
Setelah Jendral Yuwen dan Ye Shui meninggalkan istana, satu-persatu para tamu undangan dan para tabib juga meninggalkan istana kecuali tabib dari kerajaan air. Tiba-tiba ruangan itu menjadi hening. Mereka semua saling pandang dan menatap satu sama lainnya, terlebih Sang Permaisuri, Ia merasa sangat bersalah karena tidak mempercayai kata-kata Jendral Yuwen. Selama ini setiap masalah yang tidak bisa di selesaikan oleh Jendral lainnya, pasti bisa di selesaikan oleh Jendral Yuwen dengan kepala dingin tanpa adanya pertumpahan darah, padahal Jendral besar bukanlah Jendral Yuwen.
Permaisuri sangat menyesal telah mengambil keputusan yang salah, bahkan selama ini Jendral Yuwen tidak pernah bersuara dengan nada tinggi.
"Ibu... Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Pangeran Shing Xeng tiba-tiba ketika melihat ibunya menangis.
"Putraku... Pergilah kekediaman kakek mu, sampaikan pesan bahwa istana membutuhkannya sekarang. Ibu memang orang yang tidak tahu diri, bahkan kita belum mengucapkan terimakasih kepada pemuda itu malah kita mengabaikannya. Bukankah kita tidak pernah menolak siapapun yang ingin berniat menyembuhkan ayahmu?"
"Ibu tenangkan dirimu, aku akan pergi mencari pemuda itu dan tidak akan pulang sebelum membawanya kemari" ucap Putri Shu sambil melangkah keluar dari istana.
"Putraku.. Ibu akan paling merasa bersalah jika pemuda itu tidak bisa kalian bawa kemari."
"Baik bu. percayalah, putramu ini akan membawanya sebelum matahari terbenam" Jawab Pangeran Shing Xeng penuh percaya diri.
Sementara itu, Yang Xuan sebenarnya belum pergi jauh, dia hanya tidak ingin tabib dari gurun busur mengetahui tentang dirinya. Karena dia sedikit curiga kepada tabib tersebut.
Saat Putri Shu keluar dari istana, dia langsung bertanya kepada beberapa orang yang kebetulan ada disekitar istana tentang Yang Xuan. Setelah itu, dia langsung menuju selatan kota Hong Li. Baru beberapa ratus meter kakinya melangkah, tiba-tiba suara muncul di kepalanya. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kota dan melihat ada seseorang yang memanggilnya dari sebuah kursi taman kota, dan dia pun segera menghampirinya karena sepertinya dia mengenalnya.
"Apa orang-orang sudah meninggalkan istana" tiba-tiba Yang Xuan bertanya langsung mengagetkan Putri Shu.
"Su... Sudah Tuan Muda " jawab Putri Shu terbata-bata.
Yang Xuan langsung melongo mendengar jawaban Putri Shu, sejak kapan Putri Shu berubah pikiran untuk memanggilnya Tuan Muda, Ia menatap Putri Shu dengan tatapan tajam," Hei putri jelek, sejak kapan aku menjadi tuan muda mu, lebih baik kita bertengkar sepanjang hari dari pada berbicara canggung seperti ini dan aku tidak menyukainya" Ucap Yang Xuan tegas dan pura-pura merajuk.
"Benarkah.. " jawab Putri Shu bersemangat seperti memenangkan kupon undian.
Yang Xuan mengacungkan jempolnya." Ayo ke istana sekarang, aku harus segera menolong ayahmu, aku tidak mau melihat ibumu sedih karena menjadi janda" Jelas Yang Xuan.
Mereka pun akhirnya tertawa lepas dan kembali beradu mulut karena hal-hal yang tidak perlu. Hingga merela berdua tiba didalam istana mengagetkan Sang Permaisuri.
Tabib dari kerajaan air langsung melirik Yang Xuan ketika mereka tiba di dalam istana.
Permaisuri dan yang lainnya seperti ingin melakukan sesuatu, akan tetapi Yang Xuan mengangkat tangannya membuat mereka mengurungkan niatnya.
"Apakah kamu akan langsung mengobati Yang Mulia Anak muda" Tanya tabib dari kerajaan air untuk memecah kecanggungan diantara penghuni istana setelah kedatangan Yang Xuan.
"Benar kek, karena kondisi paman Chun sudah sangat memperihatinkan, Aku harus segera mengambil tindakan jika tidak semua akan terlambat" Jawab Yang Xuan langsung maju dan ingin melihat dengan jelas kondisi Sang Raja. Setelah Permaisuri membuka semua penutup tubuh Sang Raja dan menghilangkan array perlindungan, bau busuk langsung memenuhi ruangan.
"Jadi bagaimana keputusan bibi! apakah bibi yakin kepada pemuda gila sepertiku?" tanya Yang Xuan sambil tertawa membuat permaisuri merasa gamang.
"Aku... Aku... Aku tidak tahu!" jawab permaisuri kelabakan.
Putri Shu langsung mendengus, jangankan dirinya bahkan Permaisuri di buat kelabakan oleh pemuda gila yang ada di hadapannya.
"Bibi harus mengambil keputusan sekarang sebelum semuanya terlambat? ucap Yang Xuan karena melihat Permaisuri terdiam cukup lama.
"Baiklah, karena kondisi Yang Mulia sudah sangat memperihatinkan, aku tidak bisa menolak permintaan mu karena semua tabib Yang Ada di wilayah timur hingga wilayah utara sudah menyerah" jawab permaisuri setelah mempertimbangkannya cukup lama.
Yang Xuan berjalan kearah putri Shu sambil tertawa." Hanya orang bodoh Yang Percaya kepadaku, aku akan membakar tubuh ayahmu dengan api ditangan ku lalu menyaksikan detik-detik kematiannya, karena dia sudah merepotkan semua orang dan pantas untuk mati. Hahaha.... " sambil tertawa lepas membuat semua penghuni istana merasa heran.
"Tidak... " teriak Putri Shu lalu menutup wajahnya dan langsung kabur dari sana karena tatapan semua orang.
__ADS_1
Setelah itu Yang Xuan kembali menatap semua orang dan tersenyum puas setelah dia melihat semua orang menganggukkan kepala.
Yang Xuan langsung menjulurkan tangannya kearah dada Sang Raja lalu mengedarkan Qi Spritual kemudian mengaktifkan mata emas untuk memindai tubuh Sang Raja. Yang Xuan juga Langsung memasukkan setetes air kehidupannya kepada mulut Sang Raja lalu dia membantu untuk menyerapnya.
"Bagaiman penglihatan mu tentang penyakit Yang Mulia Anak muda" tanya tabib dari kerajaan air tercengang setelah melihat mata emas Yang Xuan bersinar terang.
"Jika tidak salah paman Chun terkena tiga jenis racun dan segel terlarang" ucap Yang Xuan setelah melepaskan jarinya dari dada Sang Raja.
Semua penghuni istana tersebut terkejut, mereka tahu segel terlarang telah lama hilang tapi darimana Sang Raja mempelajari hal tersebut.
Tidak usah terkejut seperti itu, setelah paman Chun sembuh kita akan menanyakan perihal segel terlarang kepadanya.
"Nak. Apakah kamu akan mengobatinya sekaligus?" tanya tabib dari kerajaan air. Penglihatan mereka hanya satu jenis racun tingkat tinggi di tubuh Sang Raja.
"Benar kek, panggil saja aku Yang'er atau Ang'er" jawab Yang Xuan sambil melihat kearah permaisuri.
"Ada apa nak...?" ucap permaisuri seperti tahu maksud Yang Xuan.
"Bibi, kita akan membawa Paman Chun keluar istana Karena aku akan membakar tubuhnya" ucap Yang Xuan .
"Baiklah lakukan Yang Terbaik" jawab Permaisuri pasrah.
"Kakek juga sebenarnya bisa menyembuhkan paman Chun dengan mudah jika kakek bisa menghilangkan segel terlarang ditubuhnya. Hanya saja tabib dari kerajaan api ini terus-menerus meracuni tubuh paman Chun dengan racun asap dari getah pohon kematian" ucap Yang Xuan membuat rahang tabib dari kerajaan air mengeras.
"Sudah kuduga ada yang aneh dengan tabib sialan itu" ucap permaisuri sangat marah dan langsung memberi perintah kepada tiga jendral untuk menangkapnya.
Mendengar dari penjelasan Yang Xuan, tabib dari kerajaan air yakin pemuda gila itu tahu cara pengobatan dan kemungkinan masih banyak lagi. Semua orang di wilayah timur tahu jika terkena segel terlarang pada akhirnya akan mati.
Membayangkan hal tersebut tabib dari kerajaan air dan para tetua pelindung kerajaan menahan nafas, sekarang mereka melihat pemuda itu memang sedikit gila. Bagaimana tidak segel terlarang yang melegenda itu tidak ada orang yang tahu asal-usulnya dari mana, tapi masih saja ada yang menjadi korban hingga kini padahal sudah ribuan tahun. Bahkan leluhur mereka berpesan kepada keturunannya supaya jangan mempelajari segel terlarang tersebut.
Setelah tiba di halaman istana, Yang Xuan meletakkan Sang Raja di atas tanah begitu saja membuat seisi istana menjadi geram dan marah. Permaisuri langsung menahan bahu Putri Shu ketika dia melihat putrinya yang ingin mengamuk.
Yang Xuan Langsung membuat segel tangan dan melemparkannya ketubuh Sang Raja kemudian dia membuat mantra formasi penyembuhan berbentuk bulat dan melemparkannya ketubuh Sang Raja. Tiba-tiba tubuh Sang Raja melayang sekitar satu meter dari tanah. Yang Xuan kembali meneteskan setetes air kehidupan dan air spritual kedalam formasi dan memperhatikan dengan teliti.
"Segel ini sudah menyatu dengan tubuhnya, jika aku tidak bisa memecahkan titik pusat dari segel ini. Tidak ada pilihan lain selain membakarnya secara perlahan, sangat merepotkan dan berbahaya, aku yakin segel ini ingin memisahkan jiwanya dari tubuhnya secara perlahan. Apakah segel ini ada hubungannya dengan Ras Iblis?" batin Yang Xuan kesal.
Tubuh Sang Raja seperti berada didalam Aquarium yang berbentuk bulat dan memancarkan cahaya terang disertai aura kematian yang begitu pekat.
Setelah itu Yang Xuan duduk di dekat tabib dari kerajaan air Yang sedang memperhatikan ulahnya dengan mata melotot.
Tabib Yang duduk didekat Yang Xuan ingin berbicara, akan tetapi ia urungkan setelah Yang Xuan menggerakkan tangannya untuk mengendalikan hukum dao api untuk menghancurkan segel terlarang didalam tubuh Sang Raja.
"Sial ... sepertinya segel ini di kendalikan oleh artevak tingkat tinggi untuk menghisap jiwa manusia secara perlahan. pasti ada artevak terlarang di wilayah timur ini sebagai titik pusat dari segel ini " baiklah setelah ini aku akan mencari di mana artevak sialan itu.
"Tidak ada pilihan lain aku harus membakarnya" batin Yang Xuan.
Tiba-tiba sebuah lingkaran muncul di udara mengagetkan sang Tabib serta semua penghuni istana. Dari lingkaran tersebut keluar api berwarna merah dan biru yaitu api penyembuhan dan api surgawi kemudiann langsung membakar tubuh Sang Raja. membuat semua yang menyaksikan berteriak histeris akan tetapi tidak dengan sang Tabib. dia terus fokus dan menatap Yang Xuan Yang Sudah bermandikan keringat.
Yang Xuan duduk dengan tenang sambil memejamkan matanya, dia masih terlihat santai padahal sudah satu jam berlalu.
Segel di tubuh Sang Raja seperti benang yang kusut dan memenuhi seluruh tubuhnya membuat Yang Xuan harus ekstra hati-hati, salah sedikit saja maka tubuh Sang Raja akan meledak dan Yang Xuan pasti akan terluka parah.
__ADS_1
Tiga Jam berlalu tubuh Yang Xuan mulai di basahi keringat dan wajahnya sedikit terlihat pucat. dia terus mengendalikan api surgawi dan terus berusaha karena sedikit lagi akan selesai.
Ketika matahari akan terbenam di ufuk barat Yang Xuan telah selesai membakar semua segel yang ada di tubuh Sang Raja akan tetapi dia masih memejamkan matanya.
"Semua pengobatan yang di lakukan para tabib dan pihak Al kemis malah menyebabkan racun di tubuh paman ini perlahan-lahan bereaksi. Melumpuhkan beberapa organ dalam tubuhnya hanya saja racun yang ada didalam tubuhnya bukanlah racun tingkat tinggi, seperti racun getah pohon kematian dan racun ulat ungu laut serta racun ular hitam. dan sekarang jiwanya sudah terluka parah karena serangan segel terlarang" Ucap Yang Xuan tiba-tiba mengagetkan tabib yang duduk disampingnya.
Mendengar ucapan Yang Xuan membuat Sang Tabib terkejut, Pasalnya mereka tidak bisa mendeteksi semua jenis racun yang ada di tubuh Sang Raja, Itu karena perbedaan ketiga jenis racun tersebut begitu tipis, hanya segelintir tabib jenius yang mengetahuinya.
Yang Xuan Langsung menghilangkan lingkaran api di udara dan menghilangkan semua segel serta mantra formasi penyembuhan dan menyuruh para tetua mengangkat Sang Raja kedalam istana dan kesebuah ruangan Yang baru.
*****
Pavilum Al kemis menjadi gempar setelah kedatangan tamu dari pihak istana dan leluhur keluarga Hong. Mereka berisi keras ingin menangkap salah satu tabib di bawah perlindungan pihak pavilum Al kemis tersebut.
"Ada apa leluhur Hong tiba-tiba mengunjungi pavilum kami?" Tanya Ketua pavilum dengan hati-hati. Dia tahu jika leluhur Hong sudah turun tangan untuk menyelesaikan sesuatu berarti hal itu bukan lagi masalah kecil.
"Begini ketua Hu, Menurut seorang pemuda Yang ingin mengobati putraku, bahwa salah satu bawahan anda bukannya ingin menyembuhkan putraku akan tetapi malah terus meracuninya, kami meminta kepada anda agar segera menyerahkan tetua tersebut kepada pihak istana" kata leluhur Hong dengan tegas.
"Hahaha..... Leluhur Hong. Apakah sekarang anda lebih percaya kepada seorang bocah dari pada pavilum kami?" tanya ketua pavilum tersebut sambil tersenyum sinis.
"Ketua Hu, aku mendengar pemuda itu telah menghancurkan kelompok harimau gunung dan sekte mutiara merah. Apakah anda juga ingin yang berikutnya?" sambil melangkah keluar dari pavilum Al kemis tersebut.
Wajah ketua Hu langsung berubah buruk, dia langsung berlari menuju lantai bawah untuk menghentikan leluhur Hong. Dia memanggil keamanan untuk menyeret tabib yang berada di bawah perlindungannya dan meyerahkannya kepada pihak istana, karena dia juga sudah lelah melindunginya.
"Silahkan di proses Jendral dan mulai saat ini saya sebagai ketua pavilum Al kemis kerajaan api sudah lepas tangan untuk melindunginya" Dia berteriak tegas dan meminta lencana kepada tabib tersebut.
Tabib tersebut hanya bisa menunduk dan tidak berani memandang kearah leluhur Hong, karena selama ini leluhur Hong yang memberinya banyak koin emas karena dia bekerja untuk Tabib kerajaan.
"Terimakasih ketua Hu atas kerjasamanya" ucap salah satu jendral.
Ketua Al kemis tersebut hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ketua Hu, Seseorang akan mendirikan pavilum perdagangan, pavilum Al kemis serta rumah lelang di kerajaan ini. Saya sarankan kepada anda agar segera memperbaiki cara kinerja yang berada di bawah perlindungan anda. Aku menghormatimu karena kita lahir dari generasi yang sama" sambil melangkah pergi.
*****
Setelah Sang Raja di bawa keruangan yang baru, yang sudah di hias sedemikian rupa dan terlihat nyaman, Permaisuri duduk dengan tenang di sampingnya, sambil memandangi tubuh Sang Raja yang sudah kembali seperti sepuluh sepuluh tahun yang lalu dan sudah wangi walau Sang Raja belum sadarkan diri.
Jari-jari Sang Raja mulai bergerak secara perlahan, kedua bola matanya mulai terlihat sedikit-demi sedikit. Lalu membisikkan sesuatu. Putriku..... "
Wajah Permaisuri memerah karena Sang Raja merindukan putri mereka dan bukan dirinya setelah bangun dari tidur panjangnya. Akan tetapi hatinya di penuhi oleh kebahagiaan yang tidak terkira. Dia kemudian memanggil Putri Shu yang kebetulan masih di halaman istana menemani Yang Xuan yang sedang memulihkan diri.
"Ayah" teriak Putri Shu menangis bahagia.
"Putriku, dimana ibumu ayah sangat merindukannya?"
Wajah putri Shu tiba-tiba memerah dan langsung melepaskan tangannya dari genggaman ayahnya karena kesal dan langsung memanggil ibunya.
"Ibu permaisuri" teriaknya kesal.
"Ada apa putriku? kenapa kau berteriak?" Tanya Sang Permaisuri penasaran.
__ADS_1
"Ayah tidak merindukanku, ayah hanya merindukan ibu" Sambil menginjak-injak lantai setelah melihat senyuman dari bibir Permaisuri dan langsung berlari menuju halaman istana.
"Shu'er bawa pemuda itu masuk" teriak Permaisuri sambil berjalan menuju ruangan Sang Raja.