KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
98. Meninggalkan sekte Giok Merah


__ADS_3

"Siapa kamu... ?" Salah satu penjaga gerbang langsung berteriak dan mengacungkan senjatanya kearah Yang Xuan dan memberikan tanda kepada penjaga gerbang lainnya untuk mengelilinginya.


Yang Xuan tidak menjawab pertanyaan mereka, Ia langsung berjalan dan menendang salah satu dari mereka, membuat salah satu penjaga gerbang terbang meleset kearah tembok sambil memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dan langsung tewas di tempat.


"Aku paling benci seseorang yang mengacungkan senjata padaku" menatap tajam seperti seekor elang yang mengincar mangsanya, lalu berjalan kearah gerbang dan langsung menendangnya. Ledakan keras terjadi seiring gebang tersebut hancur berkeping-keping.


Para penjaga gebang lainnya langsung membeku setelah melihat keganasan oleh tamu mereka seiring aura spritual menekan tubuh mereka.


"Suruh patriark kalian keluar, jangan lupa buatkan aku teh terbaik, jika tidak. Nasib kalian akan sama dengan saudara kalian" sambil menunjuk jasad yang tergeletak di samping tembok sekte tersebut. Setelah itu Yang Xuan melangkah dengan santai meninggalkan mereka.


Baru beberapa langkah Yang Xuan melewati gerbang tiba-tiba suara dengungan terdengar olehnya, puluhan energi pedang dan satu tombak hitam meleset kearahnya. Ia reflek melompat ke udara untuk menghindarinya, menyebabkan energi pedang menghantam tembok sekte tersebut. Ledakan keras terjadi seiring tembok tersebut berubah menjadi debu.


Tombak hitam terus meleset naik ke udara kemana pun Yang Xuan menghindar, membuat dia mengepalkan tangannya dan langsung menyambut tombak hitam tersebut. Tombak hitam itu pun langsung hancur berkeping-keping disertai ledakan keras di udara, membuat array pembunuhan sekte itu langsung menghilang.


Mereka yang baru saja keluar dari dalam sekte langsung terlonjak kaget, melihat array pembunuhan sekte mereka menghilang begitu saja.


"Anak muda... selamat datang di sekte giok merah" patriark sekte tersebut melangkah kearah Yang Xuan dengan kaki gemetar. Ia sengaja mengucapkan basi-basi untuk menghilangkan rasa takut dihatinya.


"Setelah menyerang ku Kau berpura-pura menyambut ku. Sialan, dimana sopan santun mu?" sambil mengeluarkan aura spritual membuat patriak sekte tersebut membeku.


"Bu... Bukan begitu tuan muda....


" Crash... Belum selesai patriark sekte giok merah berbicara, kepalanya sudah terbelah dua dalam sekejap, membuat dia mati berdiri.


Yang Xuan kembali mengedarkan pandangannya. tatapannya seolah-olah ingin mencabik-cabik mereka satu persatu, bahkan matanya tidak pernah berkedip.


"Kalian memintanya" sambil tertawa dingin. Ia tidak menyangka akan di kelilingi oleh puluhan tetua dari kedua sekte tersebut, sambil mengacungkan senjatanya masing-masing. Yang Xuan mengerutkan keningnya setelah melihat hampir lima puluh tetua tingkat tinggi yang mengepungnya.


"Anak muda... Apakah kau utusan Yang Mulia Raja Hong Chun?" Seorang panatua dengan jenggot putih bertanya dengan santai. Bahkan dia terlihat tenang dan tidak terganggu walau patriark sekte itu telah tewas.


Panatua itu bertanya bukan tanpa alasan, dia sudah mengukur kekuatan Yang Xuan. Akan tetapi, dia tidak merasakan apa-apa. Dia tahu, seseorang yang sanggup membunuh kultivator yang lebih tinggi kultivasinya, pasti orang itu memanipulasi kultivasinya dengan tehnik tertentu.


Panatua itu pun mengirim suara telepati kepada kelompoknya supaya tidak gegabah mengambil langkah. akan tetapi sebagian dari mereka tidak mengindahkan peringatannya apalagi setelah Yang Xuan membunuh patriark mereka.


"Aku bukan utusan siapa pun. Apakah kamu ingin bernegoisasi denganku? Sayang sekali sudah terlambat" sambil melemparkan kapak berlian kepada beberapa tetua membuat mereka mati sia-sia dalam sekejap. Yang Xuan mengendalikan kapaknya yang terus meleset keberbagai arah sesuai keinginannya dan bola matanya juga terus berputar-putar mengikuti tehnik formasi lawannya.


Mereka melingkar mengelilingi Yang Xuan tanpa celah, ada beberapa tetua tingkat rendah siap menggantikan posisi bagi siapa yang terluka di antara kelompoknya. Formasi mereka mengingatkan Yang Xuan dengan sekte racun ular iblis, hanya saja kali ini bukan di udara.


"Aku Xie Lan, patriark sekte golok api dan panatua itu adalah tetua agung dari sekte ini" jawabnya dengan bangga.


"Kebetulan sekali. Sudah lama aku mencari mu, jika kau memberitahukan diman Nan Shang, aku akan mempertimbangkan sekte mu" Sambil menatap tajam dan menyeringai.

__ADS_1


Wajah Xie Lan langsung berubah menjadi buruk, dia langsung menatap ke arah tetua agung sekte giok merah dengan ekspresi seperti meminta tolong. Dia juga sangat menyesal telah memperkenalkan diri, seakan namanya menjadi bumerang baginya. Begitu juga dengan salah satu tetua di sampingnya, bahkan kaki tetua itu sudah gemetaran. Bahkan kedua orang tua itu seakan mencari-cari celah untuk kabur.


"Apakah kalian ingi kabur? Sebaiknya kalian mempertimbangkannya. Jika tidak, kedua sekte ini akan menjadi reruntuhan seperti kelompok harimau gunung dan sekte mutiara merah" Sambil menatap ke arah tetua agung dan tetua lainnya.


"Ucapan Yang Xuan langsung berputar-putar dengan cepat di kepala mereka, satu-persatu menjatuhkan senjatanya setelah tetua Agung sekte giok merah menganggukkan kepalanya.


Mereka semua langsung berlutut dan memohon ampunan.


"Aku akan mengampuni kalian kecuali Xie Lan dan Nan Shang. Tetua agung dan semuanya, renungkan kesalahan kalian. Bukankah Hong Chun Raja yang baik? Apa alasan kalian untuk memberontak? Berikan jawaban yang masuk akal."


"Kami hanya memihak kepada pangeran Hong Zhun Tuan muda, Apakah pilihan kami salah....?" Jawab tetua agung dengan hormat, karena melihat penampilan Yang Xuan dan ia langsung mengubah panggilannya.


"Apakah kalian pura-pura tidak tahu? Jangan memberikan jawaban konyol padaku. Hong Zhun bukan lagi pangeran karena kelakuan buruknya. Sekarang yang menjadi pangeran adalah Shing Xeng putra kedua Yang Mulia Raja Hong Chun, itulah kenapa Hong Zhun ingin memberontak."


"Apakah yang ku ucapakan benar atau salah?


Yang Xuan menunggu mereka untuk berbicara. Akan tetapi, setelah sekian lama menunggu tidak ada yang bersuara, mereka saling menyenggol untuk memberikan jawaban. Melihat itu Yang Xuan menjadi geram.


"Jawab...!" teriak Yang Xuan menggelegar.


"Benar tuan muda, tetapi kami tidak tahu bahwa beliau (Hong Zhun) bukan lagi pangeran. kami tahu kelakuannya agak buruk. Akan tetapi, kami tidak akan berani untuk menegurnya" jawab tetua agung sambil menunduk.


"Tu.... Tuan muda. Aku mohon ...hentikan " dengan suara berat dan tergagap tetua agung sekte giok merah berusaha menghentikan Yang Xuan.


Yang Xuan langsung menghentikan perbuatannya dan berjalan kearah Xie Lan. Dia langsung mengayunkan kapaknya membuat Xie Lan Langsung mati berdiri.


"Kenapa menatapku seperti itu? kalian penasaran... keluarga Xie di kekaisaran Jiang sudah aku musnahkan karena bersekutu dengan iblis" sambil menatap tajam kearah mereka semua.


Mendengar penjelasan Yang Xuan akhirnya mereka tahu asal-usul dari patriark sekte golok api.


"Tidakkah kalian pernah berpikir dengan kesalahan besar yang di lakukan oleh Hong Zhun, Apakah kalian pikir kerajaan air diam saja setelah kehilangan putri mahkota mereka? jika mereka mengetahui bahwa Hong Zhun Yang menangkapnya. Apakah kalian mampu menahan gempuran dari mereka? Mengingat keadaan internal kerajaan ini dan keadaan Raja kalian. Mereka diam bukan berarti takut sama kerajaan ini, jika mereka punya bukti kerajaan ini sudah binasa." Kata Yang Xuan sedikit menjelaskan tentang pengetahuannya.


Mereka semua hanya bisa diam saja tanpa ada yang menjawab, karena baru beberapa waktu yang lalu mereka membahas tentang ucapan Yang Xuan.


"Sebenarnya kematian terlalu mudah bagi patriark kalian, mengingat keserakahan yang mereka miliki. Jikapun aku menyerahkan mereka kepada pihak istana maka akan banyak dari kalian yang ikut di hukum mati" Yang Xuan terus menjelaskan dampak dari ulah Hong Zhun dan kerugian kerajaan jika masalah terus berlanjut,


Setelah memberikan penjelasan secara detail dan menyuruh kedua sekte itu mengganti peraturan yang lama kepada sekte masing-masing, mengubah Visi dan Misi dari kedua sekte tersebut. Yang Xuan menyuruh mereka berdiri. Ia langsung menatap tajam kearah Nan Shang.


"Nan Shang... Apakah kamu tahu apa kesalahan mu?


Nan Shang tidak menjawab, dia terus menunduk dengan tubuh gemetaran.

__ADS_1


" Apakah kamu tahu apa kesalahanmu? Yang Xuan berteriak kembali dengan wajah memerah menahan amarah.


Bahkan mereka yang menyaksikan bergidik ngeri dengan kemarahan Yang Xuan dan tidak berani bergerak dari tempatnya. Bahkan hanya untuk bernafas saja terasa sulit bagi mereka. detak jantung memburu karena ketakutan.


"Jawab...."


"Hahahahaa...." Yang Xuan tertawa keras hingga sekte itu kembali bergetar.


"Putrimu masih ada bersamaku, dan bahkan tidak pernah menyentuhnya. Apakah kau ingin aku melecehkannya di depanmu" Tanya Yang Xuan sambil menyeringai.


"gedebug...."


Nan Shang langsung berlutut, ia bahkan tidak tahu apa kesalahannya sehingga pemuda didepannya ingin sekali membunuhnya, bahkan ia sudah berusaha mengingatnya. Setelah berpikir cukup keras akhirnya dia menarik nafas dan memberanikan diri untuk berbicara.


"Tuan... Nyawaku adalah milikmu, tapi aku mohon lepaskan putriku, karena dia tidak bersalah. Aku juga tidak tahu apa kesalahanku kepada anda sehingga anda begitu marah" jawab Nan Shang dengan menangis sambil memeluk kaki Yang Xuan.


"Apakah kamu yakin...?" Sambil menendang Nan Shang dari depannya membuat Nan Shang terlempar dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


"Tu... Tuan... Silahkan bunuh aku, tapi aku mohon lepaskan putriku" sambil merangkak kearah Yang Xuan.


"Baiklah... " Sambil mengeluarkan gadis yang di maksud dari cincin penyegel benua.


"Apakah kau masih mengingatku" kata yang Xuan sambil mengangkat dagu gadis itu dengan kapaknya.


"Gadis itu langsung ketakutan setelah melihat Yang Xuan, bahkan tubuhnya sedikit kurus akan tetapi wajah nya masih mulus dan tidak ada lecet sedikitpun.


"Ayah.... tolong aku" teriak gadis itu menangis ketakutan sambil melihat ayahnya yang sudah babak belur.


"Sekarang kau sudah bebas. Akan tetapi, tidak dengan ayahmu, sekarang pergilah ... ucapkan kata-kata terakhirmu, aku akan menunggu" sambil melepaskan gadis tersebut. Yang Xuan membiarkan gadis itu berbicara dengan ayahnya sebelum di eksekusi olehnya.


Setelah itu Yang Xuan memasuki sekte giok merah dan mengelilinginya. Mengambil semua sumber daya tingkat menengah hingga tingkat tinggi sebagai kompensasi untuk diserahkan kepada pihak istana. Serta mengambil seluruh cincin penyimpanan tetua tingkat rendah hingga tingkat tinggi. dan tidak lupa pula mengambil artevak giok merah sebagi pelindung sekte tersebut. membuat para petinggi sekte kembali mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya masing-masing. Setelah puas merampok sekte itu Yang Xuan kembali ke halaman sekte.


"Sudah puas basa basi nya" bertanya sambil mengusir gadis itu.


"Sudah tuan" Jawab Nan Shang pasrah.


"Yang Xuan langsung melemparkan Nan Shang kedalam cincin Penyegel benua, dan meremas tangannya untuk menghilangkan segel yang dia pasang sebelumnya. Setelah itu dia mengambil jasad Xie Lan dan meleset ke udara menuju sekte golok api untuk mengantar jasad Xie Lan dan meminta kompensasi atas kejahatan yang mereka lakukan selama ini. Putri tetua Nan Shang hanya bisa menangis melihat ayahnya sebagai tawanan Yang Xuan.


Mereka semua menghela nafas lega setelah Yang Xuan meninggalkan sekte mereka, kejutan demi kejutan mereka saksikan dengan mata kepala mereka sendiri, membuat mereka tahu luasnya dunia ini, apalagi setelah melihat Yang Xuan, walau hanya sekilas tapi mereka sudah bisa menebak bahwa yang Xuan masih muda. Tamu yang mengunjungi mereka hanya hitungan detik akan tetapi membawa luka yang begitu dalam.


"Kunjungan pemuda itu jadikan pelajaran buat kita semua, jika ingin tua sepertiku. Jika tidak, banyak kultivator jenius yang mati muda" kata tetua agung sekte giok merah sambil menyuruh murid-muridnya untuk memperbaiki semua kerusakan.

__ADS_1


__ADS_2