
Sebelum Yang Xuan menghabiskan pesanannya, Dou Sheng telah muncul, ia mengira akan membutuhkan waktu lama bagi Dou Sheng untuk menemukannya.
"Tuan muda, apakah anda sudah lama menunggu...?" tanya Dou Sheng dengan hormat setelah melihat pakaian yang di kenakan oleh Yang Xuan, selama ini ia belum pernah melihat Yang Xuan memakai pakaian mewah.
"Tidak juga, aku juga baru saja tiba, bahkan pesanan ku belum habis." jawab Yang Xuan sambil menyuruh pelayan menghidangkan makanan untuk Dou Sheng.
"Tuan muda, apakah anda kehausan setelah melakukan perjalan panjang...?" Dou Sheng bertanya kembali setelah ia melihat Yang Xuan seperti tidak berhenti minum air putih.
"Tidak, aku hanya menyegarkan tenggorokan ku yang terlalu kering, setelah aku dikejar-kejar orang gila." jawab Yang Xuan sekenanya.
Dou sheng melototkan matanya," bukan kah anda juga sebagian dari mereka." Batin Dou Sheng sambil menahan tawa.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, hati-hati jika ingin mengejekku." ucap Yang Xuan tiba-tiba, seakan ia tahu apa yang ada dipikiran orang lain.
Dou Sheng Menelan ludah, ia tidak menyangka Yang Xuan bisa membaca pikirannya, dia melirik yang Xuan dengan tersenyum canggung dengan cepat menganggukkan kepalanya, sebelum pemuda gila didepannya menjadi marah, ia belum lupa kejadian beberapa waktu lalu di kedai gunung api.
"Paman, apakah disini tidak ada arak yang enak." Tanya Yang Xuan untuk menyegarkan suasana.
"Ada tuan muda, kebetulan orang-orang ku masih ada di sana." Jawab Dou Sheng sambil melangkah keluar dari restaurant harimau buas tersebut setelah mereka menghabiskan semua pesanannya.
Mereka berjalan santai sambil berbincang-bincang menuju kedai giok perunggu, dan membahas banyak hal terutama tentang kota Cheng Du. dan memastikan kediaman tuan kota, untuk memuluskan rencana mereka, tidak lupa juga Yang Xuan bertanya tentang istri dan anak-anak dari Hong Zhun, karena bagaimanapun sebentar lagi ia akan mengakhiri perjalan pangeran yang tersingkir tersebut. hingga mereka tiba di tempat tujuan.
"Lumayan buruk..." Ucap Yang Xuan dengan entengnya, sambil memperhatikan kedai tersebut, ia juga tidak menyangka pelanggan di kedai tersebut begitu ramai, ia berpikir omongan Dou Sheng hanya bualan belaka,
"Tuan muda, arak berkualitas juga tersedia disini, anda tidak perlu ragu, dan juga informasi apapun akan kita dapatkan disini, karena pelanggan kedai ini rata-rata anak buah dari pangeran Hong Zhun." kata Dou Sheng penuh percaya diri.
Yang Xuan hanya menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum lebar, ia tidak menyangka kedai sederhana tersebut memiliki jaringan informasi.
"Halo....! teriak Yang Xuan dengan keras mengejutkan semua pengunjung kedai tersebut, para pengunjung hampir saja mengeroyoknya karena kesal, mereka tidak menyangka didatangi oleh harta karun,
"Anak muda, apakah kau pikir ini hutan iblis, tempat para hewan buas berkeliaran," bentak salah satu dari mereka dengan seringai jahat.
"Ah... maaf... maafkan aku paman, aku hanya ingin memberitahukan kedatanganku ketempat kumuh ini." jawab Yang Xuan sambil tersenyum mengejek.
"Anak muda, dari mana asal mu, aku belum pernah melihatmu sebelumnya, lagian dilihat dari segi pakaianmu seharusnya kau bukan orang sini." Ucap salah satu pria tua, ia bertanya dengan sopan karena tidak merasakan aura yang merembes dari tubuh Yang Xuan,
"Ah... benar paman, aku bukan orang sini, aku dari daerah barat laut, aku juga tersesat di wilayah ini, dan penglihatan ku kurang jelas setelah di serang seekor monster laut di lautan lepas, jadi kupikir kalian sekumpulan kucing dahan, eh ternyata manusia." ledek Yang Xuan dengan tersenyum jahat.
"Bajingan kecil, apakah mulutmu tidak bisa berbicara dengan benar....?" teriak mereka dengan penuh amarah, seakan mereka akan memakan Yang Xuan hidup-hidup.
__ADS_1
"Ah.. maafkan aku paman, maafkan aku, aku memang sedikit gila jadi terkadang tidak bisa mengontrol mulutku untuk berbicara, jadi sebagai pendatang baru, aku akan menebus kesalahanku, bagaimana...?" Sambil mengeluarkan sekantong koin emas.
Mereka semua tiba-tiba terdiam setelah melihat sekantong koin emas tergeletak diatas meja, tapi mengingat perkataan Yang Xuan seakan mereka ingin menolak koin emas tersebut, mereka juga memperhatikan gerak-gerik Yang Xuan dari atas kepala hingga kebawah.
"Semuanya, malam ini kita akan bersenang-senang, untuk biayanya serahkan padaku, dan kalian boleh memesan apa saja yang kalian inginkan." tawar Yang Xuan.
"Baiklah anak muda, kami mengerti tapi jika kau membuat ulah sekali lagi, kami akan membuang mu kesemenanjung Lei Zhu." ucap salah satu pria sangar dari sudut ruangan.
"Baik paman, aku berjanji tidak akan membuat keributan lagi, silahkan dinikmati aku kan menemani teman baruku terlebih dahulu" jawab Yang Xuan.
Para pelanggan kedai giok perunggu tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi barusan, mereka memesan apa saja yang mereka inginkan, mereka juga mengerti kondisi Yang Xuan, menurut mereka Yang Xuan ingin membuat keributan untuk berbasa-basi supaya menemukan teman baru.
"Tuan muda, apakah anda tidak berlebihan, tanya Dou Sheng sedikit iri, dia tidak menyangka Yang Xuan menghabiskan sekantong koin emas untuk para cecunguk tersebut.
"Untuk mencapai suatu tujuan, terkadang kita juga harus berkorban sedikit lebih untuk memuluskan rencana, bukankah koin emas tersebut belum sebanding dengan nyawa tuan mereka...?" jawab Yang Xuan membuat Dou Sheng terdiam begitu juga dengan anak buahnya,
"Siapa diantara kalian berdua yang bernama Ye Shui," tanya Yang Xuan,
"Tidak ada tuan muda, misi beliau lumayan berat, karena harus tinggal di kediaman pangeran Hong Zhun di pusat ibu kota Hong Li," jawab anak buah Dou Sheng,
"Bukankah itu berlebihan paman, bagaimana bisa paman mengorbankan nyawa seseorang demi sebuah misi," Ucap Yang Xuan.
"Ngomong-ngomong dimana paman Huang Qin." tanya Yang Xuan, sambil terus mengamati setiap gerak-gerik para pelanggan kedai tersebut.
"Tuan muda, saat ini tetua Huang sedang dalam perjalanan menuju pulau sihai bersama lima orang lainnya, karena kami mendapat informasi keberadaan kepala keluarga kai di sekap di sana oleh pangeran Hong Zhun."
"Apakah itu karena pangeran Hong Zhun telah meninggalkan pulau sihai." Tanya Yang Xuan.
"Benar tuan muda karena inilah kesempatan besar yang kita miliki, tetapi tuan kota Cheng hai masih berada disana, bagaimana menurut anda tuan muda...?"
"Butuh berapa hari perjalanan mereka kesana."
"Satu minggu tuan muda jika menggunakan kuda, jika kultivator tingkat menengah sekitar Empat hari, karena banyak wilayah yang dilarang terbang, jika kultivator tingkat tinggi tuan muda sudah tahu jawabannya." jawab Dou Sheng.
Yang Xuan hanya menganggukkan kepalanya, dan mempertimbangkan perjalanan Huang Qin menuju pulai sihai. Mereka juga terus berbincang-bincang hingga tengah malam, mereka bahkan sudah membahas berbagai hal, tidak lupa pula tentang sekte mutiara merah yang akan dipimpin oleh Dou Sheng.
Seiring bertambahnya arak pesanan, kesadaran anak buah Pangeran Hong Zhun juga menurun. Yang Xuan melemparkan sekantong koin emas kepada Dou Sheng, untuk mengawasi mereka, karena ia sudah siap beraksi.
"Awasi mereka, jangan biarkan satu orang pun keluar dari kedai ini, aku hanya sebentar, dan jangan mencari ku, tunggu saja disini hingga aku kembali." tegas Yang Xuan.
__ADS_1
Dou Shen menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa, ia yakin Yang Xuan akan segera beraksi.
Yang Xuan tiba-tiba menghilang dan menyatu dengan angin, siluet hitam melewati beberapa bangunan, menuju kediaman tuan kota.
Dari salah satu bangunan tinggi, ia memperhatikan beberapa penjaga yang sudah mulai mengantuk.
"Jika aku tidak menangkap mereka, bagaiman aku bisa mengetahui dimana Hong Zhun saat ini." gumam yang Xuan.
Ia diam-diam menyegel kediaman tuan kota tersebut, karena ia tidak ingin mengganggu para warga sekitar,
"Tidak masalah membunuh beberapa orang, mereka hanyalah tikus liar, dan juga pantas untuk dikorbankan." sambil menahan tawa kecil.
Satu-persatu para penjaga tergelatak begitu saja, setiap mereka mau berteriak tenggorokan mereka seakan tercekik dan tidak menimbulkan suara, karena sudah putus terlebih dahulu. Yang Xuan juga langsung melompat dari atap bangunan menuju halaman setalah menghabisi para penjaga, ia memastikan setiap sudut kediaman tuan kota tersebut apakah masih ada orang.
Setelah dirasa cukup Yang Xuan membuka pintu secara perlahan dan menyelinap masuk kedalam, ia melangkah pelan-pelan dan menyisiri setiap ruangan dan kamar tidur, setelah mendorong pintu kamar terakhir yang ada di di damping ruangan tengah, tiba-tiba ia mendengar teriakan dari dalam kamar.
"Siapa kamu...?" seorang gadis cantik melompat kesudut ruangan, ia ingin berteriak dan meminta tolong, akan tetapi sebelum itu terjadi, Yang Xuan langsung menyegel kamar tersebut.
"Berteriak lah, tidak akan ada orang yang mendengarnya, dan jika kamu ingin hidup sebaiknya kamu diam di sana, aku tidak akan menyakitimu, sebaiknya kau beritahukan saja dimana kamar pangeran sialan itu, jika tidak.... " ucap Yang Xuan menelan ludah, setelah melihat gaun transparan yang kenakan gadis tersebut.
Gadis tersebut hanya diam saja, ia bahkan tidak menggubris ancaman pemuda yang memasuki kamarnya, malah ia melotot setelah melihat jelas wajah Yang Xuan.
"Tunjukkan dimana Hang Zhun maka kamu akan selamat, jika tidak mau maka.... " bentak Yang Xuan sambil mengeluarkan kapak berlian dari cincin penyimpanannya.
"Baik, aku akan menunjukkannya." jawab gadis tersebut seakan tidak peduli ancaman Yang Xuan, ia berdiri dari tempatnya.
Yang Xuan juga terus melirik gadis tersebut, dan ia menunjukkan kilatan jahat dimatanya, membuat gadis tersebut menjadi ketakutan.
Yang Xuan juga tidak tahu siapa gadis itu, ia hanya diam-diam memuji kecantikannya, dan ia menduga gadis tersebut adalah putri Hai Rong dari kerajaan air.
"Cepat tunjukkan dimana Hong Zhun jika tidak aku akan membelah kepalamu, bentak Yang Xuan kembali dan berpura-pura marah.
"Ba.. Baik tuan." Jawab gadis tersebut. Ia langsung membuka pintu lemari yang ada di sampingnya dan menunjukkan kedalamnya.
Yang Xuan Hanya memperhatikan apa yang ada didalam lemari tersebut.
"Tuan, Ini adalah lorong menuju bawah tanah, anda boleh memasukinya, karena Pangeran Hong Zhun ada didalam sana." jawab gadis tersebut.
"Sepertinya kamu mirip seseorang yang aku kenal, terimakasih atas petunjuknya, kamu bisa menungguku disini jika kamu membutuhkan pertolongan." ucap Yang Xuan sambil memasuki lorong bawah tanah tersebut.
__ADS_1