KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
108. Legenda formasi kubah api


__ADS_3

"Aku mengundang kalian kesini hanya untuk mengingatkan bahwa kalian tidak boleh mengambil alih kerajaan ini dan bukan untuk bertarung karena bagaimanapun kalian bukanlah tandingan ku. Salahkan tuan muda kalian karena bertindak seenaknya di wilayah orang," ucap Yang Xuan setelah membunuh tetua yang tiba-tiba menyerangnya.


Yang Xuan juga tidak menyangka keluarga Li setara dengan sekte besar bahkan lebih, karena bagaimanapun pasti masih ada yang tinggal di klan mereka. Yang ada di hadapannya saja sudah hampir tujuh puluh tetua. Dia tidak tahu apa itu semua dari keluarga Li atau bukan.


"Badjingan.... Kau pikir sehebat apa dirimu hingga seenaknya membunuh orang tanpa rasa bersalah, sekarang serahkan nyawamu karena telah berani mengusik keluarga Li. Ingat... kau tidak berhak mengatur keluarga Li" Bentak kepala keluarga Li akan tetapi ada rasa takut di hatinya karena bagaimanapun tetua yang baru saja tewas tersebut sudah tingkat bumi ahir.


Dia sudah berusaha mengukur kekuatan Yang Xuan akan tetapi dia tidak bisa mendeteksinya sehingga rasa takut mulai menghampirinya. dia berpikir Yang Xuan bukanlah bocah kecil akan tetapi sorang monster tua yang berhasil memanipulasi wajahnya.


"Aku sudah memberi kesempatan terakhir, jadi jangan salahkan keluargaku ataupun keturunanku kelak jika hari ini aku mengambil paksa nyawa kalian. Aku sudah memberi tamparan lembut akan tetapi kalian lebih memilih tamparan keras"


"Kami tidak takut siapa di belakangmu, nyawa dibayar nyawa itulah hukumnya" jawab salah satu tetua diantara mereka.


Kepala keluarga Li mengirim suara telepati kepada kelompoknya supaya jangan terlalu gegabah, Dia takut masih ada kelompok Yang Xuan yang sedang bersembunyi didalam kota Hunan.


Suasana semakin panas ketika Yang Xuan membunuh salah satu diantara mereka, awalnya warga kota Hunan menganggap Yang Xuan telah gila, akan tetapi setelah membunuh kultivator tingkat bumi pemuda kota yang sebelumnya mengatakan Yang Xuan telah gila lansung tercengang.


Berbeda dengan Tuan Kota Hunan, dia yang melihat ratusan orang dari keluarga Li membuatnya pucat pasi dan ketakutan, dia bersembunyi di antara orang-orang yang ikut menyaksikan perdebatan tersebut dari dalam array perlindungan kota. Bukan hanya dia akan tetapi semua orang penasaran bagaimana Yang Xuan akan menyelesaikan masalah itu.


Tuan Kota berpikir keras jika Yang Xuan tidak bisa menghadapi amarah dari keluarga Li, dipastikan kota hunan akan menjadi reruntuhan. Akan tetapi setelah dia melihat ketenangan pemuda itu, dia yakin Yang Xuan bukanlah pemuda gila seperti apa yang di ucapkan oleh putranya.


"Oh... satu lagi, jangan libatkan kota Hunan dengan masalah ini, karena aku baru saja tiba di wilayah ini dari barat laut. Tuan Kota ini tidak akan berani mengusik keluarga Li yang terhormat itu, aku hanya singgah sementara disini untuk beristirahat akan tetapi aku tidak menyangka Tuan Muda kalian berani mengusikku sehingga dia tewas mengenaskan karena kebodohannya sendiri" Kata Yang Xuan dengan tenang dan tidak ada rasa takut yang terlihat di wajahnya.


"Apakah benar seperti itu? Apakah kau tidak membual? Selama ini Tuan Muda kami tidak mempunyai kelakuan buruk seperti apa yang kau ucapkan dan juga, jangan seenaknya memfitnah orang lain" seorang tetua dengan jenggot panjang membuka suara untuk pertama kalinya.


"Ciih..... Seharusnya kalianlah yang lebih tahu seperti apa kelakuan Tuan Muda kalian daripada orang lain, bagiku dia tidak lebih dari serangga pengganggu"


"Kurang ajar.... serang" teriak kepala keluarga Li. Dia sangat marah karena Yang Xuan terus menyebut anaknya serangga.


"Baiklah, Karena kalian sudah memaksa aku tidak akan sungkan lagi..... bersiaplah" Ucap Yang Xuan sambil membuat segel tangan. Tiba-tiba formasi kubah api muncul dan mengurung mereka semua. Hawa panas secara perlahan memancar dari dinding formasi kubah api dan dari dinding formasi tersebut juga muncul pusaran-pusaran api.


Wajah semua orang yang ada di dalam formasi kubah api langsung berubah buruk, seumur hidup mereka belum pernah melihat formasi seperti itu.


"Tetua. Apakah ini formasi pembunuhan? Kenapa api itu lebih panas sepuluh kali lipat dari api biasa?" tanya salah satu murid elit setelah bersusah payah menyalurkan energi Qi keseluruh tubuhnya secara terus menerus.


Dia bertanya bukan tanpa alasan baru sekitar beberapa menit didalam formasi dia merasa tubuhnya sudah matang akibat di panggang pusaran-pusaran api tersebut. Jika itu terus berlanjut maka dia akan kehabisan energi Qi.


"Aku tidak tahu, tapi ini tidak akan menguntungkan buat kita semua. Sekarang kita dalam masalah besar" jawab tetua itu dengan wajah kesal akibat konsentrasinya terpecah. Dia harus membagi energi Qi untuk melindungi tubuhnya dan sebagian untuk mengantisipasi serangan.


Sementara itu didalam array perlindungan kota seorang tetua membelalakkan matanya dan memastikan apakah dia salah lihat atau bukan.


"Tetua... Apakah aku tidak salah lihat?" tanya salah satu tetua dari kota hunan sambil menggosok-gosok matanya berulang kali.


"Tidak tetua, itu adalah formasi kubah api dari zaman primordial, akan tetapi itu belum sempurna karena hanya dua jenis api yang baru keluar dari dinding formasi. Leluhur kami pernah bercerita jika itu sudah sempurna maka dari setiap dinding formasi kubah api akan keluar sepuluh api yang berbeda jenis dan ada beberapa warna"

__ADS_1


"Benar apa yang anda katakan tetua, tapi dari mana pemuda itu mempelajarinya, bukankah formasi itu dikatakan sudah menghilang ribuan tahun yang lalu"


"Kita juga sama-sama tidak tahu darimana asal pemuda itu, yang jelas legenda mengatakan siapapun pemilik formasi ini dia pasti akan berada dipuncak kultivasi, kita hanya bisa mengingatkan keturunan kita supaya jangan sampai menyinggungnya"


"Kita lihat saja, Apakah legenda itu benar atau bukan?"


"Benar apa yang anda katakan tetua"


Mereka berdua kembali memperhatikan kedalam pertarungan dengan serius, seakan mereka tidak ingin melewatkan sedetik pun. Mungkin di seluruh kota Hunan hanya mereka berdua yang tahu tentang cerita tersebut.


Formasi kubah api adalah formasi kedua setelah formasi cincin matahari. Jika Yang Xuan sudah memasuki sepuluh pagoda api maka formasi kubah api akan mengeluarkan sepuluh jenis api. Di zaman primordial saja, formasi kubah api adalah salah satu formasi paling ditakuti dari leluhur klan surya. Karena dari dinding formasi akan muncul sepuluh pusaran api yang akan menyerang siapa saja yang ada didalamnya dan setiap pusaran api akan mengeluarkan satu jenis senjata.


"Terimakasih, karena keluarga Li secara sukarela menjadi ajang latihan ku. Formasi ini belumlah sempurna karena baru saja aku menguasainya, kalian masih memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan diri jika kalian bisa menemukan dimana kelemahannya" ucap Yang Xuan sambil menjaga pilar formasi dan meletakkan beberapa batu spritual untuk menguatkan formasi. Jika hanya energi langit dan bumi tidak akan mampu untuk menahan serangan dari keluarga Li.


"Tetua, apa tidak sebaiknya kita menyerah saja" ucap salah satu murid elit dengan wajah pucat.


"Apa kau bilang? dasar sampah" teriak salah satu tetua sambil menghujamkan tombaknya kepada murid elit tersebut.


"Apa yang kalian lakukan? kita harus menyerang di satu titik yang sama, sekuat apapun formasi ini pasti akan hancur juga" ucap kepala keluarga Li sambil menggertakkan gigi. Dia melihat satu persatu murid elit dan tetua tingkat rendah tumbang begitu saja.


Wajah semua orang yang ada didalam formasi kubah api semakin lama semakin memucat, mereka terus menyerang dinding formasi sambil menimalisir aura panas yang terus menerus memancar dari dinding formasi kubah api. Alhasil enrgi Qi mereka cepat terkuras.


"Aku baru menguasai formasi ini masih banyak kekurangannya, seharusnya kalian yang memiliki elemen api bisa menemukan dimana kelemahan dari formasi ini. Siapa pun yang bisa keluar dari sini maka dia akan mendapatkan kesempatan untuk hidup" Ucap Yang Xuan tertawa keras dan terus mempelajari dimana kekuarangan formasi kubah api tersebut sambil menahan serangan dari keluarga Li.


Mendengar ucapan Yang Xuan, mereka terus berusaha menyerang dinding formasi kubah api secara terus menerus dengan berbagai jenis serangan akan tetapi semua usaha mereka serasa sia-sia. Padahal dari delapan puluh orang yang ada didalam formasi ada sekitar dua puluh orang yang memiliki elemen api. Hanya saja sejauh ini mereka belum bisa menemukan dimana kelemaham formasi tersebut.


"Aku akan mengakhiri permainan ini dan bersiaplah untuk bertemu penjaga gerbang neraka. Seharusnya kalian mempunyai formasi pertahanan bukan, apalagi kalian rata-rata memiliki elemen yang sama" Ucap Yang Xuan sambil mengendalikan pusaran api yang ada di dinding formasi.


Dari dinding formasi kubah api keluar ribuan panah api dan pisau api kemudian langsung menyerang seperti badai. Dalam beberapa kali serangan masih banyak yang bertahan, hanya saja semakin lama mereka terkurung kekuatan mereka akan semakin menurun.


"Arrgghh.... Darimana badjingan ini mempelajari formasi sialan ini...? gunakan formasi pertahanan dan buat perisai air " teriak kepala keluarga Li sambil mengatur formasi bertahan untuk menahan serangan panah badai api dan pisau badai api"


Satu persatu mereka mulai tumbang karena serangan badai panah api dan badai pisau api semakin ganas, dan tidak pernah berhenti.


Yang Xuan melihat wajah-wajah mereka memerah karena kehabisan energi Qi, mereka begitu tersiksa karena serangan dari luar perisai air sudah seperti angin tornado. dentingan seperti besi terdengar nyaring ketika badai panah api serta badai pisau api bertabrakan dengan perisai air. walaupun begitu keluarga Li masih mencoba bertahan.


Yang Xuan menggertakkan gigi ketika melihat perisai air sudah sekeras baja, sehingga dia meningkatkan serangannya menjadi tiga kali lipat kemudian dia menutup matanya sambil mendengar jeritan kematian setiap detiknya.


Hanya dalam waktu singkat formasi pertanahan keluarga Li menjadi berantakan karena jumlah mereka semakin berkurang. Setelah Yang Xuan meningkatkan serangannya kepala keluarga Li besama kelompoknya tumbang dan tewas dengan mengenaskan. Seketika tempat itu menjadi hening, Yang Xuan membuka matanya sambil mengeluarkan Baihu dari cincin penyegel benua untuk membersihkan tempat itu.


"Untuk mencapai tujuan maka harus ada yang di korbankan, benar apa kata paman Dou Sheng" gumam Yang Xuan sambil menghilangkan formasi tersebut.


Setelah pertempuran selesai Yang Xuan Langsung memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, wajahnya juga memucat karena terlalu memaksakan diri untuk mengendalikan Formasi kubah api itu seorang diri. Efek serangan dari keluarga Li yang terus menerus memaksa untuk menghancurkan dinding kubah api membuatnya terluka.

__ADS_1


"Sial... Kekuatanku belum mampu mengendalikan formasi terkutuk itu" gumam Yang Xuan sambil tersenyum pahit lalu menghilang kedalam cincin penyegel benua.


*****


"Arrgh... " Ledakan aura kematian disertai teriakan keras memenuhi wilayah pusat klan Li seiring dengan kemunculan cahaya ungu kehitaman meleset dari tempat terlarang klan menuju aula klan.


"Li Zhun Hua.... Hentikan..... " suara memekik seperti elang terdengar nyaring disertai cahaya merah darah keluar dari sebuah bangunan menuju Aula klan.


"Apakah kau semakin tua semakin bodoh...?" bentak seorang wanita ketika dia tiba di depan Li Zhun Hua.


Dia sangat marah ketika melihat ratusan anggota klan tergeletak dimana-mana dan terluka parah. Aura kematian tingkat ilahi menyapu seluruh klan Li membuat seluruh penghuninya tersiksa.


"Ah... Maafkan aku istriku, aku tidak bisa mengontrol emosiku" jawab Li Zhun Hua tertawa seperti dia merasa tidak bersalah atas perbuatannya.


Li Zhun Hua hanya bisa tertawa melihat kemarahan istrinya, dia tidak sengaja mengeluarkan auranya ketika melihat lencana keturunannya banyak yang retak dan hancur.


"Yan Shan kumpulkan semua tetua yang tersisa" perintah Li Zhun Hua. sambil menatap tajam.


"Baik leluhur" jawab Yan Shan ketakutan ketika melihat mata leluhurnya sudah berubah menjadi merah darah.


Setelah menunggu beberapa saat semua yang tersisa telah tiba di aula klan. Mereka menatap leluhur Li Zhun dengan wajah memucat ketika mata merah darah itu mengeluarkan cahaya.


Li Zhun mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru aula dengan kemarahan yang sudan menyala bahkan kepalanya sampai mengeluarkan asap putih sambil berkata" Hanya kalian Yang tersisa dari tujuh puluh kursi tetua tingkat tinggi yang tersedia"


"Benar leluhur, masih ada tiga orang lagi untuk menyelidiki masalah ini, dan kami belum mendapat informasi siapa yang telah di singgung oleh tuan muda" jawab Yan Shan tegas.


"Dasar tidak berguna, keturunan terkutuk. Hanya menunggu waktu sedikit lagi, Apa kerjaan kalian selama ini hingga seratus tetua terbunuh? aku heran apakah mereka punya otak atau tidak? Aku sudah sering mengingatkan bahwa kita berada di wilayah timur dan bukan di wilayah selatan"


Li Zhun sangat marah sekarang, dia sudah berkultivasi selama puluhan tahun untuk menembus tingkat surgawi karena dia berambisi untuk menguasai seluruh wilayah timur seperti di tanah kelahirannya.


"Tutup semua misi, tarik semua anggota klan yang menjalankan misi, perketat penjagaan. Tidak perlu menyelidiki siapa yang membunuh mereka dan sampah seperti mereka layak mendapatkannya. Apakah kalian pikir ini wilayah selatan? wilayah timur ini menyimpan begitu banyak kekuatan dan misteri, lain kali jangan menyinggung orang lain seenaknya walau itu bocah sekalipun" perintah Li Zhun dan menghilang dari sana.


Para tetua yang tersisa hanya bisa menahan nafas melihat kemarahan leluhur Li Zhun, mereka sudah menduga akan hal tersebut akan tetapi seratus orang tetua tidak ada bedanya dengan sampah bagi leluhur Li Zhun membuat mereka marah.


Li Zhun tiba di kediaman Istrinya setelah keluar dari aula klan dan langsung menemui istrinya" Istriku... jaga klan ini dengan nyawamu" ucap Li Zhun tiba-tiba.


"Apakah kamu akan menyelidiki masalah ini" tanya istrinya.


"Istriku... Apakah kita akan membiarkan masalah ini begitu saja? jika nanti aku bertemu adikku dan kakakku. Apa jawaban yang harus aku berikan kepada mereka jika mereka bertanya kepadaku? mereka berdua telah menitipkan keturunannya kepadaku sebelum mereka mati" jelas Li Zhun.


"Baiklah, aku mengizinkanmu pergi tapi berhati-hatilah karena aku tidak mau kehilanganmu untuk saat ini, aku sudah cukup sedih hari ini karena kehilangan ratusan anggota klan" ucapnya mengingatkan Li Zhun untuk selalu waspada.


Li Zhun pun menghilang dari klan Li seperti angin tanpa di ketahui anggota klan lainnya, dia tidak ingin membahayakan keturunannya lagi. Dia sudah mempertimbangkannya dengan matang, jika dia sudah keluar di pastikan leluhur lainnya juga akan bermunculan. kerajaan air pasti akan bergejolak dan menimbulkan goncangan hebat bagi seluruh penghuninya.

__ADS_1


__ADS_2