
"Nona, apakah desamu masih jauh... ?" Tanya Yang Xuan setelah mereka meninggalkan kota Hong Li.
"Tuan, desaku masih sangat jauh, kita harus melewati gunung honggertu yang ada di wilayah selatan, nama desaku adalah desa hongger yang berada di kaki gunung api honggertu. Desa paman Dou Sheng tidak jauh dari desa kami, hanya berjarak sekitar lima mil desa paman Dou Sheng adalah desa Yan Sheng paling ujung kerajaan ini dan juga berbatasan dengan lautan selatan wilayah timur ini." jawab gadis tersebut.
Yang Xuan hanya menganggukkan kepalanya." Nona, perkenalkan dirimu dan ceritakan tentang keluargamu." kata Yang Xuan.
"Maaf tuan, saya lupa memperkenalkan diri, namaku adalah Quentin, saya memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Yuan Zhu, ibuku bernama Wen Xuemei. Ibuku sudah lama menderita penyakit langka, sehingga kami diasingkan oleh para warga desa sekitar satu mil dari desa hongger. Saat pulang dari kekaisaran Jiang kakakku terluka parah dan tidak sadarkan diri, membuat aku harus terpaksa mencuri koin emas tuanku untuk mengobati mereka." jawab Quentin sambil menutup wajahnya.
"Sudah berapa lama ibumu menderita penyakit seperti itu nona."
"Sekitar lima belas tahun,Tuan. Dulu ketika ayahku masih hidup penyakit ibuku tidak selamanya kambuh, kadang juga sembuh ketika ayahku mendapatkan obat." jawab Quentin.
"Nona, jika boleh aku tahu, kenapa kakak laki-laki mu bisa sampai terluka parah... ?"
Yang Xuan tidak tahu kenapa perjalanannya begitu mulus, ia bahkan langsung bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Yang Xuan berpikir akan sangat susah mencari keberadaan orang-orang tersebut, sama seperti keluarga Kai, sejauh ini ia belum mendapatkan informasi tentang keberadaan keluarga tersebut. Hanya saja ia penasaran kepada Yuan Zhu, menurut penjelasan kakeknya, Yuan Zhu tidak terluka saat meninggalkan hutan terlarang,
"Aku tidak tahu tuan, kenapa kakakku bisa terluka parah,...? saat paman Dou Sheng mengantarkan kakakku ketempat tinggal kami, kakakku sudah tidak sadarkan diri." jawab Quentin.
Yang Xuan mengerutkan dahinya sambil menatap Dou Sheng." Paman, jelaskan padaku apa hubunganmu dengan Quentin." Yang Xuan meminta penjelasan karena ia begitu penasaran atau memang kebetulan.
"Tuan, ayah Quentin.....?"
"Tuan muda, paman boleh memanggilku seperti itu, begitu juga denganmu nona." Kata Yang Xuan sambil menyela perkataan Dou Sheng saat akan menjelaskan.
"Tuan muda, ayah Quentin adalah sahabatku, dulu ketika kami masih berada di sekte mutiara biru, kami sudah berjanji melindungi satu sama lain, jika diantara kami ada yang mati terlebih dahulu. Kami juga sama- sama tetua di sana, kan tetapi, penyerangan tujuh tahun yang lalu merenggut nyawa beliau. Sebelum mati sahabatku itu menitipkan keluarganya kepadaku." jelas Dou Sheng.
"Lima hari yang lalu penyakit ibu Quentin semakin parah, saat Quentin meninggalkan rumahnya untuk bekerja di kota Hong Li, itu juga alasannya aku berkunjung kekota Hong Li untuk menjemputnya." Dou sheng menambahkan.
"Apakah paman tahu siapa yang menyerang Yuan Zhu saat itu....?"
"Tuan muda, menurut informasi yang aku ketahui, kelompok yang berperang menuju kekaisaran Jiang mendapat serangan dari kelompok harimau gunung saat mereka kembali dari peperangan tersebut. Mereka semua di buru oleh kelompok organisasi bajak laut." jelas Dou Sheng.
"Tadi paman bilang kelompok harimau gunung dan sekarang organisasi bajak laut, sebenarnya informasi mana yang benar paman." tanya Yang Xuan penuh selidik.
"Tuan muda, Organisasi bajak laut di bagi menjadi dua kelompok. Kelompok di daratan yaitu kelompok harimau gunung yang bermarkas di perbatasan kerajaan api dan kerajaan air, sekitar tiga puluh mil di arah timur kota Cheng hai."
"Satu kelompok lagi khusus di perairan atau lautan, nama kelompok ini adalah kelompok bajak laut yang bermarkas di semenanjung Lei zhu, markas mereka berada di sebuah kapal besar yang karam sekitar seratus tahun yang lalu di semenanjung tersebut." sambung Dou Sheng.
"Apakah paman tahu dari mana mereka menuju semenanjung tersebut." tanya Yang Xuan.
"Mereka memutar dari kerajaan api menuju selat Lei Hong, yaitu selat antara kerajaan air dan pulau sihai, sebab, jika langsung dari kerajaan api menuju semenanjung Lei zhu, kita akan melawan arus yang lumayan deras. Jika menggunakan kapal besar di pastikan akan kandas di sana, karena struktur bebatuan di bawah laut seperti pegunungan." Dou Sheng menjelaskan dengan semangat. Ia tidak tahu kenapa berbicara dengan Yang Xuan begitu menenangkan.
__ADS_1
"Apakah tidak bisa terbang kesana, paman." tanya Yang Xuan penasaran.
"Tuan muda, menurut penjelasan beberapa nelayan, arus angin laut dari berbagai arah menuju semenanjung Lei zhu begitu kencang dan sering berputar-putar, membuat para kultivator banyak yang mati di sana." jawab Dou Sheng.
Yang Xuan mengangguk dan memperhatikan Dou sheng. Ia heran, kenapa tetua itu sangat detail memberikan informasi.... padahal tetua tersebut tinggal di sebuah desa kecil.
"Lanjutkan paman." ucap Yang Xuan.
"Tuan muda, organisasi bajak laut ini juga membentuk kelompok kecil, yang di bantu oleh kelompok harimau gunung. Kelompok mereka juga menguasai beberapa titik sungai mutiara atau sungai kemakmuran dan sungai gang ming." jelas Dou Sheng.
"Lanjutkan.... "
"Menurut penjelasan salah satu sahabatku dari kekaisaran Jiang, kelompok ini juga bekerja sama dengan sekte lembah siluman dan sekte pedang bintang serta salah satu tetua dari kota pantai timur untuk menguasai sungai mutiara."
"Apakah paman tahu siapa nama tetua tersebut...?
"Kalau tidak salah namanya Zhong Du, tuan muda, adik dari walikota pantai timur Zhong Quon." jawab Dou Sheng mencoba mengingat-ingat.
"Bagus paman, informasi yang begitu berharga, lanjutkan ceritanya, paman." ucap Yang Xuan bersemangat.
"Kehancuran kedua sekte lembah siluman dan sekte pedang bintang, membuat mereka memburu kelompok dari kerajaan api dan kerajaan air yang membantu kekaisaran Jiang, bahkan perdana mentri kerajaan air juga memburu kelompok dari kerajaan tersebut, yang ikut membantu pihak kekaisaran Jiang." jelas Dou Sheng.
"Perdana mentri kerajaan air sudah lama bekerja sama dengan putra mahkota kerajaan api, tuan muda. Sejak Tuan Putri kerajaan air menolak lamaran putra mahkota kerajaan api untuk dijadikan selir." jawab Dou Sheng.
"Apakah belum ada tindakan Raja dari kerajaan air paman....?"
"Kalau informasi tentang tersebut, aku tidak tahu, Tuan Tuda, karena aku juga jarang berkunjung kesana sehingga informasi tentang kerajaan itu sangat minim kami ketahui." jawab Dou Sheng.
"Kalau boleh aku tahu darimana paman mendapatkan semua informasi sedetail itu." tanya Yang Xuan penasaran.
"Tuan muda, dulu saat di sekte mutiara biru, jabatan ku adalah tetua divisi bagian informasi, sekarang sebagai pilar desa kami harus siaga, karena semenanjung Lei Zhu sangat dekat dengan gunung Honggertu, organisasi bajak laut ingin menguasai tambang yang ada di bawah gunung honggertu, sehingga pihak kerajaan membayar kami para tetua desa untuk mengumpulkan informasi." jelas Dou Sheng.
"Apakah bekas sekte mutiara biru masih ada paman..?"
"Masih ada Tuan Muda, sekte itu sekarang di pimpin oleh salah satu tetua pelindung kerajaan api yang berpihak kepada putra mahkota. yang juga jagoan nomor satu di kerajaan api ini," jawab Dou Sheng.
"Apakah paman mau menjadi ketua di sana jika aku membunuh tetua tersebut." tanya Yang Xuan.
"Apa maksudmu tuan muda....? Apakah kita akan mengambil alih sekte itu...?" tanya Dou Sheng penasaran.
"Tentu saja, bahkan mulai saat ini kau harus mengikuti ku kemanapun aku pergi, kita juga harus menyapu bersih semua sampah yang ada di kerajaan api dan kerajaan air termasuk pulau sihai, tugas utama kita adalah mencari keluarga Kai sampai keujung lautan sekalipun." jawab Yang Xuan.
__ADS_1
Dou sheng hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berani bertanya lebih lanjut, karena tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat seperti di timpa gunung kembar, dia merasakan aura spiritual Yang Xuan merembes begitu saja dan menindas nya hingga ketitik terlemahnya dan bahkan Quentin sudah tidak sadarkan diri.
Akan tetapi, dia sangat senang karena Kultivator gila yang ada didepannya ingin menyelamatkan keluarga Kai." Kenapa pemuda gila ini melepaskan auranya kepadaku." batin Dou Sheng lemah.
"Dengan siapa kelompok ini bekerja sama di aliran sungai gang ming paman." tanya Yang Xuan setelah Quentin tersadar.
"Menurut informasi dari para pemuda pilar desa Yan Sheng, ada sebuah sekte aliran netral di sudut perbatasan kota Jian Shang dan kota laut biru serta kerajaan air, wilayah itu adalah wilayah netral yang tidak terlalu luas, di tengah-tengah wilayah netral itulah sungai gang ming mengalir sampai kekerajaan air hingga mengalir menuju lautan atau semenanjung Lei Zhu, sekte itu berdiri di wilayah netral tersebut." Dou Sheng menjelaskan.
"Baiklah, sekarang sudah jelas paman." ucap Yang Xuan sambil mengirim pesan kepada semua ketua kuil serta ibunya.
"Hei Nona, berapa kota yang harus kita lewati menuju desamu." tanya Yang Xuan memecahkan keheningan untuk menghibur gadis tersebut.
"Hanya kota Cheng Hai, Tuan Muda." jawab Quentin.
"Apakah kota itu masih jauh, Nona." tanya Yang Xuan kembali.
"Masih Tuan Muda, sekitar sepuluh jam berjalan kaki, dan setengahnya jika menunggangi kuda." jawab Quentin.
"Baik.. " sambil mengeluarkan makanan dan arak.
"Kalian nikmatilah makanan ini, kalian jangan kemana-mana, kita akan menunggangi kuda hutan, aku akan mencarinya sebentar." ucap Yang Xuan sambil meleset keatas langit.
"Apakah paman tahu seperti apa kuda hutan." tanya Quentin begitu penasaran.
Dou Sheng hanya membuka telapak tangannya, tanda tidak mengetahuinya sambil memperhatikan Yang Xuan yang meleset keatas langit.
Yang Xuan meleset keatas langit bukan tanpa alasan. kelima Jendral dari dunia dewa tersebut masih mengikutinya, ia juga tahu orang-orang dari dunia dewa tersebut, tidak akan meninggalkan masalah itu begitu saja tanpa menyelesaikannya.
"Kenapa kalian masih mengikuti ku...?" teriak Yang Xuan mengejutkan kelima Jendral tersebut.
"Hei bocah sialan, apakah sudah ada waktumu untuk mengobrol." tanya Jendral Feng mewakili kelima Jendral tersebut.
"Aku punya banyak waktu jika hanya mengobrol dengan hewan buas seperti kalian, tapi dengan satu syarat." ucap Yang Xuan menekankan.
"Kurang ajar, kenapa mulutmu tidak bisa diajak berbicara baik-baik? Sebutkan syaratnya karena kami juga sudah muak berurusan dengan siluman kecil sepertimu, karena jelas-jelas kau hanya berteman dengan para siluman." ledek Jendral Lin.
"Seharusnya kalian memikirkan perasaan ibu kalian, aku yakin ibu kalian pasti mengkhawatirkan kalian, pulanglah dan tidak usah mencampuri urusan orang lain, jika hanya mengambil keuntungan sepihak," ucap Yang Xuan sambil mengirim suara telepati kepada Yang Lun.
"Dasar bocah siluman." bentak jendral Feng sambil melancarkan serangan.
BOOM
__ADS_1