KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
75. Inti angin abadi ( Mutiara hitam )


__ADS_3

Setelah membunuh leluhur dari hutan misterius dan menangkap Leluhur Shen Fu atau putra dari pendiri sekte angin timur dan klan cao tersebut, Yang Xuan berusaha keras mengobati semua pasukannya, dan memberikan mereka sumber daya tingkat tinggi untuk memulihkan kekuatannya. Sebelum menyerang sekte angin timur Yang Xuan juga ingin mereka naik tingkat secepatnya, supaya bisa mengantisipasi korban lebih banyak walupun hanya satu bintang itu sudah cukup baginya.


Tiga bulan kemudian, satu-persatu tetua kuil tersebut sudah selesai berkultivasi, senyum mengembang terlihat jelas di bibir meraka, karena ada yang naik tingkat hingga beberapa tingkatan, Yang Xuan juga membuat segel dan formasi tingkat tinggi dari luar formasi cincin matahari yaitu dimensi ruang dan waktu, tiga bulan didalam formasi tersebut sama dengan tiga hari dunia luar, akan tetapi ia membuat dimensi ruang dan waktu hanya siang saja tanpa ada malam hari, membuat para murid dan tetua kuil mengira mereka berkultivasi hanya satu hari saja sama seperti kelompok ibunya.


"Paman Tang, pimpin mereka semua menuju sekte angin timur melalui gunung Shen Ming." perintah Yang Xuan.


"Baik pangeran..." Jawab Xian Tang dengan lantang.


Bahkan para tetua kuil mengerutkan dahi saat Xian Tang memanggil Tuan Muda mereka dengan sebutan pangeran. Akan tetapi, mereka tidak bertanya prihal tersebut karena waktunya tidak tepat.


Xian Tang juga tidak tahu apa yang terjadi setelah Yang Xuan tiba di hutan terlarang, karena saat pertempuran besar terjadi ia tidak sadarkan diri saat menolong siluman harimau berkepala empat, karena menurutnya jasa harimau itu sangat besar kepada kerajaan Zhang Hua.


Saat semua pasukannya menuju sekte angin timur Yang Xuan menghilang dari hutan terlarang dan ia muncul di wilayah selatan sekte angin timur untuk menjemput Baihu dan Naga air sambil mengirim pesan kepada Long Yue, Ia juga tahu bahwa kelima orang asing yang belum di kenalnya tersebut masih terus mengikutinya akan tetapi mereka tidak mengganggunya.


Setelah ia tiba di wilayah sekte angin timur perlahan-lahan dan sangat hati-hati, Yang Xuan membuat segel dan formasi tingkat tinggi disertai segel ilusi dan formasi perlindungan, dibeberapa tempat untuk menempatkan hewan buas dan siluman peliharaannya. bahkan ia terus bekerja keras sebelum matahari terbit.


Setelah semua selesai dan matahari juga akan segera terbit, Yang Xuan langsung menghilang dari sana dan muncul di sebuah hutan halilintar atau di kenal wilayah terlarang sekte angin timur, karena hutan itu selalu mengeluarkan angin kekacauan jika ada yang mencoba melewati hutan tersebut, Yang Xuan tahu bahwa itu hanyalah ilusi karena hutan itu adalah tempat leluhur sekte angin timur atau istana harimau putih.


Setelah merobek ruang di depannya, Yang Xuan muncul di salah satu ruangan didalam istana harimau putih , bahkan para penjaga istana harimau putih tersebut tidak ada yang mengetahui bahwa ada musuh yang menerobos istana Tuan mereka.


"Aha, pasti situa bangka itu ada di sekte angin timur sekarang" tebak Yang Xuan.


Menurut penjelasan ibunya Cao Bun sering memasuki wilayah ini untuk melakukan latihan tertutup. Saat ia sibuk mencari Cao Bun di dalam istana tersebut dan tidak juga menemukannya malah ia bertemu patung harimau putih.


Saat memperhatikan patung tersebut ia tidak sengaja melihat artevak mutiara hitam dan inti angin kekacauan ada didalam mulut patung harimau putih tersebut.


"Hahaha, sungguh perjalanan yang tidak sia-sia, maafkan aku tua bangka sepertinya aku akan mengambil harta berharga kalian dan sekarang harta kalian berada di tangan orang yang tepat." gumam Yang Xuan sambil terus tertawa senang.


Bahkan ia juga mengambil patung harimau putih tersebut dan juga mengambil apa saja yang ada di sana, setelah menguras habis apa saja yang ada di tempat itu Yang Xuan menghilang dari sana, Ia muncul diwilayah paling timur sekte angin timur untuk menghancurkan dua sekte menengah dan dua sekte kecil Yang Ada di wilayah tersebut sambil menunggu kelompok ibunya tiba dan kelompok dari hutan terlarang.

__ADS_1


*****


Sekte angin timur.


Sejauh ini sekte angin timur tidak merasakan gentar sekalipun untuk menghadapi musuh mereka, karena para tetua sekte bisa melihat lencana para petinggi sekte mereka masih bersinar terang, hanya saja mereka sedikit gelisah karena lencana ratusan tetua yang dikirim untuk membantu klan Cao dan hutan terlarang sudah retak dan hancur, akan tetapi walaupun mereka gelisah. Mereka yakin leluhur Shen Fu sanggup menghancurkan musuh, karena selama ini mereka belum pernah melihat jika leluhur sekte mereka gagal menjalankan tugas. Hanya saja mata-mata mereka belum ada yang kembali untuk melaporkan jika ada keadaan darurat.


Cao Bun juga sudah beberapa bulan belakangan melakukan latihan tertutup untuk menembus ranah surgawi membuat kakeknya atau Shen Fu menggantikannya sementara waktu atas perintah dari Shen Bai.


Shen Bai atau di kenal harimau putih adalah pendiri sekte angin timur bersama istrinya Hou Ying. Mengetahui Shen Fu melakukan pertemuan dengan aliansi mereka kedua pendiri sekte itu memutuskan mengambil alih kepemimpinan untuk mengetahui sejauh mana Cao Bun mengembangkan sekte yang didirikannya.


"Qiong Xang, kumpulkan semua tetua di aula. Kita akan mengadakan rapat." perintah Shen Bai


Shen Bai menghela nafas panjang setelah memasuki salah satu ruangan yang di jaga ketat oleh Qiong Xang, ruangan itu adalah ruangan perpustakaan khusus sekte angin timur, mulai sejak berdiri hingga saat ini, semua kontribusi para murid dan tetua sekte serta patriak sekte ada di ruangan itu, semua lencana tetua sekte berbaris rapi tergantung di tempat itu. ia melihat lencana yang berbaris rapi itu sudah hancur mencapai lima ratusan, bahkan wajahnya seketika memerah sambil menahan amarah karena lencana yang hancur rata-rata lencana tetua tingkat tinggi.


"Baik leluhur....." jawab Qiong Xang sambil menundukkan kepalanya.


Setelah beberapa saat satu-persatu tetua tingkat rendah dan tetua tingkat tinggi bermunculan. Mereka yang datang langsung duduk di kursi mereka masing-masing, dari seribu kursi yang biasa terisi kini setengahnya kosong.


"Hui Fei, katakan kemana pemilik kursi tersebut." ucap Shen Bai dengan tatapan dingin karena ia belum mengetahui semua masalah yang terjadi.


"Baik leluhur...." Sambil berdiri.


"Satu minggu yang lalu leluhur Shen Fu mengirim enam ratus tetua keberbagai tempat untuk berjaga-jaga, karena aliansi kita di serang. Mereka yang menyerang di waktu yang bersamaan, kami belum mengetahui informasi lebih lanjut karena mata-mata yamg kami kirim untuk kedua kalinya belum ada yang kembali." jawab Hui Fei sambil duduk kembali.


"Hua Ling, katakan informasi apa yang kau ketahui." sambil terus mengedarkan pandangannya dan mengintimidasi semua tetua yang hadir di ruangan itu.


"Baik leluhur ... " sambil menghela nafas panjang untuk menutupi kegugupannya.


"Leluhur, saya mendapat pesan dari salah satu tetua bahwa kota Shenzhen sudah musnah, menurut pesan dari tetua tersebut semua bantuan yang kita kirim sudah binasa bersama semua rakyat dan warga kota Shenzhen, bahkan mereka yang selamat hanya sekitar dua puluh orang saja saat tetua Cao Lim mengirim pesan tersebut." jawab Hua Ling dengan keringat dingin yang menetes dari wajahnya.

__ADS_1


"Apakah kalian mengetahui kemana Cao Lim menghilang?" tanya Shen Bai dengan wajah penasaran.


"Leluhur, kami tidak mengetahui keberadaannya. Akan tetapi, sebelum kabar kehancuran kota shenzhen beredar luas, ketua Cao Lim bersama keluarganya meminta izin ingin mengunjungi klan Cao." jawab salah satu tetua.


"Xiulan, kapan Cao Lim meninggalkan sekte ini?"Tanya Shen Bai kembali.


"Sekitar dua minggu yang lalu leluhur." jawab Xiulan.


"Apakah kalian Mengetahui kabar terbaru dari hutan terlarang?" Shen Bai terus bertanya karena pesan yang ia kirim kepada putranya Shen Fu belum ada balasan.


"Sejauh ini kabar terakhir yang kami ketahui tiga hari yang lalu, tiga hari yang lalu leluhur Shen Fu mengirim pesan untuk meminta bantuan sekitar lima puluh ribu orang." jawab Dong Mu karena ia adalah tetua divisi bagian informasi.


"Bagaimana kabar dari klan Cao....?


"Le... Lu.... Leluhur kabar terakhir dari klan cao tiga hari belakang ini kami tidak mendapat informasi lagi. Akan tetapi, seorang tetua mengirim pesan tiga hari yang lalu mungkin klan Cao akan musnah. Menurut penjelasan tetua tersebut anggota klan cao telah musnah tanpa terkecuali. Tetua itu juga mengirim pesan dengan suara agak serak dan berat, tetua itu juga menyampaikan pesan tersebut saat mereka hanya tersisa dua puluh orang saja, kemarin tetua Qiong Xang menyampaikan kabar bahwa semua lencana tetua yang di kirim untuk membantu klan Cao sudah retak dan hancur." jawab Dong Mu sambil menundukkan kepalanya.


Seketika aura kematian yang sangat pekat merembes dari tubuh Shen Bai, membuat sebagian tetua terjatuh dan bahkan ada yang berguling-guling sambil memuntahkan seteguk darah dari mulut masing-masing. Beberapa tulang mereka retak dan patah, bahkan aula itu bergetar hebat dan murid-murid di berbagai tempat banyak yang terjatuh dan tidak sadarkan diri.


"Apakah kau ingin membunuh mereka dan menghancurkan sekte ini....?" Teriak Hou Ying dengan suara melengking.


Tiba-tiba Shen Bai tersadar dari kemarahannya dan menarik auranya. Akan tetapi, tatapan matanya masih terlihat menakutkan karena bola matanya sudah berubah warna menjadi hitam pekat. Hou Ying menatap Shen Bai sambil mengeluarkan lencana adiknya dan menunjukkannya kepada suaminya itu.


"Jika adikku sudah mati di pastikan putra kita juga akan mati dan lihatlah, aku yakin klan Cao sudah musnah bersama semua aliansi kita tanpa terkecuali." ucap Hou Ying sambil melemparkan lencana adiknya kepada suaminya.


Shen Bai melihat lencana tersebut dengan tatapan kosong dan ia sudah bisa menebak bahwa seluruh aliansi mereka di pastikan sudah binasa. Akan tetapi, ia heran kenapa semua lencana keturunannya tidak ada yang retak kecuali Cao Ya dan Cao Ming dan beberapa murid elit Lainnya, yang langsung membuat ia kaget dan mungkin melupakan sesuatu." Jangan, jangan...... " gumamnya sambil menghancurkan meja yang ada di hadapannya.


"Kumpulkan semua tetua yang tersisa dan murid elit, tingkatkan penjagaan." teriak Shen Bai.


"Baik leluhur.... " teriak para tetua yang masih sadar.

__ADS_1


__ADS_2