
Bom
"Arrrgh...!" teriak Jendral Feng kesakitan, sambil mengambil jarak dari Yang Xuan. Dia bahkan tidak menyangka tangannya akan hancur saat beradu pukulan dengan Yang Xuan.
Jendral lainnya langsung bereaksi ketika melihat keanehan saat pukulan Jendral Feng beradu dengan tapak Yang Xuan. Akan tetapi, keanehan itu hanya satu detik membuat mereka tidak bisa memastikannya, Jendral Zu langsung menolong Jendral Feng
Para jendral itu menatap Yang Xuan dengan tatapan tajam sambil mengeluarkan aura spiritual masing-masing dan niat membunuh yang begitu besar.
"Jika ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik, silahkan, jika kalian ingin menyelesaikannya dengan kekerasan, silahkan. Aku juga pengen tahu sampai mana kehebatan para penghuni dunia atas yang terhormat itu." ucap Yang Xuan sambil mengeluarkan tongkatnya,
Walaupun ia akan terluka parah saat menggunakan tongkat itu atau bahkan kehilangan nyawanya, akan tetapi, ia tidak punya pilihan, karena sejauh ini ia belum berani mengalirkan unsur energi Qi kepada tongkat penghancur tersebut.
"Siluman kecil, tidak usah kau berbohong, jelas-jelas kami merasakan jejak aura petir itu ada padamu saat kami baru tiba di benua tengah ini," teriak Jendral Lin dengan wajah memerah.
Yang Xuan berusaha meyakinkan para Jendral itu dengan ekspresi yang serius, bahkan ia berpura-pura marah,
"Ya, itu memang benar apa yang kau ucapkan pak tua, akan tetapi, aku mendapatkannya karena aku mencurinya dari raja iblis menggunakan artevak, sama seperti tempo hari ketika aku mencuri petir surgawi tersebut," jawab Yang Xuan.
"Raja iblis, hahaha! tidak usah mengkhayal siluman kecil. Sejak kapan dunia tengah ini berani berhadapan dangan raja iblis... Satu lagi siapa yang kau bilang pak tua....?" tanya Jendral Lin tidak terima.
"Yang jelas umur manusia di dunia tengah ini pada saat ini, tidak ada yang sampai tiga ratus tahun, paling tinggi dua ratus tahun, setelah itu mereka akan naik kedunia atas, seharusnya aku memanggil kalian kakek legend." jawab Yang Xuan.
Para Jendral tersebut hanya bisa mendengus kesal karena memang benar apa yang di ucapkan oleh Yang Xuan.
"Yang jelas, aku hanya menerima baptisan petir surgawi biasa, guruku tidak terima ketika petir surgawi berwarna merah darah membaptis raja iblis tersebut." ucap Yang Xuan meyakinkan.
"Aku merasakan aura kebohongan yang begitu pekat, bahkan sudah ribuan tahun aku hidup, tidak pernah merasakan aura kebohongan sepekat ini." ucap Jendral Yang sambil tertawa dan menaikkan sebelah alisnya.
"Bukankah petir itu berwarna emas, tapi kenapa sekarang kau bilang berwarna merah darah." tanya Jendral Lin sambil menggertakkan gigi.
"Dari mana kalian tahu bahwa petir itu berwarna emas," tanya Yang Xuan.
"Tentu dari kaisar langit, beliau juga yang mengatakan bahwa petir itu adalah petir kuno." jawab Jendral Li.
"Aku tidak tahu apa yang ada dipikiran kaisar sialan itu, apakah kaisar sialan itu terlalu takut tahtanya digantikan oleh orang lain, sehingga masalah seperti ini saja dia harus ikut campur. Ya memang benar apa yang kalian ucapkan bahwa petir kesengsaraan tersebut dari baptisan pertama hingga terakhir berwarna emas, sekarang sudah jelas bukan," Ucap Yang Xuan.
Yang Xuan tahu kaisar langit tidak bisa di bohongi, semua yang terjadi di benua tengah pasti dalam pantauan oleh kaisar langit, karena cincin penyegel benua tengah tersebut, ada pada kaisar langit.
"Baiklah, seharusnya dari awal kau jujur siluman kecil dan masalah ini sudah cepat selesai. Jika boleh kami tahu siapa gurumu, siluman kecil... ?" tanya Jendral Yang.
"Guruku seorang Dewi, Dewi yang sangat kuat bagi manusia lemah di benua tengah ini, tapi bagiku beliau biasa saja, karena segel kebanggaan miliknya bisa aku tembus untuk mengintipnya mandi setiap aku berkunjung ketempat itu. Hingga keberadaan ku di ketahui olehnya, karena ketampanan ku Dewi itu tidak tega membunuhku dia mengangkat ku menjadi muridnya asalkan aku berjanji tidak memberitahukan kepada orang lain perihal segel miliknya bisa aku tembus." jelas Yang Xuan.
"Kalau boleh kami tahu siapa nama Dewi tersebut." tanya Jendral Li dengan ekspresi serius.
"Aku tidak tahu namanya, tapi guruku itu berpesan jika suatu saat aku bisa naik kedunia atas, aku harus mengunjungi beliau ke alam dewa di kekaisaran angin." jawab Yang Xuan.
"Apakah kamu tahu warna pakaian yang sering dikenakan oleh Dewi tersebut." tanya Jendral Li kembali.
"Ya, guruku itu sering memakai gaun berwarna hijau dan menggunakan selendang berwarna hijau juga," jawab Yang Xuan.
__ADS_1
"Apakah kau tidak membual lagi, siluman kecil....?" ucap Jendral Zu tiba-tiba setelah dia selesai membantu Jendral Feng untuk menyerap pil regenerasi.
"Jika kalian tidak percaya terserah dan jika kalian percaya perkataan ku kalian harus mengunjungi guruku di sana."
"Sekarang urusan kita sudah selesai, semoga kita bertemu di lain waktu dengan cara yang berbeda," ucap Yang Xuan sambil tersenyum.
Yang Xuan sangat berterimakasih kepada kelima Jendral tersebut, ia yakin pasti Taja Iblis mengetahui tentang keberadaan kelima Jendral itu, sehingga mereka tidak berani ikut campur tentang kehancuran sekte angin timur. Ia juga mengulur waktu dan tidak mau memberi penjelasan kepada kelima Jendral tersebut karena terkait hal itu juga, sekarang ia harus lebih berhati-hati kedepannya dan juga harus secepatnya meningkatkan kekuatan setelah kepulangan kelima Jendral tersebut.
Yang Xuan juga menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di tempatnya semula, dimana Dou Sheng dan Quentin sudah bosan menunggunya, selain itu, ia juga menghilangkan aura keberadaannya.
Kelima Jendral tersebut hanya bisa menghela nafas setelah kepergian Yang Xuan, mereka juga memutuskan untuk kembali, sebenarnya mereka ingin memberi pelajaran kepada Yang Xuan, akan tetapi Jendral Lin memperingatkan tentang pesan Jendral Long dari istana langit, jika yang menerima petir kesengsaraan bukanlah ras iblis mereka tidak boleh menyakitinya.
Mereka kemudian meleset keatas langit seperti kilatan petir, hanya dalam hitungan detik mereka sudah menghilang tanpa jejak.
"Apakah Tuan Muda sudah mendapatkan kuda hutan tersebut." Tanya Dou Sheng.
"Sudah paman, sekarang ayo kita pergi." sambil menghilang dari sana, tidak lama kemudian muncul kembali dengan elang hitam.
"Sekarang naiklah kita harus secepatnya tiba di kota cheng hai." sambil membuat array pelindung dan mengirim suara melalui telepati kepada elang hitam tersebut.
Dari penjelasan Dou Sheng Yang Xuan mengetahui bahwa kerajaan api memiliki lima kota besar, dua kota di kuasai oleh putra mahkota, dua lainnya di kuasai oleh pangeran dan satu lainnya di kuasai oleh putri kerajaan tersebut.
Kota Yang di kuasai oleh putra mahkota kerajaan api tersebut adalah kota yang berbatasan dengan Lautan untuk menguasai semenanjung Lei zhu dan gunung honggertu Yaitu kota Cheng hai dan kota Cheng Du.
*****
Wilayah sekte Giok merah
"Kurang ajar, apakah kau tidak punya sopan santun." teriak salah satu tetua.
Bahkan ketua dan para tetua yang ada di aula itu menatap pemuda tersebut dengan tatapan tajam, karena pemuda itu menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Maafkan saya ketua dan semua tetua yang ada di ruangan ini, saya buru-buru masuk karena ada kabar buruk yang harus saya sampaikan." jawab pemuda tersebut dengan wajah pucat.
"Cepat sampaikan kabar seperti apa yang kau kumpulkan." bentak salah satu tetua.
"Kami pengumpul informasi mendapat kabar di kota Hong Li, bahwa Tuan Yuda Yan Hai di bunuh seorang pemuda gembel dan bersama tetua yang ikut bersamanya, bahkan nona Nan Mili'er dari sekte golok api juga turut menjadi korban." ucap pemuda tersebut.
"Tidak mungkin, tidak mungkin," ucap ketua sekte tersebut sambil menghilang dari tempatnya dan begitu juga dengan tetua yang lainnya, tidak lama kemudian mereka tiba disebuah ruangan dengan wajah-wajah memerah karena menahan amarah.
" Arrrgh....!" teriak ketua sekte tersebut setelah melihat lencana putranya sudah hancur begitu juga dengan tetua yang lainnya.
"Tetua Wan. segera kumpulkan tetua tingkat rendah dan tetua tingkat tinggi, tangkap pemuda tersebut hidup atau mati," ucap ketua sekte tersebut sambil memperhatikan lencana putranya dengan tatapan kosong.
"Baik ketua." jawab tetua Wan dengan cepat.
*****
Wilayah sekte golok api
__ADS_1
Sesosok bayangan berkelebet dengan kecepatan tinggi menuju sekte golok api, hanya dalam hitungan jam ia sudah tiba di sekte tersebut, tetua itu perlahan menuju ruangan ketua sekte mereka. Tetua itu langsung mengetuk pintu ruangan sambil menunggu, tidak lama kemudian tetua itu tidak sengaja mendorong pintu ruangan itu hingga terbuka lebar. Tetua tersebut melihat ketua sekte mereka sedang sibuk mengerjakan berkas-berkas.
"Kebetulan sekali." ucap tetua tersebut.
"Ada apa tetua Lan...? kenapa kau masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu ruangan terlebih dahulu....? kenapa kau kembali lagi...?" ucap ketua sekte itu sambil memberikan pertanyaan beruntun.
"Maafkan saya ketua, tapi saya sudah mengetuk pintu ruangan berulang kali, akan tetapi, tidak ada jawaban dan saya tidak sengaja mendorong pintu tersebut lalu masuk begitu saja, ternyata ketua ada didalam," jawab tetua Lan.
Ketua sekte itu hanya mengerutkan dahi sambil memperhatikan tetua yang datang tersebut." Lanjutkan....." ucapnya singkat.
"Ketua saat saya tiba di kota Hong Li saya bertemu dengan para pengumpul informasi sekte golok api, mereka menyampaikan kabar buruk kepadaku, awalnya daya tidak percaya akan tetapi setelah saya memastikannya di kedai gunung api, memang benar tentang kabar itu." jawab tetua Lan.
Ketua sekte itu menatap tajam tetua yang ingin menyampaikan informasi tersebut." Kenapa mulutmu tidak bisa langsung berbicara kepada intinya." teriak ketua sekte itu sambil mengeluarkan auranya.
"Baik ketua, Kelompok yang kita kirim kewilayah selat Lei Hong semua terbunuh, kecuali nona Nan Mili'er." ucap tetua Lan sambil terbata-bata.
"Apa...?" teriak ketua sekte golok api tersebut dengan suara yang lantang hingga terdengar keseluruh penjuru sekte.
"Bagaiman bisa....? apakah putra ketua sekte giok merah ada di sana." Sambung ketua sekte tersebut.
"Ada ketua, bahkan tiga orang tetua tingkat tinggi juga ada di sana," jawab tetua Lan.
"Apakah kalian sudah mencari tahu siapa pelakunya," tanya ketua sekte tersebut.
"Menurut informasi yang aku kumpulkan, mereka semua dibunuh oleh pemuda berpakaian seperti gembel, saat mereka beristirahat di kedai arak gunung api." jawab tetua tersebut.
"Baiklah, kumpulkan tetua tingkat tinggi dan tingkat rendah, cari pemuda tersebut, kirim pesan kepada tetua Nan bahwa putrinya menghilang." ucap ketua sekte tersebut.
"Baik ketua," jawab tetua Lan sambil melangkah keluar dari ruangan tesebut.
******
Kota Hong Li kediaman putra mahkota Hong Zhun
"Ye Shui, apakah kalian sudah menemukan keberadaan pemuda tersebut," tanya seorang pria tua dengan jenggot putih yang lumayan panjang.
"Sudah tetua Fu, akan tetapi pemuda itu bersama seorang tetua dan seorang wanita, sudah meninggalkan kota Hong Li menuju kota Cheng Hai, bahkan pemuda itu juga membunuh Tuan Muda sekte giok merah bersama kelompoknya di kedai arak gunung api," jawab Ye Shui.
"Apa...? teriak tetua Fu.
"Apakah kamu tidak memberikan informasi yang salah." sambungnya lagi.
"Tidak tetua Fu, Bahkan Jendral Hong Ji sudah memastikan tentang kebenaran informasi itu." jawab Ye Shui.
"Ye Shui, katakan kepada tetua Hang, agar segera membawa beberapa kultivator bayangan, untuk menangkap pemuda itu, aku yakin pemuda itu bukanlah pemuda biasa." perintah tetua Fu.
"Baik tetua," jawab Ye Shui sambil menghilang dari sana.
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Maaf untuk para pembaca, masih ada beberapa kata Yang salah dan belum author revisi. kalian juga tahu bukan.... kadang membuat 60 ribu kata dalam satu bulan bukanlah hal yang mudah. jika ada waktu aku akan memperbaikinya. sekian dan terimakasih.