KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
106. Kecewa dan meninggalkan kerajaan api.


__ADS_3

Suara kicauan burung yang bertengger di ranting pohon menandakan perputaran bumi telah kembali dari peraduannya. Walaupun hari masih gelap dan cuaca dingin, Yang Xuan terlihat bersemangat dan bangkit dari posisi tidurnya lalu dia segera keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju belakang istana sebagai tempat pelatihan para prajurit kerajaan.


Goresan-goresan kecil terlihat jelas disebuah batu berbentuk bukit sebagai sasaran pedang atau tombak prajurit kerajaan ketika berlatih. Goresan itu juga terlihat tumpang tindih dan sudah berulang kali menjadi sasaran pedang, hal itu juga cukup menjadi bukti bahwa batu tersebut begitu keras dan kuat.


Sekarang batu besar seperti bukit itu sudah hampir rata dengan tanah ketika Yang Xuan mencakar-cakarnya. Bukit batu itu ia hancurkan begitu saja. Dia kembali menyusun batu-batu itu berjejer dan begitu rapi untuk pelatihan para prajurit kerajaan.


Seorang gadis cantik duduk di sebuah batu besar di belakang istana, dia memakai gaun merah muda. Walaupun wajahnya penuh polesan dan kantung matanya agak menghitam dan sedikit pucat, akan tetapi masih terlihat cantik dan indah di pandang mata.


Dia memperhatikan pemuda yang terus menghancurkan bukit batu tersebut tanpa ekspresi, membuat dia terkadang tertawa dan kadang jengkel. Akibat ulah dari pemuda itu, membuatnya tidak bisa tidur semalaman.


Dia juga berpikir. Apakah pemuda itu tidak bisa tidur sehingga pagi-pagi buta sudah berisik dan membuat seluruh penghuni istana geram? sehingga para penghuni istana terpaksa bangun dan melaksanakan kegiatan masing-masing.


Tentu saja Yang Xuan tidak peduli dengan penghuni istana tersebut. Sebagai kultivator tidur bukan suatu hal yang wajib di lakukan.


Putri Shu terus memandang pemuda itu dengan kesal dia tahu sesuatu telah terjadi dengan hatinya akibat ulah pemuda yang menghancurkan bukit batu tersebut. Dia berpikir, apakah pemuda itu merasakan hal yang sama dengannya sehingga melampiaskannya kepada bukit tersebut?


Yang Xuan sebenarnya tahu semenjak gadis itu duduk di sana, akan tetapi dia pura-pura tidak tahu untuk menghindari hal-hal buruk. Dia juga sangat menyesal karena membuat gadis itu jadi tersiksa. Yang Xuan sadar sesuatu hal telah terjadi dengan hati gadis itu, akan tetapi tidak mungkin dia jatuh cinta kepada gadis itu karena umurnya sudah jutaan tahun. sedangkan gadis itu baru saja berumur tujuh belas tahun.


"Hanya sebuah ciuman, Apakah para D**ewa akan marah padaku, tidak... tidak mungkin" Yang Xuan tertawa geli ketika memikirkan hal tersebut.


Yang Xuan menghentikan aktifitasnya dan dalam sekejap dia menghilang dan muncul di belakang Putri Shu, membuat gadis itu gelagapan. Yang Xuan langsung memeluknya dari belakang" Apa yang sedang kau pikirkan? seharusnya gadis kecil tidak boleh berpikiran yang negatif dan berhalusinasi, itu terlalu berat. Lupakan saja biarkan aku yang berpikir tentang masa depan?" ucap Yang Xuan sambil menarik tangan gadis itu dan membawanya kedalam istana.


Wajah gadis polos itu langsung berbinar-binar karena terlalu mudah untuk di kelabui, wajar saja karena yang mengelabui adalah kakek tua.


Memikirkan hal itu, Yang Xuan semakin merasa bersalah tidak seharusnya dia melakukan hal buruk seperti itu.


"Semoga Putri Shu membenciku tapi merindukanku. Hahaha..... Kenapa aku jadi konyol begini? Sial...." gerutu Yang Xuan kesal.


Yang Xuan duduk dengan santai, dia melihat semua penghuni istana dengan tertib duduk dimeja makan, tanpa ada suara sedikit pun. Ketenangan itu jelas menandakan akan ada badai sebelum hujan.


Setelah selesai sarapan pagi Yang Xuan menarik nafas beberapa kali kemudian dia berdehem" Leluhur Hong, Bibi Permaisuri, Pangeran Shin Xeng dan Putri Shu. Maafkan aku karena telah membunuh Hong Fu dan Hong Zhun" Yang Xuan berbicara jujur dengan tegas.


Wajah leluhur Hong Langsung memerah karena menahan amarah, dia sudah menduga akan hal tersebut, urat-urat setiap inci ditubuhnya sudah membiru karena menahan kemarahan yang sedang bergejolak di dadanya.


"Apa maksudmu nak" tanya Permaisuri karena dia berpikir pendengarannya yang kurang baik.


"Bibi, Maafkan aku karena telah membunuh Hong Fu dan Hong Zhun"


"Ekspresi Permaisuri langsung berubah bak singa yang ingin menerkam mangsa, dia langsung membanting meja makan membuat meja itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan-serpihan kecil.


" Apakah itu Alasannya sehingga kau ingin menyembuhkan ayahku? Apakah karena kau merasa bersalah sehingga ingin menutupi kesalahanmu?" Pangeran Shing Xeng bertanya dengan nada tinggi kemudian mengeluarkan sebilah pedang.


Yang Xuan tidak menyangka reaksi mereka ternyata di luar dugaannya. dia tidak berharap masalah ini menjadi rumit.


Yang Xuan menatap kearah Putri Shu akan tetapi wajah gadis itu juga memerah karena menahan amarah kepadanya. Aura pembunuhan memenuhi ruangan membuat para pelayan dan putri Shu serta permaisuri segera menjauh dari meja makan. Bahkan istana tersebut perlahan-lahan bergetar ketika aura pembunuh leluhur Hong bersama para tetua pelindung kerajaan merembes dengan kekuatan penuh.


Getaran istana semakin kentara ketika suasana semakin panas, hawa kematian dan hawa pembunuhan memenuhi seluruh istana membuat wilayah istana tersebut menjadi mencekam.


"Bagi Yang Xuan mereka hanyalah lalat yang tidak tahu diri dan menggali kuburan mereka sendiri, aura pembunuh tersebut dia anggap seperti angin lalu membuat keluarga Hong semakin marah.


"Hentikan.... " teriak Hong Chun sambil merangkak keluar dari kamarnya. Dia terus memuntahkan darah segar dari mulutnya, jiwanya juga kembali terluka parah dan wajahnya pucat karena ledakan aura pembunuh terus menindas nya.

__ADS_1


Yang Xuan melompat dari kursinya dan membantu Sang Raja untuk duduk.


"Ap....Apa.....Apa yang terjadi" Tanya Sang Raja terbata-bata.


Yang Xuan hanya tersenyum sambil menyalurkan Qi spritual melalui punggung Sang Raja lalu memberikan pil jiwa. Jika tidak, dipastikan tubuh Sang Raja akan meledak.


"Apakah benar kau Yang telah Menyembuhkan ku?


Yang Xuan menganggukkan kepalanya dan wajah kekecewaan terlihat jelas, dan bahkan dia sudah tidak ingin berbicara lagi. Tapi Sang Raja jelas tidak mempunyai kesalahan terhadapnya.


"Terimakasih banyak tuan, aku tidak menyangka bahwa para Dewa belum menginginkan kematian ku. Pasti banyak orang yang kerepotan atas penyakit ku dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Siapa pun yang berhasil menyembuhkan ku, aku akan memberikan nyawaku kepadanya.


"Apakah paman yakin?"


"Aku yakin tuan. Aku akan memberikan apa saja yang anda inginkan" Ucap Sang Raja tegas.


Semua orang menatap Hong Chun dengan ekspresi marah. mereka tidak percaya bahwa Hong Chun akan berkata seperti itu. Tapi mereka juga tidak bisa membantah perkataan Hong Chun karena bagaimanapun Yang Xuan bukanlah tabib bayaran. Lagi pula, jika Yang Xuan tidak mengobati Hong Chun belum tentu Sang Raja masih hidup.


Leluhur Hong kembali duduk di kursi setelah para pelayan membersihkan ruang makan tersebut, begitu juga dengan pangeran Shing Xeng, Permaisuri, Putri Shu. Para tetua pelindung kerajaan langsung menghilang setelah Leluhur Hong Mengangkat tangannya.


"Paman Chun. Aku tidak ingin Nyawamu, Aku hanya ingin meminta izin untuk mendirikan Kuil, Rumah lelang, pavilum perdagangan serta pavilim Al kemis di kerajaan api ini"


"Apakah hanya itu permintaan tuan" Tanya Raja Hong Chun Khawatir.


Dia khawatir jika hanya itu saja permintaan pemuda didepannya, berarti dimasa depan dia harus berhati-hati. Dia berharap pemuda itu mau menjadikanya bawahan agar keselamatannya terjamin.


"Hanya itu saja paman" jawab Yang Xuan singkat.


Yang Xuan sesekali mengedarkan pandangannya, menatap semua penghuni istana dengan raut wajah kekecewaan.


Hong Chun hampir menangis, dia berharap pemuda itu mau tinggal di istananya, karena dia ingin sekali menjodohkan putrinya dengan Yang Xuan, tapi itu hanya angan-angannya saja.


"Paman Chun, kedatanganku kemari sebenarnya ingin menghilangkan kerajaan api dari peta wilayah timur tanpa satu kehidupan pun, jika Hong Chun masih menjabat sebagai pangeran. Sebenarnya aku belum membunuh mereka berdua, hanya saja mereka tidak akan kembali lagi, karena ibuku lah yang pantas membunuh mereka. Kesalahan mereka dua puluh tahun yang lalu masih membekas dan sangat sulit untuk dihilangkan. Apakah paman masih menginginkan mereka?" tanya Yang Xuan sambil melirik semua orang.


"Tidak ... " ucap Hong Chun tegas.


"Pilihan yang bijak paman, jika masih menginginkan mereka berdua kembali, aku tidak yakin istana ini masih berdiri esok hari."


Wajah semua orang yang ada didalam ruangan itu langsung berubah buruk, mereka tidak menyangka kedatangan pemuda yang ada dihadapan mereka sebenarnya untuk menghancurkan kerajaan api dan bukanlah untuk membantunya.


"Paman Chun, jika anda sudah sembuh pergilah kekerajaan air untuk meminta maaf. Putri mahkota Hai Rong masih di tawan di semenanjung Lei Zhu oleh putra anda yang tersohor itu dan putra anda sudah menyekapnya lebih dari satu bulan.


Wajah Hong Chun langsung memerah karena menahan amarah, dia tidak menyangka putri sahabatnya di tawan oleh putranya. Begitu juga dengan leluhur Hong dugaannya selama ini ternyata memang benar, bahwa putri Hai Rong menghilang atas kelakuan keturunannya.


"Paman chun. Putra anda bersama Hong Fu, Tuan kota Cheng Hai, Sekte mutiara merah, Sekte giok merah, Sekte golok api, kelompok harimau gunung, kelompok bajak laut, Tuan kota Teng Chong, Jendral besar kerajaan air, Tuan kota Sihai serta keluarga bangsawan lainnya berencana akan mengambil alih kerajaan air dan kerajaan api ini. Jika aku terlambat berkunjung kesini mungkin aku hanya akan menemukan reruntuhan di wilayah kerajaan api ini."


Mereka semua hanya bisa menahan nafas tentang penjelasan Yang Xuan. sekarang meraka sadar telah melakukan kesalahan besar untuk yang kedua kalinya. Walaupun mereka marah kepada Yang Xuan akan tetapi meraka tidak meragukan sedikitpun informasi yang diucapkan oleh Yang Xuan.


"Paman, Katakan dari mana anda mempelajari segel terlarang" Tanya Yang Xuan.


Yang Xuan sangat penasaran tentang segel tersebut, dia berpikir segel itu memang untuk menghisap jiwa seseorang. Akan tetapi jika orang itu masih hidup segel tersebut akan sulit ia deteksi. Dia curiga segel itu ada hubungannya dengan iblis.

__ADS_1


"Dari seorang kultivator penggelana dari gurun busur? "Jawab Raja Hong Chun sambil menatap kearah Yang Xuan dengan tatapan heran.


"Apakah ada sesuatu yang paman telan ketika pertama kali mempelajari segel tersebut"


Yang Xuan masih bingung tentang segel terlarang itu, tapi ia juga pernah mendengar tentang segel terlarang tersebut, hanya saja ia lupa karena kejadian itu sudah terlalu lama.


"Benar tuan, dan dia juga meminta beberapa tetes darahku, sebelum aku mempelajari kitab itu, aku harus menelan batu itu terlebih dahulu"


"Apakah orang itu memberi sesuatu kepada paman misalnya senjata?"


Yang Xuan semakin yakin bahwa itu adalah ulah iblis karena mereka akan menandai buruannya jika tujuan mereka belum terpenuhi. Dia juga yakin bahwa sesuatu yang tersembunyi sudah muncul di gurun busur.


"Tidak tuan, akan tetapi darah yang saya berikan sepertinya diteteskan kepada sebuah pisau"


"Segel Pengunci jiwa ...... "batin Yang Xuan.


"Baiklah, tubuh dan jiwa paman masih terluka, utamakan berkultivasi dan mengkonsumsi pil dan sumberdaya yang aku berikan. Aku akan meninggalkan kerajaan api, semoga dilain waktu kita bertemu dengan cara yang berbeda" sambil menghilang tanpa jejak.


Putri Shu langsung lemas ketika melihat Yang Xuan pergi dan dia berlari menuju kamarnya dan membanting pintu dengan keras mengejutkan mereka semua.


"Ap... apa... Apa yang sebenarnya di lakukan oleh Zhun'er dua puluh tahun yang lalu" ucap Permaisuri terbata-bata setelah Yang Xuan pergi.


Wajah mereka semua pucat pasi setelah Yang Xuan berbicara akan menghilangkan kerajaan api dari peta wilayah timur.


"Apakah kalian masih memikirkan anak yang terkutuk itu, jika bukan karena pemuda itu aku yakin kerajaan air sudah meratakan kerajaan api ini. Kalau pemuda itu juga tidak muncul anak yang terkutuk itu pasti akan membunuh kita semua dan aku juga tidak menyangka Fu Dong diam-diam bekerja sama dengan anak terkutuk itu atau jangan-jangan Fu Dong lah yang di balik semua ini" ucap Raja Hong Chun dengan kemarahan menyala.


Mereka semua yang mendengarkan penuturan Hong Fu hanya diam saja dan tidak ada yang menyela, sepertinya mereka sudah sadar bahwa Hong Zhun bukanlah manusia akan tetapi reinkarnasi raja iblis bertubuh manusia.


"Dari dulu aku sudah bilang bahwa anak itu pantas dihukum mati, tapi kalian semua menolak permintaanku, entah apa yang dilakukan anak itu sehingga kalian semua menyayanginya" ucap Raja Hong Chun lemah karena sepertinya dia sudah sakit kepala berlebihan akibat ulah putra pertamanya dan dia berjalan tertatih-tatih menuju kamar putrinya dia takut Yang Xuan melakukan sesuatu kepada putrinya untuk balas dendam.


*****


Setelah keluar dari istana kerajaan api Yang Xuan langsung meleset keatas langit dan menembus array perlindungan kota Hong Li dan langsung meleset kearah timur kerajaan api.


Dari kejauhan Yang Xuan seperti melihat sebuh kota, tiba-tiba dia memperlambat laju terbangnya dan menukik tajam seperti elang yang sedang menangkap mangsa. Dia turun langsung sekitar lima puluh meter dari gerbang kota dan memutuskan berjalan kaki.


Yang Xuan berjalan santai menuju gapura kota dan menikmati hembusan angin sungai mutiara,


"Selamat datang di kota Hunan tuan muda, silahkan anda membayar biaya masuk hanya dua koin emas" ucap para penjaga gerbang setelah melihat Yang Xuan memakai pakaian mewah. Akan tetapi para penjaga tidak meminta lebih membuat Yang Xuan tersenyum puas atas kinerja Raja Qian.


"Terimakasih tuan penjaga, apakah boleh saya bergabung dengan kalian? tanya Yang Xuan sopan.


Yang Xuan tidak menyangka gejolak di kerajaan air tidak mempengaruhi kota Hunan. Dia yakin permainan Jendral besar bukanlah seperti Hong Zhun.


"Silahkan tuan muda, jika anda sudi bergabung dengan kami" jawab para penjaga dengan gaya bahasa agak berbeda.


"Ngomong apa kalian, Apakah kalian menyukai arak? ayo kita bersenang-senang hingga tahun dep.......?


Bomm...


Tiba-tiba gerbang hancur berkeping-keping ...

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


Salam dari binjai .....Hahaha


__ADS_2