
Setelah keluar dari cincin penyegel benua, Yang Xuan langsung merobek ruang di depannya, ia segera menghilang dari tempatnya dan muncul di sekte beruang hitam, kemudian ia langsung meleset dengan kecepatan tinggi seperti kilatan cahaya menuju arah selatan, tapi karena pesan terus masuk dari Long Zhi, akhirnya ia kembali merobek ruang di depannya dan muncul di sekte serigala hitam dan ia kembali meleset kearah selatan untuk memeriksa sekte pedang timur.
Tidak lama kemudian ia kembali pergi dari wilayah sekte pedang timur menuju lokasi petir kesengsaraan, karena ia juga sudah merasakan keberadaan Long Zhi dan Baihu sebab jiwa mereka sudah terhubung atau terikat oleh segel.
Setelah Yang Xuan tiba di tempat Long Zhi dan Baihu yang selalu memperhatikan lembah di depan mereka, Ia Langsung mengaktifkan mata emas untuk melihat siapa yang menerima petir kesengsaraan tersebut.
Saat mengaktifkan mata emasnya, untuk memperhatikan lembah tersebut, Yang Xuan kaget bukan main, karena yang menerima petir kesengsaraan adalah Cao Bun.
"Hahaha! petir kesengsaraan pembawa sial." teriak Yang Xuan sambil tertawa lantang.
"Tuan, siapa yang menerima murka langit tersebut." Tanya Baihu penasaran.
"Musuh besar kita yang selama ini kita cari." jawab Yang Xuan dan tanpa sadar aura spiritualnya merembes begitu saja.
Long Zhi dan Baihu yang merasakan aura yang keluar dari tubuh Yang Xuan tahu kalau kali ini Tuan mereka sedang menahan amarahnya. Sebab, musuh utama mereka sudah ketemu setelah sekian lama mereka menunggu kemunculan Cao Bun.
"Kalau begitu apa rencana kita tuan...?" tanya Baihu karena dia yang paling mengerti sikap Yang Xuan.
Yang Xuan mengeluarkan elang api dari cincin penyegel benua, lalu menjelaskan rencananya....
Long Zhi dan Baihu serta Elang api mengangguk- anggukkan kepala, karena mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan... Rencana Yang Xuan pertama adalah mereka akan memasuki sekte angin timur dengan menyamar sebagai utusan dari sekte pengendali siluman. Kedua mereka akan membuat kekacauan di sekte tersebut sebelum memulai pertempuran, jika tidak memungkinkan mereka akan melarikan diri menuju tempat yang sudah disiapakan Yang Xuan yaitu formasi cincin matahari. Akan tetapi, sebelum itu mereka terlebih dahulu menangkap keluarga Cao Bun di sekte pedang timur dan sekalian menghancurkan sekte itu.
Walaupun Yang Xuan sangat ingin memusnahkan sekte angin timur untuk membalas dendam, tapi ia harus tetap berfikir jernih dan juga membuat rencana serta kejutan, karena ia tahu masih ada beberapa kelompok lagi sekutu dari sekte angin timur.
"Kami sudah mengerti Tuan dan kami akan melaksanakan rencana Tuan sebaik mungkin, rencana pertama biar Long Zhi yang melakukannya, kami akan mengikutinya." ucap Baihu.
__ADS_1
Sambil memberikan lencana kepada Long Zhi yang Sudah di ambilnya dari cincin penyimpanan Shen Fu,
"Sekarang kalian boleh pergi, sebelum rombongan kita tiba terlebih dahulu, aku juga akan mengirim pesan kepada ibu dan rombongan dari hutan terlarang, agar menahan diri untuk sementara waktu, kalian juga harus terus memberikan informasi setiap waktu." perintah Yang Xuan dengan wajah serius.
Long Zhi dan Baihu serta Elang api mengangguk dengan wajah serius juga, tidak lama kemudian ketiganya pergi menuju sekte pedang timur, untuk menghancurkan sekte tersebut, karena sebelumnya Yang Xuan sudah memeriksa sekte itu hanya menyisakan orang-orang lemah saja dan beberapa tetua.
"Sekte Angin Timur, aliansi kalian sebagian besar sudah binasa, hari pembalasan sudah tiba." Ucap Yang Xuan dengan wajah berapi-api dan penuh kebencian dan niat membunuh yang begitu besar.
*****
Menyiksa Cao Bun
Setelah kepergian Long Zhi dan Baihu serta Elang api, Yang Xuan menghilangkan aura yang ada di tubuhnya ia langsung menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Cao Bun yang akan menerima sambaran petir keenam.
Tapak naga langit
"Ah... uhg." teriak Cao Bun sambil terbatuk-batuk dan menyemburkan darah merah kehitaman dan bercampur biru dari berbagai lubang di tubuhnya. Belum sempat ia memulihkan diri akibat sambaran petir kelima akan tetapi tapak Yang Xuan menghantam telak dadanya.
Bahkan tubuh Cao Bun masih berantakan akibat sambaran petir kelima, akan tetapi kini bertambah parah setelah yang Xuan melepaskan pukulannya sekitar lima puluh persen, karena ia tahu berbagai perisai diaktifkan oleh Cao Bun untuk mengurangi efek petir kesengsaraan tersebut.
Yang Xuan terus melepaskan tapak kepada tubuh Cao Bun, karena ia tidak bisa menahan gejolak di setiap inci tubuhnya,
Saat petir keenam turun dari langit akan menyambar tubuh Cao Bun, Yang Xuan langsung melemparkan tubuh Cao Bun kedalam cincin penyegel benua supaya ia bisa menyerap petir surgawi tersebut. Ia juga langsung mengeluarkannya supaya petir surgawi bisa mendeteksi keberadaan Cao Bun.
"Bajingan! siapa yang berani..... Ah... tidak..." teriak Cao Bun sambil terlempar dan menghentikan umpatan-umpatan yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Cao Bun kembali terlempar puluhan meter sambil berteriak kesakitan setelah Yang Xuan melepaskan beberapa kali tendangan naga, bahkan beberapa tulangnya remuk. Dia merasakan tubuhnya kembali remuk bahkan lebih parah daripada sambaran petir surgawi tersebut.
Yang Xuan terus menyiksanya dan terus memberikan pil pemulihan, bahkan ia berulang kali memotong-motong kaki Cao Bun supaya Cao Bun tidak bisa bergerak.
"Hahaha! sudah lama aku mencari mu, ternyata kau latihan tertutup. Apakah iblis sepertimu layak mendapatkan petir kesengsaraan... " teriak Yang Xuan sambil terus menguliti tubuh Cao Bun dan sesekali ia tertawa membuat lembah itu bergetar.
Cao Bun meraung-raung kesakitan karena setengah tubuhnya sudah dikuliti oleh Yang Xuan. Akan tetapi, ia masih mencoba untuk mengetahui siapa yang tiba-tiba menyerangnya.
Dengan suara lemah dan terputus-putus, Cao Bun mencoba bertanya untuk yang terakhir kalinya, ia mengalihkan perhatian Yang Xuan sambil mengambil sesuatu dari cincin penyimpanannya, namun belum sempat dia mengambilnya tangan kanannya tiba-tiba lepas, ia kembali meraung-raung kesakitan.
Saat petir ketujuh akan kembali menyambar Cao Bun Yang Xuan menghentikan pekerjaannya dan ia mendekat kearah Cao Bun, saat petir surgawi berjarak sekitar sepuluh meter ia melemparkan tubuh Cao Bun kedalam cincin penyegel benua, supaya ia bisa menyerap petir surgawi tersebut dan juga langsung mengeluarkan tubuh Cao Bun dan begitu seterusnya,
Setelah ia berhasil menyerap petir ketujuh Yang Xuan mendekat kearah Cao Bun dan mengambil cincin penyimpanannya, sambil memasukkan pil regenerasi kemulut Cao Bun dan menyegel tubuh Cao Bun.
"Setelah bersusah payah akhirnya aku bisa menemukanmu dan aku sudah lama mencari mu, ternyata kau bersembunyi di wilayah ini."
"Sebenarnya aku ingin sekali membunuhmu detik ini juga akan tetapi itu terlalu mudah untukmu, aku akan menyiksamu hingga berbulan-bulan. Aku juga sangat berterimakasih kepada petir kesengsaraan, ternyata setelah menembus ranah surgawi bukan membawa keberuntungan padamu akan tetapi membawa malapetaka."
Cao Bun Hanya menatap Yang Xuan dengan tatapan nanar, menembus ranah surgawi sudah lama ia impikan. Akan tetapi, setelah menembus ranah surgawi ia justru mendapat kesialan.
Jangankan untuk melawan bahkan akibat dari sambaran petir surgawi tersebut tubuhnya sudah remuk, sebelum memulihkan diri malah ia mendapat serangan yang lebih mengerikan dari sambaran petir tersebut membuat ia tidak berdaya, dia juga tidak menyangka akan ada yang mengetahui persembunyiannya. Dia juga mengutuk para leluhurnya kenapa bocah di hadapannya bisa ada di wilayah tersebut.
Saat sambaran terakhir turun Untuk menyambar Cao Bun, Yang Xuan langsung melemparkan Cao Bun kedalam cincin penyegel benua, ia langsung duduk bersila karena petir terakhir tersebut adalah petir merah darah.
Bom
__ADS_1
Tubuh Yang Xuan bersinar terang memancarkan cahaya merah darah setelah menerima sambaran petir terakhir. ia langsung menyerap petir surgawi tersebut, tidak lama kemudian ia membuka matanya sambil tertawa lantang,
"Apakah di dunia tengah ini keberuntungan selalu menyertaiku, bahkan orang-orang lemah sekalipun bisa menang menghadapai orang yang kuat jika memiliki takdir keberuntungan." gumam Yang Xuan setelah berdiri dari tempatnya. Ia langsung menghilang kedalam cincin penyegel benua, sambil menunggu kabar dari Long Zhi dan Baihu.