
Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Yang Lun, akhirnya Yang Xuan memutuskan menuju aula kultivasi di wilayah tengah cincin penyegel benua.
Swhus...
Muncul inti angin kekacauan di telapak tangannya, yang diambilnya dari istana harimau putih tempat terlarang sekte angin timur.
"Inti angin kekacauan tingkat tinggi," ucap Yang Xuan sambil mengambil posisi lotus, ia langsung mengedarkan tehnik kultivasi dewa kuno dan mulai menyerap inti angin kekacauan berwarna biru tersebut karena menurutnya masih banyak waktu.
Inti angin kekacauan memiliki banyak jenis dan mutiara hitam salah satu diantaranya, biasanya mutiara hitam dimiliki oleh para dewa, inti angin kekacauan memiliki lima warna, Akan tetapi, biasanya hanya tiga warna yang sering di miliki oleh kultivator tingkat tinggi yaitu, warna merah. warna biru, dan warna hitam. warna merah inti angin kekacauan tingkat menengah, warna biru inti angin kekacauan tingkat tinggi dan warna hitam sama dengan mutiara hitam yang memiliki tingkatan tertinggi dari semua jenis inti angin.
Mutiara hitam bisa menghasilkan segala jenis angin karena mutiara hitam sudah berada pada level tingkat dewa, bahkan siapa saja yang berhasil menyerapnya maka orang itu dapat dengan mudah memporak-porandakan satu benua dalam sekejap.
Inti angin berwarna merah tersebut terus di serap oleh Yang Xuan secara perlahan dan beberapa sumber daya Yang ia ambil dari berbagai sekte.
Dua hari kemudian, Yang Xuan hampir selesai menyerap inti angin kekacauan berwarna merah tersebut, tiba-tiba ledakan dahsyat keluar dari dalam dantiannya dan memenuhi seluruh tubuhnya, tidak lama kemudian cahaya keemasan keluar dari dalam tubuhnya
Bhus
Bhus
Bhus
Ledakan teredam terdengar keluar dari dalam tubuhnya bahkan ledakan itu bukan hanya satu kali, akan tetapi ledakan itu bahkan sampai tiga kali, Yang Xuan langsung mengeluarkan pil pondasi, batu spritual serta kristal langit berwarna kuning dari cincin penyimpanannya untuk menstabilkan pondasi kultivasinya.
"Tingkat prajurit surgawi bintang tujuh, mungkin karena tingkat kultivasi Tuan masih rendah sehingga sumber daya yang di serapnya berhasil menaikkan kultivasinya hingga tiga tingkatan. Sumber daya apa yang di temukan oleh tuan..." ucap Yang Lun dalam hatinya.
Beberapa jam kemudian Yang Xuan membuka matanya dengan wajah senang dan senyum sumringah.
Tampak Yang Lun juga menatapnya dengan wajah penasaran." Tuan sumber daya apa yang anda serap...?" langsung bertanya.
"Hanya sumber daya biasa yang tidak terlalu berguna yaitu inti angin kekacauan," jawab Yang Xuan singkat.
Yang Lun hanya memandangi tuannya dengan tatapan penuh arti," bukankah itu sumber daya langka untuk menyempurnakan elemen angin yang dimilikinya." gerutu Yang Lun sambil melangkah pergi.
Setelah selesai membersihkan diri, Yang Xuan lalu pergi menuju wilayah timur yang masih didalam cincin penyegel benua untuk mengunjungi Cao Bun.
Tampak Cao Bun menatap Yang Xuan dengan tatapan kemarahan dan penuh kebencian serta niat membunuh yang besar.
__ADS_1
"Bajingan.... " Teriaknya dan ingin menyerang Yang Xuan.
Saat Cao Bun akan melancarkan serangan, Yang Xuan langsung membuat pusaran angin di telapak tangannya lalu melemparkannya kepada Cao Bun.
Tubuh Cao Bun di terbangkan dan menghantam pagar penjara dan terus berputar-putar didalam pusaran angin tersebut, ia juga berteriak dan terus meraung-raung kesakitan hingga tubuhnya remuk karena terus menabrak pagar penjara tersebut.
Cao Bun menatap Yan Xuan dengan tatapan tidak berdaya karena tubuhnya sudah lemah dan bahkan aura kehidupannya sudah melemah, setelah menatap Yang Xuan secara langsung ia belum bisa mengenalnya.
"Cao Bun, jika kau tidak bisa diajak bekerja sama aku akan terus menyiksamu hingga seratus tahun kedepan ."sambil melemparkan segel pada tubuh Cao Bun dan mengeluarkan sebuah pisau.
Cao Bun hanya memperhatikan Yang Xuan dan tidak mau berbicara, bahkan Yang Lun juga sudah menyiksanya akan tetapi Cao Bun lebih memilih diam dari pada berbicara.
"Katakan dari mana Shen Bai mendapat mutiara hitam...?"
Cao Bun merasa hidupnya sudah berakhir dan ia lebih memilih diam dari pada memberikan informasi karena ia juga tidak tahu tempat apa tersebut.
"Kalau tidak mau bicara, baiklah.... " ucap Yang Xuan sambil mengulitinya.
Cao Bun meraung-raung kesakitan karena Yang Xuan terus mengulitinya, bahkan air matanya mengalir deras karena menahan rasa sakit yang luar biasa. bahkan setelah selesai mengulitinya yang Xuan kembali membakar tubuhnya.
Setelah memasukkan pil kehidupan tingkat rendah, yang Xuan kembali memperkuat segel di tubuh Cao Bun dan mengambil darahnya serta mengikat jiwanya, dengan tehnik segel pengikat jiwa supaya ia bisa menyiksa jiwa Cao Bun.
Bahkan Cao Bun terlihat menangis setelah Yang Xuan akan membawa keluarganya untuk disiksa jika dia tidak mau bicara, para tahanan lain menggigil ketakutan setelah mendengar teriakan Cao Bun hingga berjam-jam tanpa henti, akan tetapi mereka tidak bisa melihat siapa yang mendapat siksaan tersebut.
*****
Yang Xuan buru-buru keluar dari cincin penyegel benua karena ia mendapat pesan dari Long Zhi, pesan itu di kirim berkali-kali oleh Long Zhi untuk memastikan tuannya apakah memeriksa pesan tersebut... "
Saat ini Long Zhi dan Baihu serta Elang Api berjalan santai menuju sekte angin timur tanpa ada sedikit pun keraguan di wajah ketiganya.
Dari jauh para penjaga gerbang sekte angin timur mengerutkan dahi sambil menahan tawa setelah melihat tamu yang berkunjung menuju sekte mereka.
"Hei, apakah aku tidak salah lihat...? kenapa bisa seekor burung berjalan santai,,,? bukankah burung itu bisa terbang... " teriak salah satu diantara mereka sambil tertawa.
"Kamu benar, bukankah ini pemandangan langka setidaknya bisa memberikan sedikit hiburan." jawab yang lainnya.
Setelah tiba di gerbang sekte angin timur, Long Zhi dan Baihu serta Elang Api langsung dihentikan puluhan penjaga dengan tatapan bringas dan senjata mereka sudah di keluarkan dari cincin penyimpanannya.
__ADS_1
Sebelum penjaga itu bertanya kepada mereka, Long Zhi langsung mengeluarkan lencana pemberian Yang Xuan sambil melemparkan lencana itu kepada puluhan penjaga gerbang tersebut.
Saat puluhan penjaga gerbang melihat lencana itu secara bergantian, mereka semua mengerutkan dahi sambil memperhatikan lencana tersebut dengan teliti.
"Laporkan kepada tetua kalian bahwa utusan pengendali siluman datang berkunjung." Ucap Long Zhi dengan senyuman hangat.
Saat penjaga gerbang tersebut akan melaporkan kepada tetua mereka bahwa mereka kedatangan tamu dari hutan terlarang, teriakan keras mengisi udara seluruh sekte angin timur, sekte itu bergetar hebat ketika aura pembunuhan serta aura spiritual dengan kekuatan penuh menyapu seluruh sekte itu,
Ledakan-ledakan besar terdengar dimana-mana, teriakan-teriakan kesakitan mengisi seluruh udara sekte tersebut, ribuan murid seketika meregang nyawa akibat dari menahan tekanan dahsyat yang secara tiba-tiba bahkan untuk melindungi murid-muridnya, puluhan tetua tergeletak sambil menyemburkan darah segar dari mulut mereka.
Akan tetapi berbeda dengan rombongan Long Zhi, mereka bahkan tidak merasakan apa-apa, karena mereka langsung mengaktifkan armor yang ada di tubuh mereka, untuk menahan tekanan aura pembunuhan tersebut.
"Hahaha! Baihu ternyata sekte ini sangat aneh, sebelum kita menyerang, mereka sudah mati terlebih dahulu dan mungkin kita tinggal membersihkan sisanya saja." bisik Long Zhi kepada Baihu sambil menahan tawa.
"Benar apa yang kau katakan, bahkan setengah murid dari sekte ini sudah meregang nyawa dan tergelatak dimana-mana dan sebagian tubuhnya meledak." jawab Baihu dengan suara hampir tidak kedengaran.
Baihu memandangi jasad-jasad yang berserakan dimana-mana dengan air liur yang sudah menetes dari mulutnya, begitu juga dengan elang api akan tetapi dia terlihat lebih santai.
"Siapa yang berani memasuki wilayah terlarang sekte ini." teriak suara kasar di langit.
Tidak lama kemudian sesosok pria tua muncul diatas langit menggunakan jubah putih bergaris kuning dan hitam seperti harimau putih dengan penuh kemarahan.
"Salam leluhur...." hormat seluruh tetua dan murid yang masih sadar.
"Katakan .... siapa diantara kalian yang mengetahui ada penyusup yang berhasil memasuki wilayah terlarang sekte ini dan telah mencuri inti angin kekacauan serta mutiara hitam, bahkan patung harimau putih juga hilang dari istanaku." teriak Shen Bai sambil mengeluarkan aura intimidasi kepada seluruh penghuni sekte tersebut.
"Sial, sebenarnya apa yang terjadi....? Kenapa tempat terlarang sekte ini bisa sampai kebobolan orang lain bukankah penjaga di tempat itu sudah banyak." batin para tetua dengan wajah-wajah ketakutan.
Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan leluhur sekte tersebut, wajah-wajah mereka juga terlihat sangat jelek dan pucat-pasi serta ketakutan, mereka semua tahu harta leluhur mereka yang hilang pastilah benda-benda langka dan sangat berharga.
"Tetua, apa yang harus kita lakukan...?" bisik salah satu tetua untuk mencairkan suasana.
"Kumpulkan semua murid dan tetua yang ada di sekte ini dan periksa satu persatu." teriak Shen Bai sambil menghilang dari sana.
Setelah semua penghuni sekte itu berkumpul, mereka langsung di bawa para tetua menuju sebuah lapangan luas yaitu tempat latihan para murid, untuk diperiksa satu-persatu, bahkan mereka sampai melupakan Long Zhi dan baihu serta elang api.
Saat semua tetua sibuk memeriksa murid-murid mereka, tiba-tiba suara gemuruh mengisi udara. cakar raksasa secara tiba-tiba muncul di udara dan meleset dengan kecepatan tinggi kearah mereka dan langsung menghantam mereka semua.
__ADS_1
BOOM