KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
136. Pedang siluman tingkat surgawi


__ADS_3

Di atas langit, petir putih membelah awan hitam, aliran-aliran petir seperti listrik terus bermunculan hingga suara-suara guntur menggelegar. Melihat fenomena itu, Xuan Li bersama puluhan tetua tidak peduli lagi dengan penyerangan terhadap sekte laut hitam karena mereka melihat petir putih berbentuk bejana serta berbentuk pisau tersebut turun dari langit menuju gunung jing shang. Mereka tidak ingin kuil jing shang hancur lagi karena baru saja selesai dibenahi.


Ribuan tetua tingkat tinggi bersama Xuan Li bergegas menuju kuil jing shang untuk memastikan apakah kuil itu baik-baik saja atau bukan, apakah kuil jing shang mengetahui seseorang yang sangat kuat ada di wilayah mereka atau bukan.


Setelah kelompok Xuan Li tiba di gunung jing shang, mereka semua mengeraskan rahang masing-masing setelah melihat anggota kuil jing shang seperti tidak terpengaruh oleh fenomena tersebut dan seperti tidak terjadi apa-apa.


"Ketua agung dan para tetua semua, ada apa tiba-tiba mengunjungi kuil jing shang?" Tanya Bai lang dengan sopan. Dia bisa melihat ribuan tetua tingkat tinggi bersama Xuan Li muncul di tempat itu lalu mengarahkannya memasuki kuil jing shang.


"Apakah kalian mengetahui apa yang terjadi di wilayah kalian?" tanya Xuan Li sambil menggelengkan kepala.


Dia heran kenapa kelompok kuil masih terlihat santai padahal getaran petir tersebut hampir meruntuhkan kuil jing shang. Petir itu juga terlihat sangat menakutkan karena berbentuk senjata yang berbeda-beda.


"Tentu, tentu kami tahu apa yang terjadi di wilayah kami, ketua agung. Sudah beberapa minggu Tuan Muda bersama Nona Ilena berada di puncak gunung ini, lagi pula Nona Ilena sering menyuruh murid-murid kuil membeli makanan kekota jing shang sehingga kami mengetahui bahwa Tuan Muda ada di sana." jawab ketua kuil gunung jing shang atau Bai Lang sambil menunjuk puncak gunung jing shang.


"Apa...? Apakah maksudmu hanya mereka berdua di atas sana?" sambil menunjuk puncak gunung.


"Benar, ketua agung?" jawab Bai Lang keheranan.


"Hais, dasar cucu tidak punya perasaan, berapa banyak lagi gadis-gadis yang menderita karena ulahnya." ucap Xuan Li kesal.


Ribuan tetua tingkat tinggi yang berada di belakang Xuan Li menahan tawa ketika mendengar pria sepuh itu mengumpat serapah kepada Tuan Muda mereka.


"Ketua agung, Tuan Muda akan menerima kesengsaraan petir penempa, kami tidak tahu apakah itu benar atau bukan." Ucap ketua kuil gunung jing shang sambil menatap keatas langit.


"Bagaimana mungkin ada petir kesengsaraan seperti itu?" ucap Xuan Li terbata-bata. Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka jelas melihat sebuah petir berbentuk kapak turun dari atas langit.


"Jika tidak ada petir penempa, kenapa petir itu berbentuk senjata, ketua?" tanya tetua yang ikut bersama Xuan Li.


Xuan Li hanya terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan tetua tersebut begitu juga dengan yang lainnya. Mereka bahkan tidak pernah melihat petir kesengsaraan seperti itu.


Dari awal mereka sudah keheranan ketika melihat petir pertama berbentuk bejana, petir kedua berbentuk pisau, petir ketiga berbentuk panah, petir keempat berbentuk golok, petir kelima berbentuk gada, petir keenam berbentuk tongkat, petir ketujuh berbentuk tombak petir kedelapan berbentuk kapak.


Mereka menyaksikan seluruh wilayah timur di tutupi awan hitam lalu petir berwarna putih berbentuk kapak turun dari atas langit. Petir berwarna putih berbentuk kapak itu bahkan sangat besar. Suara gemuruh terdengar ketika petir berbentuk kapak tersebut turun dari atas langit dan bahkan terlihat sangat menakutkan.


BOMM!!


Gunung jing shang bergetar hebat ketika petir putih berbentuk kapak tersebut menghantam daratan. Yang Xuan hanya memasang array pelindung di sekitar Ilena. Jika dia menyegel kawasan itu tidak mungkin kesengsaraan petir penempa tersebut bisa melihatnya.


"T-Ternyata masih ada lagi, tapi mungkin petir yang terakhir." gumam Xuan Li. Dia berpikir sudah berakhir.


Mereka kembali menatap keatas langit ketika suara gemuruh yang lebih keras daripada sebelumnya terdengar dari atas langit. Langit kembali mengumpulkan kekuatannya untuk melakukan serangan terakhir berbentuk pedang.


"Cih" Yang Xuan meludahkan darah segar dari mulutnya. Ia duduk dengan tenang sambil menyerap energi petir putih tersebut. Walaupun petir kesengsaraan itu tidak terlalu menakutkan, akan tetapi, pulahan kali lebih menyakitkan dari pada petir kesengsaraan surgawi karena petir itu akan menyiksa jiwanya.


Sebenarnya petir kesengsaraan itu adalah petir kesengsaraan jiwa, Sebagai dewa segel dikehidupan pertamanya, Yang Xuan juga di kenal sebagai dewa penempa tentu dia harus menerima petir kesengsaraan penempa, agar bisa menciptakan berbagai macam pusaka dan juga harus bisa di kendalikan oleh jiwa seseorang. Walapun dia mengendalikan berbagai macam senjata melalui pikiran, akan tetapi, senjata itu harus terhubung dengan jiwanya, jika jiwanya lemah bagaimana mungkin dia bisa menempa pusaka.


Yang Xuan menatap langit, senjata kali ini memiliki tekanan luar biasa dari senjata sebelumnya. Dia bahkan sudah merasakan tekanan yang begitu dahsyat padahal petir berbentuk senjata itu baru turun dari atas langit.

__ADS_1


Yang Xuan merasa kali ini jiwanya benar-benar akan terluka parah jika dia tidak melindunginya dengan petir emas. Namun dia tidak ingin melindungi jiwanya agar kekuatan jiwanya naik kelevel selanjutnya. Menurutnya untuk apa menerima kesengsaran petir jika dia melindungi jiwanya, bukankah petir itu untuk menempa jiwanya?


"Hais, ini benar-benar menyakitkan." gumam Yang Xuan sambil tersenyum jelek. Ia mengeluarkan artevak dari cincin penyimpanannya agar bisa menghisap energi yang tersisa jika tidak sempat menyerapnya.


Penghuni kuil jing shang tiba-tiba mengaktifkan array pelindung karena tidak bisa menahan tekanan pedang yang sedang mengumpulkan kekuatanya di atas langit. Xuan Li bersama ribuan tetua menyaksikan petir berbentuk pedang tersebut bergerak liar dan ganas bahkan terlihat menakutkan karena ukurannya yang sangat besar.


Mereka sangat senang karena mengetahui dengan jelas bahwa yang menerima petir kesengsaraan itu adalah Yang Xuan tapi mereka juga ketakutan setelah melihatnya secara langsung. Mereka mengira Yang Xuan mencari jejak para iblis yang muncul kebenua kultivator tersebut, akan tetapi, Yang Xuan ternyata meningkatkan kekuatannya.


Mereka yakin setelah Yang Xuan menerima petir kesengsaraan itu, pasti Yang Xuan akan membantu pihak kuil untuk menyelesailan masalah di kota laut utara dan juga wilayah lainnya. Sekarang mereka terlihat bersemangat ingin menyerang sekte laut hitam dan mencari jejak pengendali siluman. Mereka yakin bahwa Yang Xuan tidak akan membiarkan kelompok pengendali siluman berkeliaran seenaknya.


BOOM!!


"Ugh" Yang Xuan memuntahkan darah segar berkali-kali tetapi dia berhasil menahan serangan pedang putih tersebut, Yang Xuan terlihat baik-baik saja akan tetapi tidak dengan jiwanya. Jiwanya bahkan terluka parah sehingga dia tergeletak ditanah dan tidak kuat untuk berdiri. Dia tersenyum puas karena jiwanya kembali ditingkatkan.


"Cih" Yang Xuan meludah ketanah karena darah segar terus keluar dari mulutnya. Namun dia juga merasa lega ketika berhasil melewati petir kesengsaraan penempa tingkat surgawi. Dengan ini jiwanya sudah termasuk kedalam kategori tingkat tinggi apalagi meningkatkan kekuatan jiwa bukanlah hal mudah di lakukan.


Yang Xuan duduk perlahan sambil menghela nafas kemudian mengambil beberapa butir pil pemulihan dan pil jiwa dari cincin penyimpanannya untuk memulihkan beberapa luka pada tubuhnya dan jiwanya yang sedang terluka parah. Ia mengambil pedang tingkat surgawi terlebih dahulu yang melayang di atas kepalanya kemudian memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.


Xuan Li bersama kelompoknya meninggalkan kuil gunung jing shang setelah awan hitam menghilang dan langit wilayah timur kembali cerah. Mereka akan melanjutkan rencana penyerangan kepada sekte laut hitam karena tidak ingin menunda lebih lama lagi.


******


Kemarahan ketua kuil halilintar.


Serang?!


"Kemana mereka?" ujar salah satu murid elit sambil mengedarkan pandangannya keberbagai arah. Dia merasakan kekutan para pria berjubah hitam itu jauh di atas mereka.


"Mereka ada di atas langit." seorang tetua tingkat tinggi menunjuk keatas langit. Mereka semua menatap keatas langit dan melihat lima pria sepuh ada di ketinggian sehingga mereka menjadi waspada, mereka mengetahui bahwa jumlah musuh ada empat belas orang.


"Kalian kirim pesan kepada pemimpin, kita tidak akan sanggup menghadapi mereka, bawa ketua dari tempat ini dan bantu ketua untuk menyerap pil penawar racun supaya cepat pulih." Seorang tetua tingkat tinggi memberi perintah pada lima tetua tingkat rendah dan salah satu tetua tingkat tinggi lainnya.


"Baik tetua." jawab salah satu di antara mereka.


Seorang tetua tingkat tinggi mengarahkan murid-murid kuil untuk meninggalkan tempat itu. Dia tidak ingin murid-murid kuil mati konyol akibat kemarahan para iblis tersebut karena para pria berjubah hitam itu adalah kultivator tingkat tinggi. Yang ada di pikirannya saat ini adalah menyelamatkan murid-murid kuil dan pergi sejauh mungkin dari tempat itu.


Namun mereka tidak tahu di sekitar wilayah bukit itu telah di kelilingi oleh para pria sepuh lainnya. Tidak mungkin strategi mereka tidak diantisipasi oleh kelompok ketua sekte pedang iblis karena mereka sudah malang melintang di dunia kultivator.


"Ingin meninggalkan tempat ini seenaknya, mimpi..."


Kelompok ketua sekte pedang iblis sengaja berpencar untuk mengantisipasi kelompok kuil melarikan diri. Mereka sudah merencanakan hal itu dengan matang tidak mungkin jebakan seperti itu tidak di antisipasi oleh mereka. Lagi pula ribuan kultivator tingkat rendah bukanlah hal sulit bagi mereka untuk menghabisinya. Mereka langsung menyerang untuk mencegah anggota kuil melarikan diri dari tempat itu.


Kelompok ketua sekte pedang iblis langsung menyerang, satu persatu anggota kuil halilintar terbunuh. Kelompok ketua sekte pedang iblis terus menghilang dari satu tempat ketempat lainnya dan ingin segera menghabisi anggota kuil. Para tetua tingkat tinggi kuil halilintar berusaha mencegah, namun mereka juga memiliki lawan masing-masing, sehingga tidak ada kesempatan untuk menolong murid-murid mereka.


Saat pertempuran sudah sangat kacau, kelompok ketua sekte pedang iblis mengeluarkan aura pembunuhan dengan kekuatan penuh sehingga anggota kuil membeku di tempatnya masing-masing. Tubuh murid-murid kuil tidak bisa di gerakkan namun para tetua yang membawa Cao Ming masih berhasil lolos dan sebagian besar anggota kuil masih berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan para tetua tingkat tinggi kuil.


Teriakan-teriakan keras terus bersahut-sahutan saat murid-murid kuil terus berjatuhan karena kelompok ketua sekte pedang iblis terus menyerang dengan ganas dan brutal.

__ADS_1


"Katakan sesuatu sebelum aku mengirim mu bertemu dengan penjaga gerbang neraka." ucap pria berjubah hitam itu sambil menyeringai.


"Tolong, jangan bunuh aku! jangan mendekat, jangan mendekat. Aaaahhh..... !" Salah satu murid kuil tewas dalam posisi berdiri setelah pedang menembus jantungnya. Kelompok ketua sekte pedang iblis sepertinya menyerang dengan kekuatan penuh karena mereka mengantisipasi bantuan dari pihak kuil.


"Seharusnya kalian tidak perlu bermain tangah malam ditempat seperti ini, sekarang tanggung sendiri akibatnya." pria sepuh lainnya tertawa terbahak-bahak ketika melihat wajah-wajah murid kuil dan tetua tingkat rendah ketakutan.


"Ampun, tolong jangan bunuh aku. Aahhh.... " salah satu tetua tingkat rendah berteriak sebelum tubuhnya terbelah dua. Melihat itu murid-murid elit kuil halilintar menjadi ketakutan, mereka melihat kelompok pria berjubah hitam itu tidak ada bedanya dengan iblis. Mereka juga tidak tahu apa kesalahan kuil halilintar sehingga para pria berjubah hitam itu menyerang mereka dengan brutal.


"Hahaha! habisi mereka semua." teriak ketua sekte pedang iblis.


Teriakan-teriakan keras terus bersahut-sahutan, ratusan murid elit kuil halilintar terus terbunuh. Formasi kelompok kuil terpecah belah karena kekuatan para pria berjubah hitam itu terlalu menakutkan menjadi lawan mereka. Kelompok pria berjubah hitam itu sepertinya menikmati pembantaian itu dan mereka juga ingin membuat para kelompok kuil menyerah dan bersujud di kaki mereka lalu menyerahkan kuil halilintar kepada mereka. Tetapi bersujud di hadapan musuh adalah hal terlarang bagi pihak kuil.


"Hentikan!" tiba-tiba suara keras menggelegar memenuhi tempat itu. Para tetua tingkat tinggi kuil halilintar perlahan-lahan mundur untuk berkumpul di belakang Cao Ming dan berusaha mengarahkan murid-murid mereka. Mereka tidak menyangka Cao Ming berhasil memulihkan diri dalam waktu singkat. padahal, racun yang ada di dalam tubuh Cao Ming adalah racun tingkat tinggi.


Cao Ming menatap kelompok ketua sekte pedang iblis dengan tatapan kemarahan dan penuh kebencian. Apalagi setelah melihat ratusan murid-muridnya sudah terbunuh dalam waktu singkat. Dia juga tidak menyangka ketua sekte pedang iblis yang di kenalnya sejak muda berani meracuninya. Jika tidak ada pil penawar racun tingkat tinggi yang di berikan Yang Xuan padanya maka hidupnya akan berakhir.


"Aku tidak menyangka kau mempunyai niat jahat kepada kuil halilintar, aku tidak tahu apa masalah kuil halilintar dengan kalian. Padahal, selama ini kami tidak pernah ikut menyerang wilayah kalian." Teriak Cao Ming dengan kemarahan menyala.


"Tanyakan saja pada dirimu sendiri." balas ketua sekte pedang iblis sambil tertawa sinis.


"Kalau begitu baiklah, ternyata kau tidak ada bedanya dengan Cao Bun. Walaupun jumlah kalian hampir lima belas orang dan kekuatan kalian jauh di atas kami itu belum cukup untuk mengambil alih kuil halilintar dari tanganku." ucap Cao Ming tidak kalah sinis.


Wuss


Dhuar


Dengan gerakan yang sangat cepat dan secara tiba-tiba, ketua sekte pedang iblis langsung menyerang Cao Ming. Tangan Cao Ming yang memegang tongkat lebih cepat untuk menghalau pedang yang mengarah kepada lehernya. Ketua sekte pedang iblis terlempar jauh seiring memuntahkan darah merah kehitaman dari mulutnya bahkan dadanya langsung terkoyak. Pedang yang ada di tangannya hancur berkeping-keping setelah berbenturan dengan tongkat Cao Ming.


"Aaarrggghh...! Kau.... " teriak ketua sekte pedang iblis sambil memegangi dadanya dan berusaha agar tetap sadar..


"Apa kalian pikir kuil halilintar berdiri tanpa persiapan? Apa kalian pikir Tuan Muda kami bodoh? kalian orang pertama yang akan merasakan jurus baruku setelah aku menyempurnakannya." ucap Cao Ming dengan tatapan penuh kebencian. Ternyata kuil halilintar belum berkembang karena Cao Ming melakukan latihan tertutup.


Cao Ming bahkan tidak menyangka tongkat di tangannya memiliki daya rusak yang hebat, bahkan satu serangan itu sudah cukup melumpuhkan ketua sekte pedang iblis, Cao Ming menjadi bersemangat dan mempunyai keyakinan bisa mengalahkan kelompok ketua sekte pedang iblis.


"Kau....! Apakah itu alasannya kenapa kau tidak pernah ikut berperang?" Tanya ketua sekte pedang iblis dengan suara lemah.


"Tidak, itu karena kau sering berkunjung kewilayah ini tanpa alasan yang jelas? Jangan harap bisa meninggalkan wilayah ini setelah kalian membunuh ratusan murid-murid kuil halilintar. Sekarang kirim pesan kepada sektemu karena tanganku sendiri yang akan mengubahnya menjadi reruntuhan."


Cao Ming mengangkat tongkat di tangannya dan mengarahkannya kepada ketua sekte angin halilintar sambil berteriak.


Tongkat penghancur kegelapan.


"Kau, Aarrgghh....." Hanya itu yang keluar dari mulut ketua sekte pedang iblis sebelum tubuhnya meledak.


"Kupikir tongkat ini tidak berguna, aku bahkan sedikit kecewa kepada Tuan Muda karena tidak tahu bagaimana cara melindungi wilayah ini, ternyata aku salah besar." batin Cao Ming penuh semangat sambil menyerang dengan ganas. Ternyata hal itu yang membuat Cao Ming merajuk kepada Yang Xuan.


Serang?!

__ADS_1


Teriak para tetua kuil membantu Cao Ming dan saling bahu membahu untuk melemahkan musuh sehingga ketua mereka bisa membunuh pria berjubah hitam itu satu persatu.


__ADS_2