
"Dhuar...???
Ledakan besar terjadi saat serangan menghantam tubuh Yang Xuan, bahkan serangan yang menghantam tubuhnya menimbulkan getaran dan merusak sebagian material kediaman tuan kota tersebut, asap tebal mengepul dan menutupi pandangan mata tidak lama kemudian asap menghilang memperlihatkan tubuh Yang Xuan yang masih berdiri kokoh tanpa bergeser sedikit pun.
"Katakan pada tuan kalian bahwa tamu penting datang berkunjung." Ucap Yang Xuan sambil mengeluarkan kendi arak dari cincin penyimpanannya dan langsung menenggaknya.
"Bajingan... ! Apakah gelandangan sepertimu pantas memasuki kediaman tuan kota ini...?" teriak salah satu diantara mereka
"Aku paling tidak sudak berbasa-basi dan berbicara panjang lebar. Katakan.... atau aku membuat kalian seperti mereka." sambil menunjuk para penjaga gerbang tersebut yang sudah kehilangan kesadaran.
"Kau pikir siapa dirimu...? jangan bermimpi bisa menginjakkan kaki di kediaman tuan kami." Teriak salah satu wanita yang memiliki aura kematian yang begitu pekat.
"Hm....? sepertinya aku mengenalmu...! Apakah kamu berasal dari klan Xie yang ada di kerajaan Zhang Hua ...? kebetulan sekali." Yang Xuan seperti pernah melihat wanita itu akan tetapi ia tidak mengingat dimana ia pernah bertemu.
Wanita itu mundur secara perlahan setelah mendengar ucapan Yang Xuan, membuat Yang Xuan semakin Yakin bahwa wanita itu berasal dari kerajaan Zhang Hua. Yang Xuan langsung mengunci pergerakan wanita itu sambil mengibaskan tangannya, membuat tubuh wanita itu langsung meledak dan berubah menjadi kabut darah.
"Hahaha! kenapa kalian menatapku seperti itu...? wanita iblis sepertinya tidak layak hidup di dunia ini," ucap Yang Xuan sambil tertawa dan mengeluarkan rantai emas lalu mengikat mereka semua.
"Aahh... Tuan tolong jangan bunuh kami... !" ucap mereka satu persatu, sambil memelas dan memohon.
"Jika kalian bisa diajak bekerja sama, aku akan membiarkan kalian hidup." sambil mengeluarkan api dari telapak tangannya.
"Tuan tolong lepaskan kami, aku mohon jangan bunuh aku tuan aku mempunyai anak kecil dan istri yang harus aku nafkahi." ucap salah satu di antara mereka.
"Tuan, aku akan memberikan apa saja permintaan tuan asalkan tuan membiarkan aku hidup dan menuruti apapun permintaan tuan asalkan tuan jangan membunuh kami." ucap yang lainnya sambil memohon.
"Apakah kalian tahu dimana markas harimau gunung." Yang Xuan bertanya karena ia ingin mengunjungi kelompok itu sebelum menuju desa hongger, sebab kelompok tersebut terlalu menakutkan bagi para warga kota dan rakyat jelata.
"Tahu tuan," jawab mereka satu persatu.
Bahkan wajah-wajah mereka tiba-tiba menjadi bersinar.
"Dimana tuan kota ini." Yang Xuan bertanya. kenapa satupun dari pihak tuan kota tidak ada di kediamannya, ia begitu penasaran, Apakah tuan kota itu tidak ada atau sudah mati....?"
"Tuan kami lagi berkunjung kepulau sihai tuan, hanya ada beberapa pelayan dan tukang kebun beristirahat didalam" jawab merela dengan wajah pucat.
"Bagus, bawa aku menuju markas kelompok harimau gunung sekarang juga." sambil memasang mantra formasi cincin matahari dan formasi pembunuhan yang di topang oleh sebuah pedang api, lalu mengeluarkan beberapa siluman untuk menjaga tempat tersebut, kemudian Yang Xuan menyegel tempat itu dengan segel tingkat tinggi, kediaman tuan kota tersebut berubah menjadi sebuah danau.
Yang Xuan meleset dengan kecepatan tinggi menuju perbatasan kerajaan api dan kerajaan air di ikuti oleh elang hitam dan elang putih dengan empat orang tawanan berada dipunggung elang tersebut yang sudah disegel oleh Yang Xuan.
Satu jam kemudian mereka sudah memasuki wilayah pegunungan kunlun yaitu gunung yang memisahkan kerajaan air dan kerajaan api.
"Tuan ... kita sudah tiba di wilayah pegunungan kunlun." ucap salah satu tawanan setelah Yang Xuan menurunkannya dari punggung elang tersebut.
Yang Xuan memutuskan berjalan kaki untuk menuju markas organisasi Harimau Gunung tersebut.
Gunung kunlun adalah gunung tertinggi yang ada di wilayah timur, letak gunung kunlun berada diperbatasan kerajaan api dan kerajaan air, gunung kunlun masuk kedalam wilayah kerajaan api, walaupun letak gunung tersebut ada di perbatasan antara kedua kerajaan tersebut.
Menurut keterangan keempat tawanan tersebut. Para warga menyebut gunung kunlun adalah gunung suci. karena sebagian warga kota dan rakyat jelata masih banyak yang menyembah gunung tersebut, karena mereka meyakini gunung kunlun adalah gunung para Dewa-Dewi,
Mereka juga mengatakan bahwa, di atas gunung tersebut banyak binatang buas dan binatang suci, tanaman herbal, rempah. bahkan tanaman surga seperti persik, buah jiwa, anggur emas, anggur perak, pohon kehidupan, koin emas, koin platinum, berserakan dimana-mana.
Setiap setahun sekali dari puncak gunung selalu memancarkan cahaya berwarna emas, dan cahaya emas itu diduga dari istana emas milik para Dewa-Dewi tersebut, akan tetapi sejauh ini belum ada yang sanggup sampai kepuncak gunung karena memiliki angin yang sangat kacau.
"Menarik... suatu saat aku akan mengunjungi puncak gunung ini." gumam Yang Xuan sambil tersenyum.
"Apakah kalian Yakin jika markas harimau gunung ada di sana," Yang Xuan bertanya sambil menunjuk puncak gunung tersebut, karena ia juga yakin gunung kunlun bukanlah gunung biasa, karena dari jauh ia sudah merasakan aura kehidupan yang begitu kentara.
__ADS_1
"Markas kelompok harimau gunung berada di kaki gunung kunlun ini tuan dan bukan di puncak gunung." jawab salah satu diantara empat tawanan tersebut.
Saat mereka memasuki rantai pegunungan kunlun tersebut, Yang Xuan merasakan aura kematian yang begitu pekat, seiring aura kehidupan yang begitu kentara.
Saat tiba di kaki gunung tersebut Yang Xuan memutuskan beristirahat terlebih dahulu karena ia merasakan ada sebuah keanehan.
"Hm....?
Yang Xuan tersenyum sambil membuat array pelindung.
"Swhus... tiba-tiba ratusan tombak meleset kearah mereka.
"Benar dugaan ku, tidak mungkin mereka membuat markas dipuncak gunung ini." batin Yang Xuan.
" Bom... Bom... ledakan-ledakan keras saat tombak menghantam array pelindung yang di ciptakan oleh Yang Xuan, akan tetapi serangan itu belum sanggup untuk menggores array pelindung tersebut.
"Hahaha! Apakah kalian masih melihatnya...?" teriak salah satu di antara mereka.
"Mana mungkin orang itu selamat dari serangan kita, apakah kalian menganggap serangan kita tidak mampu menghancurkan array pelindung orang itu." jawab yang lainnya sambil tertawa.
Saat ratusan tombak menghantam array pelindung, asap tebal mengepul mengganggu penglihatan mereka, bahkan mereka meyakini Yang Xuan sudah berubah menjadi debu. Saat asap menghilang suara tawa dan umpatan-umpatan kelompok harimau gunung tersebut seketika menghilang, bahkan tempat itu menjadi hening.
Swhus.... Swhus... Tiba-tiba puluhan tetua muncul di udara, mereka yang muncul tersebut mengerutkan keningnya.
"Te... tetua, pemuda ini menyerang kami bersama para panatua pelindung kerajaan api yang berpihak kepada pangeran Hong Qian.
Para tetua itu terkejut mendengar penuturan anak buahnya, akan tetapi mereka belum sepenuhnya percaya, karena mereka belum pernah melihat pemuda tersebut.
Yang Xuan menaikkan sebelah alisnya, ketika tiga orang tawanannya menyampaikan sesuatu hal yang konyol menurutnya.
"Hahaha! sungguh anak buah yang setia, karena kalian sudah berani menyampaikan informasi yang salah maka kalian bertiga harus mati." Yang Xuan langsung mengeluarkan api di dari telapak tangannya dan membakar ketiga orang tersebut.
Yang Xuqn juga langsung menyegel tubuh satu tawanan yang tersisa, supaya tawanan tersebut tidak melarikan diri saat ia bertarung dan juga ia membuat array pelindung.
"Berani sekali kau membunuh anak buah kami di depan kami sendiri, dan kau juga harus mati." seorang tetua berteriak sambil mengeluarkan pedangnya.
Tetua itu langsung meleset kearah Yang Xuan dengan pedang yang sudah memancarkan aura kematian.
"Dhuar.... tetua itu terlempar ketika pedangnya beradu dengan tapak Yang Xuan, bahkan pedangnya juga langsung hancur berkeping-keping.
"Aarrggh... " Teriakan keras mengisi udara rantai pegunungan tersebut, suara itu seperti meraung-raung berulang kali karena tetua tersebut merasakan rasa sakit yang luar biasa, saat beberapa murid dan tetua menolongnya ledakan keras terjadi, tubuh tetua itu meledak bersama puluhan murid dan beberapa tetua yang tidak berhasil menghindar.
"Tidak... Arrggh... " teriak beberapa tetua setelah melihat saudara mereka mati begitu saja. mereka langsung mengeluarkan senjata masing-masing karena pikiran mereka sudah di kuasai oleh amarah.
"Kau harus mati saat ini juga." seorang tetua berteriak dengan lantang sambil mengacungkan senjatanya.
Perbedaan kekuatan antara kelompok harimau gunung dengan Yang Xuan begitu signifikan, sehingga Yang Xuan seperti melawan segerombolan kambing hutan.
"Kalian semua juga harus mati, karena terlalu banyak merugikan orang lain, bahkan aku yakin kalian sudah banyak membunuh orang-orang yang tidak berdosa." Yang Xuan berbicara dengan dengan keras.
Yang Xuan yang sudah mengetahui permasalahan antara putra mahkota dan pangeran kerajaan api hanya bisa menggelengkan kepala, hanya saja perselisihan tersebut akan membuat rakyat menerima dampaknya.
"Serang....???
Kelompok harimau gunung langsung berpencar dan membuat formasi, karena tetua mereka sudah memberi perintah supaya tidak meremehkan lawannya, karena sejauh ini belum ada yang berani berkunjung ke markas mereka, selain aliansi nya dan anak buah putra mahkota.
"Hahaha! Ini Akan menjadi malam yang sangat panjang." Yang Xuan mengoceh sambil tertawa serta mengeluarkan kapak berlian dari cincin penyimpanannya.
__ADS_1
"Kapak penggetar bumi." Yang Xuan berteriak sambil menghantamkan kapaknya, kemudian meleset dengan kecepatan tinggi.
Bumi berguncang hebat di sekitar pertarungan mereka saat kapak Yang Xuan menghantam tanah, disertai suara teriakan-teriakan dari berbagai arah,
Satu persatu tubuh kelompok harimau gunung terbelah dua karena arah serangan kapak selalu datang dari atas kepala mereka. kapak berlian di tangan kanan Yang Xuan tetap bersinar bahkan setitik darah pun tidak menempel disana, tendangan naga dari kedua kakinya dan cakar naga dari tangan kirinya juga turut memakan korban.
Bahkan sejauh ini Yang Xuan hanya mengalirkan lima persen unsur energi Qi nya untuk membunuh lawannya,
"Kapak pembelah awan.... " Yang Xuan mengeluarkan jurus kedua dari kitab kapak pembunuh iblis. siluet lima energi berbentuk garis lurus keluar dari kapak tersebut, kemudian menghantam kelompok harimau gunung.
"Arrggh... " teriakan-teriakan keras kembali terjadi saat jurus yang dilepaskan oleh Yang Xuan tidak bisa ditahan oleh mereka. para tetua sebagian sudah bergabung untuk membantu anak buahnya. akan tetapi mereka belum sanggup untuk menahan jurus-jurus yang di gunakan oleh Yang Xuan, bahkan wilayah pertarungan mereka sudah porak-poranda.
Saat fokus dan terlalu menikmati pembantaian, tiba-tiba sebuah tombak bermata lima meleset dengan kecepatan tinggi kearah Yang Xuan dan menghantam tubuhnya, membuatnya terlempar sekitar lima puluh meter.
"Aarrgh....." Teriaknya kesakitan.
Yang Xuan sebenarnya tahu ada serangan mengarah kepadanya, akan tetapi ia tidak menyangka serangan itu begitu kuat.
"Hahaha.....! Anak muda. Apakah kau tidak sadar akan kemampuanmu." teriak ketua kelompok tersebut setelah tombaknya berhasil menghentikan Yang Xuan.
"Hm....???
"*Ketua m*ereka memiliki elemen kegelapan dan memiliki darah iblis serta energi kegelapan, kenapa banyak sekali iblis berkeliaran di dunia tengah ini....? apakah ada klan iblis disini ....?" Yang Xuan membatin sambil memperhatikan di sekitarnya.
Yang Xuan melihat anggota harimau gunung hanya tersisa setengahnya saja, ia juga melihat puluhan kultivator bermunculan dari berbagai arah.
"Anak muda kenapa kau diam saja... ? seharusnya kau berpikir terlebih dahulu sebelum berkunjung menuju wilayah orang lain," seorang tetua diantara mereka berkata sambil tertawa lantang.
"Hahaha....! Ya Kamu benar pak tua. Aku hanya kesal saja karena kau tidak menyiapkan teh herbal terbaik milik kalian." Yang Xuan menjawab perkataan tetua tersebut, sambil mengalirkan unsur energi Qi kepada kapak berlian yang ada di tangan kanannya dan menyuntikkan elemen api dan elemen petir.
"Kapak pembunuh iblis" teriaknya dengan lantang, sambil melemparkan kapak itu keudara. kapak itu tiba-tiba mengeluarkan hawa panas yang begitu kentara kemudian kapak itu meleset kesana kemari. membuat satu-persatu kelompok harimau gunung kembali meregang nyawa.
"Hentikan kapak itu." teriak ketua kelompok harimau gunung tersebut.
"Aarrrggh... Aku akan membunuhmu." Salah satu tetua berteriak setelah melihat anak buah mereka dalam hitungan menit sudah ratusan yang meregang nyawa.
Para tetua yang lainnya langsung mengunci pergerakan Yang Xuan dengan berbagai serangan dan salah satu tetua yang akan menjadi ujung tombak untuk menyerang Yang Xuan secara langsung.
"Golok pembunuh naga," teriak salah satu tetua diantara mereka, seketika golok ditangan tetua tersebut mengeluarkan asap hitam dan aura kematian yang begitu pekat.
Tetua itu langsung meleset dengan kecepatan tinggi untuk menyerang Yang Xuan, dentingan suara memekakkan telinga ketika Chakra surya berbenturan dengan golok, bahkan menimbulkan percikan-percikan api di udara, disertai cahaya ungu dan cahaya emas yang meleset kesana kemari.
"Hahaha! Bertarung tanpa menggunakan Elemen dan mantra formasi ternyata sangat menghibur, dan aku juga bisa menikmati malam yang panjang ini." Yang Xuan mengoceh dan sesekali tertawa.
"Anak muda, Kenapa kau tertawa...? dan senjata apa yang kau gunakan" disela-sela pertarungan mereka tetua tersebut bertanya, karena baru sebentar bertarung ia sudah merasakan unsur energi Qi nya cepat terkuras, bahkan tangannya sudah bergetar dan mati rasa ketika goloknya bertemu dengan chakra Yang Xuan.
"Pak tua, orang-orang menyebutku adalah kultivator gila, bahkan menghadapai bahaya apapun, aku selalu tertawa." Yang Xuan menjawab pertanyaan tetua tersebut sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Kurang ajar." tetua itu begitu geram karena merasa diremehkan, dia menyuntikkan unsur energi Qi kepada goloknya dengan kekuatan penuh sambil menyuntikkan elemen kegelapan miliknya. karena ia yakin Yang Xuan masih menyembunyikan kekuatannya.
"Golok pembunuh dewa.... Hancurkan... "teriak tetua itu menggema, sambil menebaskan goloknya di udara, dan juga membuat serangkaian segel tangan disertai perisai iblis.
Tiba-tiba golok tetua itu mengeluarkan aura kematian yang sangat menakutkan, energi berbentuk golok berukuran besar dan memancarkan cahaya ungu muncul dari empat arah yang berbeda.
Golok itu meleset dengan kecepatan tinggi menuju kearah Yang Xuan, akan tetapi. Saat empat energi golok itu akan menghantamnya, tiba-tiba energi golok itu menembus kekosongan dan menghilang kedalam kehampaan.
"Apa...?? teriaknya terkejut.
__ADS_1
Dari Samping tetua itu tiba-tiba senjata Yang Xuan muncul, chakra surya tersebut meleset seperti kilatan petir dan menembus kepala tetua itu.
" Crash..... ????