
Yang Xuan bangkit dari tempat tidurnya karena dia merasakan beberapa kali getaran dari cincin penyimpanannya. Dia pun segera memeriksanya.
"Tuan muda, kami sudah tiba di kota Cheng Hai. Tapi, kemana kami harus pergi "
"Kebetulan sekali Yuan Zhu mengirim pesan, kuil Zhan Sheng membutuhkannya sekarang" gumam Yang Xuan senang sambil memeriksa kembali pesan yang masuk.
Setelah memeriksa pesan yang lainnya,Yang Xuan langsung berlari kekamar mandi untuk membersihkan diri, dia mendapat pesan dari Ye Shui, bahwa penyakit Raja Hong Chun bertambah parah. Kemudian dia buru-buru kelantai bawah.
"Nona, terimakasih atas pelayanan kalian, aku pergi dulu" sambil mengeluarkan seratus keping emas dari cincin penyimpanannya dan meletakkannya di atas meja.
"Itu buat kalian. Ambillah .... " teriak Yang Xuan yang sudah berjalan dan meninggalkan penginapan tersebut.
Para pelayan di penginapan sederhana itu, hampir saja menangis. Seratus koin emas buat mereka bertiga, sudah cukup untuk membiayai kebutuhan keluarganya di dipedesaan untuk satu tahun. mereka tidak henti-hentinya mengucapakan terimakasih, walaupun Yang Xuan tidak mendengarnya.
Yang Xuan berjalan santai menuju istana kerajaan dengan penampilan mewah, sesuai yang di rencanakan oleh jendral Yuwen. Dia terus mengedarkan pandangannya dan memperhatikan bangunan-bangunan mewah berdiri kokoh disepanjang jalan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, dia sudah tiba di depan gerbang istana kerajaan api. Dia duduk agak jauh di sebuah kursi di sisi kiri gerbang, untuk menunggu semua para tamu undangan terlebih dahulu memasuki istana. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya dia berjalan santai menuju para penjaga gerbang.
Pemeriksaan yang ketat membuat Yang Xuan merasa puas. apalagi dengan kondisi Raja Hong Chun saat ini. itu adalah salah satu langkah yang tepat. Walaupun dia harus melewati tantangan tersebut, itu juga sudah bagian dari rencana Jendral Yuwen.
Para penjaga gerbang menatap Yang Xuan penuh curiga, karena dia tidak memiliki tanda pengenal, terlebih lagi mereka tidak pernah melihat wajah Yang Xuan sebelumnya.
"Tuan penjaga, izinkan saya masuk, saya harus bertemu dengan Raja kalian yang hampir mati itu" dengan perasaan jengkel dan mengatupkan kedua tangannya, Alasan apapun yang dia ucapkan seakan angin lalu. para penjaga gerbang bahkan tidak menatap kearahnya.
"Kurang ajar, Apakah kau sudah bosan hidup, Hah..? berani berbicara seperti itu, hukumannya adalah mati" teriak para penjaga gerbang marah sambil mengacungkan senjata mereka.
"Tuan penjaga, jika hari ini saya tidak bertemu Raja kalian, saya yakin Raja kalian akan mati. Kalian akan menyesal seumur hidup, karena telah mengabaikan permohonan ku."
"Pergi. Apakah kau pikir kami ini orang bodoh?" Bentak salah satu penjaga sambil melambaikan tangannya mengusir Yang Xuan. Dia heran kenapa pemuda didepannya tidak mempunyai lencana atau tanda pengenal lainnya.
"Tuan penjaga, saya harus bertemu dengan raja kalian lalu mengakhiri penderitaannya" Memohon untuk yang kesekian kalinya sambil tersenyum.
"Badjingan... kamu ingin membunuh raja kami, jangan mimpi...." teriak mereka marah dan langsung menatap Yang Xuan dengan tatapan nyalang lalu mereka menyerangnya.
Pertarungan pun langsung terjadi, ledakan-ledakan kecil dan suara benturan senjata memekakkan telinga,
"Hentikan..."Teriak seorang gadis tiba-tiba muncul.
Para penjaga gerbang langsung menghentikan aktifitas mereka, membuat Yang Xuan langsung menundukkan kepalanya.
"Apa yang kalian lakukan, begitukah cara kalian menyambut tamu, Hah....!" Teriak putri Shu marah.
"Putri, pria ini mengatakan kata-kata kasar kepada yang mulia, dia menyusup sebagai tamu dan akan membunuh yang mulia, dan terbukti dia tidak punya lencana atau tanda pengenal" jawab salah satu penjaga dengan tegas.
"Apakah benar kamu datang kesini mempunyai niat jahat? Hei angkat kepalamu! aku ingin melihat wajah orang yang berani berniat jahat kepada yang mulia" bentak putri Shu, karena pemuda didepannya terus menunduk.
Yang Xuan hanya diam saja dan mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Putri Shu memperhatikan wajah Yang Xuan dengan teliti, sambil mengerutkan keningnya beberapa kali.
"Hei... Putri jelek. Kenapa kau menatapku seperti itu? Apakah kamu masih ingin dicium? " sembari tersenyum jahat.
"Kamu,,,, Aaahhh.... Berani sekali kamu menginjakkan kakimu disini, dasar pemuda gila"Teriak putri Shu marah.
"Tangkap Badjingan itu, jangan biarkan dia kabur" teriak para penjaga kembali marah. Mereka kembali mengelilinginya.
"Hentikan... " Teriak putri Shu kembali. Dia melambaikan tangannya dan mengusir semua para penjaga tersebut.
Sementara itu, ditempat tersembunyi. Ada beberapa orang yang terus memperhatikan tingkah Yang Xuan.
"Pemuda yang menarik" sambil mengelus-elus jenggot panjangnya.
"Benar tetua Xuan, Apakah saudara menemukan sesuatu tentang pemuda itu?"
"Tentu saja, Aku bahkan tidak merasakan sedikitpun rembesan aura dari tubuhnya (Yang Xuan) walaupun mereka mengeroyoknya, ini sangat menarik" Jawab tetua Xun.
"Apakah pemuda itu Yang di maksud oleh Jendral Yuwen?" tanya yang lainnya.
Mereka semua saling pandang dan menggelengkan kepalanya masing-masing lalu kembali mengobrol dan sesekali memperhatikan Yang Xuan.
"Hei... kamu. Apa yang kamu lakukan disini? apakah kamu ingin menyerahkan nyawamu?" sambil tersenyum puas, karena sudah menemukan pemuda gila yang mempermalukan dirinya.
"Jangan mimpi. Apakah kau pikir aku sudah bosan hidup?" sambil melototkan matanya dan menaikkan sedikit dagunya.
"Bawa aku bertemu dengan ayahmu yang sekarat itu, aku ingin membakar tubuhnya dan akan menyaksikan detik-detik kematiannya. Hahaha... " sambil tertawa lebar.
"Kurang Ajar... tangkap dia" seru putri Shu marah. Dia langsung mengeluarkan senjatanya dari cincin penyimpanannya.
Para penjaga yang memperhatikan dari pos penjagaan dan sudah di kuasai amarah, langsung saja berdiri dan menerjang kearah Yang Xuan. Tapi sayangnya mereka kehilangan jejak.
"Eh ... Ah... kemana pemuda gila itu menghilang" gumam Putri Shu membeku, dia mengedarkan pandangannya dan melihat sekilas punggung Yang Xuan memasuki istana. Dia langsung mempercepat langkahnya menuju kedalam istana.
Para penjaga juga membeku ditempatnya masing-masing karena kehilangan jejak, mereka tidak menyangka ternyata pemuda yang mereka remehkan bukanlah pemuda biasa.
"Tutup pintu gerbang, perketat penjagaan, panggil yang lainnya" perintah tetua Xu Xiang tiba-tiba muncul, setelah itu dia juga langsung menuju salah satu sudut tembok untuk berjaga.
Sebelum pertemuan dimulai, para tamu undangan masih mengobrol di ruang tamu istana sambil berkenalan satu sama lainnya dan bertukar informasi. Raja Hong Chun juga telah dibawa keruang tamu, agar para tamu undangan bisa melihat keadaannya. Berharap pihak istana mendapatkan informasi dari tamu undangan tentang penyakit Sang Raja.
"Tetua Xun. Apakah para tamu undangan masih ada yang belum hadir" Tanya salah satu bangsawan dari keluarga Ma.
"Masih tetua, kita tunggu sebentar lagi, Aku yakin dia sudah dalam perjal...... Eh itu dia tetua" sambil menatap kearah pintu istana.
Mereka semua melihat kepada tamu yang baru saja tiba, pihak istana dan para tamu undangan tidak pernah melihat pemuda tersebut. Membuat mereka kebingungan dan mengerutkan dahi. Karena pertemuan tersebut khusus para panatua dari perwakilan setiap bangsawan dan para saudagar kaya.
"Apakah kalian tidak pernah melihat pangeran, sehingga mata kalian tidak berkedip" ucap Yang Xuan sambil berjalan santai dengan angkuh, menuju tempat pembaringan Sang Raja. Seakan dia tidak melihat ada manusia di sana, selain Raja yang terbaring di atas dipan di dekat dinding istana.
__ADS_1
Mata mereka melotot, gigi mereka saling beradu, wajah-wajah mereka memerah menahan amarah. Ucapan Yang Xuan seakan membuat mereka jatuh kejurang yang dalam.
Pangeran shung Xeng Yang duduk didekat Ayahnya ingin berdiri. Akan tetapi, jendral Yuwen langsung menahan bahunya dan membisikkan sesuatu.
Semua penghuni Istana geram melihat tingkah Yang Xuan, jika bukan karena sang Raja sakit, dipastikan Yang Xuan akan di keroyok hingga berakhir menjadi pupuk kandang atau makanan peliharaan mereka.
"Aku tahu kalian pasti ingin menghukum ku kan, karena belum pernah bertemu pangeran yang tampan, angkuh dan sombong serta bisa berbicara seenaknya. Hahaha... "Tawa keras Yang Xuan membahana.
Tubuh mereka bergetar menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun. setiap inci urat-urat di tubuh mereka bermunculan dan berubah menjadi warna biru, seumur hidup mereka belum pernah bertemu pemuda arogan seperti Yang Xuan. Apalagi sekarang mereka lagi didalam istana, terlebih lagi semua yang berkumpul di sana adalah orang-orang bangsawan.
Putri Shu yang baru tiba didalam istana, tubuhnya juga langsung membeku, setelah melihat tingkah Yang Xuan. Amarahnya juga sudah melewati batasnya, setelah beberapa kali bertemu dengan Yang Xuan.
Salah satu dari mereka langsung berdiri, lalu berjalan kearah Yang Xuan dan langsung mengangkat tangannya untuk menampar wajah Yang Xuan, karena sudah tidak sanggup menahan amarahnya.
"Aah... " Teriak tetua itu terlempar dan menabrak dinding istana dengan keras. Beberapa giginya terbang keluar dari mulutnya, rahangnya juga patah. membuat dia meringis kesakitan.
Semua penghuni istana tercengang dengan mulut terbuka lebar kemudian menggosok-gosok mata mereka, seakan mereka tidak percaya, apa yang terjadi barusan. Itu karena tetua tersebut adalah masuk dalam lima besar orang terkuat di kerajaan api.
"Badjingan.... " ucap tetua tersebut sangat marah. Dia memegang wajahnya dan menatap Yang Xuan dengan tatapan tidak percaya, dia tidak pernah membayangkan pemuda belia berani memukulnya.
"Kau memintanya" dia berteriak keras, menatap Yang Xuan dengan ekspresi kemarahan lalu mengambil pedangnya dan langsung menyerang. Dia sudah tidak peduli lagi dengan tempat sekitar.
Para tamu undangan berkumpul disudut ruangan dan langsung memasang array pelindung, karena tetua Xun melarang semua orang untuk bertindak. Begitu juga dengan putri Shu.
Tetua tersebut menerjang kearah Yang Xuan dan langsung menebaskan pedangnya. Melihat itu para penghuni istana menutup mata mereka masing-masing, karena tidak ingin melihat kepala pemuda itu jatuh kelantai.
Beberapa Bangsawan, jendral serta para tetua pelindung kerajaan tercengang. Mereka tidak mengharapkan kejadian seperti itu. Tubuh tetua tersebut meluncur seperti roket keluar dari dalam istana dan menabrak tembok.
Para penghuni istana yang menutup matanya juga langsung terkejut setelah mendengar ada ledakan di luar istana. Mereka membuka matanya dan kaget setelah melihat bahwa pemuda arogan dan angkuh itu masih berdiri di tempat dan melebarkan senyuman. mereka sudah membayangkan dimana letak kepala Yang Xuan setelah terpisah dari tubuhnya.
Yang Xuan kembali berjalan menuju salah satu di antara penghuni istana tersebut dan langsung menendangnya" lelaki tua itu meleset seperti peluru keluar dari pintu istana dan berhenti di pos penjaga gerbang.
Para penjaga gerbang langsung melompat dari tempatnya, setelah melihat sebuah rudal mengarah kepada pos mereka.
Pos jaga tersebut langsung porak-poranda setelah di hantam rudal perak. di sertai ringisan para penjaga, sebagian meraung-raung karena terlambat bereaksi. Rudal perak itu langsung meledak setelah menabrak pos jaga,
Di dalam istana semua yang ada di sana langsung ketakutan, melihat keganasan monster di hadapan mereka.
"Tangkap mereka" teriak Jendral Yuwen menggelegar. Membuat seisi istana tercengang untuk yang kesekian kalinya.
Mereka masih bingung sebenarnya apa yang terjadi, begitu juga dengan beberapa tetua pelindung istana kerajaan. Akan tetapi setelah mendengar suara teriakan dari Jendral Yuwen, mereka semua sudah bisa menebaknya. karena Jendral Yuwen bagi mereka adalah Jendral Yang penuh dengan misteri dan salah satu Jendral paling di takuti di kerajaan api karena loyalitasnya.
Beberapa komandan dan prajurit masuk ke dalam istana dan menangkap dua pelayan lainnya dan salah satu pekerja kebun. Mereka langsung menyeretnya kedalam penjara.
Yang Xuan Juga bergerak dan menangkap salah satu Bangsawan dari kota Cheng Du.
Putri Shu baru menyadari apa yang terjadi, setelah Yang Xuan menangkap salah satu Bangsawan dari kota Cheng Du. Tugasnya di kota Cheng Du adalah untuk menyelidiki bangsawan tersebut dan tidak sengaja melihat Yang Xuan di sana untuk pertama kalinya.
__ADS_1