KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
99. Mengunjungi kediaman Hong Fu


__ADS_3

Yang Xuan tiba di sekte golok api dan langsung menerobos array perlindungan tanpa terdeteksi siapapun, tiba-tiba dia muncul di lapangan pelatihan seni bela diri mengagetkan semua penghuni sekte tersebut. Sebelum mereka sempat bereaksi, Yang Xuan mengeluarkan aura pertarungan membuat semua penghuni sekte itu langsung membeku di tempat.


"Hentikan.... " Seorang lelaki tua berteriak keras.


"Siapa kamu ..? Berani sekali kau menindas murid-murid ku" Sambil melambaikan tangannya, menyuruh murid-murid nya untuk menjauh.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu orang tua, serahkan Golok api pembunuh Dewa kepadaku serta sumber daya tingkat menengah hingga tingkat tinggi sebagi kompensasi atas kejahatan kalian" sambil melemparkan Jasad Xie Lan kehadapan lelaki tua tersebut.


"Ti... tidak mungkin. Apa yang yang terjadi dengan patriark Xia Lan?" Meneteskan air mata sambil menyuruh murid-murid nya untuk membawa jasad Xie Lan kedalam sekte.


"Akulah yang membunuhnya serta patriark sekte giok merah dan Nan Shang, dan target selanjutnya adalah Hong Fu. Apakah kamu sudah tahu apa maksudku...?" sambil mengeluarkan aura pertarungan membuat lelaki tua itu menelan ludah.


"Ti.... tingkat surgawi" tergagap dan langsung berlari menuju ruang harta.


"Sial... Mimpi apa aku barusan. Kenapa sekte ini tiba-tiba di datangi monster" mengumpat didalam hatinya sambil terus melangkah menuju ruang bawah tanah.


Setelah lelaki tua itu pergi Yang Xuan mengumpulkan para penghuni sekte itu tanpa terkecuali dan menjelaskan semua tentang kejahatan yang di lakukan oleh Hong Zhun. Memberikan arahan kepada mereka supaya memihak kepada pangeran Shung Xeng.


Para murid yang berkumpul itu menatap Yang Xuan dengan tatapan tajam seakan mereka ingin memakannya karena seenaknya menindas mereka lalu menceramahi nya. Ada yang kesal ada yang melotot ada juga yang mengepalkan tinju nya. Saat asyik berbicara tiba-tiba Tetua agung sekte itu sudah muncul kembali dengan nafas memburu.


"Tuan... "Sambil menyerahkan cincin penyimpanan.


Yang Xuan menerimanya dan langsung menyimpannya.


"Apakah tuan tidak ingin memeriksanya" Lelaki tua itu keheranan bahkan pemuda didepannya hanya sekilas melihat apa yang dia berikan.


"Tidak perlu, karena aku yakin anda tidak akan berani berbohong kepadaku" menatap tajam.


Lelaki tua itu hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya.


"Kalau begitu silahkan lanjutkan pekerjaan kalian" aku akan beristirahat sebentar" sambil menepuk pundak lelaki tua itu dan berjalan kearah sebatang pohon sisik naga perak.


*****


Menjelang malam Yang Xuan meninggalkan sekte golok api setelah mengambil pohon sisik naga perak tersebut dan memindahkannya kedalam cincin penyegel benua. Dia langsung menghilang dari sana dan meleset dengan kecepatan tinggi menuju Kota Hong Li.


Setengah jam kemudian dia sudah tiba di kota Hong Li dan langsung menerobos array perlindungan.


Getaran array perlindungan kota Hong Li membuat para Jendral dan komandan panik. Sudah puluhan tahun tidak ada kultivator yang berani menerobos array perlindungan kota tersebut, tidak membutuhkan waktu lama puluhan tetua pelindung kerajaan dan tiga jendral kerajaan muncul di atas langit.


"Mereka melihat kilatan cahaya emas melintas di atas istana meleset dengan kecepatan tinggi menuju utara kota, membuat mereka hanya menggelengkan kepalanya setelah merasakan rembesan aura yang dilepaskan oleh Yang Xuan.


Tiba-tiba Yang Xuan berhenti di atas langit kediaman Hong Fu, Setelah mengamati kediaman tersebut dia diam-diam menyegelnya. Dia turun secara perlahan dan mendarat di atap bangunan, baru saja kakinya menginjak atap bangunan, seseorang telah muncul untuk menyambutnya.


Hong Fu menyeringai dan tersenyum sombong. Tentu dengan kekuatannya dia bisa sombong di kerajaan api, apalagi pencuri kecil seperti Yang Xuan yang diam-diam masuk kerumahnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

__ADS_1


"Paman Fu, bagaiman kabar anda hari ini?"


"Kucing kecil. Apakah kamu tidak salah tempat? Kebetulan di kediamanku tidak ada ikan yang tersisa" Hong Fu diam-diam mengukur kekuatan Yang Xuan.


"Tidak paman, Aku sengaja ingin mengintip mu. Hahaha... "


Yang Xuan hanya nyegir dan bingung harus menjawab seperti apa... Dia juga malu karena terlalu ceroboh, sehingga ketahuan pemilik rumah terlebih dahulu sebelum ia beraksi.


"Hanya tahap grand master kau berani mengunjungi kediamanku. Apa kau tidak sadar batasan mu? Nak pulanglah, perjalananmu masih panjang. Sungguh sangat disayangkan jika kau mati sia-sia" sambil melambaikan tangannya mengusir Yang Xuan.


Di kerajaan api Hong Fu dikenal pembunuh berdarah dingin, dia sangat kejam kepada siapapun dan dia suka menyiksa para bangsawan dan saudagar kaya dengan menggunakan Hong Zhun sebagai kambing hitam.


"Pak tua, seharusnya kau tidak usah menggangguku, aku tidak ingin tulang keropos mu itu menjadi hancur hanya dengan sekali tamparan. Aku hanya bermain petak umpet dan tidak sengaja mampir disini."


"Hahaha.... kucing kecil nyali mu besar juga, tapi kamu sudah keterlaluan sekarang. Atas nama kerajaan api aku akan menghukum mu"


"Oh... Silahkan... Ayo kemari lah, kebetulan sekali aku ingin bermain denganmu"menendang ke udara beberapa kali dan mengacungkan tinjunya.


"Kucing kecil, Apakah kau terlalu berani atau memang sombong, tidakkah kau sadar batas kemampuanmu" mendengus dan langsung mengeluarkan aura pembunuh.


"Aku tidak tahu, yang jelas jika kau bisa menangkap ku aku akan memberikan hadiah kepadamu. Hahahah...Nih lihat" Sambil meludah ke atap bangunan.


"Kucing kecil, kau mau ingin mati, bersiaplah" teriak Hong Fu marah. Akan tetapi wajah nya berubah setelah Yang Xuan tidak terpengaruh aura pembunuh Yang dia keluarkan.


Hong Fu menghilang dari tempatnya dan muncul di atas langit, Dia tidak peduli lagi pemuda belia didepannya sudah sangat keterlaluan.


"Bajingan" Teriak Hong Fu sangat marah. Dia langsung menciptakan sebuah tombak dengan energi Qi, tombak itu pun secara perlahan membesar dan memanjang,


"Tombak pelahap iblis" teriak Hong Fu.


Wush.....


Serangan tombak itupun turun menuju Yang Xuan yang masih berdiri di atap bangunan,


Anak buah Hong Fu tahu betapa mengerikannya energi serangan tombak tersebut, mereka langsung menjauh dari kediaman Hong Fu setelah mendengar keributan lalu menyaksikannya dari kejauhan.


Tapi saat mereka melihat pemuda yang sedang menggaruk-garuk kepalanya itu membuat mereka tercengang dan tidak percaya, seakan pemuda itu tidak peduli serangan dari seorang kultivator tahap bumi ahir.


Tombak raksasa itu meleset ke arah Yang Xuan lalu saat tombak itu mendekat Yang Xuan menggerakkan tangannya, dan tombak raksasa itupun menghilang kedalam kehampaan.


"Aah.... " teriak Yang Xuan dengan keras, sambil mengendalikan angin disekitarnya untuk mengalihkan perhatian.


Setelah dirasa cukup Ia langsung melemparkan nya kearah Hong Fu. dengan kecepatan tiga kali lipat dari tombak yang dilemparkan oleh Hong Fu.


"Gawat" sambil mematung dan tercengang.

__ADS_1


Tapi saat dia tersadar tombak yang dia lemparkan, Dia tidak tahu kemana menghilang, sekarang malah angin kekacauan yang semakin mendekat ke arahnya. Dia hanya bisa menahan serangan balasan Yang Xuan tanpa bisa membalasnya.


Boom...


Setelah terkena serangan, Hong Fu terpental kebelakang hingga tergulung-gulung oleh angin kekacauan dan terlempar kesebuah toko pakaian wanita. Semua penghuni toko berteriak kaget kemudian tertawa terbahak-bahak karena ketiban lelaki yang nyaris telanjang. Langsung saja Hong Fu kembali di gebuki, membuat dia lari terseok-seok dari amukan macan betina tersebut sembari memuntahkan darah beberapa kali lalu dia pingsan.


Semua penghuni toko itu kembali tertawa terbahak-bahak, kapan lagi memukuli orang paling kejam di kerajaan mereka.


Tapi setelah Hong Fu pingsan, mereka saling senggol, dan bertanya dalam hati masing-masing. Siapa yang berani menghukum lelaki paling kejam di kerajaan api tersebut, saat memikirkan itu mereka mulai takut, jika lelaki tua itu sadar, habis sudah... Pasti mereka akan terlibat, itulah yang mereka pikirkan.


Saat mereka saling menyalahkan satu dengan yang lainnya, tiba-tiba seorang gadis cantik muncul setelah menerobos kerumunan tersebut.


"Apa yang terjadi? Siapa yang berani membuat keributan di kota ini?" tanya gadis tersebut sambil mengedarkan pandangannya kesemua orang. Lalu matanya berhenti kepada lelaki yang tergeletak tersebut dan langsung memeriksanya.


"Eh... Aah... Paman Fu. Apa yang terjadi? Siapa yang berani melukai anda?" panik dan meminta tolong kepada orang disekitarnya.


"Putri Shu... Sebaiknya anda yang pergi meminta bantuan, kami akan menunggu disini" celetuk salah satu penjaga toko, karena bagaimanapun dia juga mengalami kerugian.


"Baiklah. Kalian tolong tunggu disini, aku akan segera kembali" jawab putri Shu Jie. Dia berdiri dan ingin berlari menuju istana, tiba-tiba matanya melebar.


"Hei... Kamu" sambil menunjuk-nunjuk Yang Xuan.


"Ada apa dengan kamu, Ha...? sambil meraih jari gadis itu dan memasukannya kedalam lobang hidungnya.


"Aahh.... Dasar kurang ajar" sambil berusaha melepaskan tangannya.


"Hahaha... mangkanya jangan sembarang menunjuk-nunjuk orang, itu masih termasuk kategori hukuman ringan. Seharusnya jarimu sudah bisa aku patahkan baru seimbang" sambil menyeringai menunjukkan gigi putih yang mengkilap.


"Ka... kamu berani? apakah kamu tidak tahu siapa aku? Apakah kami tidak takut di hukum mati?" dengan wajah memerah dan nafas tersengal-sengal.


"Putri Shu Jie... putri yang malang. Hahahha... Ayahmu bahkan sudah sekarat, sebentar lagi akan mati. Jadi kenapa aku harus takut dengan orang yang hampir mati? seringai jahat muncul di bibirnya.


"Ka .... kamu. Kamu berani menghina Yang Mulia Raja. Kamu pantas mendapatkan hukuman mati" dengan wajah bagai singa betina siap menerkam mangsanya.


"Hei gadis jelek. Ayahmu lah yang hampir mati, seharusnya kau merawatnya dan bukan melakukan pekerjaan yang tidak perlu, jadi sekarang kau akan mendapat hukuman dariku." sambil menampar panthat gadis itu hingga beberapa kali.


"Aah... dasar gila, bajingan" sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Wajah gadis itu seketika memerah menahan malu, jika dia menemukan lobang semut, dia akan memasukan kepalanya kesana. Sebagai putri kerajaan dia tidak pernah di permalukan seperti itu, Dia bahkan sudah menangis. Giginya saling beradu seakan ingin memakan Yang Xuan hidup-hidup.


Orang-orang yang menyaksikan tingkah dan keberanian Yang Xuan menahan tawa sambil memegang perut dan menutup mulut mereka. Berani mengganggu putri Shu Jie dan mempermalukannya serta mengatakan kata-kata yang tidak pantas untuk Raja mereka bukankah sama saja dengan bunuh diri.


"Diam... " teriak mereka berdua secara bersamaan. membuat orang-orang kembali tertawa terbahak-bahak.


Wajah putri Shu Jie memerah karena marah, malu dan kesal bercampur menjadi satu. sambil melotot kearah Yang Xuan.

__ADS_1


"Hmm.... Apakah kamu kenal pria gila itu" sambil menunjuk Hong Fu yang belum sadarkan diri dan juga melotot kearah putri Shu Jie.


Aksi saling melotot pun terjadi dan hampir saja hidung mereka bertabrakan, Yang Xuan mencari kesempatan dan mencium gadis itu, kemudian dia mengangkat tubuh Hong Fu dan meleset ke udara. Lalu menghilang di kegelapan malam meninggalkan tawa keras. membuat gadis itu berteriak dengan kesal sembari mengumpat serapah.


__ADS_2