Quentin menuju halaman rumah.


Setelah sampai di halaman rumah Yang Xuan menciptakan formasi matahari penyembuhan berbentuk bulat lalu memasukkan ibu Quentin kedalamnya, ia juga terus menggerakkan tangannya untuk menyuntikkan api surgawi dan api penyembuhan untuk membakar segel di dalam tubuh ibu Quentin. Lalu meneteskan satu tetes air kehidupan.


Setelah itu Yang Xuan berdiri dan membiarkan ibu Quentin didalam bola formasi matahari untuk beberapa saat, satu jam kemudian secara perlahan tubuh ibu Quentin perlahan-lahan kembali seperti manusia. Yang Xuan kembali mengeluarkan api penyembuhan dari telapak tangannya dan membakar tubuh ibu Quentin secara langsung.


Awalnya mereka yang menyaksikan cara pengobatan tersebut membulatkan mulutnya lebar-lebar kemudian mereka berteriak histeria setelah Yang Xuan membakar tubuh ibu Quentin. Bahkan Quentin ingin menghentikan Yang Xuan akan tetapi Quentin langsung di hentikan istri Huang Qin.


Tiga jam kemudian proses pengobatan telah selesai, wajah ibu Quentin masih terlihat pucat akan tetapi tubuhnya sudah terlihat seperti manusia dan bukan seperti kerangka lagi.


Quentin yang melihat proses penyembuhan telah selesai dia langsung berlari kearah ibunya dan langsung memeluknya sambil menangis. Quentin sangat senang setelah melihat perubahan tubuh ibunya, dia tahu ibunya sudah terselamatkan dari penyakit yang menyiksa Ibunya.


Sedangkan untuk para saudara-saudari Quentin dan para warga desa lainnya, mereka sangat takjub melihat pengobatan tersebut, mata mereka melotot kepada Yang Xuan dan ibu Quentin karena tidak ingin melewatkan sedikitpun proses pengobatan tersebut.


Mereka bahkan menyaksikan api berkobar membakar tubuh ibu Quentin akan tetapi pakaian ibu Quentin sedikit pun tidak terbakar. Mereka merasakan tubuh mereka tiba-tiba lemas setelah menyaksikan hal tersebut.


"Quentin, sekarang ibumu sudah sembuh bawa masuk kedalam rumah supaya ibumu beristirahat sejenak tubuhnya juga masih kaku setelah berbaring selama bertahun-tahun. Berikan cairan ini untuk memulihkan ibumu, aliran darahnya juga sudah lancar akan tetapi darah di tubuh ibumu hanya tersisa sedikit lagi itupun hanya darah yang kurang bersih." Ucap Yang Xuan sambil memberikan beberapa kotak pil dan cairan lengkap dengan catatannya.


Bruk...?!


Istri Huang Qin bersama puluhan saudara-saudari Quentin berlutut di depan Yang Xuan dengan air mata mengalir di wajah-wajah mereka.


"Tuan, bagaimana cara kami berterima kasih kepada anda, kami hanyalah orang susah yang tidak mempunyai koin emas," ucap istri Huang Qin dengan menangis bahagia.


"Bibi berdirilah aku mohon, aku menolong kalian dengan tulus dan tidak mengharapkan imbalan." ucap Yang Xuan tulus.


"Baik tuan muda," jawab Istri Huang Qin sambil berdiri dan akan melangkah masuk kedalam rumah akan tetapi ia menghentikan langkahnya.


Istri Huang Qin sangat terkejut melihat aksi pemuda di hadapannya, sebagai seorang kultivstor walau masih di tahap penyempurnaan Qi dia sudah mengetahui apa yang di lakukan oleh Yang Xuan.


"Bibi, kemana Tuan Muda Yang, suruh dia masuk aku sudah membuatkan teh untuknya." ucap Quentin mengagetkan bibinya.


"Eh ... itu... Quen'er temanmu itu sudah menghilang entah kemana, kita tunggu saja kapan dia kembali." jawab bibi Quentin terbata-bata.


🌸🌸


Yang Xuan muncul dirantai pegunungan Hongger lalu dia mengamati keatas puncak gunung lalu dia kembali meleset dengan kecepatan tinggi menuju puncak gunung. Ia merasakan setiap menit keanehan dari puncak gunung tersebut selalu bertambah parah setiap detiknya.


Setelah tiba di puncak gunung, Yang Xuan sangat terkejut ketika mengetahui alasan kenapa gunung honggertu selalu mengeluarkan asap tebal dan memuntahkan lava panas secara terus menerus dan ternyata di puncak gunung itu menjadi sarang atau tempat tinggal salah satu hewan buas penguasa elemen api yaitu elang api.


Sesuai Namanya, elang api adalah salah satu hewan buas jenis burung paling ditakuti hewan buas lainnya, bahkan kultivator juga sangat takut kepada hewan buas Yang satu ini, karena elang api menguasai elemen api secara sempurna dan sanggup mengeluarkan badai api.


Yang Xuan terus memperhatikan elang api tersebut." Kenapa elang api ini tidak bereaksi ketika kedatangan musuh...?" Yang Xuan membatin keheranan, Ia tahu hewan buas jenis burung sangatlah agresif ketika kedatangan musuh.


Yang Xuan terus mendekati elang api itu, Elang api itu tertidur pulas di kawah gunung api honggertu tersebut. baru saja yang Xuan berjalan beberapa langkah, elang api itu terbangun dan menatapnya akan tetapi elang api tersebut kembali menutup matanya.


"Apa yang terjadi dengan elang api ini...?" Gumam Yang Xuan sambil mengelus kepala elang api tersebut, walupun elang api itu diam akan tetapi percikan-percikan api selalu keluar dari bulu-bulunya.


Yang Xuan mengedarkan Qi spiritualnya untuk memeriksa tubuh elang tersebut.

__ADS_1


"Hm...! aura kehidupan elang api ini melemah, ternyata elang ini terluka parah," batin yang Xuan sambil mengeluarkan rantai emas lalu mengikat tubuh elang tersebut dan memasukkannya kedalam cincin penyegel benua.


"Apa....?!"


Yang Xuan kaget setelah melihat satu telur menggelinding setelah elang api berhasil dipindahkan, ia buru-buru mengambil telur tersebut dan memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.


Menghilangnya elang api dari puncak gunung Honggertu membuat asap tebal yang menutupi gunung itu perlahan-lahan menghilang. Semburan lava panas dari puncak gunung juga perlahan-lahan mengecil, tidak lama kemudian setelah semburan lava mengecil yang Xuan melihat ada sebuah goa yang tidak jauh dari tempat elang api tersebut akan tetapi sepertinya goa itu tersegel.


Yang Xuan menghancurkan segel tersebut dan memutuskan memasuki goa, ia terus berjalan menelusuri goa itu sambil mengaktifkan mata emas untuk memeriksa seluruh goa,


Setelah memeriksa cukup lama Yang Xuan mengetahui banyak sekali sumber daya di dalam goa tersebut, Seperti rumput api, rumput roh, bunga api, inti api, kristal api, kristal langit, batu-batuan langka, seperti batu spritual, batu giok, batu meteor, batu pelangi, Bahkan ia belum percaya tentang apa yang dilihatnya akan tetapi itu memnag benar-benar nyata.


"Apakah kultivator tingkat tinggi pernah bertapa disini ...? Kenapa banyak sekali sumber daya langka di sini...? akan tetapi Aku yakin elang api tersebut bukan diciptakan dari kekuatan seseorang karena jenis hewan buas seperti itu masih belum termasuk langka di zaman ini." Yang Xuan membatin sambil memeriksa apakah ada tulisan di dinding goa akan tetapi sama sekali tidak mendapat petunjuk.


Setelah mencari cukup lama dan tidak menemukan petunjuk yang berarti, Yang Xuan tidak mau ambil pusing lalu menguras apa saja yang ada di sana. setelah itu ia menghilang dari puncak gunung tersebut.


Para warga Yang Menyaksikan kepuncak gunung tiba-tiba menangis bahagia karena beberapa hari terakhir ketengan mereka terganggu akibat semburan lava panas semakin hari semakin meluas dan juga asap yang ada dipuncak gunung semakin lama semakin meluas.


Sebagian kultivator yang bermukim disekitar gunung honggertu tersebut mengerutkan dahi karena mereka merasakan ada yang janggal dari puncak gunung akan tetapi mereka tidak bisa memastikannya.


🌸🌸


Cincin penyegel benua


Yang Xuan menyaksikan Yang Lun melakukan penyembuhan elang api ketika memasuki cincin penyegel banua, ia menyaksikan dengan teliti dan tidak mau melewatkan sekecil apapun. Namun ia keheranan kenapa elang api sebelumya yang ditangkap di hutan iblis terlihat gelisah Yang Xuan jadi curiga kepada elang itu, elang api itu terus berjalan mondar-mandir di sekitar Yang Lun.


"Apakah mereka berdua sepasang suami istri....?" Yang Xuan membatin sambil memperhatikan kegelisahan elang api tersebut.


Setelah proses penyembuhan selesai tiba-tiba elang api yang diobati oleh Yang Lun menghampiri Yang Xuan dan menundukkan kepalanya.


"Tuan, terimakasih sudah menolongku." ucap elang api tersebut.


Yang Xuan menunjuk elang api yang ia tangkap di hutan iblis." Apakah dia suamimu...? tanya Yang Xuan.


"Ia tuan, dia adalah suamiku mungkin dia lupa kembali kegunung honggertu setelah terluka parah saat seseorang ingin mencuri telur kami." jawab elang api tersebut.


"Apakah kamu tahu siapa orang tersebut...? tanya Yang Xuan penasaran. menurutnya tidak akan ada orang Yang berani di kerajaan api untuk memeriksa puncak gunung hornggertu.


"Aku tidak mengenalnya tuan akan tetapi dia berasal dari gunung kunlun." jawab elang api tersebut.


"Baiklah lain kali kita mencari tahu. pergilah kegunung surgawi yang ada wilayah selatan tempat ini, untuk menetaskan telur kalian di sana, jika kalian tidak sanggup untuk menetaskan telur ini, kalian boleh meminta tolong kepada Yang Lun." ucap Yang Xuan sambil menyodorkan telur itu kepada elang api tersebut.


"Baik tuan, terimakasih telah memberikan kami tempat tinggal." ucap elang api tersebut.


"Yang Lun bagaiman pelatihan Long Zhi..?


"Baik-baik saja tuan," jawab Yang Lun.


"Apakah kamu sudah selesai memurnikan altar iblis tersebut." Tanya Yang Xuan.


Yang Xuan memurnikan altar iblis tersebut untuk membuat array teleportasi. jika ia membuat secara langsung butuh waktu berbulan-bulan itupun hanya tingkat surgawi akan tetapi berbeda dengan altar iblis yang dia kumpulkan, altar iblis tersebut sudah berada di tingkat dewa.

__ADS_1


"Belum tuan, masih ada satu lagi yang belum dimurnikan akan tetapi dalam waktu dekat mungkin semua altar tersebut akan selesai dimurnikan." jawab Yang Lun.


"Baiklah, sebelum memasang array teleportasi lebih baik aku mengambil alih sekte mutiara merah terlebih dahulu untuk mendirikan kuil." Yang Xuan membatin sambil melangkah pergi untuk membuat pil tingkat langit dan meningkatkan kwalitas senjata dan armor yang Ia ambil dari berbagai tempat.


__ADS_2