KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
110. Pagoda seribu aura


__ADS_3

Yang Xuan terlempar jauh hingga puluhan meter dan terus memuntahkan darah segar dari mulutnya bahkan gadis itu seakan tidak puas menyiksanya. Dia berdiri secara perlahan dengan kaki bergetar lalu mengambil beberapa butir pil dan langsung mengkonsumsinya.


Aura panas langsung meningkat tajam bahkan seluruh tubuhnya sudah diselimuti api abadi. Yang Xuan langsung membuat segel tangan tiba-tiba sebuah lingkaran muncul di udara, dari lingkaran tersebut muncul satu kelopak bunga teratai putih. Perlahan lahan bunga teratai putih itu membesar hingga ratusan meter.


"Hentikan....." Suara gadis itu melengking memenuhi tempat itu, bukannya dia takut jurus yang di keluarkan oleh Yang Xuan akan tetapi kebun herbal miliknya di pastikan akan berubah menjadi debu. Dia tidak mau hal itu terjadi sehingga dia berusaha mendekati Yang Xuan untuk membatalkan jurus itu.


Melihat itu Yang Xuan diam-diam membuka celah dimensi cincin penyegel benua lalu mengirim suara telepati kepada Yang Lun. Saat gadis itu berjarak sekitar puluhan meter dari Yang Xuan, gadis itu langsung terlempar jauh sambil memuntahkan darah emas dan beberapa tulang rusuknya patah. Dia berteriak kesakitan sebelum menghilang kedalam hutan lalu menabrak pohon-pohon raksasa dan menumbangkannya.


Yang Xuan Langsung mengeluarkan Baihu lalu menyuruhnya memanen seluruh tanaman herbal Yang Ada di sana. Baihu mengeluarkan semua hewan buas dan siluman dari kalung binatang yang ada di lehernya, dalam waktu singkat kebun herbal tersebut menyisakan tanah gundul tanpa satu tanaman pun.


Yang Xuan melemparkan kelopak bunga teratai putih tersebut kedalam dimensi kehampaan, lalu dia terbang menuju bangunan yang ada di atas bukit. Dia langsung memindahkan bangunan indah itu kedalam cincin penyegel benua dan juga ada beberapa pohon langka, gajebo emas. serta pagoda emas untuk tempat berkultivasi.


Mata Yang Xuan terbelalak ketika melihat kolam pemandian dengan air berwarna-warni. Dia yakin itu kolam pelangi khusus untuk wanita. Bahkan untuk membuat kolam itu di butuhkan tujuh macam air spritual yang berbeda jenis dan warna dari tujuh benua.


"Hmm... Ini adalah barang langka" Yang Xuan langsung tersenyum jahat lalu memindahkan kolam pemandian tersebut kedalam cincin penyegel benua. Kemudian menyuruh Baihu kembali kedalam cincin penyegel benua sebelum gadis itu muncul.


"Tidak..... " Teriak gadis itu ketika dia muncul dari dalam hutan setelah selesai memulihkan diri. Wajahnya memerah menahan amarah, dia berpikir tempat itu bersama seluruh kawasan tersebut akan hancur ketika dia terlempar kedalam hutan.


"Badjingan .....dasar bocah kurang ajar, aku akan membunuhmu, percayalah..... " teriak gadis itu seperti orang gila setelah melihat semua tempat itu telah di bersihkan oleh Yang Xuan.


"Walaupun aku jauh lebih lemah darimu bagaikan bumi dan langit tapi percayalah kau tidak akan sanggup membunuhku. Kau juga yang mengatakan supaya aku mengeluarkan bermacam-macam kartu dari kantong celanaku, baru satu kartu yang aku berikan kepadamu, kau sudah terlempar ketempat sampah. Ini adalah wilayah ku, sudah sepantasnya kau membayar pajak serta membayar kompensasi setelah berulang kali menyiksaku"


"Aku tahu kau akan membunuhku setelah aku mengambil semua sayuran milikmu yang ada disini. Aku akan mengembalikan pagoda kultivasi dan kolam pelangi dengan satu syarat. Aku curiga, apakah ada benang merah antara kau dan kelompok bajak laut? Katakan kau mencari sesuatu di benua ini?"


"Apa katamu.....? Apakah tempat busuk ini bisa memberikan sesuatu yang berharga kepadaku?" Muncul kilatan jahat di mata gadis tersebut seakan dia ingin memakan Yang Xuan hidup-hidup apalagi setelah Yang Xuan mencuri semua sayuran miliknya.


"Walaupun kekutan mu berada seribu tingkat di atas kekuatanku akan tetapi percayalah kau tidak akan sanggup untuk membunuhku" Ucap Yang Xuan dingin dan diam-diam membuka celah dimensi cincin penyegel benua.


Gadis itu tiba-tiba menghentikan rencananya untuk menyerang karena dia melihat sekilas ada sesuatu yang Aneh di dalam tubuh Yang Xuan.


"Kamu tidak berhak untuk melarangku tinggal di manapun dan jangan terlalu dalam mencampuri urusan orang lain jika masih ingin melihat matahari esok hari, aku juga ingin melihat sampai mana kau bisa bertindak" sambil melemparkan sesuatu.


Yang Xuan langsung memuntahkan seteguk darah merah kehitaman dari mulutnya, ketika pisau beracun meleset kedalam jantungnya. Bahkan dalam hitungan detik wajahnya langsung memucat dan itu menandakan bahwa racun tersebut bukanlah racun sembarangan. Chakra surya langsung muncul dan memancarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan seiring tubuhnya diselimuti oleh api abadi. Kemudian dia mengeluarkan pil regenerasi dari cincin penyegel benua.


"Aku akan melihat seberapa banyak kau menyimpan pil didalam cincin penyimpanan mu?" ucap gadis itu dengan sinis sambil mengeluarkan pedangnya untuk pertama kalinya. Seketika gadis itu meleset secepat kilat dengan pedang lurus kedepan dan memancarkan cahaya yang menyilaukan seakan ingin menusuk jantung Yang Xuan dan meledakkannya.


Yang Xuan hanya diam saja dan dia langsung mengalirkan energi kedalam armor di tubuhnya dan membuat perisai pertahanan hingga berlapis-lapis. Kemudian menembakkan api abadi kepada gadis tersebut.

__ADS_1


Yang Xuan bukannya tidak bisa kabur akan tetapi tekanan yang sangat dahsyat menimpa tubuhnya membuatnya tidak bisa bergerak.


BOMM


Ledakan dahsyat terjadi ketika energi pedang menghantam perisai pertahanan Yang Xuan dan menghancurkannya. Dia terlempar jauh seiring darah segar dan darah emas menembak dari mulutnya. tubuhnya bahkan tidak tergores sedikitpun akan tetapi kekutan yang dilepaskan gadis itu seharusnya membunuhnya.


"Darah emas......" gumam gadis itu tanpa sadar dan langsung terbang kearah Yang Xuan. Akan tetapi dia berteriak keras dan mengumpat serapah ketika menyadari bahwa satu benang pun tidak tertinggal di tubuhnya. Bahkan dia tidak merasakan panas sedikit pun ketika api abadi membakar pakaiannya.


"Aku sudah membakar ribuan gaun wanita yang masih melekat di tubuhnya, walaupun aku tidak bisa membunuhmu akan tetapi untuk Jurus Membakar Gaun aku adalah ahlinya. Seharusnya kau memastikan ********** terbuat dari besi atau baja jika ingin bertarung denganku" Yang Xuan tertawa keras ketika melihat gadis itu melayang di udara.


"Aku akan membunuhmu dan akan menghancurkan benua ini" teriak gadis itu sangat marah. Bagiamana pun dia lebih baik babak belur dari pada menerima penghinaan. Akan tetapi dia masih heran karena Yang Xuan tidak melakukan perlawanan.


"Pulanglah dan hentikan niat busuk kalian untuk berbuat sesuatu ditempat ini, percayalah jika kau melanjutkan rencana-mu, aku bersumpah atas nama langit dan bumi akan mengunjungi tempat kalian dan akan mengubahnya menjadi padang pasir tanpa satu kehidupan pun" Yang Xuan sadar sehebat apapun dirinya sekarang akan tetapi untuk melawan gadis itu sama saja menyerahkan nyawanya.


Wajah Yang Xuan menunjukkan kilatan kemarahan yang hebat hingga lautan api menghanguskan apa saja yang ada dikawasan tersebut. Awan hitam pekat menutupi seluruh benua kultivator, petir menyambar kesegala arah angin tornado muncul dari segala arah. cahaya keemasan menembak kelangit dari tubuhnya.


"Hentikan... " Teriak Yang Lun muncul dari cincin penyegel benua dan langsung menyegel tubuh Yang Xuan, lalu menatap tajam kearah gadis itu dan memperlihatkan sesuatu kemudian menghilang kedalam cincin penyegel benua.


Tubuh gadis itu langsung merosot ketanah dan memuntahkan darah emas beberapa kali dari mulutnya, dia merasakan tubuhnya hampir meledak hanya dengan aura yang sekilas di lepaskan oleh Yang Lun. Wajahnya memucat seputih kertas setelah melihat Yang Lun lebih berbahaya daripada iblis sekalipun. Dia tidak pernah melihat wajah mengerikan sepanjang hidupnya kecuali yang sempat diperlihatkan oleh Yang Lun kepadanya, bahkan mungkin dia tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut sepanjang hidupnya.


"Sial...Sial.... Sial.... Sebenarnya siapa bocah keparat itu, It...itu jurus terlarang. Apakah dia reinkarnasi seseorang.... Ayah kaisar pagoda kultivasiku ...... " teriak gadis itu terbata-bata dan hampir menangis karena semua harta berharganya sudah menghilang.


*****


"Kenapa tuan nekat melakukan rencana ini? Siapa sebenarnya gadis itu?" Ucap Yang Lun penasaran.


Yang Xuan mengeluarkan sebuah pagoda yang tidak terlalu besar dan memberikannya kepada Yang Lun" Apakah menurutmu aura ini berbeda dengan Alam Dewa?"


"Benar apa yang tuan ucapkan karena aura ini bukan dari Alam Dewa akan tetapi sama dengan alam pegunungan langit tempat klan Surya" Yang Lun keheranan kenapa ada orang dari alam pegunungan langit ada di benua kultivator.


"Sudahlah tidak perlu dipikirkan jika bukan karena auranya aku sudah menyuruhmu untuk membunuhnya, tapi aku yakin bahwa gadis itu ada hubungannya dengan Kaisar Langit"


"Apakah tuan ingin aku melakukan sesuatu?" Yang Lun menatap Yang Xuan karena dia penasaran melihat gerak gerik Yang Xuan seperti menggambar sebuah peta.


"Ya, Untuk sementara waktu kau selidiki dulu apa kegunaan lain dari pagoda emas ini, Aku penasaran karena pagoda seribu aura bisa menetralkan seribu macam aura menjadi satu dan juga bisa menyerap energi hingga ratusan kilometer"


"Baiklah. Tapi artevak yang terhubung dengan dewi giok masih memancarkan cahaya terang hingga kini. Apakah tuan tidak ingin memastikan dimana gadis itu sekarang?"

__ADS_1


"Untuk saat ini belum, karena aku ingin membuka jalur perdagangan dari tempat ini menuju utara yaitu kerajaan Zhang Hua, dari tempat ini menuju selatan yaitu selat Lei Hong hingga semenanjung Lei Zhu dan terakhir dari semenanjung Lei Zhu menuju pantai timur. Apakah menurutmu orang tidak berguna bisa menjadi saudagar kaya jika kita membuka jalur perdagangan hingga wilayah selatan, barat dan utara dari wilayah timur ini?"


"Apakah itu tidak memakan waktu yang cukup lama untuk mewujudkan impian itu? Membuka jalur perdagangan di seluruh benua ini melalui jalur laut bukanlah perkara mudah. Kenapa tidak terbang saja beres bukan ?" Ucap Yang Lun seenaknya dan bertanya kembali.


"Kita hanya bertualang keberbagai tempat, semua yang kita lewati akan kita ubah menjadi jalur perdagangan, selebihnya mereka yang mengurus. Apakah kau pikir di dunia ini semua orang memiliki kekuatan seperti di dunia atas? Jikapun ada orang yang memiliki kekuatan seperti kita mana mungkin dia mau mengurus hal bodoh seperti ini."


"Baiklah, itu terserah tuan saja" ucap Yang Lun sakit kepala ketika melihat Yang Xuan membuat sketsa jalur perdagangan.


*****


Setelah selesai membuat sketsa, Yang Xuan langsung membersihkan diri dan memilih pakaian mewah karena ingin memancing para serangga itu untuk keluar dari sarangnya. Dia mengambil pecahan topengnya lalu memakainya dan segera keluar dari cincin penyegel benua karena ingin memastikan terlebih dahulu. Apakah lembah berkabut tersebut masih ada atau sudah menghilang...?


Yang Xuan menatap kawasan gundul tersebut dari udara dan ternyata segel ilusi telah menghilang. Kawasan itu juga datar dan sangat cocok untuk sebuah kuil dan sebuah pelabuhan.


Dia juga langsung mengirim pesan kepada Long Yue di kekaisaran Jiang supaya mengirim pekerja ketempat tersebut, karena menurutnya kawasan itu sangat dekat dengan kuil bukit matahari. Yang Xuan juga mengirim pesan kepada pamannya Xuan Liang agar mengirim Xuan Ming bersama adiknya Xuan Li Jing.


Kemudian Yang Xuan meleset diatas sungai gang ming untuk mencari keberadaan kelompok perompak yang meresahkan itu. Sambil memulihkan diri, dengan sabar menunggu sampai esok hari dan ternyata tidak ada tanda-tanda kemunculan para perompak di wilayah itu bahkan satu kapal pun tidak ada yang lewat dari sana.


Yang Xuan meleset keudara menuju kota Ning Xia, Dia ingin mencari informasi di sana tentang kelompok yang selalu meresahkan siapapun.


Berbekal lencana dari putra tuan kota Hunan, Yang Xuan tidak menemukan kendala untuk memasuki kota Ning Xia. Dia langsung menuju sebuah restoran menengah yang memiliki dua lantai. Dilantai satu Yang Xuan bahkan tidak menemukan kursi yang kosong dan langsung naik kelantai dua.


Setelah tiba di lantai dua Yang Xuan menatap semua meja sudah penuh, rata-rata setiap meja diisi oleh para gadis-gadis cantik. Hanya saja setiap meja masih ada beberapa kursi yang kosong. Disudut ruangan sebelah jendela ada satu meja yang diisi oleh dua orang gadis. Dari sketsa yang didapatkan oleh Yang Xuan di kerajaan api sepertinya gadis itu adalah putri dari tabib gila.


Yang Xuan langsung duduk di meja tersebut sambil memanggil pelayan.


"Nona, Hidangkan arak terbaik dan makanan terbaik kalian" ucap Yang Xuan lembut.


"Baik tuan, pesanan anda segera diantar " sambil berlari kearah dapur.


"Hmm.... Nona apakah ada acara disini? Aku sudah menunggu sehari semalam di sungai gang ming dan tidak ada perompak yang lewat. Apakah kalian tahu kemana para perompak itu pergi" tanya Yang Xuan sambil mengedarkan aura kelembutan.


Gadis itu hanya bengong dan tidak menjawab pertanyaan Yang Xuan, bahkan semua gadis yang ada dilantai dua tersebut menatap kearahnya. Bagaimana mungkin mereka akan melewatkan kesempatan seperti itu, seorang pangeran tampan tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka dengan aura hangat dan menenangkan.


"Nona, aku bertanya kepada kalian dan kenapa kalian tidak menjawab. Apakah ada yang salah dengan pertanyaan ku?


"Tidak, hanya saja anda tiba-tiba muncul ditempat ini dan bertanya tentang kelompok bajingan tersebut" jawab gadis itu kesal.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kenapa kau begitu marah kepada mereka? Apakah kelompok itu menakutkan atau bukan?"


"Ya, mereka adalah kelompok para biadab Yang Sering merampok para pedagang, menculik gadis-gadis. mereka sangat meresahkan di wilayah ini" jawab gadis itu berapi-api.


__ADS_2