
Dalam waktu singkat tempat itu menjadi hening, para tetua desa yang menyaksikan pembantaian itu masih syok, ketika tubuh para perompak itu di cabik-cabik oleh hewan buas tersebut, bahkan sebagian merasa pusing dan ada juga yang muntah-muntah. Mereka tidak menyangka kelompok perompak itu tidak ada bedanya seperti serangga di hadapan hewan buas tersebut
"Paman-paman, bersihkan tempat ini, sebagian mencari ruangan yang tersembunyi, sebagian melepaskan rantai dari tahanan. Setelah itu naikkan mereka semua pada punggung hewan buas itu dan bawa menuju kapal, supaya mereka memakan makanan apa saja yang kita bawa" ucap Yang Xuan.
Sebenarnya para tahanan itu ingin mengucapkan terimakasih kepada Yang Xuan, akan tetapi Yang Xuan mengehentikan niat tahanan itu karena menurutnya itu bukan waktu yang tepat. Dia berpikir para tahanan itu lebih baik mengisi perut terlebih dahulu, supaya memiliki tenaga. Setelah itu dia akan mengobati sebagian dari mereka yang terluka.
Awalnya mereka tidak percaya bahwa Yang Xuan bisa membebaskan mereka dari kelompok tersebut, apalagi setelah Yang Xuan digiring menuju altar hitam. Mereka mengira Yang Xuan datang ketempat itu hanya mengantar nyawa, akan tetapi dugaan mereka salah.
"Aaah... Tuan Muda, di sana ada pintu batu dan kami tidak bisa membukanya" ucap salah satu tetua.
Mereka sudah berusaha menghancurkan pintu batu itu dan ternyata pintu batu itu sangat keras dan bahkan membuat goresan kecil pun mereka tidak sanggup, mereka memutuskan melaporkannya kepada Yang Xuan. Mereka menduga didalam ruangan itu pasti ada sesuatu yang berharga sehingga kelompok perompak itu membuat ruangan khusus.
"Baihu..... "
"Baik Tuan" jawab Baihu singkat lalu berjalan menuju pintu batu tersebut. Kemudian mengangkat sebelah kaki belakangnya dan menendang pintu batu itu membuat ledakan besar terjadi.
Setelah pintu batu di hancurkan, mulut para tetua desa menganga lebar. Mereka tidak menyangka dibalik pintu batu itu ternyata sebuah ruangan yang lumayan luas dan dipenuhi oleh sumber daya.
"Hahaha.... Ini luar biasa, ini kekayaan yang berlimpah" teriak Hang Feng dengan penuh semangat.
"Ayo kita bersihkan tempat ini" ucap yang lainnya.
Mereka membersihkan tempat itu dengan cincin penyimpanan yang sudah dibagikan oleh Yang Xuan kepada setiap orang yang bisa mengaksesnya. Didalam ruangan itu tumpukan peti-peti koin emas, item-item langka, perhiasan wanita dan berbagai jenis peralatan perang.
Mereka semua yang ada di ruangan itu saling bertatap-tatapan lalu tertawa gembira karena tidak menyangka akan memiliki masa depan yang cerah. Gunungan sumber daya itu seakan membangkitkan semangat mereka untuk hidup lebih lama.
"Tuan Muda, Apakah kami boleh membawa kursi ini?" Ucap kepala desa penuh harap, seakan kursi itu adalah barang yang berharga.
Mereka sepertinya sangat menginginkan kursi para kelompok perompak itu sebagai kenang-kenangan. Hanya saja mereka tidak berani mengambilnya jika Yang Xuan tidak mengizinkannya.
"Untuk apa kursi itu paman?" tanya Yang Xuan penasaran.
Yang Xuan menganggap kursi itu tidak ada gunanya dan para tetua desa juga bisa membuat kursi seperti itu, sehingga dia tidak menyuruh para tetua itu untuk mengambilnya.
"Kursi ini sebagai kenang-kenangan Tuan Muda, karena kita sudah mengambil alih wilayah ini, maka kursi-kursi ini kita ambil alih juga sebagai bukti bahwa wilayah ini mulai sekarang adalah wilayah kekuasaan kita. Kami ingin memakai kursi-kursi ini di kapal masing-masing" ucap kepala desa antusias.
"Ambil saja apa yang kalian anggap berguna, karena mulai hari ini kalian juga bukan nelayan lagi akan tetapi kelompok penguasa sungai gang ming. Sebaiknya kalian juga mengganti kapal-kapal yang berukuran kecil, supaya bisa berlayar menuju kerajaan Zhang Hua dan Selat Lei Hong" ucap Yang Xuan membuat mereka bersemangat.
Yang Xuan juga menjelaskan akan membagi harta rampasan itu supaya mereka bisa membuat kapal-kapal raksasa untuk berdagang kedaerah lain. Yang Xuan juga mengatakan daerah kekuasaan mereka mulai dari selat lei hong, kota laut biru kekaisaran Jiang, pinggiran kota Xuan Xu kekaisaran Jiang, hingga kerajaan zhang hua. Begitu juga sebaliknya, kelompok dari kerajaan Zhang Hua harus berlayar hingga selat lei hong.
Yang Xuan memberi harapan besar kepada mereka supaya bisa meningkatkan perekonomian di dua kerajaan tersebut dan sekitarnya.
Mereka bahkan meneteskan air mata karena teramat sangat senang dan tidak menyangka kekuasan mereka di sungai gang ming akan sampai kepada kerajaan zhang Hua. Masa depan yang lebih cerah sudah terbuka lebar berkat Yang Xuan. Mereka harus menggunakan waktu yang tersisa untuk memperbaiki kehidupan keluarga masing-masing
__ADS_1
Semua sumber daya yang mereka jarah kini di keluarkan kembali dari cincin penyimpanan agar mereka bisa membaginya dengan adil. Di saat para tetua desa sibuk memilah-milah harta jarahan tersebut di dalam ruangan yang luas, Yang Xuan juga segera keluar dari sana dan dia menuju kapal untuk mengobati para tahanan.
Beberapa waktu berlalu, akan tetapi para tetua desa sebagian masih sibuk didalam goa dan sebagian para tetua mengantar para tahanan menuju desa Ming. Melihat itu, Yang Xuan menghilang kedalam cincin penyegel benua untuk menginterogasi Dai Lun dan Dai Sun.
Setelah menginterogasi Dai Lun Dan Dai San, Yang Xuan berencana akan langsung menuju pulau sihai untuk menyelamatkan Putri Mahkota Hai Rong. Dia khawatir sepuluh hantu pulau akan membunuhnya setelah kelompok Dai Lun menghilang.
Yang Xuan juga tidak menyangka bahwa sepuluh hantu pulau ternyata tiga Jendral, empat tetua pelindung kerajaan serta tiga tuan kota. Jendral pilar timur juga termasuk salah satu diantara tiga jendral tersebut.
Sebenarnya Yang Xuan ingin menuju Kota Tian Hei terlebih dahulu, setelah mendapat informasi dari Dai Lun, bahwa Sang Raja saat ini sudah menjadi boneka oleh Jendral besar bersama para tetua pelindung kerajaan. Hanya saja dia yakin bahwa sepuluh hantu pulau tidak akan membunuh Qian Fan untuk saat ini.
Yang Xuan keluar dari cincin penyegel benua, ternyata para tetua desa sudah menyelesaikan tugasnya masing-masing. Mereka memberikan satu cincin penyimpanan kepada Yang Xuan setelah itu mereka bergegas keluar dari kedalaman goa tersebut.
Setelah memastikan semua keluar, Yang Xuan menyegel kawasan itu dengan segel tingkat tinggi dan dia akan membuat beberapa lencana agar goa itu bisa di masuki oleh kelompok Pengumpul informasi sungai gang ming dari Kuil yang akan dia bangun di lembah berkabut.
Yang Xuan juga kembali menyegel mulut goa dengan segel ilusi tingkat tinggi lalu melemparkan satu lencana kepada Hang Feng.
"Paman, Jika kalian ingin menggunakan goa ini di masa depan, cukup tempelkan saja lencana itu kepada batu berundak yang ada di sebelah kanan dinding batu itu" ucap Yang Xuan sambil menunjuk salah satu batu yang sedikit menonjol di sebelah kanan.
"Baik Tuan Muda" jawab Hang Feng. Lalu menempelkan lencana tersebut seperti perkataan Yang Xuan dan tiba-tiba dinding batu itu langsung menghilang. Dia kembali menempelkan lencana itu dan tebing batu kembali muncul.
"Tuan Muda, Apakah kami tidak mendapatkan lencana seperti tetua Feng?" Tanya kepala desa kepada Yang Xuan saat mereka meninggalkan kawasan tersebut.
Mereka semua juga berharap mendapatkan lencana seperti yang di berikan oleh Yang Xuan kepada Hang Feng, karena akan sangat berguna di masa depan jika keadaan terdesak atau memiliki musuh yang kuat. mereka bisa menggunakan tempat itu untuk berlindung.
"Tentu saja, setelah kuil lembah berkabut di resmikan kalian juga akan mendapatkan lencana itu. Di saat itu juga kelompok kalian resmi menjalankan misi dan berhak mendapatkan koin emas jika misi berhasil. Kalian juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan jika sudah resmi menjadi anggota kuil."
"Itu ide yang bagus tuan muda, kami juga sudah mendiskusikannya dan akan langsung membangunnya saat menonton tournament di kota Tian Hei" kata Hang Feng membenarkan usulan Yang Xuan.
Yang Xuan juga menjelaskan sedikit rencananya, dia akan membuat jalur perdagangan melalui jalur laut dan melalui sungai mutiara menuju kota pantai timur kepada para tetua desa Ming, supaya mereka bisa membuat kapal yang lebih besar.
Saat mereka asyik mendengarkan penjelasan Yang Xuan ternyata mereka sudah tiba di desa Ming, bahkan warga desa beramai-ramai menyambut kepulangan mereka, karena sudah berhasil memusnahkan kelompok yang selama ini menindas seluruh penduduk desa ming.
"Paman Feng dan paman Ming, tolong data mereka satu persatu agar kita bisa memulangkan mereka kepada keluarganya" Ucap Yang Xuan sambil memeriksa semua bekas tahanan tersebut dan ternyata ada juga warga dari desa ming.
"Serahkan saja padaku Tuan Muda, karena aku mengenal sebagian besar dari mereka" kata Hang Feng karena memang dulunya dia adalah penjual informasi di seputaran kota Ning Xia dan kota Tian Hei.
"Baik paman" sambil menunggu Hang Feng menyelesaikan pendataan. Yang Xuan berjalan kearah seorang wanita paruh baya.
"Nek... Bagaimana perasaanmu.... Apakah sudah lebih baik sekarang?"
Yang Xuan tidak menyangka ternyata tabib gila berhasil membuat pil untuk istrinya, sehingga nenek tua itu terlihat seperti wanita paruh baya, padahal umurnya sudah di atas seratus tahun.
"Anak muda, Apakah aku terlihat seperti nenek-nenek?" tanya wanita itu kembali.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu terlihat paling tegar di antara semua bekas tahanan laki- laki maupun perempuam, bahkan dia masih terlihat baik-baik saja. Padahal sudah lebih dari satu bulan setelah di nyatakan menghilang oleh tabib gila.
"Tidak nek, nenek masih terlihat muda. Apakah tabib gila memberikan nenek pil awet muda?"
Yang Xuan penasaran, apakah tabib gila bisa membuat pil seperti itu? jika iya, kenapa pil awet muda untuk laki-laki dia tidak bisa membuatnya?
"Hahaha... Benar apa yang kau katakan anak muda. Dari mana kau mengetahui bahwa aku istri dari tabib Yong Sheng?" Tanya wanita paruh baya itu penasaran.
"Kakek Yong pernah bercerita kepadaku di kerajaan api tentang nenek, dia juga sudah mencari nenek keberbagai penjuru akan tetapi beliau tidak menemukan keberadaan nenek. Bahkan kakek Yong hampir gila ketika aku bertemu dengannya, seratus juta koin emas hadiah yang ditawarkan kakek Yong kepadaku jika aku menemukan nenek dalam keadaan hidup, tetapi aku menalaknya" jelas Yang Xuan sambil mengeluarkan sketsa dari cincin penyimpanannya.
"Terimakasih anak muda atas pertolonganmu, aku tidak tahu nasib kami selanjutnya jika saja kau terlambat untuk menemukan keberadaan kami" ucap nenek itu tulus. Sebenarnya dia sangat penasaran dengan identitas Yang Xuan tapi dia tidak berani bertanya karena melihat Yang Xuan tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengobrol.
"Sama-sama nek dan tolong nenek bergabung dengan mereka agar kami bisa lebih mudah mengetahui asal kalian masing-masing" ucap Yang Xuan.
Para tahanan itu satu persatu mengucapkan terimakasih kepada Yang Xuan karena mereka tidak menyangka akan bertemu kembali dengan keluarganya. Mereka juga berasal dari daerah yang berbeda-beda, setelah berhasil didata oleh Hang Feng.
"Jika kalian ingin pulang sekarang silahkan, karena wilayah ini sudah aman. Aku juga sudah membunuh Tuan kota Ning Xia beserta puluhan anak buahnya" Kata Yang Xuan sedikit menjelaskan karena dia melihat mereka tidak sabar ingin kembali ketempat masing-masing.
Mereka tidak henti-hentinya mengucapkan kata terimakasih kembali, apalagi setelah Yang Xuan memberikan koin emas sebagai bekal mereka untuk memulai kehidupan baru. Bahkan Yang Xuan memberikan satu juta koin emas setiap satu orang. Yang Xuan juga meminta tolong kepada mereka agar menyebarkan informasi bahwa dia akan membuka kuil di lembah berkabut.
"Yang berasal dari kota Tian Hei kalian boleh pulang besok, karena sudah lama tidak ada kapal yang berani berlayar di sungai gang ming" ucap Yang Xuan sambil memberitahukan bahwa seluruh warga desa ming akan berlibur kekota Tian Hei.
Setelah itu Yang Xuan memberitahukan kepada Ming Kun dan Hang Feng bahwa mereka tidak perlu mencarinya, karena dia akan bekultivasi hingga esok hari.
Keesokan harinya, puluhan kapal beriring-iringan menelusuri sungai gang ming dari desa Ming menuju kota Tian Hei, hanya dua kapal yang berisi penumpang diantara puluhan kapal. Sebenarnya tidak ada rencana mereka untuk membawa kapal-kapal tersebut, akan tetapi Yang Xuan mengatakan supaya mereka memperbaikinya di kota Tian Hei untuk mempersiapkan pelayaran menuju kerajaan Zhang Hua.
Mereka membutuhkan waktu lima jam dari desa Ming menuju kota Tian Hei, biasanya akan memakan waktu satu hari. Itu karena Yang Xuan sudah membuat segel dan formasi di setiap kapal untuk memperkuat daya dorong kapal menggunakan batu spritual.
Saat kapal-kapal itu tiba di pelabuhan selat lei hong kehebohan langsung terjadi, pengelola pelabuhan segera memanggil seluruh pekerja untuk menyandarkan kapal- kapal yang tiba-tiba memenuhi pelabuhan tersebut.
Sudah beberapa bulan terakhir pihak pelabuhan tidak pernah kedatangan tamu dari manapun, sehingga hari ini mereka terlihat amat senang. Mereka juga sudah mendapat kabar angin bahwa kerajaan air telah kedatangan kultivator hebat.
"Selamat datang di pelabuhan selat Lei Hong Tuan Muda, Aku Yong Ma pengelola pelabuhan secara pribadi menyambut seluruh tamu yang datang hari ini" sambut Yong Ma penuh antusias.
Dia melihat Yang Xuan turun dari kapal menggunakan pakaian mewah ala kekaisaran Jiang. Sebagai pengelola pelabuhan dia sudah hafal pakaian khas dari berbagai daerah di wilayah timur,
"Apakah kau mengenal tabib gila" celetuk Yang Xuan.
Dia bertanya bukan tanpa alasan dari segi fisik, Yong Ma sangat mirip dengan tabib gila. Yang Xuan sempat mengira bahwa Yong Ma adalah tabib gila.
"Beliau adalah saudaraku Tuan Muda. Apakah anda mengenalnya?"
Yang Xuan tidak menjawab pertanyaan Yong Ma, tetapi menunjuk salah satu wanita paruh baya yang sedang turun dari atas kapal.
__ADS_1
"Kakak ipar..." teriak Yong Ma dengan suara menggelegar. Semua mata langsung menatap kearahnya.
Sebenarnya Yang Xuan mengajak semua warga desa berlibur kekota Tian Hei karena dia merasakan ada sesuatu yang janggal di desa Ming.