KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
111. Li Ling


__ADS_3

"Nona. Apakah ada acara di kota ini? Kalian harus bercerita kepadaku apa nama kota ini? Siapa tuan kota disni? Ada berapa kelompok yang meresahkan di kota ini? Kebetulan ada pelayan keluargaku pulang kekota ini dan mereka tidak kembali lagi. Ibuku sangat merindukan mereka tapi aku mendapat informasi bahwa mereka menghilang" Yang Xuan seenaknya mengorek informasi kepada para gadis tersebut.


Para gadis saling pandang satu sama lain, mereka menggelengkan kepala masing-masing, mereka menganggap Yang Xuan sudah gila.


Yang Xuan menatap mereka satu persatu dan menunggu hingga beberapa saat akan tetapi mereka sepertinya tidak ingin berbicara. Dia menikmati hidangannya dengan santai dan berharap mendapat informasi dari gadi-gadis itu.


"Baiklah. Maafkan aku karena sepertinya bertanya kepada orang yang salah"


Yang Xuan sedikit kecewa kepada semua orang yang ada di ruangan itu. Dia ingin mereka menceritakan dengan jujur tentang tekanan dari berbagai pihak kepada penduduk kota dan desa disekitarnya dan dia tidak perlu lagi kesana kemari mengumpulkan informasi.


"Pelayan" panggil Yang Xuan dengan kesal.


"Iya Tuan... " jawab pelayan itu ketakutan setelah merasakan tubuhnya tiba-tiba ingin meledak.


"Kau tadi mendengarkan pembicaraan kami bukan, sekarang ceritakan kepadaku tentang kota ini. Jika tidak, aku akan melecehkan mu disini" bentak Yang Xuan dengan keras.


Semua orang yang ada di ruangan itu menggelengkan kepala, kekaguman mereka kepada Yang Xuan tiba-tiba menghilang setelah mereka melihat pangeran tampan itu hanya bisa menindas seorang pelayan. Seketika mereka tersenyum sinis dan berbisik-bisik satu sama lainnya.


"Ak... Aku.... Tidak berani tuan... Baik tuan" sambil berdiri dengan tubuh bergetar dan air matanya langsung mengalir setelah Yang Xuan mengeluarkan pedang.


"Tuan... Kota ini mengadakan tournament antar kota yang telah di selenggarakan hari ini mulai pagi hari hingga sore hari. Bagi peringkat satu hingga peringkat kesepuluh akan di bawa menuju pusat ibukota kerajaan yaitu kota Tian Hei untuk bertanding kembali dengan pemenang dari kota lainnya."


"Kenapa pertandingannya bisa demikian?"


"Itu karena keadaan kerajaan ini kurang aman tuan dan banyak para pembunuh berkeliaran seperti kelompok perompak sungai gang ming."


"Aku faham apa yang kau maksud. Lanjutkan... !" Kata Yang Xuan dan terus menatap pelayan itu dengan tatapan bringas.


"Kota ini namanya adalah kota Ning Xia, dulu kota ini dipimpin oleh adik Yang Mulia Raja Qian Fan yaitu tuan Qian Lin dan Ning Xia adalah putri pertama tuan Qian Lin dan sekarang kota ini diambil alih oleh jendral benteng timur dari keluarga Shang.


"Apakah Jendral benteng timur berpihak kepada istana?"


"Tidak tuan. Kata orang-orang Jendral benteng timur akan ikut memberontak kerajaan ini.. " jawab gadis itu dengan wajah memucat dan tubuh bergetar bahkan air matanya tidak pernah berhenti mengalir. Dia merasakan hidupnya sebentar lagi akan berakhir.


Ternyata ada sekelompok pria berbadan kekar lebih dari sepuluh orang memasuki ruangan lantai kedua restaurant dan sepertinya tidak asing lagi bagi pelayan tersebut.


Semua orang yang ada di ruangan itu tiba-tiba terdiam dan tidak ada satu orang pun yang berani berbisik-bisik. gadis-gadis itu juga terlihat ketakutan setelah kedatangan kelompok pria berbadan kekar tersebut.


"Nona, lanjutkan ceritamu, jangan pedulikan serangga itu, orang-orang seperti mereka adalah termasuk hama di kota ini."


"Tu... Tuan... Aku tidak berani" jawab gadis itu terbata-bata.


"Kurang ajar. Siapa yang kau bilang serangga. Hah...?" Bentak salah satu dari mereka.


"Apakah kau tidak tahu siapa kami....? teriak yang lainnya marah.


Mereka menatap Yang Xuan seperti tatapan bringas seiring mulut mereka menyeringai, akan tetapi salah satu dari mereka sepertinya masih penasaran dengan Yang Xuan sehingga menyuruh kelompoknya untuk bersabar.


Yang Xuan tidak memperdulikan gertakan dari kelompok pria berbadan kekar tersebut, dia hanya memperhatikan tubuh pelayan itu bergetar hebat bahkan sepertinya tidak kuat lagi untuk berdiri. Dia hanya ingin melihat kelompok pria berbadan kekar itu menyerang terlebih dahulu.


"Nona. Lanjutkan saja ceritamu..." ucap Yang Xuan santai.


"Tu.... Tuan. Kelompok yang meresahkan kota ini salah satunya adalah kelompok perompak sungai gang ming. Juga.... dan juga... kelompok tuan kota yang baru, termasuk mereka.." ucap pelayan itu sambil menunjuk kelompok pria berbadan kekar tersebut dan tiba-tiba tubuhnya terjatuh kelantai.


"Kurang ajar.... Dasar betina sialan, mati saja kau... " teriak salah satu dari mereka dengan wajah memerah.


"Anak muda, kami sarankan segera tinggalkan tempat ini" Bentak salah satu diantara mereka dengan wajah sangar dan dengan berbagai tato di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Yang Xuan bangkit dari kursinya dan memapah pelayan itu untuk duduk disalah satu kursi di sampingnya lalu memberikan beberapa butir pil. Sepertinya pisau yang menancap di perut pelayan itu adalah pisau beracun.


"Badjingan... Apakah kau tuli..?" teriak salah satu diantara kelompok tersebut.


Semua orang yang ada di ruangan itu merasa iba melihat pelayan itu berikut juga dengan Yang Xuan. Mereka menyayangkan tindakan dan keberanian Yang Xuan yang telah mencampuri urusan kota tersebut. Sejauh ini belum ada yang selamat setelah berurusan dengan tuan kota yang baru, bahkan tuan kota yang lama terpaksa melarikan diri bersama kedua anaknya menuju kota Tian Hei.


"Aku tahu ini pasti ulah manager restaurant ini. Apakah kau akan di pecat atau di bunuh setelah ini?" tanya Yang Xuan setelah mengobati pelayan tersebut.


Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya dengan air mata yang tidak pernah berhenti mengalir. Yang Xuan melihat wajah gadis itu seperti menyimpan kesedihan yang dalam. Seorang gadis belia yang berumur tiga belas tahun menjadi pelayan restaurant. Yang Xuan bisa menebak bahwa kehidupan gadis ini bukanlah mudah, terbukti dari luka-luka yang ada di tangan dan wajah gadis pelayan tersebut.


"Apakah luka-luka seperti itu masih ada di tubuhmu?" Yang Xuan bertanya sambil menunjuk sebuah luka di wajah gadis pelayan itu.


Gadis itu menganggukkan kepalanya bahkan air matanya tidak pernah berhenti mengalir, dia menangis sesenggukan tanpa suara dengan tubuh gemetaran.


"Hahaha..... tawa para pria berbadan kekar itu meledak melihat kelakuan Yang Xuan kepada gadis pelayan tersebut, berikut juga dengan semua orang yang ada di ruangan itu mereka juga diam diam ikut tertawa. Mereka terus mengejek Yang Xuan dengan pelayan tersebut entah apa yang mereka tunggu di ruangan itu sehingga mereka belum menangkap Yang Xuan.


Bahkan kedua gadis yang satu meja dengan Yang Xuan diam-siam tertawa sinis dan menutup mulut mereka. Seakan mereka merasa jijik melihat Yang Xuan setelah kekaguman mereka memudar.


Wajah Yang Xuan langsung berubah buruk melihat penderitaan gadis tersebut, dia langsung memanggil manager restaurant itu tanpa memperdulikan teriakan-teriakan kelompok dari pria berbadan kekar tersebut.


"Katakan padaku. Apakah kau sering menyiksa para pekerja di restaurant ini?"


"Benar tuan. Lagi pula mereka tidak becus bekerja, makanya aku memberikan hukuman kecil kepada mereka, lagian manusia seperti mereka pantas untuk mendapatkannya" jawab manager restaurant itu sambil tertawa kemudian berteriak keras setelah tubuhnya melayang dari jendela. Dia berteriak keras karena mendarat darurat didepan restaurant dengan beberapa tulang yang patah.


Wajah semua orang yang ada di restaurant itu berubah buruk setelah melihat Yang Xuan membuang manager restaurant itu seperti serangga. Kelompok pria berbadan kekar langsung menyerang Yang Xuan dengan ganas,


Yang Xuan hanya mengibaskan tangannya, beberapa pisau energi meleset dengan kecepatan tinggi, pisau-pisau energi itu menancap di tubuh para pria kekar tersebut kemudian pisau energi itu meledakkan tubuh mereka dan beterbangan keberbagai arah.


Kini hanya dua orang saja yang tersisa. Yang Xuan menyuruh kedua orang itu untuk memanggil tuan kota supaya datang kerestaurant itu untuk bertemu dengannya. Jika tidak, dia akan meludahi wajah tuan kota itu di tengah-tengah podium pada acara tournamet tersebut.


"Aku paling menyukai suasana seperti ini, kupingku terasa sakit jika mendengar keributan yang tidak perlu" ucap Yang Xuan sambil menyeka air mata pelayan itu. Dia menyuruh gadis itu untuk memanggilnya kakak.


Siapa pemuda ini? Dari mana asalnya! Siapa namanya? pikir mereka semua, karena belum pernah melihat kekuatan seperti itu. Mereka semua saling pandang dan berbisik satu sama lainnya, mereka begitu penasaran kepada pemuda yang tiba-tiba muncul diantara mereka. Mereka menatap Yang Xuan kembali dengan tatapan kagum.


"Apakah kalian audah membungkus semua makanan dan arak yang ada disini?" Tanya Yang Xuan kepada seluruh pelayan yang ada di sana.


"Sudah tuan" ucap kepala pelayan sambil memberikan cincin penyimpanan dan menyebutkan harga pesanan Yang Xuan.


"Mulai besok kalian tidak usah bekerja dulu sebelum manager baru ada disini, sepertinya manager kalian akan beristirahat di kediamannya untuk beberapa minggu kedepan."


Para pelayan itu hanya diam saja dan tidak menjawab perkataan Yang Xuan, bagaimana cara mereka menghidupi keluarganya jika mereka tidak bekerja.


"Aku akan memberikan koin emas sebagi bonus kepada kalian supaya kalian bisa berlibur kekota Tian Hei untuk menonton tournament" Ucap Yang Xuan sambil memberikan sekantong koin emas untuk mereka dan menyuruhnya pulang lebih awal.


"Terimakasih tuan" ucap mereka satu persatu sambil tersenyum sumringah karena mendapat ratusan koin emas.


"Dimana tempat tinggalmu? Aku ingin bertemu dengan orang tuamu, Apakah lukamu sudah sembuh?" tanya Yang Xuan beberapa kali karena dia melihat gadis itu terbengong dan tidak menjawab pertanyaannya.


"Eh.... Ah.. Iya tuan.. Eh kakak. Namaku adalah Li Ling dan aku berasal dari desa ming di pinggiran sungai gang ming sebelah utara kota ini" jawab gadis itu gelagapan dan memberi jawaban yang tidak tepat.


"Kebetulan sekali... Semoga saja para perampok itu muncul ketika kita tiba di sana. Oh Iya ayo kita berbelanja untuk stok di rumahmu, lagi pula pakaianmu sudah usang dan tidak layak di pakai lagi"


Yang Xuan bangkit dari kursinya, sebelum kakinya melangkah dia menatap semua orang dengan tatapan tajam, tatapan matanya terhenti kepada gadis pertama yang diajaknya mengobrol di restaurant itu.


"Katakan kepada tabib gila bahwa dia telah gagal mendidik putrinya" ucap Yang Xuan terhenti ketika puluhan orang memasuki ruangan tersebut.


Mulut gadis itu terbuka lebar dan sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu, akan tetapi terhenti ketika puluhan orang memasuki ruangan berama sang manager yang sudah di perban sedemikian rupa.

__ADS_1


"Apakah kau yang membuat keributan di restaurant ini?" bentak salah satu pria paruh baya dengan pakaian mewah.


"Ya. Apakah ada yang salah? Oh, Apakah kau juga serangga di kota ini?" Jawab Yang Xuan sambil bertanya lalu meludah kelantai.


"Prajurit tangkap badjingan itu.... " teriak pria paruh baya itu sangat marah ketika Yang Xuan meludah kelantai.


Semua orang yang ada di ruangan itu segera menyingkir menuju sudut ruangan untuk menyelamatkan diri, mereka tidak ingin melewatkan momen tersebut. Mereka juga penasaran bagaimana Yang Xuan menghadapi Jendral yang tersohor tersebut. Semua orang di kota Ning Xia tahu bahwa Jendral pilar timur di kemal dengan Kultivator singa air.


"Aku tidak menyangka kau akan mengkhianati Qian fan setelah berhasil menjadi Jendral, bukankah kau layak disebut sebagi Jendral serangga! Aku juga mendengar bahwa kau membunuh istri Qian Lin. Hebat... " sambil bertepuk tangan Yang Xuan meleset secepat kilat dan meninju kepala Jendral pilar timur tersebut.


"Aah... "teriakan-teriakan keras dari beberapa orang setelah kepala Jendral pilar timur meledak. Ada juga yang terlambat bereaksi karena kejadian itu begitu cepat. Setelah itu Yang Xuan membantai semua prajurit tuan kota tersebut tanpa perlawanan yang berarti.


Hanya dalam waktu singkat suasana didalam ruangan itu kembali hening, puluhan jasad tergeletak dimana-mana tapi detik berikutnya Baihu tiba-tiba muncul dan memungut semua jasad yang ada di sana kemudian Baihu menghilang kembali.


"Li Ling ... Apakah masih ada serangga dan hama di kota ini?" Tanya Yang Xuan memecah keheningan.


"Tidak ada lagi kak, hanya tinggal kelompok perompak saja" jawab Li Ling dengan wajah terlihat cerah.


"Baiklah... Ayo kita mencari mereka, serangga seperti mereka sangat cocok untuk makanan peliharaan ku?" Ucap Yang Xuan singkat dan menarik tangan gadis itu kemudian mereka menuju beberapa toko.


Yang Xuan menemani Li Ling berbelanja, dia menyuruh gadis itu membeli apa saja yang gadis itu inginkan termasuk keluarganya dan warga desa. Bahkan puluhan toko tutup lebih awal karena Yang Xuan membeli semua isinya.


"Hai ada apa dengan kalian?" tanya seorang pedagang ketika melihat teman-temannya pulang lebih awal serta bercanda ria.


"Hei pak tua, Tutup saja toko mu, tidakkah kau ingin beristirahat, kita akan minum arak di rumahku" jawab salah satu diantar mereka.


"Hei, ada apa dengan kalian?" tanya pria gendut itu lagi dengan wajah kesal.


"Oh... Iya, ada seorang pemuda membeli semua barang yang ada di toko kami, makanya hari ini kami lebih senang"


"Baiklah ayo kita minum arak, kalian harus berbagi rezeki denganku" ucap pria gendut itu sambil menutup tokonya.


Yang Xuan yang kebetulan melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tahu para pedagang itu mengambil untung sedikit lebih besar dan sudah membuat mereka begitu bahagia.


"Apakah masih ada yang ingin kamu beli?" Tanya Yang Xuan sambil mendengar beberapa pedagang berbisik-bisik tentangnya. Hanya dalam waktu singkat dirinya sudah terkenal di kota itu, untung saja mereka tidak tahu mamanya.


"kakak... boleh kah aku membeli obat untuk ayah dan ibuku?" tanya gadis itu dengan wajah sedih.


"Tidak, obat disini kurang bagus, biarkan aku yang mengobati kedua orang tuamu. Sekarang ayo kita pergi" ucap Yang Xuan sambil melangkahkan kakinya secara perlahan karena harus mengikuti langkah kaki gadis itu.


"Kakak.... kalau kita menggunakan kuda, kita akan menghemat waktu beberapa jam" Li Ling mengatakan hal itu bukan tanpa alasan. Karena jarak desanya dari kota itu lumayan jauh dan butuh satu hari berjalan kaki.


"Apakah kamu bisa menunggangi kuda?" tanya Yang Xuan penasaran.


"Bisa kak. Ketika aku pulang kedesa sendirian, aku akan menyewa kuda paman Kim" jawab gadis itu sedikit kesal karena mereka sudah meninggalkan kota Ning Xia.


"Tidak perlu" jawab Yang Xuan Cepat.


"Wajah Li Ling langsung berubah jelek, walaupun dia terbiasa berjalan kaki akan tetapi untuk pulang kedesanya akan membutuhkan waktu satu hari berjalan kaki.


Setelah lumayan jauh meninggalkan kota Ning Xia, Yang Xuan mengeluarkan elang putih untuk pertama kalinya karena elang hitam sedang berusaha naik tingkat.


Tubuh Li Ling membeku lalu dia berteriak ketakutan karena paruh elang putih melemparkan tubuhnya pada punggung elang tersebut.


"Makanya kalau di panggil itu di jawab, aku sudah berulang kali memanggil mu tapi kau malah diam saja?" Ucap Yang Xuan sambil menatap wajah gadis itu yang sedikit memucat.


Elang putih melesat membelah udara kerajaan air, suara elang putih sesekali memekik membuat orang-orang di sekitar hutan lari tunggang-langgang setelah mendengar suara hewan buas tingkat tinggi jenis burung memenuhi puluhan kilometer hutan kota Ning Xia. Di atas punggung elang putih wajah Li Ling terlihat bahagia karena pertama kalinya melihat dari ketinggian. Apalagi setelah mendengar lengkingan suara elang tersebut. Dia merasa hidupnya akan berakhir dan benar saja berakhir dengan bahagia.

__ADS_1


Yang Xuan mengirim pesan kepada ibunya telah menemukan sesosok gadis yang memiliki darah Phoenix dan tulang emas. jika ibunya membutuhkan teman atau murid dia akan langsung mengirim Li Ling kekaisaran Jiang. Yang Xuan mengatakan Li Ling akan menjadi Sang Dewi phoenix api dimasa depan.


__ADS_2