
Tetua pelindung jagoan nomor tiga di kerajaan api yaitu Hong Fu, yang memihak kepada Hong Zhun mengalami sakit kepala yang parah, hal ini disebabkan ia baru saja mengirim pesan kepada Hong Zhun, namun tidak ada balasan sama sekali.
Hong Fu tidak peduli seburuk apa reputasi Hong Zhun, yang penting setiap menyelesaikan misi ia akan mendapat upah yang tinggi dan juga ia punya maksud tersembunyi.
Hong Fu buru-buru mengirim pesan kepada Hong Zhun, karena ia baru saja mendapat laporan dari Tetua Hang.
Tiba-tiba Hong Fu mengamuk dan menghancurkan meja giok yang ada didepannya, karena pesan yang ia kirim belum juga mendapat balasan.
"Kemana pangeran sialan itu pergi." teriak Hong Fu menggelegar.
Bahkan anak buahnya ketakutan melihat amarahnya, kecuali Ye Shui yang diam-diam tertawa didalam hatinya.
"Kalian, sampaikan pesanku kepada tertua Hang, pergi ke kota Cheng Du, temukan dimana Hong Zhun sekarang." perintah Hong Fu kepada anak buahnya.
"Baik tuan." Jawab anak buahnya sambil melangkah pergi.
Setelah anak buahnya pergi Hong Fu meleset terbang kearah barat kerajaan api, tidak membutuhkan waktu yang lama, ia sudah tiba di tempat tujuannya.
"Tetua Fu, selamat datang di sekte giok merah, silahkan masuk, patriark sekte bersama patriark sekte golok api mengadakan pertemuan." sambut para penjaga gerbang sambil membungkukkan badannya memberi hormat.
"Sampaikan kepada patriark kalian bahwa aku datang berkunjung." perintah Hong Fu
"Baik tetua." jawab salah satu penjaga.
"Untuk apa mereka mengadakan pertemuan malam-malam seperti ini...? bukankah masih ada hari esok. atau, apakah karena pesan yang aku kirimkan...? "batin Hong Fu sambil bertanya-tanya dalam benaknya.
"Patriark, tetua Fu dari kota Hong Li datang berkunjung, beliau sudah ada disini."
"Kebetulan sekali, cepat suruh beliau masuk."
"Baik patriark." sambil melangkah keluar dari aula pertemuan.
"Selamat datang di kediamanku tetua Fu." sambut patrairk sekte giok merah sambil membungkuk hormat.
Hong Fu hanya menganggukkan kepalanya, sambil duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan dengan wajah muram, tatapannya juga dingin, membuat pertemuan tersebut menjadi tegang.
__ADS_1
"Apa yang terjadi tetua Fu kenapa ekspresi anda terlihat buruk? apakah masih ada berita buruk yang belum kami ketahui dari anda...?" tanya patriark sekte golok api
Hong Fu menarik nafas panjang berulang kali untuk menahan amarahnya, ia tidak menyangka masalah datang bertubi-tubi dalam waktu singkat, terutama tewasnya jagoan nomor satu di kerajaan api tersebut, kini Pangeran Hong Zhun tidak di temukan.
Hong Fu sebenarnya ingin mengunjungi sekte mutiara merah, akan tetapi instingnya mengatakan itu bukanlah pertanda yang baik, karena jagoan nomor satu aja tewas di tempatnya sendiri. Sekarang ia menduga bahwa Hong Zhun telah berakhir akan tetapi ia tidak berani berkunjung ke kota Cheng Du.
"Apakah kalian sudah mendapat informasi tentang pemuda gila itu...? ini adalah wilayah kita, bagaimana dia bisa berkeliaran di wilayah kita sendiri tanpa kita bisa berbuat apa-apa. " tanya Hong Fu sambil menatap tajam satu-persatu yang hadir di ruang pertemuan tersebut.
"Tetua Fu, pengumpul informasi kami sangat buruk, bahkan mereka tidak bisa menyelesaikan misi di wilayahnya sendiri, itu menandakan pemuda gila itu bukanlah pemuda yang sederhana." jawab patriark sekte giok merah.
Patriark sekte giok merah bukanlah orang yang bodoh, Ia bisa membaca situasi bahwa Hong Fu ingin mengambil keuntungan dengan memamfaatkan mereka, dan bahkan kelompok harimau gunung yang paling di takuti diwilayahnya aja tidak berdaya, ia tidak mau masalah ini dilimpahkan kepada sekte nya dan membahayakan seluruh murid sekte nya.
"Masalah ini bukan hanya tamparan keras di wajah kita, akan tetapi seluruh kerajaan api, lalu. Bagaiman kita mau menguasai kerajaan ini? menghadapi orang gila saja kita tidak becus." ucap Hong Fu frustasi.
Hong Fu juga heran kenapa buruan mereka begitu licin dan berbahaya, itulah kenapa ia ingin memamfaatkan sekte giok merah dan sekte golok api untuk menjadi tamengnya.
"Siapa sebenarnya orang ini," patriark sekte golok api berbicara dengan pelan, juga dengan wajah frustasi.
"Kalian sudah melihat, bagaimana buruknya wajah Hong Zhun karena gagal menundukkan putri kerajaan air untuk menjadi selir, sekarang pesan yang aku kirimkan tidak dibalas olehnya, aku takut pemuda gila itu sudah berkunjung ke kota Cheng Du." ucap Hong Fu lagi-lagi mendesah.
"Benar juga apa kata terua Nan, dengan keadaan kita seperti ini, mudah bagi kerajaan air untuk mengambil alih kerajaan ini, apalagi penyakit yang mulia Hong Chun bertambah parah," celetuk patriark sekte golok api.
"Benar apa yang kalian semua kemukakan, bukan hanya kita gagal mengambil alih kerajaan ini, bahkan kita juga akan ikut binasa jika kerajaan air datang berkunjung." kata Hong Fu menambahkan.
Pertemuan itu, menjadi pecah, satu masalah belum selesai kini ada lagi masalah lain yang sudah mengintai, pertemuan itu menjadi tidak terkendali, setelah mendengar penjelasan dari Hong Fu, bukan hal mustahil bagi kerajaan air untuk menghancurkan kerajaan api, mengingat putri Hai Rong masih menjadi tawanan mereka, apalagi tetua pelindung jagoan nomor satu kerajaan api telah mati.
"Diam...!" teriak Hong Fu marah, ekspresinya yang tegas dan dingin membuat mereka semua terdiam, mereka belum pernah melihat Hong Fu begitu dingin sebelumnya, apalagi disertai aura pembunuh memenuhi ruangan pertemuan.
"Jangan seenaknya menyinggung orang lain, Dia tidak menghancurkan kita hari ini, bukan berarti pemuda gila itu takut kepada kita, aku sudah sering mengingatkan jangan sembarangan menyinggung orang lain, apalagi orang yang tidak kita kenal, apakah kalian tidak pernah berpikir bagaiman sekte angin timur dan seluruh keluarga cao binasa dari kekaisaran jiang?" teriak Hong Fu dengan amarah yang meledak-ledak.
Mereka semua hanya diam saja dan tidak ada yang berani menjawab.
"Kalian mungkin sudah mendengar rumor yang beredar bahwa pemuda gembel lah pelaku utamanya. dan aku yakin pemuda gembel itulah( Yang Xuan) yang berkeliaran di wilayah kita sekarang." kata Hong Fu menambahkan.
Hong Fu sudah mendapat informasi bahwa pihak merekalah yang pertama menyinggung orang lain secara terang-terangan, dan dia tidak mengerti kenapa putri tetua Nan sampai menyinggung orang Lain.
__ADS_1
Sebenarnya Yang Xuan juga tidak ingin ikut campur tentang masalah internal kerajaan api, akan tetapi setelah menyaksikan rakyat jelata tertindas, tidak mungkin ia berpangku tangan akan hal tersebut, tujuannya datang ke kerajaan api hanya ingin membunuh Hong Zhun dan Hong Fu yang terlibat dengan Cao Bun Dua puluh tahun yang lalu.
Hong Fu menduga bahwa pemuda gila itu adalah utusan dari kekaisaran jiang yang di undang oleh Hong Chun untuk membantu kerajaan api. informasi itu juga ia dapatkan dari mata-mata yang ia kirim kekaisaran Jiang dan mengatakan ciri-ciri yang sama dengan pemuda gila yang berkeliaran di wilayahnya.
"Masalah ini menjadi begitu rumit dan tidak sesederhana yang kalian pikirkan, untuk sementara waktu, lebih baik jangan melakukan pergerakan seolah-olah kita tidak terlibat dengan pangeran Hong Zhun, dan tidak usah melakukan penjagaan ketat, aku yakin dia pasti akan datang berkunjung, mengingat putra patriark sekte ini bersama putri tetua Nan dari sekte golok api bermasalah dengan pemuda gila sialan itu." ucap Hong Fu memberi solusi.
"Baik tetua Fu." jawab mereka sambil menganggukkan kepalanya untuk mempertimbangkan solusi yang di eksekusi oleh Hong Fu
"Tiga hari lagi kita akan mengadakan pertemuan, kirim mata-mata kalian keberbagai tempat, aku akan mencari solusi dari masalah ini." perintah Hong Fu
"Untuk saat ini jangan menambah masalah, aliansi kita sekarang berada di ujung tanduk, dan jika ada yang menambah masalah aku sendiri yang akan membunuhnya, ini peringatan keras, apalagi saat ini belum ada kabar dari pangeran Hong Zhun." teriak Hong Fu mengeluarkan aura pembunuh dengan kekuatan penuh sambil melangkah keluar dari aula pertemuan.
*****
Sementara itu Yang Xuan bersama Dou sheng dan putri Shui sudah tiba di sekte mutiara merah hanya dalam waktu singkat.
Putri Shui masih linglung ia berdiri dan tidak masuk ke tendanya sampai satu jam lebih.
Putri Shui merasa seperti bermimpi dalam tidur panjangnya dan Yang Xuan adalah seseorang dari mimpinya, karena hanya dalam waktu singkat Yang Xuan bisa menyelamatkannya dari penderitaan panjangnya.
Akan tetapi ia juga takut Yang Xuan membunuh Hong Zhun, mengingat Hong Zhun adalah pangeran kerajaan api dan ia tidak mau Yang Xuan membahayakan dirinya sendiri demi menolongnya. ia terus kepikiran atas hal tersebut.
Dou Sheng sudah mengingatkannya dari awal bahwa Yang Xuan sudah mempertimbangkan setiap masalah yang di ambilnya, jadi putri Shui berpikir dari lain sisi, Apakah itu sudah cukup menjadi alasan jika pihak istana meminta pertanggung jawabannya? itulah yang dia pikirkan sampai tidak sadar bahwa dia masih berdiri di luar tenda.
"Ada apa Shui'er...? istirahatlah dengan baik supaya keadaanmu cepat membaik, tidak akan ada lagi orang yang berani menyentuhmu, percayalah kepada paman." ucap Dou Sheng prihatin kepada putri Shui.
Dou Sheng keluar dari tendanya karena melihat Putri Shui masih berdiri di luar tendanya, membuat Dou Sheng khawatir.
"Terimakasih paman," jawab putri Shui.
"Jangan khawatir, pemuda itu adalah pemuda gila, tidak akan ada masalah yang tidak bisa di selesaikan olehnya." kata Dou Sheng meyakinkan sambil memaksa putri Shui masuk kedalam tenda.
"Bagaimana keadaan gadis itu paman, kenapa dia berdiri di luar, apakah dia tidak nyaman tidur sendirian didalam tendanya?" tanya Yang Xuan, sambil memberikan tombak tingkat surgawi kepadanya.
"Aku juga tidak tahu tuan muda, akan tetapi bukankah seseorang kultivator sudah terbiasa tidur di alam bebas." jawab Dou Sheng sambil menerima tombak yang di berikan oleh Yang Xuan.
__ADS_1
"Jika boleh aku tahu, buat apa tombak ini tuan muda........??" Tanya Dou sheng penasaran dengan tombak tersebut.