KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
113. Pembantaian.


__ADS_3

Teriakan-teriakan keras memenuhi mulut goa ketika segel ilusi hancur berkeping-keping seperti pecahan kaca.


"Paman Feng... Apakah kalian mengenal mereka?" Sambil menunjuk kearah tebing batu yang sudah hacur.


"Tuan Muda... mereka adalah bagian dari kelompok bajak laut, wilayah mereka adalah seluruh sungai gang ming mulai dari selat lei hong hingga ke kota laut biru kekaisaran Jiang. Kelompok mereka dipimpin oleh kapten Dai Lun yang sudah berada di tingkat bumi tahap ahir. Kelompok ini juga di sebut sebagai perompak iblis atau penguasa sungai gang ming" Ucap Hang Feng sedikit menjelaskan dengan penuh kekhawatiran.


"Apakah kelompok ini ada yang melindunginya." Tanya Yang Xuan untuk berbasa-basi karena sebenarnya dia sudah mengetahui siapa kelompok itu.


"Benar Tuan Muda, kelompok ini di lindungi oleh Jendral pilar timur" jawab yang lainnya dangan harap-harap cemas. Karena mereka mengetahui bagaimana kuatnya kelompok tersebut.


"Persiapkan diri kalian, bawa kapal kearah tebing batu itu untuk mengevakuasi jika ada tahanan." Yang Xuan terus memberikan instruksi kepada para tetua desa itu serta memperhatikan gerak-gerik di permukaan goa yang begitu lebar.


"Tuan Muda... Apakah meraka tidak melihat kita..?" tanya Hang Feng penasaran karena menurutnya hal itu sangat janggal.


"Benar paman... Mereka adalah jenis serangga pembunuh di malam hari, jika siang hari seperti ini penglihatan mereka sangat buruk" Ucap Yang Xuan sambil tertawa keras kemudian meleset keluar dari balik segel ilusi tersebut.


"Apakah kalian mengerti apa yang di ucapkan oleh tuan muda? aku tidak percaya bahwa semua orang yang ada di mulut goa itu memiliki penglihatan yang buruk. Bagaimana mungkin mereka tidak melihat kita!" tanya kepala desa tidak percaya atas ucapan Yang Xuan.


"Tidak usah dipikirkan tetua, anggap saja mereka serangga seperti kata Tuan Muda. Tapi lucu juga melihat kelompok itu gelagapan sambil mengumpat serapah karena bingung siapa yang menghancurkan tempat tersebut" jawab Hang Feng sambil tertawa. Mereka memperhatikan Yang Xuan mengibaskan tangannya dan semua orang yang berada di mulut goa mati begitu saja.


"Apakah kalian masih mengingat seorang kultivator hebat bisa membunuh seperti yang di lakukan oleh Tuan Muda Yang?" Tanya Seorang tetua paling sepuh diantara ratusan tetua desa.


"Ya, aku masih mengingatnya, menurut cerita secara turun temurun, kultivator hebat itu menikah dengan seorang gadis dari desa kita dan gadis itu menjadi dewi phoenix api" ucap Ming Kun sang kepala desa. Dia mencoba mengingat-ingat cerita secara turun temurun dari leluhur desa Ming.


"Sekarang kalian sudah tahu kan, kenapa mereka tidak bisa melihat kita?" ucap sang kakek sepuh mencoba mengingatkan para tetua desa itu.


"Segel ilusi tingkat tinggi" celetuk Ming Kun tertegun.


"Benar apa yang anda ucapkan tetua" kata Hang Feng membenarkan ucapan sang kepala desa. Karena bagaimanapun masih ada diantara mereka kultivator tingkat pemula.


Saat mereka asyik bernostalgia Baihu muncul di mulut goa dan memanggil mereka semua.


Sepertinya kelompok perampok itu memperluas lorong batu itu sehingga kapal-kapal besar bisa di masukkan kedalam lorong goa hingga kedalaman seratus meter. Bahkan ada juga jalan disisi kanan dan sisi kiri lorong beserta ruangan-ruangan yang sengaja di gali lagi untuk tempat tinggal.


Sudah hampir ratusan orang yang di bantai oleh Baihu bersama hewan buas lainnya sampai kedalaman seratus meter, saat kelompok perompak itu asyik memperbaiki kapal-kapal mereka. Bahkan sebagian dari mereka mati begitu saja tanpa mereka ketahui apa penyebabnya.


Yang Xuan hanya berjalan santai dan malas berurusan dengan kelompok tersebut, karena kekuatan mereka hanya di tingkat master dan grand master. Dia hanya memastikan kelompok itu bekerja sama dengan iblis atau bukan, karena aura kematian sangat kentara di kedalaman goa.


Setelah seratus meter mereka menelusuri lorong goa dan membunuh semua yang mereka temui, kini banyak sekali lorong-lorong persimpangan dan tidak ada air lagi di lorong selanjutnya.


"Baihu... menurutmu di kedalaman goa ini masih banyak serangga atau bukan!" Yang Xuan penasaran karena semakin dalam mereka memasuki goa aura kematian juga semakin kentara.


"Di lihat dari kapal-kapal ini, aku yakin di dalam lobang semut pasti ada banyak semut yang bersembunyi dan tidak kemungkinan semut itu memiliki istana di kedalaman tanah" jawab Baihu sambil menginjak beberapa orang yang mencoba memberi perlawanan akan tetapi perlawanan mereka tidak berarti di hadapan babi hutan itu.


"Kalau begitu keluarkan saudaramu yang mempunyai indra penciuman yang tajam, perintahkan mereka untuk menemukan dimana para kelompok perompak itu bersembunyi. Suruh mereka menelusuri setiap lorong, Kita tidak tahu, apakah ada jalan pintas dari tempat lain untuk melarikan diri?" perintah Yang Xuan kepada Baihu. Karena banyak sekali persimpangan di kedalaman dua ratus meter.


Baihu terus membantai kelompok perompak yang dia temukan bahkan sudah mencapai dua ratusan orang hingga kedalaman dua ratus meter. Belum lagi hewan buas lainnya yang sudah membunuh yang tidak di ketahui jumlahnya.

__ADS_1


Sementara itu, para tetua desa Ming sibuk mengeluarkan kapal-kapal dari lorong goa. Mereka juga mengambil apa saja yang mereka temukan.


"Tetua, dari mana cincin penyimpanan ini! Kenapa berserakan di lorong goa ini begitu saja?" tanya Hang Feng sambil memungut apa saja yang dia anggap berguna.


"Kita tidak menemukan satu pun jasad disini akan tetapi darah ada di mana-mana. Aku yakin ini pasti ulah hewan buas itu? Jawab tetua paling sepuh. "


"Kalian tidak usah bertanya dari mana cincin itu berjatuhan, bukankah kata Tuan Muda kita mengambil harta karun" ucap kepala desa sangat bersemangat lalu tertawa terbahak-bahak.


"Apakah kalian pernah bermimpi kita akan memungut harta karun seperti ini? Bahkan untuk mencari anakan ikan saja kita butuh perjuangan panjang dan terkadang juga harus bertaruh nyawa? sambut yang lain sambil tertawa terbahak-bahak. Karena mereka juga kerepotan mengeluarkan kapal itu dari kedalam seratus meter akibat sesekali tersangkut di tanah.


Di tempat lain, Yang Xuan mengirim suara telepati kepada Baihu agar memanggil semua hewan buas untuk berkumpul kembali. Karena dia sudah tiba di kedalaman tiga ratus meter dan menurutnya tidak ada jalan pintas di goa tersebut.


Setelah mendapat perintah, Baihu memanggil semua saudaranya supaya kembali, hewan buas itu satu persatu kembali dari lorong yang mereka telusuri. Baihu membawa mereka kedalam lorong yang sama karena Yang Xuan sepertinya menemukan sesuatu.


Di kedalaman tiga ratus meter, Yang Xuan melihat sebuah pintu batu di ujung lorong, Puluhan orang bersenjata lengkap menjaga pintu batu itu dengan siap siaga. Yang Xuan langsung menyegel lorong tersebut lalu membunuh semua penjaga itu dan melepaskan cincin penyimpanannya dan meletakkannya begitu saja di atas tanah.


Yang Xuan memeriksa pintu batu itu terlebih dahulu dan ternyata telah di segel dan juga ada formasi pembunuhan tingkat rendah. Dia langsung menghancurkan pintu batu itu dengan sekali pukulan seketika puluhan tombak serta panah tiba-tiba meleset kearahnya. Dia langsung melompat kelangit-langit lorong goa untuk menghindari serangan yang datang, kemudian dia meleset dengan kecepatan tinggi menuju pusat segel dan formasi pembunuhan lalu menghancurkannya.


Ratusan orang sudah terbunuh, pintu batu sudah di hancurkan, pusat segel dan formasi telah di musnahkan akan tetapi satu orang pun tidak ada bantuan yang datang dari kedalaman goa membuat Yang Xuan keheranan.


"Apakah petinggi kelompok perompak ini tidak menganggap bawahannya penting?" gumam Yang Xuan kemudian meninju pintu batu yang terakhir..


Ledakan dahsyat bergema saat pukulan Yang Xuan menghantam pintu batu tersebut, dia sesaat terbengong setelah pintu batu itu hancur dan ternyata ujung lorong itu sangat lebar seperti tanah lapang. Dia menyegel ujung lorong itu lalu mengirim pesan kepada Baihu. Dia juga memberitahukan kepada baihu bahwa ujung lorong telah di segel.


Yang Xuan melihat ratusan tahanan berdiri dan berbaris rapi dengan tangan dan kaki di rantai. Para tahanan menghadap dua altar di tengah-tengah ruangan tersebut seperti menunggu giliran untuk dipenggal.


"Bagaimana mungkin ratusan orang tidak bisa menahan hanya seorang bocah" Teriak seorang pria paruh baya dengan gigi hitam mengkilat rambut panjang menjuntai kebawah dan pakaian sudah di tambal dimana-mana.


"Kau yang bernama kapten Dai Lun?" Suara Yang Xuan menggelegar kemudian tertawa terbahak-bahak setelah melihat bagaimana buruknya wajah Dai Lun.


Yang Xuan tidak menyangka hanya sekelompok perompak akan tetapi kekuatan mereka hampir setara sekte besar. Apalagi memiliki dua pemimpin sekaligus itu sudah cukup menakutkan. akan tetapi dia berpikir itu memang wajar karena kekuatan mereka berasal dari iblis.


"Hahaha... Benar apa yang kau ucapkan anak muda, aku adalah Dai Lun penguasa sungai gang ming. Siapa pun yang berkunjung kewilayahku akan di penggal di atas altar ini" teriak Dai Lun tertawa terbahak-bahak hingga perut besarnya terguncang.


Dai Lun sebenarnya kaget dan hatinya sedikit bergetar, dia meningkatkan kewaspadaan sambil memperhatikan gerak-gerik Yang Xuan, dia heran sekaligus marah karena yang Xuan berhasil menemukannya. dia tahu tamu yang mengetuk pintu kediamannya bukanlah tamu sembarangan.


"Wajahmu lebih mirip penguasa kamar mandi dari pada penguasa sungai gang ming" ledek Yang Xuan lalu tertawa terbahak-bahak.


"Dai Sun... Tangkap bajingan itu dan jangan remehkan musuh yang bisa menemukan tempat ini" teriak Dai Lun marah.


Segera Dai Sun mengelilingi Yang Xuan bersama puluhan orang. Mereka langsung mengeluarkan senjata masing-masing kemudian menyerang dengan ganas.


"Apakah kalian yakin bisa membunuhku?" Yang Xuan bertanya sambil menghindari senjata yang datang dari berbagai arah.


"Tentu saja, kau hanya seorang diri bahkan aku sendiri sudah cukup untuk membunuhmu" jawab Dai Sun sangat marah karena selama ini belum ada yang berani berbicara seperti itu kepadanya.


"Benarkah....bagaimana cara serangga kecil untuk menangkap ku! coba lakukan.....?" tantang Yang Xuan karena dia ingin bermain-main dengan kelompok tersebut

__ADS_1


Mereka mencoba menangkap Yang Xuan hidup-hidup, akan tetapi tidak berhasil. Lalu mereka mencoba membunuhnya dengan berbagai keterampilan dan jurus-jurus tingkat menengah akan tetapi tetap saja sia-sia. Yang Xuan sangat lincah melompat kesana kemari seperti tupai di ranting pepohonan membuat kelompok itu kewalahan sendiri.


"Bagaimana bisa kelompok kalian sangat di takuti! Bahkan untuk menyentuh bajuku saja kalian tidak mampu!" ucap Yang Xuan lalu tertawa terbahak-bahak.


"Dasar badjingan... bentuk formasi kita harus menangkapnya lalu menginjak mulutmya" teriak Dai Sun marah.


Yang Xuan terus menghindari serangan yang datang kepadanya tanpa membalasnya, akan tetapi sesekali membiarkan dirinya terkena senjata, Itu semua dia lakukan hanya untuk menghindari ledakan. dia takut para tahanan akan mati jika terkena imbas dari pertarungannya.


Yang Xuan menggerutu karena Baihu sedikit lebih lama. dia berpura-pura kelelahan dan ketakutan setelah hampir semua yang ada di ruangan itu mengeroyoknya.


"Aku menyerah" ucap Yang Xuan sambil mengangkat tangannya.


"Aku akhirnya faham, kenapa para perompak sungai gang ming lebih memilih merampok kapal yang mengangkut manusia, ternyata hanya kedok belaka sebagai perompak, mereka hanya mencari tumbal pengorbanan darah. Apakah mereka ingin memberontak kerajaan ini hanya sebagai kedok belaka supaya bisa membunuh manusia lalu mengambil darahnya?" batin Yang Xuan sambil digiring keatas altar.


Saat para tetua desa tiba, mereka hanya bisa menyaksikan dan tidak berani membantu, mereka melihat kaki dan tangan Yang Xuan sudah di rantai dan digiring menuju altar.


"Tetua... Apa yang harus kita lakukan?" tanya Hang Feng ketakutan ketika melihat Yang Xuan digiring keatas altar.


"Tenang saja tetua, aku yakin Tuan Muda sudah mempertimbangkan semua rencananya, lagi pula masih banyak saudara-saudara babi hutan itu yang akan membantu tuan muda" jawab kepala desa menanggapi kecemasan mereka semua.


Di tengah-tengah ruangan goa itu, altar hitam dan perak sudah mengambang, tampak puluhan tetua mengelilinginya dan siap memenggal orang pertama, Akan tetapi Dai Lun menghentikan mereka supaya Yang Xuan menjadi orang pertama yang akan dipenggal di sana.


Tubuh para tetua bergidik dan ketakutan ketika melihat Yang Xuan di tidurkan di atas altar hitam, mereka ingin cepat-cepat pergi dari sana akan tetapi Baihu tiba-tiba muncul.


"Kalian tenang saja, tidak perlu takut, golok panjang itu akan hancur ketika menyentuh leher tuan muda" ucap Baihu sambil memperhatikan ratusan tahanan menunggu giliran untuk dipenggal setelah Yang Xuan.


"Anak muda.... Sayang sekali kau akan mati hari ini, seharusnya kau tidak perlu berurusan denganku, jika kau sabar dan tidak serakah dengan lima puluh juta koin emas, pasti masa depanmu sangatlah cemerlang?" Ucap Dai Lun sambil menjilat ujung golok yang ada ditangannya.


Dai Lun mengangkat golok ditangannya, lalu mengambil posisi untuk memenggal leher Yang Xuan.


Trang


BOOM


Tiba-tiba ledakan keras terjadi, orang-orang yang ada di sekitar altar dikirim terbang keberbagai arah dan tubuh mereka remuk ketika menabrak dinding goa. Akan tetapi, berbeda dengan Dai Lun, dia dikirim Yang Xuan kedalam cincin penyegel benua.


Melihat kejadian itu Dai Sun tertegun untuk sesaat, dia tidak menyangka perkataan Yang Xuan bukanlah bualan belaka.


"Tangkap dan bunuh badjingan itu" perintah Dai Sun sangat marah setelah melihat semua orang yang ada di sekitar altar itu mati dan juga tidak menemukan keberadaan Dai Lun.


Seketika ratusan senjata meleset kearah Yang Xuan, suara dentingan seperti besi dan percikan api terdengar dengan nyaring ketika ratusan senjata itu bertabrakan dengan perisai pertahanan yang di buat oleh Yang Xuan. Dia juga secara perlahan menuju pintu masuk keruangan itu untuk membuka segel yang dipasang sebelumnya.


Kekacauan benar-benar terjadi di dalam ruangan itu, ketika Baihu masuk dan mengeluarkan puluhan hewan buas lainnya. Teriakan-teriakan keras disertai ledakan-ledakan kecil terus bersahut-sahutan. Sebagian hewan buas di perintahkan oleh Baihu untuk mengamankan para tahanan dan sebagian menyerang para kelompok perompak tersebut.


Yang Xuan juga langsung melumpuhkan Dai Sun tanpa perlawanan, karena sepertinya pria tua itu akan melakukan sesuatu setelah kelompoknya di bantai oleh hewan buas tersebut. Yang Xuan ingin menangkap yang mempunyai gelar sepuluh hantu laut dan sepuluh hantu pulau dan tidak ingin membunuhnya sekarang sebelum menemukan semuanya.


"Ternyata sepuluh hantu laut bukan berada dalam kelompok ini, akan tetapi Dai Lun dan Dai Sun termasuk dua di antaranya. Apakah sepuluh hantu pulau juga berbeda" gumam Yang Xuan bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2