
"Aku yakin penghuni pulau itu sudah menderita setelah Hong Zhun berhasil menguasai pulau tersebut." batin Yang Xuan.
"Apakah keluarga Kai juga di penjara di sana." berbagai pertanyaan muncul di benak Yang Xuan.
Yang Xuan belum mendapat kabar tentang keluarga Kai, bahkan ia sudah bertanya kepada puluhan orang, akan tetapi sepertinya orang-orang juga menghindari pertanyaannya, membuat Yang Xuan menjadi dilema, tentang keluarga Kai.
Tidak lama kemudian ia tersadar dari lamunannya, karena dikagetkan oleh sebuah suara yang begitu keras.
"Hei orang tua sialan, pergi dari sini kami mau duduk di tempat ini." teriak seorang gadis.
Akan tetapi tetua itu tidak menghiraukannya, ia menatap gadis yang membentaknya dengan tatapan tidak percaya.
Bahkan Yang Xuan menaikkan alisnya, sambil menggelengkan kepalanya. bahkan ia merasa umurnya bertambah tua sepuluh tahun lebih cepat dari biasanya, karena orang-orang yang ia temui di kerajaan tersebut rata-rata tidak punya sopan santun.
"Nona, apakah tidak ada meja yang kosong ditempat ini selain meja ini." ucap tetua tersebut dan juga meja tetua itu tidak terlalu jauh dari meja Yang Xuan.
Tapi tiba-tiba seorang pelayan datang untuk menenangkan gadis tersebut.
"Maaf Nona, Kedai ini sudah penuh, jika Nona berkenan mohon tunggu sebentar, karena tetua itu juga baru tiba." kata pelayan tersebut.
"Apakah kamu menyuruh kami menunggu?"Tanya seorang pemuda yang ada di belakang gadis itu.
"Maaf Tuan, jika ingin bergabung dengan tetua ini tidak apa-apa, aku yakin tetua ini juga tidak menolaknya karena hanya dia yang duduk disini," jawab pelayan itu sambil memberikan tanda kepada tetua itu.
"Maaf, aku tidak mau duduk satu meja dengan pria tua sepertinya dan kami juga butuh privasi," ucap gadis tersebut.
"Nona, di kedai ini, siapa yang datang pertama dia yang di layani. Kami tidak mungkin mengusir tetua itu, dan juga kami tidak membeda-bedakan pelanggan kedai ini, bahkan jika dia berpenampilan seperti seorang gelandangan sekalipun. Kami tidak berhak mengusirnya, walaupun pesanan tetua itu seadanya saja," jelas pelayan itu untuk membela tetua tersebut.
"Oh, benarkah..? Kami berasal dari sekte giok merah dan nona ini berasal dari sekte golok api, kami ingin beristirahat karena sudah beberapa bulan terakhir kami tidak menikmati hidangan lezat." teriak salah satu pria tua diantara mereka menekankan.
Mendengar bahwa rombongan itu berasal dari sekte giok merah dan sekte golok api, pelayan itu tahu bahwa sekte itu adalah pelindung tuannya, ia tahu telah melakukan kesalahan besar, wajahnya pucat-pasi dan ketakutan. Walupun begitu dia yakin tuannya akan mengerti tentang situasi yang terjadi karena dia tahu sifat dari tuannya.
Wajah tetua itu juga seketika memerah dan dia menahan amarahnya setelah mendengar sekte giok merah dan sekte golok api.
Bahkan para pengunjung kedai itu juga sebagian menahan nafasnya, mereka menatap pelayan dan tetua itu dengan tatapan iba. karena di kerajaan api sekte giok merah dan sekte golok api adalah momok yang menakutkan bagi warga kota dan rakyat jelata hanya mendengar namanya saja.
Mengetahui bahwa rombongan gadis itu berasal dari sekte giok merah dan sekte golok api, tetua itu memberikan tanda kepada pelayan supaya membungkus pesanannya, karena dia belum sempat mencicipinya.
Yang Xuan mengangkat tangannya sambil memanggil pelayan tersebut, dan mengajak tetua itu supaya duduk satu meja dengannya.
"Ada apa Tuan memanggilku." tanya pelayan kedai.
"Coba katakan kepada tetua itu jika dia berkenan, dia boleh duduk dan satu meja dengan pemuda gembel sepertiku." jawab Yang Xuan.
__ADS_1
"Baiklah, anak muda, tidak masalah aku duduk dengan siapa. Terimakasih telah memberikan wajah kepada pria tua ini, karena aku juga sudah sangat lapar." jawab tetua itu sambil menyela jawaban pelayan itu, karena perutnya sudah bernyanyi.
"Nona, hidangkan makanan terbaik dan arak terbaik milik kalian untuk tetua ini." Kata Yang Xuan.
"Baik tuan."sambil melangkah pergi.
Tetua itu ingin menolak akan tetapi pelayan itu sudah keburu pergi, bahkan pelayan itu tidak ragu sama sekali untuk menyiapkan hidangan yang kedua kalinya untuk Yang Xuan. Walaupun pelanggannya itu seperti gelandangan tetapi ia berfikir positif, ia yakin pemuda itu mengunjungi kedainya bukan untuk mencari makanan gratisan.
Tidak lama kemudian pesanan Yang Xuan kembali datang.
"Silahkan dinikmati paman anggap saja aku keponakanmu." kata Yang Xuan sambil tersenyum hangat ia tahu tetua itu bahkan tidak peduli dengan penampilannya, padahal dari pakaian mereka terlihat bagaikan langit dan bumi, pakaian tetua itu terlihat lumayan mewah. Tetapi jika topeng ilusi di lepas pakaian Yang Xuan bahkan jauh lebih mewah.
"Anak Muda, Namaku adalah Dou Sheng, aku berasal dari desa Yan Sheng, wilayah desaku berada di kaki gunung api di sebelah selatan kerajaan ini," ucap tetua itu memperkenalkan diri sambil memperhatikan Yang Xuan penuh selidik.
"Paman, panggil saja aku Tuan Muda Yang. aku berasal dari kekaisaran jiang, orang-orang menyebut tempat tinggal ku adalah hutan iblis dan aku juga di kenal kultivator gila." membalas ucapan tetua tersebut dan memperkenalkan diri sambil tertawa lantang
Yang Xuan menatap tajam Dou Sheng, ia yakin tetua itu adalah salah satu tetua dari sekte yang sama dengan Kai Feng, karena nama tetua tersebut sama seperti yang di ucapkan oleh Kai Feng kepadanya.
"Hahaha! tetua itu tertawa lepas mendengar ucapan Yang Xuan, ia menjadi lebih waspada setelah mendengar ucapan pemuda didepannya karena ucapan Yang Xuan tidak sesuai dengan jawaban yang ia harapkan bahkan dari tatapan Yang Xuan membuat dia tidak nyaman.
"Anak Muda, jika boleh aku tahu..? apa yang kau cari di kerajaan ini..?" tanya Dou Sheng.
"Paman, jika boleh aku tahu dimana keluarga Kai dipenjara oleh putra mahkota kerajaan ini?" Yang Xuan bertanya kembali dan tidak menjawab pertanyaan Dou Sheng.
Tiba-tiba wajah tetua itu berubah menjadi pucat, bahkan keringat dingin langsung menetes dari keningnya setelah ia merasakan tekanan dahsyat menimpa tubuhnya.
Dari penjelasan Dou Sheng Yang Xuan yakin bahwa ada dari keluarga Kai Yang berkhianat.
Saat mereka asyik berbicara, sebuah teriakan keras berungkali terdengar dari arah dapur kedai tersebut, bahkan membuat para pengunjung tidak nyaman, tidak lama kemudian seorang pelayan muncul dari arah dapur dengan langkah terhuyung-huyung, kondisi gadis itu terlihat menyedihkan bahkan berbagai luka sobekan terlihat jelas menghiasi tubuh pelayan itu karena pakaiannya sudah compang-camping dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Yang Xuan Langsung berdiri dari tempatnya dan mengambil sebuah kain dari cincin penyimpanannya dan memberikan kepada pelayan tersebut, dan ia mengajak pelayan itu supaya duduk satu meja dengannya.
Para pengunjung kedai tersebut bertepuk tangan, lalu memuji tindakan Yang Xuan akan tetapi mereka kemudian menatap Yang Xuan dengan tatapan iba.
Dou Sheng ingin mencegah Yang Xuan supaya tidak berurusan dengan pemilik kedai tersebut, Akan tetapi, dia juga tidak tega melihat gadis itu dengan kondisi seperti itu.
"Hahaha! Seorang pahlawan gembel menolong gadis pelayan, sungguh cinta yang begitu romantis." teriak gadis dari sekte golok api secara tiba-tiba, membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.
"Pemuda gembel, jika kau masih ingin hidup lepaskan pelayan sialan itu," teriak seorang pria berbadan kekar.
"Apa kesalahan gadis ini, hingga kalian sampai menyiksanya." tanya Yang Xuan.
"Walaupun aku sangat enggan untuk mengatakannya tetapi aku akan menjawab pertanyaan mu." ucap pria tersebut.
__ADS_1
"Satu bulan yang lalu tuanku kehilangan puluhan koin emas setelah pelayan itu pulang kerumahnya, dan tuanku tidak mempermasalahkannya, akan tetapi dua minggu yang lalu tuanku kembali kehilangan ratusan koin emas, kami menduga bahwa dia yang mencurinya. karena setiap dia pulang kerumahnya koin emas juga ikut menghilang dari kedai ini, kalian juga tahu bahwa semua pedagang di kota ini harus membayar pajak yang sangat tinggi." jawab pria tersebut.
Yang Xuan menatap tajam pelayan tersebut, sambil mengeluarkan aura spiritual nya, membuat gadis itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Katakan, apa alasanmu mencuri koin emas tersebut." tanya Yang Xuan.
Wanita itu kembali menangis dan menatap yang Xuan dengan wajah ketakutan. Apalagi setelah merasakan tekanan yang terus menerus, membuat tubuhnya bergetar hebat.
"Tuan, aku mencuri koin emas tersebut untuk mengobati ibuku dan kakakku yang sedang sakit." jawab wanita itu terbata-bata.
Dou Sheng juga mengiyakan jawaban dari gadis itu karena dia juga mengenalnya,
Yang Xuan memanggil pelayan Yang pertama kali melayani mereka, ia bertanya perihal pelayan yang disiksa tersebut. pelayan itu juga membenarkan bahwa orang tua dan kakak dari pelayan Yang Disiksa tersebut memang benar dalam keadaan sakit parah
"Jika boleh aku tahu berapa uang yang di ambil oleh gadis ini." jawab Yang Xuan.
"Dua ratus tiga puluh koin emas anak muda, jika kau berkenan membayarnya kami akan melepaskan pelayan itu." jawab pria itu karena dia seperti mendapat firasat yang baik.
"Hahaha.! pahlawan gembel berhati mulia," teriak gadis yang berasal dari sekte golok api tersebut, membuat orang-orang kembali tertawa.
"Gadis sialan, apakah kau sudah bosan hidup ...? kenapa mulutmu tidak bisa diam, apakah kamu sangat senang melihat penderitaan orang lain." Teriak Yang Xuan.
Yang Xuan melemparkan kantong kulit yang berisi koin emas kepada pria tersebut untuk mengganti kerugian kedai itu. Kemudian menatap tajam gadis yang berasal dari sekte golok api tersebut.
"Sekarang lepaskan gadis itu dan jangan pernah mengusik kehidupannya lagi." ucap yang Xuan.
"Anak muda, terimakasih. Kami tidak akan mengganggu gadis itu lagi." ucap pria itu dan dia tidak menyangka Yang Xuan akan menggantinya, begitu juga dengan pengunjung yang lainnya.
Yang Xuan mendekat kearah gadis yang berasal dari sekte golok api tersebut, membuat Dou Sheng mengerutkan dahi." Hai gadis sialan, Apakah kamu mengenal tetua Nan Shang dari sekte gelok api." Tanya Yang Xuan sambil tertawa.
"Untuk apa kamu bertanya tentang ayahku." jawab gadis itu, bahkan dia juga keheranan dari mana pemuda di hadapannya tahu tentang ayahnya karena hanya segelintir orang yang tahu nama ayahnya.
"Kebetulan sekali." jawab Yang Xuan sambil melemparkan segel ketubuh gadis itu lalu ia melemparkannya kedalam cincin penyegel benua.
Yang Xuan juga langsung mengibaskan tangannya membuat kelompok gadis itu tewas seketika sebelum mereka bisa mencerna apa yang terjadi, Yang Xuan langsung mengeluarkan rantai emas untuk mengikat jasad tersebut lalu mengangkatnya sekitar satu meter dan langsung membakarnya.
"Eh, apa yang terjadi...? kenapa kalian menatapku seperti itu....?" tanya Yang Xuan sambil kembali kemejanya dan melanjutkan menikmati arak pesanannya.
Dou Sheng menatap Yang Xuan dengan tubuh bergetar hebat, bahkan ia mengedarkan pandangannya
keseluruh penjuru ruangan dan dia bisa melihat semua pengunjung merasakan hal yang sama dengannya.
"Apa yang paman pikirkan,.. ? manusia seperti mereka tidak layak hidup didunina ini, sekarang ayo kita berkunjung kerumah gadis ini untuk mengobati ibunya." ajak Yang Xuan.
__ADS_1
Dou Sheng tidak menjawab pertanyaan Yang Xuan, ia hanya menatapnya dengan tatapan penuh arti, dia melihat Yang Xuan melangkahkan kakinya sambil bersiul seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
"Benar-benar kultivator gila." ucap Dou Sheng sambil Mengikuti Yang Xuan dari belakang. Tidak lama kemudian mereka bertiga menghilang dari sana.