KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
122. Kota Hai Shi pulau sihai.


__ADS_3

Penjara bawah tanah.


Yang Xuan dan putri Hai Rong duduk di pojok ruangan yang berbeda. Putri Hai Rong sepertinya menjaga jarak dengan Yang Xuan. Gadis itu sangat menyesal telah mengikuti permintaan Yang Xuan. Dia menatap Yang Xuan sambil mendengus kesal awalnya dia kagum melihat Yang Xuan tapi setelah mereka di penjara kekaguman itu langsung memudar. Nyatanya Yang Xuan tidak bisa diandalkan.


"Hei, apa yang harus kita lakukan, apakah kamu mempunyai ide."


Putri Hai Rong meneteskan air mata karena merasakan tekanan demi tekanan bermunculan secara bertubi-tubi. Dia tidak tahu bagaimana nasib ayahnya dan seluruh keluarga Qian akibat gejolak yang terjadi, dia bahkan tidak memikirkan nasib kerajaan air untuk saat ini.


Melihat itu, Yang Xuan menjadi merasa bersalah ternyata kedewasaan seseorang tidak menjamin bisa menghadapi masalah dengan tenang. Yang Xuan mendekat kearah Putri Hai Rong lalu merangkul pundaknya." Menangislah, air matamu pantas kau tumpahkan untuk menghadapai masalah ini," Yang Xuan berbicara tanpa ekspresi.


Putri Hai Rong menangis sesunggukan tanpa suara, air matanya terus mengalir, tubuhnya bergetar. Gadis itu menangis sampai kelelahan hingga ketiduran di pangkuan Yang Xuan.


"Ternyata lelah itu ada saatnya ketika usaha mengkhianati hasil." gumam Yang Xuan tertawa pahit. Dia mengamati wajah putri Hai Rong di pangkuannya yang tertidur dengan damai dan sesekali mata indah gadis itu mengeluarkan air bening.


Wajah Yang Xuan menunjukkan kemarahan yang hebat ketika ia mengingat kejatuhan kekuasaannya pada kehidupan pertamanya. Situasi seperti inilah yang paling dia benci akibat keserakahan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Anak-anak generasi muda harus ikut menanggung beban berat dipundaknya, seorang putri mahkota bahkan tidak berdaya lalu bagaimana dengan nasib rakyat jelata. Padahal kekacauan yang sesungguhnya bahkan belum di mulai.


Yang Xuan sudah tahu sebuah kekuatan besar tidak muncul begitu saja, pasti ada kekuatan besar lainnya yang akan muncul untuk merusak keseimbangan alam.


"Apakah langit benar-benar mempermainkan isinya."


Saat memikirkan hal itu amarah Yang Xuan benar-benar bergejolak, tiba-tiba ia merasakan gejolak di dalam tubuhnya," Gawat, sepertinya aku akan naik tingkat." gumam Yang Xuan lalu menyegel ruangan itu dengan segel ilusi tingkat tinggi. Kemudian mengeluarkan meja giok dari cincin penyimpanannya dan membaringkan tubuh putri Hai Rong diatasnya, setelah itu ia menghilang kedalam cincin penyegel benua.


Yang Xuan langsung duduk lotus sambil mengedarkan kultivasi dewa kuno, tiba-tiba kekuatan besar keluar dari tubuhnya menyapu seluruh cincin penyegel benua. Ia langsung mengeluarkan beberapa batu spritual dan kristal langit untuk memperbaiki pondasi kultivasinya.


"Tingkat prajurit surgawi bintang delapan," gumam Yang Xuan tersenyum senang. Itu artinya sama dengan tingkat prajurit surgawi tahap puncak. Ia juga sudah lama menantikan hal tersebut jika memasuki pagoda api maka ia akan menembus tingkat jendral surgawi tahap awal.


Setelah berkultivasi selama beberapa jam didalam cincin penyegel benua Yang Xuan membuka matanya dan langsung menghilang dari tempatnya lalu muncul didalam penjara. Ia melihat Putri Hai Rong masih tertidur dengan lelap, perbedaan waktu yang begitu signifikan antara cincin penyegel benua dan dunia luar membuat waktu di dunia luar hanya berlalu beberapa detik saja.


Yang Xuan langsung memindai seluruh tempat itu dengan mata emas dan melihat sekitar tiga puluh kultivator berjaga di tempat itu kemudian membuka segel yang dipasang sebelumnya. Yang Xuan diam-diam mematikan segel dan formasi di ruangan itu tanpa diketahui para penjaga karena Yang Xuan menjalankan aksinya di balik segel ilusi. Lagi pula para penjaga itu sibuk menikmati arak.


Yang Xuan mengibaskan tangannya membuat seluruh penjaga di ruangan itu satu persatu berjatuhan ketanah dan kehilangan nyawa.


Para tahanan yang ada di ruangan Yang berbeda menatap para penjaga dengan heran mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan tahanan tersebut akan tetapi detik berikutnya mata mereka terbelalak melihat kerangkeng besi yang sangat tebal dan kuat meleleh begitu saja ketika tangan Yang Xuan menyentuhnya.


Yang Xuan memegang satu persatu kerangkeng besi tersebut lalu mengeluarkan api abadi dari tangannya membuat kerangkeng besi tersebut meleleh satu persatu. Yang Xuan berjalan menuju pintu besi yang mengeluarkan aura kematian tersebut lalu menghancurkannya. Ia melihat altar perak mengambang di ruangan itu lalu kembali memindai ruangan itu dan tidak menemukan apapun. Yang Xuan mengambil altar perak tersebut lalu memasukkannya kedalam cincin penyegel benua.

__ADS_1


Yang Xuan juga heran kenapa altar iblis terus bertambah padahal awalnya di mengetahui altar iblis hanya beberapa buah saja di wilayah timur. Yang Xuan menjadi yakin bahwa altar tersebut hanyalah sebagai pengalihan.


"Paman-paman, Apakah ada di antara kalian kepala keluarga Kai atau Zhan Sheng." Yang Xuan bertanya sambil mengedarkan pandangannya keseluruh sudut penjara bawah tanah tersebut.


Tiba-tiba dari pojok ruangan seorang pria paruh baya dengan jenggot putih menjuntai kebawah mengangkat tangannya." Saya kepala keluarga kai,Tuan." jawab pria paruh baya tersebut.


Yang Xuan berjalan santai menuju pojok ruangan. sambil memperhatikan semua tahanan yang duduk di kursi masing-masing dan lengkap dengan mejanya. Yang Xuan yakin mereka telah di jadikan sebagai boneka pemerintahan. Yang Xuan menjadi mengerti orang-orang Yang dijadikan tumbal pengorbanan rata-rata orang awam dan prajurit kerajaan atau yang berasal dari wilayah lain.


Yang Xuan mengeluarkan pria paruh baya itu dari dalam kerangkeng lalu memberikan pil pemulihan sambil memberikan kepada wanita paruh baya yang ada di kerangkeng yang sama dengan pria paruh baya tersebut. Yang Xuan juga membebaskan semua tahanan dan menyuruh mereka memulihkan diri.


"Silahkan pulihkan diri kalian masing-masing, setelah itu bunuh orang yang berkhianat kepada Qian Fan sebanyak yang kalian bisa."


"Baik Tuan Muda, terimakasih sudah membebaskan kami." ucap mereka satu persatu karena melihat Yang Xuan memakai pakaian mewah.


Yang Xuan hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap wanita paruh baya yang duduk di samping kepala keluarga kai. Ia melihat wanita itu sangat mirip dengan Putri Shui. Yang Xuan tidak menyangka istri Zhan sheng secantik itu." Pantas saja Putri Shui begitu cantik," gumam Yang Xuan sambil menggelengkan kepala.


"Ada apa Tuan Muda," Zhan Sheng salah tingkah ketika melihat Yang Xuan memperhatikan istrinya.


"Aaahh... Tidak apa-apa paman, ternyata istri anda sangat cantik dan persis seperti putri anda." jawab Yang Xuan singkat.


Yang Xuan hanya nyegir menjawab ucapan istri Zhan Sheng tersebut.


"Apakah Tuan Muda pernah bertemu dengan putri kami? Apakah putri kami masih hidup? Apakah dia baik-baik saja?" rentetan pertanyaan terus dilontarkan oleh Zhan Sheng kepada Yang Xuan.


"Ibuku menjadikan putri anda sebagai muridnya, aku tidak sengaja bertemu dengan putri anda lalu mengirimnya kekaisaran Jiang. Paman, bibi, pergilah kekota Teng Chong, saat ini paman Kai Feng membangun pelabuhan besar di sana. Kudengar paman Dou Sheng dan paman Huang Qin juga membuka kuil di kerajaan api, temui mereka di sana karena mereka sangat merindukan paman." jelas Yang Xuan.


Wajah Zhan Sheng dan istrinya di penuhi keterkejutan mereka menggelengkan kepala saat mendengar semua bualan Yang Xuan akan tetapi mereka tidak berani membantahnya. Zhan Sheng akhirnya menceritakan semua informasi yang berkaitan dengan klan kai. Yang Xuan juga mendengarkan dengan seksama dari cerita Zhan Sheng ia dapat menyimpulkan bahwa leluhur kai kemungkinan masih hidup. Yang Xuan juga dapat menyimpulkan kehancuran klan kai bersumber dari paman Zhan Sheng.


Saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba Putri Hai Rong terbangun dengan mulut terbuka lebar, gadis itu terbangun karena suara-suara ledakan yang begitu keras mengganggu mimpi indahnya, gadis itu mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan dan tidak menemukan satu tahanan dipenjara tersebut. Putri Hai Rong kaget ketika melihat semua kerangkeng besi sudah hancur, Dia juga kaget ternyata tertidur di atas meja giok.


"Sial... " umpatnya kesal. Tadinya gadis itu bermimpi berada di pangkuan Yang Xuan, mereka berdua melayang di atas awan diantara bintang-bintang yang bertaburan dan diterangi oleh cahaya rembulan.


"Apakah istirahatmu terganggu?"


Yang Xuan bertanya dan memperhatikan wajah Putri Hai Rong yang sedikit malu-malu, ia menggelengkan kepala karena menurutnya wanita adalah mahluk yang penuh dengan misteri bahkan hutan misterius tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sifat seseorang wanita.

__ADS_1


"Paman, bibi, ayo kita tinggalkan tempat ini, aku tidak yakin para tahanan itu bisa menghadapai aliansi tuan kota, keluarga Shen bukanlah keluarga yang dapat disinggung dengan mudah." ucap Yang Xuan sambil melangkahkan kakinya lalu merangkul pundak Putri Hai Rong. Membuat sepasang suami istri di belakang mereka menggelengkan kepala, sepasang suami istri itu tersenyum saling bertatapan.


Berbeda dengan Putri Hai Rong benaknya masih dipenuhi pertanyaan karena penasaran siapa yang telah membebaskan mereka. Dia bertanya kepada Yang Xuan akan tetapi Yang Xuan mengatakan bahwa yang membebaskan mereka adalah seorang pria tua.


Saat mereka tiba dipermukaan, kediaman tuan kota sudah berubah menjadi reruntuhan ratusan tahanan tersebut sudah terdesak banyak diantara mereka yang terluka parah. Yang Xuan membagikan pil penyembuhan setelah itu menyuruh mereka kembali bergabung kedalam pertempuran.


"Darimana dia mendapatkan pil sebanyak itu?" gumam Putri Hai Rong bertanya-tanya. Apalagi setelah melihat Yang Xuan membagikan senjata yang berbeda-beda.


Yang Xuan membagi-bagikan senjata tingkat legenda kepada para tahanan tersebut membuat kekuatan mereka meningkat drastis, kemudian ia melemparkan tombak tingkat langit kepada Zhan Sheng dan memberikan cambuk halilintar kepada istri Zhan Sheng dan menyuruh sepasang suami istri itu membunuh tuan kota Hai Shi yaitu Shen Ju dan tuan kota Cheng Hai.


"Apakah kamu ingin membunuh Wei Xuhan." Yang Xuan bertanya pada Putri Hai Rong.


Putri Hai Rong menganggukkan kepalanya, gadis itu terlihat sangat bersemangat ketika melihat aliansi tuan kota Hai Shi Mulai terdesak secara perlahan.


Yang Xuan melemparkan sebilah pedang lembut yaitu pedang naga air tingkat langit pada Putri Hai Rong." Pedang itu mampu membunuh Wei Xuhan walau kekuatanmu jauh lebih lemah," Ucap Yang Xuan. Dia juga menjelaskan tentang pedang tersebut agar putri Hai Rong mampu mengendalikannya.


Setelah beberapa jam pertempuran berlangsung, aliansi tuan kota Hai Shi terdesak hebat ratusan senjata tingkat tinggi bukanlah hal mudah untuk di hadapi walaupun kalah jumlah akan tetapi semangat para tahanan terus berkobar. Apalagi Yang Xuan terus memberikan mereka berbagai pil, memang kekuatan mereka sedikit lebih Lemah akan tetapi mereka sudah kenyang bertarung karena para tahanan itu sudah berusia di atas ratusan tahun. Lagi pula berkat senjata pemberian Yang Xuan dan formasi mereka yang terus terkendali membuat aliansi tuan kota Hai Shi satu persatu terbunuh.


Hanya saja aliansi tuan kota Hai Shi terus bermunculan entah dari mana membuat pertempuran itu terus berlanjut. akan tetapi kelompok para tahanan juga ada sedikit bantuan.


Ledakan-ledakan keras terus bersahut-sahutan membuat penduduk kota bermunculan. ada sebagian yang menonton ada juga yang membantu.


"Arrghh..! kalian semua harus mati." teriak Shen Ju sangat marah ketika melihat putranya Wei Xuhan telah mati, pedang naga air tertancap di kepala Wei Xuhan.


Bahkan sudah kehilangan konsentrasi Shen Ju masih bisa memberikan perlawanan dan bahkan berhasil menekan Zhan Sheng. memang itu wajar karena kekutan Shen Ju satu tingkat diatasnya.


Yang Xuan menyuruh dua orang tahanan untuk membantu Zhan Sheng dan istrinya. Ia bisa melihat sepasang suami istri tersebut tidak sanggup melawan tuan kota Hai Shi dan tuan kota Cheng Hai.


Dalam waktu singkat setelah dua orang tahanan bergabung kedua tuan kota tersebut terlempar jauh lalu menabrak dinding bangunan.


"Maafkan kami tetua, tapi kami juga ingin dapat bagian karena keparat itu sudah membunuh istriku." ucap salah satu tahanan dengan amarah yang meledak-ledak.


"Tidak apa-apa tetua, jika kalian tidak membantu belum tentu kami sanggup mengalahkan mereka." Zhan Sheng menjawab dengan nafas terputus-putus.


Akhirnya mereka sepakat berbagi tugas, Zhan Sheng dan istrinya membunuh tuan kota Cheng Hai dan dua tahanan lainnya akan membunuh Shen Ju.

__ADS_1


__ADS_2