
Yang Xuan menyerahkan perwakilan bangsawan dari kota Cheng Du kepada Jendral Yuwen,
"Putri jelek, sebaiknya kau periksa bangsawan Du di kota Cheng Du" Ucap Yang Xuan sambil tersenyum jahat membuat Putri Shu mengepalkan tangannya.
Setelah membersihkan beberapa kecoak yang sengaja masuk kedalam istana, Yang Xuan menatap semua orang dengan senyuman hangat, Membuat mereka semua heran karena perubahan sikap Yang Xuan.
"Hahaha... Ada apa dengan wajah kalian? kenapa menatapku seperti itu? Aku hanya membersihkan beberapa kecoak di gubuk ini. Para pelayan tidak becus membersihkan ruangan di gubuk ini sehingga banyak serangga yang berkeliaran. Jika serangga banyak berkeliaran, bagaimana bisa nyaman untuk tinggal disini! "Ucap Yang Xuan membuat rahang mereka mengeras.
"Aahh... Maafkan aku karena sikapku yang terlalu arogan dan sombong. Sebenarnya aku adalah pemuda gembel dan gila yang sering kalian bicarakan. Lanjutkan apa yang ingin kalian diskusikan" sambungnya lagi dengan berbicara lembut.
Semua yang ada didalam istana menatap Yang Xuan dengan ekspresi berubah-ubah, Kemana tadi wajah yang angkuh itu? Mereka juga enggan bangkit dari tempat duduknya karena masih penasaran apalagi yang akan di lakukan oleh pemuda gila yang berdiri dihadapan mereka. Karena selama ini mereka hanya mendengar namanya sebagai pemuda gila dan tidak tahu orangnya.
"Jika kalian tidak ingin pergi ke aula untuk mengadakan pertemuan tentang kota Cheng Hai, silahkan duduk dengan santai. Lagi pula akulah yang mengundang kalian datang ke istana ini, padahal aku belum pernah menginjakkan kakiku disini" tertawa keras sambil melangkahkan kakinya menuju Sang Raja yang berada dipojok ruangan.
Mendengar ucapan Yang Xuan seakan mereka tersambar petir. Mereka telah digiring ke kandang singa oleh bocah ingusan untuk menjadi santapan lezat bagi singa itu, untung saja mereka tidak memiliki kelakuan buruk. Kemudian mereka semua menatap kearah Jendral Yuwen dengan ekspresi muram.
Yang Xuan melihat Sang Raja tergeletak di atas tempat tidur dengan dilapisi plastik diatasnya, lalu dilapisi kembali dengan daun-daun yang masih hijau. Supaya kulit dan daging Sang Raja tidak mengelupas karena lengket dengan tempat tidur.
Yang Xuan melirik pada kerumunan orang-orang yang memakai jubah putih lalu jubah hitam kemudian jubah biru, rambut putih mereka rata-rata menjuntai kebawah begitu juga jenggot putih panjang. Mereka sudah terlihat berumur di atas seratus tahun, bahkan keributan di istana tidak membuat mereka terganggu seakan mereka sudah menikmati manis pahitnya gelombang kehidupan.
Mereka semua adalah rombongan tabib dari daerah yang berbeda termasuk kerajaan api, kerajaan air serta wilayah gurun busur. Mereka mencoba keberuntungan dalam hal pengobatan, yang akan mereka lakukan pada Raja dari kerajaan api tersebut.
Pangeran Shing Xeng berani membayar harga tinggi bagi siapa saja yang bisa menyembuhkan Ayahnya, karena dia merasa belum sanggup mengemban tugas sebagi Raja dari kerajaan api.
"Anak muda, sebaiknya kau menjauh, kami tahu kau pandai bertarung, tapi masalah pengobatan kau belum cukup umur untuk memahaminya. Kami takut kau akan mengganggu proses penyembuhan Yang Mulia" ucap salah satu tabib dari kerajaan api.
"Hmm... " Hanya itu yang keluar dari mulut Yang Xuan.
Para tabib yang mendengar jawaban Yang Xuan langsung jengkel, rombongan tabib itu menatap Yang Xuan dengan tatapan tajam, seakan mereka ingin mencabik-cabik tubuhnya. Mereka belum pernah di abaikan seperti itu, semua orang bahkan sangat hormat kepada mereka baik Jendral, Raja, Kaisar bahkan kultivator tingkat tinggi sekalipun.Tapi bocah di hadapan mereka seakan tidak memandang mereka.
"Anak muda, kami sarankan segera tinggalkan tempat ini. Jika tidak, kau akan menyesal karena berurusan dengan kelompok para Tabib dan Al kemis.
"Hmm... " Yang Xuan kembali berdehem seakan para Tabib di hadapannya seperti lintah dimatanya.
Yang Xuan tahu mereka hanya ingin memeras Sang Raja yang tidak berdaya itu, kecuali Tabib dari kerajaan air. Tabib dari kerajaan api lebih congkak padahal masih di tingkat guru tahap menengah. Begitu juga dengan Tabib dari gurun busur masih di tingkat master tahap awal.
Tabib dari kerajaan air sudah di tingkat master tahap puncak sebentar lagi akan menerobos ketingkat Raja tapi itu bukankah hal yang mudah.
Rombongan para tabib dan semua penghuni istana hampir saja memuntahkan darah segar dari mulutnya, ketika Yang Xuan mengacuhkan ucapan dari tabib kerajaan api tersebut.
Ye Shui dan Jendral Yuwen menelan ludah melihat tingkah Yang Xuan, selama ini Ye Shui tidak pernah mendengar dari Dou Sheng tentang tingkah Yang Xuan yang begitu arogan.
Bahkan Putri Shui meninju lantai begitu kesal untung saja permaisuri langsung menenangkannya, Begitu juga dengan para bangsawan yang menjadi tamu undangan. Mereka bisa melihat bahwa Yang Xuan seakan tahu pikiran dan kesalahan orang lain, membuat tubuh mereka tiba-tiba merinding.
"Anak muda. Apakah kau tidak menyadari bahwa kau telah menyinggung kelompok kami?" ucap tabib dari kerajaan api menekankan supaya Yang Xuan memikirkan tindakannya.
__ADS_1
Sebenarnya walaupun di wilayah timur, pencapaian itu sudah termasuk luar biasa, walaupun masih di tingkat guru. Karena bagaimana pun itu hanyalah dilingkungan kerajaan, apalagi tingkat master tahap ahir seperti tabib dari kerajaan air,
Di wilayah timur hanya satu orang Tabib yang sudah berada tingkat Raja tahap awal yaitu ketua pavilum Al Kimia dari kekaisaran Jiang. Yang Xuan juga sudah mendapat informasi bahwa tabib tingkat Raja tersebut sudah menyerah untuk mengobati Raja Hong Chun. Bagaimana mereka masih mencoba mengobati Sang Raja dengan harga tinggi.
Para tabib tersebut bersama kelompoknya langsung mengeluarkan aura pembunuh, aura pertarungan, aura spritual serta aura lainnya. Membuat Jendral Yuwen segera bertindak dan meredam suasana yang mulai memanas.
"Bagiamana bisa seorang tabib mempunyai aura pembunuh! lagi pula aku hanya ingin melihat bagaimana cara kalian menyembuhkan Raja yang sekarat itu, karena aku juga mempelajari Al kemis dan cara pengobatan walau masih di tingkat murid" ucap Yang Xuan sinis.
Mendengar ucapan Yang Xuan membuat Tabib dari kerajaan air bereaksi, begitu juga dengan pangeran Shing Xeng. Dia hampir saja kembali memuntahkan darah dari mulutnya. Setelah beberapa kali Yang Xuan Menyinggung Sang Raja dengan seenaknya.
"Apakah kamu ingin mengobati Yang Mulia?" Tanya Tabib dari kerajaan air.
" Ya, aku ingin mencobanya" jawab Yang Xuan penuh percaya diri.
Semua kelompok tabib itu mendengar jawaban Yang Xuan tidak bisa menahan tawanya, mereka semua tertawa terbahak-bahak. Salah seorang bawahan tabib dari gurun busur membuka suara" Kami tahu kau pandai bertarung walaupun kamu masih bocah ingusan. Akan tetapi ini hal yang berbeda dan kami tidak percaya bahwa kau bisa menyembuhkan Yang Mulia, malah kamu akan mempercepat kematiannya" jelasnya dengan sinis.
"Benar. Apa yang kau ucapkan anak muda? Aku akan membakar tubuhnya dan menyaksikan detik-detik kematiannya, dia terlalu merepotkan. Hahaha..... " bukankah itu sangat menyenangkan!
Sudut mulut mereka berkedut, wajah mereka memerah menahan amarah, bahkan pangeran Shing Xeng langsung memuntahkan darah segar setelah berkali-kali menahannya. Dia juga mau merasa gila karena Sang Raja seperti tidak berguna bagi Yang Xuan.
"Ketahuilah anak muda, mempelajari tehnik pengobatan lebih susah daripada tehnik Al kemis, yang tentunya membutuhkan pelatihan dalam waktu yang lama dan juga memerlukan bakat semenjak dilahirkan" ucap Tabib dari kerajaan air.
"Untuk apa saudara berbicara seperti itu? Bocah ingusan ini tidak akan mengerti" celetuk Tabib dari kerajaan api.
"Apa kau bilang? Bukankah kau yang berbicara seenaknya" Ucap tabib dari kerajaan api tidak mau kalah.
"Hei orang tua... Aku tidak kekurangan orang untuk di bunuh, masih banyak yang menanti kematiannya di tanganku, jika kau ingin salah satunya dengan senang hati aku akan melakukannya. Bukankah selama ini kau lebih dekat dengan Hong Zhun? Apa jangan-jangan kau hanya berkedok sebagai Tabib? Aku tidak yakin kau mengobatinya" Ucap Yang Xuan membuat Tabib dari kerajaan api itu gelagapan.
"Kami tahu kamu ingin menunjukkan bakat mu dan kamu juga berisi keras ingin mengobati Yang Mulia. Jika umurmu di atas tiga puluh tahunan, kami akan percaya. Nak ini bukan waktunya bercanda" ucap Tabib dari gurun busur.
Yang Xuan Hanya melipat kedua tangannya di depan dadanya dan tidak mengucapkan apa-apa. Dia tahu bahwa mereka akan sangat sulit untuk percaya.
"Nak. Bagaimana kami harus menanggapi permintaanmu! ini bukan waktunya bermain-main, bahkan air mata permaisuri telah habis karena menangis sepanjang hari, karena beliau tidak kuat melihat penyakit Yang Mulia. Aku melihat umurmu masih belasan tahun, jika ingin belajar pengobatan datanglah ke kerajaan air" Sambil mengeluarkan lencana dan memberikannya kepada Yang Xuan. Tabib dari kerajaan air berbicara lembut dan memberi sedikit petuah.
"Terima kasih kek atas nasihatnya, aku pasti akan datang" ucap Yang Xuan sambil memandangi lencana itu dan mengelus-elusnya lalu menyimpannya kemudian Dia keluar dari dalam istana mengejutkan semua penghuni istana.
Ye Shui yang duduk dipojok ruangan menghela nafas pelan, wajar saja jika mereka tidak mempercayai ucapan Yang Xuan. Dia saja awalnya tidak percaya bahwa Yang Xuan bisa menyembuhkan penyakit ibu Quentin, tapi setelah mendengar kabar bahwa ibu Quentin sembuh dan yang mengobatinya adalah Yang Xuan. Dari sanalah dia mulai percaya bahwa Yang Xuan tidak sesederhana yang orang-orang lihat. Dia juga percaya bahwa Yang Xuan Sanggup menyembuhkan Raja Hong Chun.
"Aku percaya bahwa Tuan Muda Yang bisa menyembuhkan Yang Mulia" Ucap Jendral Yuwen setelah semua tabib menyerah.
Semua yang ada di dalam ruangan itu terkejut, ketika mendengar ucapan Jendral Yuwen. Tapi yang tidak kalah terkejutnya adalah tabib dari gurun busur karena mendengar' Tuan Muda Yang' keluar dari mulut Jendral Yuwen. Para tabib mengerutkan dahi, bagaimana bisa Jendral Yang tersohor percaya kepada bocah! pikir mereka masing-masing.
"Apakah kamu yakin Jendral" Tanya permaisuri seakan mendapatkan setitik cahaya di dalam kegelapan.
"Hamba yakin permaisuri, hamba akan menjamin dengan nyawa hamba sendiri" jawab Jendral Yuwen tegas.
__ADS_1
"Apakah Jendral Yuwen pernah melihatnya mengobati seseorang? jangankan lencana bahkan tanda pengenal lainnya pun dia tidak punya" kata permaisuri penasaran.
Jendral Yuwen terdiam cukup lama dan dia tidak bisa menjawab pertanyaan permaisuri. Bahkan dia menyesal terlalu cepat mengambil tindakan, hanya gara-gara perkataan orang lain dan dia tidak pernah melihat Yang Xuan menyembuhkan seseorang. Dia hanya percaya karena Ye Shui pernah bercerita padanya.
"Walaupun hamba tidak pernah melihatnya, tapi hamba yakin Tuan Muda Yang sanggup menyembuhkan Yang Mulia" Ucap jendral Yuwen tegas karena Ia tidak mau tuan muda yang baru di kenalnya di permalukan.
"Hamba juga yakin permaisuri" celetuk Ye Shui tiba-tiba.
"Apakah Anda yakin anak muda?" Tanya Tabib dari kerajaan air.
"Saya yakin kek" ucap Ye Shui tegas.
"Apa alasannya sehingga kau yakin kepada bocah itu?" tanya kembali Tabib dari kerajaan air karena penasaran, begitu juga dengan yang lainnya.
"Begini kek. Jika kakek pernah mendengar kabar atau pernah berkunjung ke desa hongger, Kakek pasti tahu ada seorang wanita Yang menderita penyakit puluhan tahun lamanya. Sekarang wanita itu telah sembuh" Jawab Ye Shui membuat mereka langsung menatap keatas dan mengingat-ingat wanita tersebut.
"Ya, aku sudah sering ke sana" ucap Tabib dari kerajaan air.
"Ya. aku juga" ucap salah satu tabib muda dari kerajaan api.
Para bangsawan dan beberapa tetua pelindung kerajaan api dan beberapa jendral juga pernah mendengar kabar tersebut. Mereka mengira bahwa wanita itu pada akhirnya akan mati karena tidak ada tabib yang bisa menyembuhkan penyakitnya.
Diantara mereka semua, para Tabib lah yang paling tahu akan hal tersebut, terlebih tabib dari kerajaan air. Karena dia sudah sering kesana untuk memastikan penyakit wanita itu.
Jadi saat Ye Shui mengatakan bahwa wanita itu telah sembuh dia jelas tertegun, Siapa yang bisa menyembuhkan wanita tersebut? Yang jelas orang itu adalah tabib terbaik di wilayah timur tidak kemungkinan di seluruh benua kultivator.
Jendral Yuwen tersenyum mendengar penjelasan Ye Shu, dia sangat puas melihat Ye Shui membantunya. Bahkan dia berjanji dalam hatinya, jika Sang Raja sembuh maka dia akan memberikan jabatan kepada Ye Shui.
"Orang Yang telah Menyembuhkan wanita itu memang masih bocah ingusan dan juga dia tidak tahu tehnik pengobatan. Dia hanya membakar tubuh wanita itu dengan api dari telapak tangannya. Saya juga baru mendapat kabar bahwa orang itu menyembuhkan tiga ratus sekaligus hanya dengan membakar tubuhnya" ucap Ye Shui berapi-api karena mereka semua meremehkan tuannya.
Para tabib memuntahkan seteguk darah dari mulut mereka, penjelasan Ye Shui seakan membuat mereka mati berdiri. Mereka mengira bahwa yang menyembuhkan wanita itu adalah ketua Al kimia dari kekaisaran Jiang. Tapi ternyata bocah yang sudah merajuk dan telah pergi meninggalkan istana kerajaan.
"Permaisuri, Pangeran, serta para tetua, saya sudah mengatakan dari awal bahwa Tuan Muda Yang sedikit gila dan berbicara seenaknya. Tapi jika bukan karena Tuan Muda Yang, aku tidak yakin kerajaan ini bisa berdiri hingga saat ini"
"Apa maksudmu jendral?" tanya pangeran Shin Xeng dengan wajah kesal.
"Pangeran, orang Yang memusnahkan kelompok harimau gunung adalah dirinya, orang Yang memusnahkan Sekte mutiara merah adalah dirinya, orang yang menyegel kediaman tuan kota adalah dirinya, semua masalah yang ada di kerajaan api ini di selesaikan olehnya tanpa campur tangan kita. Tuan Muda Yang bersama saudara Ye shui lah yang menyelesaikan masalah itu. Bahkan kalian juga tidak tahu bahwa saudara Ye shui adalah putra kepala keluarga Kai" ucap Jendral Yuwen berapi-api dan pergi meninggalkan istana.
Mereka semua Yang menyaksikan penjelasan Jendral Yuwen tercengang. Dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Permaisuri, Pangeran, serta para tetua. Tuan Muda Yang Akan melanjutkan perjalanan menuju semenanjung Lei Zhu untuk membebaskan Jendral Pilar selatan dari tangan kelompok bajak laut" sambil membungkuk hormat lalu meninggalkan istana kerajaan.
🙏🙏🙏
Ambil mangkok, tuangkan gula kedalamnya lalu kasih kopi bubuk tuangkan air panas kemudian aduk hingga merata. Selamat ngopi hahahaha.
__ADS_1