KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
115. Bertemu kembali dengan Jendral Hai Fen


__ADS_3

"Paman Ma, berikan padaku seluruh informasi tentang kota Tian Hei dan pulau sihai di dua kertas Yang berbeda, satu untuk Raja Qian Fan dan pendukungnya dan satu lagi untuk sepuluh hantu laut dan sepuluh hantu pulau bersama aliansi mereka.


Yang Xuan tidak ingin repot-repot mencari informasi, Siapapun yang ingin wilayahnya aman maka sebaiknya memberitahukan informasi penting padanya. Yang Xuan juga memberitahukan kepada Yong Ma bahwa dia telah membunuh tuan kota Ning Xia dan menghancurkan kelompok perompak sungai gang ming.


"Baik tuan muda, sebaiknya anda menikmati hidangan dari restaurant kami terlebih dahulu sambil menunggu anak buah ku membuat informasi yang detail. Akan tetapi untuk keluarga Li aku tidak tahu dimana klan mereka tersembunyi, bahkan seluruh penduduk kota Tian Hei tidak ada yang mengetahuinya. Hanya saja leluhur kami pernah bercerita bahwa leluhur klan Li pernah menghancurkan sebuah kota kecil di dekat danau Kai di sebelah timur pelabuhan ini atau lebih tepatnya di sebelah selatan desa Ning Xia" Yong Ma menjelaskan.


"Apakah keluarga Kai berasal dari kerajaan ini" Tanya Yang Xuan penasaran.


"Benar Tuan Muda, Dulu keluarga Kai adalah salah satu klan besar dari beberapa klan yang ada di wilayah timur ini, dan klan mereka berada di dekat danau Kai, akan tetapi klan mereka di hancurkan oleh leluhur keluarga Li, leluhur keluarga Tian serta leluhur keluarga Shen" Yong Ma merasa aneh karena Yang Xuan tiba-tiba menginginkan informasi tentang keluarga Kai, akan tetapi dia tidak berani bertanya.


"Paman Ma, apakah aku boleh meminta sesuatu hal lagi padamu?"


Yang Xuan berencana akan menutup pelabuhan selat lei hong untuk beberapa hari supaya mempermudah pekerjaannya, karena ia merencanakan akan menyerang kelompok bajak laut di semenanjung lei zhu.


"Katakan saja tuan muda selagi aku bisa membantu, aku akan berusaha keras agar bisa memenuhi permintaan anda" jawab Yong Ma tegas.


Dia sudah mendapat sedikit informasi dari istri tabib gila tentang Yang Xuan. Dia tidak ingin mengecewakan Yang Xuan selagi ada di wilayahnya. Apalagi warga desa Ming ingin memperbaiki kapal di tempatnya, bahkan memesan puluhan unit lagi dan itu semua atas nama Yang Xuan.


"Tolong sampaikan pesan kepada jendral Hai Fen bahwa aku Tuan Muda Yang menunggunya di sini?"


Yang Xuan ingin membersihkan kota Tian Hei terlebih dahulu sebelum menuju semenanjung lei zhu, dia juga membayar beberapa anak buah Yong Ma untuk menjaga di beberapa titik dan mencari tahu siapa yang keluar masuk kota Tian Hei setelah pelabuhan selat lei hong kembali ditutup.


"Baik Tuan Muda" sambil berdiri dari kursinya dan keluar dari restaurant tersebut.


Yong Ma sebenarnya sudah mengetahui garis besar tentang rencana Yang Xuan, hanya saja dia bingung untuk apa Yang Xuan memanggil Jendral lemah itu jika memang ingin mencari bantuan.


Saat Yang Xuan asyik menikmati arak pesanannya tiba-tiba beberapa tetua memasuki ruangan lantai tiga restaurant tersebut. mereka juga sudah menyiapkan senjata yang sudah diselipkan di pinggang masing-masing tanpa berbasa-basi dengan siapapun yang ada di ruangan itu, mereka langsung menghancurkan meja yang ada di depan Yang Xuan.


Orang-orang yang ada di ruangan itu segera berhamburan untuk menyelamatkan diri berikut juga dengan para pelayan, sepertinya mereka sudah paham dengan kelompok yang baru tiba tersebut.


Yang Xuan langsung menyegel ruangan itu dan kembali mengeluarkan arak dari cincin penyimpanannya tanpa menghiraukan tamu yang ada di depan matanya.


Yang Xuan berdiri dari tempatnya dan akan meninggalkan ruangan tersebut, akan tetapi seorang tetua langsung menghentikannya.


"Anak muda, apakah kau tidak mengetahui kesalahanmu?"


Kelompok itu mulai bereaksi dan mengelilingi Yang Xuan mereka juga langsung mengeluarkan senjata masing-masing. Sepertinya mereka sangat hati-hati mengambil langkah sehingga belum memulai pertarungan.


"Aku tidak ada urusan dengan serangga kecil seperti kalian, silahkan tinggalkan tempat ini?" Yang Xuan melambaikan tangannya untuk mengusir kelompok tersebut.


Hanya satu orang yang sudah mencapai tingkat langit tahap awal di antara puluhan orang yang memasuki ruangan tersebut. Selebihnya hanya tingkat kaisar dan dan legenda serta dua orang tingkat bumi tahap awal dan tahap menengah.


Di kerajaan air kelompok ini sudah cukup menakutkan dan tidak akan ada yang berani menyinggung mereka, bahkan kekuatan mereka sudah cukup untuk menghancurkan kerajaan air.


"Kurang ajar, tangkap badjingan itu..." perintah pria paling sepuh dengan wajah memerah.


"Aku tidak ingin membuat keributan di tempat orang lain sebelum membayar kompensasi terlebih dahulu" ucap Yang Xuan dingin. Lalu meminta kompensasi kepada kelompok tersebut.


"Hahaha.... Anak Muda, apakah kau masih waras atau sudah gi......

__ADS_1


DHUUAARR


Ledakan besar terjadi saat tubuh pria paling sepuh itu meledak dan berterbangan keberbagai arah, bahkan dia belum selesai berbicara.


"Apakah masih ada yang ingin berbicara?"


Yang Xuan langsung mengeluarkan aura spritual dengan kekuatan penuh, setelah menunggu sekian lama dan tidak ada yang berani berbicara. Tubuh kelompok tersebut satu persatu meledak kemudian Yang Xuan mengeluarkan energi chakra surya untuk menghabisi sisanya.


"Apakah mereka berpikir akan menghadapi orang bodoh sehingga tidak ada persiapan? apakah mereka lupa jika ini dunia kultivator?"


Yang Xuan mengumpat serapah kepada kelompok tersebut, dia yakin pria sepuh itu sudah lama tidak mengetahui dunia luar sehingga merasa hebat atas pencapaiannya.


Yang Xuan menenggak arak dari kendi secara langsung sambil menghilangkan segel yang dipasang sebelumnya, dia berpikir akan beraksi siang itu juga karena dia tidak mau rencananya bocor. Saat mempertimbangkan langkah selanjutnya, tiba-tiba Yong Ma dan Jendral Hai Fen memasuki ruangan tersebut.


Yang Ma langsung tercengang setelah melihat puluhan kepala tergeletak dimana-mana tanpa tubuh yang utuh. Dia sempat mengira restoran itu akan hancur ketika para pelayan memberitahukan bahwa sekelompok orang membuat keributan di lantai tiga.


"Tu.... Tuan Muda, apa yang terjadi? kenapa tidak ada yang mendengar bahwa ada keributan di ruangan ini?" Yang Ma berjalan dan menendang salah satu kepala dari puluhan kepala yang tergeletak di atas lantai.


"Apakah paman mengenali mereka?" Yang Xuan berjalan meninggalkan ruangan itu sambil mengajak Jendral Hai Fen menuju ruangan pribadi Yong Ma.


"Ya, mereka dari keluarga Shang, kalau tidak salah mengenali kepala leluhur keluarga Shang juga ada diantara puluhan kepala tersebut" jawab Yong Ma sambil menahan nafas dia tidak tahu bagaimana Yang Xuan membunuh keluarga Shang tanpa menimbulkan suara. bahkan hanya ada satu meja yang rusak di ruangan tersebut.


"Tuan Muda, silahkan lanjutkan diskusi anda dengan Jendral Fen, jika kalian membutuhkan sesuatu panggil saja para pelayan karena aku ada sedikit urusan" Yong Ma berkata seperti itu karena dia mengetahui situasi didalam ruangan tersebut.


"Baik paman, aku tidak ingin kalian terlibat secara langsung, karena sangat berbahaya bagi keluarga kalian" Yang Xuan seakan tahu maksud dari Yong Ma.


Setelah Yong Ma meninggalkan ruangan pribadinya, Yang Xuan langsung mengintimidasi Jendral Fen. Yang Xuan tahu sebenarnya Jendral Fen bukanlah Jendral yang lemah, hanya saja Jendral Fen berasal dari keluarga kalangan bawah.


Yang Xuan menjelaskan rencananya kepada jendral Fen akan menyerang kelompok jendral Tian Hu malam itu itu juga, karena dia tidak mau masalah tersebut bocor kepada siapapun sehingga membutuhkan informasi Yang detail.


"Tuan Muda, sepuluh hantu pulau jarang berada di istana kerajaan, sehingga aku tidak perlu menjelaskan tentang letak dan posisi istana." jawab Jendral Fen dengan wajah memucat setelah merasakan tekanan yang datang dari Yang Xuan.


Jendral Fen menjelaskan bahwa semua penghuni istana kerajaan sudah di penjara, karena leluhur Qian datang berkunjung ke istana beberapa hari yang lalu. Leluhur tersebut menimbulkan konflik sehingga beberapa hari terakhir istana kerajaan di jaga oleh dua Leluhur yaitu Leluhur keluarga Shan dan Leluhur keluarga Tian.


Jendral Fen juga menambahkan bahwa sepuluh hantu pulau biasanya berada di kediaman Tian Hu. Dia yakin kelompok itu pasti mendiskusikan tentang penyelenggaraan tournament bergengsi tersebut.


"Siapa yang menjalankan roda pemerintahan untuk saat ini?"


Yang Xuan bertanya bukan tanpa alasan, dia sudah bisa membaca roda perekonomian kerajaan air sebentar lagi akan lumpuh total. bahkan pelabuhan selat lei hong sudah tidak beroperasi sejak beberapa bulan terakhir.


"Perdana mentri dari keluarga Tian Tuan Muda, jika ini terus berlanjut aku yakin kerajaan air ini akan mengalami kehancuran" sambil memberikan cincin penyimpanan kepada Yang Xuan. Wajah Jendral Fen terlihat sangat kusut bahkan sedikit berantakan.


"Baiklah, sebaiknya Jendral kembali ke istana, lakukan tugasmu seperti biasanya dan jangan sampai ada yang curiga. Aku menyukai wajahmu yang seperti itu untuk saat ini"


Yang Xuan tertawa keras sambil mengambil cincin penyimpanan yang ada di atas meja dan melangkahkan kakinya menuju bilik kamar, setalah beberapa saat dia keluar dengan pakaian yang berbeda. Dia mengeluarkan cermin dari cincin penyimpanannya dan akan memastikan apakah dirinya sudah mirip dengan prajurit kerajaan air.


"Saatnya prajurit tingkat rendah beraksi" ucap Yang Xuan sambil menghilang dari tempatnya lalu muncul di atas istana kemudian menyegelnya. Dia juga menunggu apakah ada yang curiga saat dia memasang segel tersebut. Setelah menunggu beberapa jam sepertinya tidak ada yang tahu dan dia yakin Jendral Fen sudah menjalankan rencana mereka.


Yang Xuan menghilang dari ketinggian dan muncul di balik pohon di luar istana lalu dia berjalan santai menuju gerbang sambil menunjukan lencana khusus dari keluarga Shang. Tentu saja lencana itu dia ambil dari cincin penyimpanan Leluhur keluarga Shang.

__ADS_1


Puluhan mata menatap Yang Xuan dengan tatapan tajam, para prajurit dan para penjaga gerbang secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan mereka secara langsung. Yang Xuan sudah mengetahui reaksi tersebut karena pergantian prajurit bukan hal asing lagi bagi pihak kerajaan.


Para prajurit yang membenci kehadiran Yang Xuan rata-rata yang memihak kepada Raja Qian Fan, karena setiap prajurit yang baru pasti dari pihak lawan. Bahkan mereka secara serempak mengeluarkan aura pembunuhan.


"Berhenti.... " teriak seorang komandan tiba-tiba muncul entah dari mana.


Komandan itu heran siapa yang mengijinkan prajurit rendahan memasuki istana. Komandan itu menatap Yang Xuan dengan tatapan tajam sambil mengintimidasinya.


"Hahaha..... komandan Sio aku baru saja mendapatkan informasi penting yang harus disampaikan kepada leluhur Tian dan leluhur Shan.


"Jika kamu berani berbohong kepadaku, aku akan membunuhmu" ancam komandan sio. Dia mempersilahkannya masuk kedalam istana setelah Yang Xuan mengeluarkan lencana keluarga Shang. Bahkan lencana itu seperti lencana khusus.


Yang Xuan menelusuri setiap sudut istana dan dia melumpuhkan setiap orang yang bertemu dengannya lalu mengumpulkannya di salah satu kamar kemudian menyegelnya. Setelah memastikan semua penghuni istana sudah di amankan, dia berjalan menuju salah satu pintu besi dan melumpuhkan beberapa penjaga lalu menyegelnya di permukaan dengan segel ilusi tingkat tinggi. Dia tahu bahwa itu adalah penjara bawah tanah.


Setelah memastikan semuanya sudah terkendali dalam waktu singkat, Yang Xuan berjalan santai sambil bersiul menuju aula khusus petinggi kerajaan. Dia membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu dengan membawa sapu di pundaknya.


"Kurang ajar, apakah kamu tidak punya sopan santun? siapa yang mengizinkan prajurit rendahan sepertimu memasuki ruangan ini?" teriak salah satu tetua sangat marah. Semua mata menatap kearah Yang Xuan dengan tatapan tajam seakan mereka ingin mencabik-cabiknya.


"Aaah.... Maafkan aku orang tua, aku tidak melihat bahwa ada serangga di ruangan ini. tugasku datang kesini hanya untuk membersihkan serangga tersebut supaya istana ini aman untuk di tinggali" jawab Yang Xuan sambil menggaruk-garuk kepalanya dan sengaja mengangkat sapu yang ada ditangannya.


"Apa..... ?" teriak seorang wanita paruh baya dengan wajah bak singa betina yang siap mencabik-cabik mangsanya.


"Kurang ajar.....? Ucap seorang tetua sangat marah.


"Badjingan.... " ucap salah satu pria sepuh dan langsung meleset kearah Yang Xuan. Saat leluhur itu mengarahkan pukulannya, Yang Xuan mengibaskan sapu yang ada ditangannya membuat Leluhur Tian menghilang kedalam cincin penyegel benua. Semua orang yang ada di ruangan itu tercengang.


"Apa.....? kemana Leluhur Tian. Wajah seorang wanita paruh baya dipenuhi keterkejutan


"Apa yang terjadi? kemana orang tua bodoh itu pergi?" ucap Yang Xuan sambil menggaruk-garuk kepalanya dan pura-pura mencarinya.


Pria paling sepuh langsung tertegun setelah tidak merasakan aura leluhur Tian. Dia tahu leluhur itu sudah berada ditingkat surgawi tahap awal. Akan tetapi dia berfikiran positif karena tidak mungkin ada yang bisa membunuh leluhur tersebut apalagi dengan sebuah sapu.


Aura pembunuhan tiba-tiba meledak didalam aula pertemuan, seketika istana langsung bergetar tapi detik berikutnya getaran langsung menghilang setelah yang Xuan menyegel aula tersebut membuat mereka kembali tercengang.


Semua orang yang ada di ruangan itu langsung waspada setelah prajurit rendahan itu tidak terpengaruh oleh aura pembunuhan yang mereka keluarkan. Sepertinya mereka diam-diam mengukur kekuatan prajurit rendahan itu akan tetapi tidak berhasil, mereka hanya bisa melihat lubang hitam yang begitu dalam dan tidak ada ujungnya.


"Apa yang di lakukan sekumpulan serangga tua di ruangan ini, dalam hitungan ketiga siapapun yang mendukung Raja Qian Fan segara menyingkir kebelakang ku." Yang Xuan tertawa keras seiring aura spritual secara perlahan meledak dari tubuhnya dan dia juga pura-pura menyapu ruangan itu dan terus tertawa.


Yang Xuan menghitung semua orang yang ada di ruangan itu berjumlah sekitar lima puluh orang, kekuatan mereka bahkan bisa menghancurkan kekaisaran Jiang. Mereka memiliki kekuatan rata-rata di tingkat kaisar, tingkat legenda, tingkat bumi, tingkat langit dan satu pria sepuh sudah berada di tingkat ilahi tahap puncak.


Yang Xuan terus menyapu ruangan itu sambil menunggu pendukung Raja Qian Fan menyingkir kerah pintu alua sambil berkata." Apakah kalian ingin merasakan jurus baruku" ucap Yang Xuan sambil membuat kuda-kuda.


Sapu emas melempar serangga


Sekitar tiga puluh orang langsung berlari kearah pintu aula sambil tertawa mendengar jurus yang di ucapkan oleh Yang Xuan. Sebenarnya mereka juga sudah mendapat pesan dari Jendral Fen. Awalnya mereka tidak percaya prajurit rendahan itu bisa menyelesaikan masalah itu. Apalagi setelah mereka melihat Yang Xuan membawa sapu.


"Paman-paman, silahkan keluar dari ruangan ini dan tolong tangkap Komandan Sio karena serangga itu sudah berani mengancam ku"


Perintah Yang Xuan sambil membuat segel tangan untuk membuka segel, setelah memastikan semua pendukung Raja Qian Fan keluar dari aula itu, dia kembali menyegel ruangan itu dan langsung meleset secepat kilat kearah pria paling sepuh.

__ADS_1


BOOM


__ADS_2