
Saat mendapat pesan dari gunung jing shang Xian Tang bersama beberapa petinggi kerajaan zhang hua dan petinggi kuil segera berkumpul. Mereka langsung berkemas dan berangkat sore itu juga menuju gurun busur, karena sejauh ini kelompok mereka belum menemukan apapun di daerah hutan misterius sehingga memutuskan meninggalkan wilayah itu.
Wajah-wajah para murid-murid kuil dan prajurit kerajaan zhang hua terlihat berbinar-binar setelah mendengar mereka akan mengobrak-abrik wilayah gurun busur. Mereka ingin sekali mencoba kekuatan barunya sesama kultivator setelah berlatih beberapa bulan di hutan misterius dengan bertarung melawan ratusan hewan buas.
Jarak antara hutan misterius dengan gunung jing shang sangatlah jauh sehingga Xian Tang memutuskan menuju pusat kota kedua di gurun busur setelah kota gurun membeku. Xian Tang mendapat pesan dari Yang Xuan supaya mereka tidak perlu terburu-buru karena jarak dari pusat wilayah gurun busur menuju gunung jing shang juga cukup jauh. Kelompok penguasa gurun busur juga akan memakan waktu satu malam jika menggerakkan pasukan dengan kekuatan penuh.
"Berhenti...!" Xuan Li mengangkat tangannya keatas. Mereka sudah tiba di sebuah lembah, saat mereka akan beristirahat tiba-tiba suara memenuhi udara.
"Ketua, bukankah ini lembah kematian." tanya Xian Tang penasaran. Akhirnya dia mengerti kenapa Xuan Li berisi keras membawa mereka menempuh perjalanan dari jalur tersebut.
"Klan Shen, sudah puluhan tahun aku mengintai klan ini sehingga aku memutuskan untuk ikut ketempat ini." jawab Xuan Li sambil menyuruh kelompoknya melancarkan serangan.
Ledakan-ledakan keras langsung bersahut-sahutan bahkan menggetarkan lembah kematian. Energi dari puluhan ribu senjata tingkat tinggi terus menghantam array perlindungan klan Shen.
Xuan Li juga menyuruh puluhan ribu orang mengepung tempat itu untuk mengantisipasi dari klan Shen yang ingin melarikan diri.
Xuan Li juga segera mengirim pesan kepada Yang Xuan bahwa mereka akan menghancurkan klan Shen di lembah kematian malam itu juga.
******
"Badjingan!" teriak pria tua di balik array perlindungan murka, ia tidak menyangka kelompok kerajaan zhang hua ternyata mengetahui klan mereka, padahal selama ini mereka tidak melakukan pergerakan setelah kelompok kerajaan zhang hua tiba di hutan misterius.
Pria tua itu buru-buru mengambil lencana dari dalam jubahnya dan langsung mengirim pesan.
Satu persatu anggota klan yang menjaga titik pusat array perlindungan terlempar dan terluka parah.
"Pertahankan array perlindungan, sebentar lagi leluhur akan tiba." teriak pria tua itu dan terus mengarahkan anggota klan untuk menjaga titik pusat array perlindungan.
Wajah-wajah mereka semua pucat pasi dan ketakutan setelah beberapa kali array perlindungan mengalami keretakan. Saat anggota klan lainnya akan menggantikan yang terluka parah, mereka tiba-tiba mendengar suara bergemuruh, ratusan tombak energi meleset dengan kecepatan tinggi menuju array perlindungan.
BOOMM!!
Ledakan dahsyat terjadi, array perlindungan hancur berkeping-keping bersamaan dengan teriakan- teriakan keras memenuhi langit klan Shen. Ribuan anggota klan Shen terluka parah dan ribuan anggota klan lainnya yang paling lemah tewas ketika array perlindungan hancur. Asap tebal mengepul memenuhi udara, fluktuasi udara menjadi kacau.
"Arrrrggghhh, tidak... " teriak pria tua itu terjatuh lemas dari tempatnya. Ia tidak menyangka array perlindungan mereka akan hancur sebelum leluhur mereka tiba.
*****
Serang?!
Puluhan ribu kelompok kerajaan zhang hua merengsek memasuki klan Shen setelah asap menghilang, dalam waktu singkat lembah kematian berubah menjadi lautan api. Rata-rata kuil yang berangkat menuju hutan misterius adalah pengguna elemen api. Teriakan-teriakan keras kembali terjadi ketika energi bola-bola api terus meluncur dan menghancurkan apa saja yang ada di dalam klan tersebut.
"Patriak Shen Diang, aku tidak menyangka hari ini akan tiba, ternyata keberuntungan masih berpihak kepada kami setelah beberapa bulan berada di wilayah ini. Keterlibatan klan kalian menghancurkan klan Xuan dan kerajaan zhang hua di masa lalu akan kalian bayar hari ini, katakan dimana para klan dihutan misterius bersembunyi supaya kami bisa mempertimbangkan nyawamu." bentak Xuan Li dengan kemarahan yang sudah memuncak.
"Cih, kalian hanya beruntung menemukan klan kami itupun karena tidak sengaja, apakah kau sudah puas sekarang setelah puluhan tahun mencari klan ini." ucap Shen Diang sambil tertawa sinis. Pria tua itu bahkan terlihat santai dan masih bisa tertawa.
"Hahaha! aku sengaja membawa kelompokku dari wilayah ini walaupun semuanya protes, aku sudah lama mengetahui klan kalian, hanya saja aku tidak berani berurusan dengan klan shen yang termahsyur itu. Apakah kau masih menunggu kerangka leluhur kalian untuk kembali" ucap Xuan Li sambil menyunggingkan senyum.
"Apa maksudmu?" Tanya Shen Diang dengan suara meninggi.
__ADS_1
"Tanya saja sama penjaga gerbang neraka." jawab Xuan Li sambil mengangkat tangannya.
"Musnahkan klan Shen, kalian jangan takut karena leluhur klan ini telah di makan oleh peliharaan Tuan Muda kalian." Teriak Xuan Li bergema.
Dalam hitungan singkat klan shen menghilang dari peta wilayah timur, klan Shen bahkan menjadi bulan-bulanan anggota kuil. Shen Diang bahkan melihat semua anggota klan Shen di bantai tanpa ampun dan tidak menyisakan satu kehidupan pun.
"Kumpulkan semua jasad-jasad mereka kita akan memberikan hadiah kepada hewan peliharaan, Tuan Muda." ucap salah satu murid kuil.
Mereka membersihkan tempat itu tanpa sisa. Setelah itu, para tetua menyegel tempat itu dan membuat formasi pembunuhan dengan puluhan tombak sebagai pusat formasi. Bendera putih berlambang matahari berkibar setelah kelompok Xuan Li meninggalkan kawasan tersebut.
******
Di tempat lain.
Rombongan yang berangkat dari kekaisaran Jiang Saat ini sedang beristirahat di perbatasan kekaisaran Jiang dan gurun busur. Rombongan itu bahkan sudah terpecah menjadi dua bagian, satu kelompok yang bisa terbang sudah lebih dulu bergerak dan satu kelompok lagi masih beristirahat. Para tetua dan ketua kuil tidak ingin wilayah yang mereka rebut selama ini akan jatuh kembali ketangan Hou Chen.
Saat mereka beristirahat prajurit kekaisaran jiang berbisik bisik dengan murid-murid dari berbagai kuil karena penasaran siapa gadis yang selalu menempel dengan Long Yue.
"Nyonya, kenapa anda ikut dalam peperangan ini?" tanya Kaisar Jiang kepada Long Yue untuk memecah keheningan di malam yang panjang tersebut.
"Saya hanya ingin melatih murid-murid Yang Mulia." Jawab Long Yue singkat.
"Apakah mereka murid-murid anda ?" tanya Kaisar Jiang sambil menunjuk dua gadis yang berada didekat Long Yue dengan wajah penasaran.
Murid-murid kuil dan prajurit kekaisaran jiang sebenarnya ingin berkenalan semenjak berangkat dari kekaisaran Jiang, akan tetapi, mereka tidak berani karena kedua gadis itu selalu menempel kepada Long Yue.
"Aaaah ... Apakah Yang Mulia ingin menjadikan salah satu di antara mereka menjadi selir?" tanya Long Yue sambil mengangkat alisnya.
"Hahaha! Nyonya, aku hanya bertanya karena murid-murid kuil dan prajurit sepertinya begitu penasaran dengan kedua gadis itu, aku hanya mewakili rasa penasaran mereka." jawab Kaisar Jiang tertawa.
Kaisar Jiang menghela nafas berat berkali kali, hingga saat ini dia belum pernah lagi bertemu dengan Yang Xuan membuat kepalanya terkadang pusing. Dia ingin sekali memberikan pelajaran kepada Yang Xuan karena sudah membuat putrinya menderita.
"Yang Mulia, hamba adalah Putri Shui dari keluarga Kai, kelurga kami berasal dari kerajaan api." jawab Putri Shui dengan sopan.
"Yang Mulia, hamba adalah Li Ling dari kerajaan air." jawab Li Ling sambil membungkukkan badannya.
Kaisar Jiang hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada kedua gadis itu. Melihat itu, Long Yue menjadi geram karena putranya tak kunjung kembali, jangankan Kaisar Jiang bahkan dia sendiri sudah kesal kepada Yang Xuan.
Setelah berbasa basi untuk beberapa saat kelompok Long Yue segera berkemas dan akan melanjutkan perjalanan.
******
Yang Xuan yang mengetahui situasi yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah gurun busur langsung menggerakkan pasukan hingga ratusan ribu orang. Walaupun menelan biaya yang tidak sedikit baginya itu tidak masalah karena ia sudah memutuskan akan menyerang dengan kekuatan penuh.
Bahkan Yang Xuan mengirim kelompok bantuan dari kerajaan air untuk membawa beberapa kultivator bayaran melalui sungai gang ming dengan pasokan bahan makanan dan sumber daya. Sekitar lima kapal besar berangkat dari pelabuhan selat lei hong.
Setelah tiba di kerajaan zhang hua ribuan kultivator kembali bertambah setelah mereka mengetahui peperangan akan pecah di wilayah gunung Jing Shang. Mereka membawa kapal-kapal berukuran kecil dari kerajaan zhang Hua, karena hulu sungai gang ming berasal dari dua tempat yang berbeda sehingga kapal-kapal besar tidak bisa berlayar hingga gunung Jing Shang.
Semua petinggi kelompok kuil yang berada di kerajaan air termasuk kelompok Kai Feng dan kelompok dari lembah berkabut tidak mau ketinggalan, padahal Yang Xuan sudah berpesan agar mereka terus melanjutkan pembangunan. Namun Yang Xuan juga senang karena kapal tidak pernah lagi berlayar dari kerajaan air hingga wilayah gurun busur, hal itu juga akan sangat bermanfaat untuk membuka jalur perdagangan, jika ada rintangan di sepanjang aliran sungai gang ming maka mereka akan lebih mudah untuk mengatasinya.
__ADS_1
"Tetua kai, apakah anda pernah melihat kelompok lemah seperti kami berangkat menuju medan peperangan." Tanya Ming Kun mantan kepala desa Ming.
"Hahaha! tetua Ming, hari ini kita akan mengukir sebuah legenda."
Kai Feng tertawa terbahak-bahak. Walaupun malam itu terasa sangat panjang dan hembusan angin sungai gang ming sangat dingin, akan tetapi, darah mereka sudah bergejolak setelah mengetahui semua yang terjadi di wilayah timur bersumber dari gurun busur.
"Tetua Kai, kami juga para pengumpul informasi pernah merampok para perampok dengan Tuan Muda Yang di aliran sungai gang Ming disekitar lembah berkabut, bahkan kelompok itu sangat menakutkan." Ucap Hang Feng tiba-tiba.
"Apakah para tetua desa Ming ikut menumpas perompak sungai gang ming dengan, Tuan Muda Yang?" tebak Kai Feng penasaran.
"Benar tetua, namun tugas kami hanya mengumpulkan harta jarahan. Apakah kali ini kita akan menjarah penguasa gurun busur?" Tanya Hang Feng sambil tertawa terbahak-bahak.
Mereka masih bisa tertawa terbahak-bahak karena sejauh ini kelompok tersebut belum menemukan rintangan.
*****
Keesokan harinya.
Pagi buta, kuil jing shang terlihat sibuk. Setiap murid-murid kuil dan prajurit kekaisaran Jiang yang sudah mempersiapkan diri sejak tengah malam setelah beristirahat mulai berkumpul di halaman kuil dengan senjata dan perbekalan perang yang memang sudah disiapkan sebelumnya. Mereka terlihat cemas dan diliputi kekhawatiran karena tamu yang akan berkunjung bahkan lima kali lipat dari jumlah mereka. Bahkan sebelumnya, sebagian dari mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang padahal para tetua sudah memperingatkan agar istirahat sepuasnya.
Kelompok-kelompok kecil sudah siap siaga di beberapa titik, termasuk di empat sudut kuil untuk menjaga titik pusat array perlindungan.
Jendral Xu dan Jendral Lui Xang bersama prajurit elit dan ribuan murid-murid elit dari berbagai kuil sudah melakukan persiapan di beberapa titik di lereng gunung jing shang. Beberapa tetua dari berbagai kuil sudah mempersiapkan diri untuk melindungi kelompok yang bersembunyi di beberapa titik tersebut.
Semua jembatan dan penyeberangan di sungai gang ming yang mengalir sekitar seratus meter dari kaki gunung jing shang telah di hancurkan.
Ketua kuil pisau terbang bersama ketua kuil teratai merah terus berkeliling untuk memastikan kesiapan seluruh kelompok mereka. Mereka berdua dapat melihat dengan jelas wajah-wajah seluruh kelompok kuil terlihat cemas dan khawatir padahal peperangan bukan pertama kalinya bagi mereka.
Puluhan kelompok kecil juga di siapkan di beberapa titik di lereng gunung jing shang untuk melakukan penyelamatan jika ada yang terluka dari kelompok mereka. Hal itu di lakukan untuk mengantisipasi jumlah korban di pihak mereka, kelompok itu juga punya keahlian dalam pengobatan dan mereka bersembunyi didalam goa yang sudah di buat sebelumnya.
Bahkan ribuan goa di lereng gunung telah disiapkan sebelumnya setelah mereka mendirikan kuil, kelompok kuil sudah menduga cepat atau lambat kuil itu akan kedatangan tamu.
Keuntungan kelompok kuil Jing shang tidak bisa di serang dari berbagai sisi, itu karena letak kuil berada di lereng gunung jing shang, jika ada serangan musuh maka pihak kuil hanya menjaga dari satu sisi saja. Namun bagi yang bisa terbang di udara itu tidak masalah walaupun letak kuil berada di atas bukit. Akan tetapi, yang tidak bisa terbang menuju letak kuil dari kaki gunung jing cukup sulit karena medan terlalu terjal, belum lagi sungai gang ming akan sedikit menyulitkan musuh.
Batu-batu besar berbentuk bukit sudah di siapkan di beberapa titik di lereng gunung sejak mereka mendirikan kuil di tempat itu. Setiap tumpukan batu sudah ada yang menjaga, letak kuil jing shang sekitar lima ratus meter dari kaki gunung jing shang. Ternyata mereka sudah mempertimbangkan sejak awal untuk mengantisipasi serangan tiba-tiba.
Di puncak gunung jing shang elang api dan elang putih bertengger di sebuah dahan pohon raksasa sambil menyantap seekor kera. Mata kedua elang itu terus memperhatikan kawasan sekitarnya karena elang putih sudah memberi tahu elang api peperangan akan pecah di kawasan tersebut. Elang putih juga baru tiba dari hutan misterius setelah kelompok kerajaan zhang hua keluar dari lokasi tersebut.
BOOMM!!
Suara ledakan keras tiba-tiba memenuhi lereng gunung di ikuti dengan bergetarnya gunung jing shang. Ledakan besar itu berhasil membuat seluruh kelompok kuil panik karena serangan beruntun itu tidak pernah berhenti menghantam lereng gunung dengan bola-bola energi.
"Whung..." array perlindungan kuil segera aktif.
"Musuh sudah tiba, persiapkan diri kalian!" teriak salah satu tetua kuil.
Seluruh anggota kuil dan prajurit kekaisaran Jiang langsung bersiap siaga di tempat masing-masing untuk memberikan serangan kejutan. Mereka masih bersembunyi di tempat masing-masing dan tidak membuat gerakan apapun, sehingga sebagian kelompok musuh terus mendekat menyeberangi sungai gang ming kearah kaki gunung jing shang.
Ratusan ribu kuda dari kelompok kedua memenuhi kawasan itu sekitar satu kilometer dari kaki gunung jing shang di seberang sungai gang Ming dari arah utara, rombongan berkuda tersebut membuat para penduduk desa di sekitar gunung jing shang segera menyelamatkan diri dan menjauh dari lokasi tersebut.
__ADS_1
Kelompok kuil yang bersembunyi di beberapa titik menahan nafas dengan wajah ketakutan ketika melihat jumlah musuh sekitar dua ratus ribu orang. Mereka segera keluar dari persembunyiannya secara perlahan dan mengalirkan unsur energi Qi kepada batu-batu besar yang telah disediakan sebelumnya untuk memberikan serangan kejutan. Begitu juga dengan kelompok Jendral Xu dan Jendral Lui Xang yang sudah membuat berbagai senjata dari unsur energi Qi.
Serang?!