KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
117. Semenanjung lei zhu dan pulau sihai


__ADS_3

Yang Xuan memperlambat laju terbangnya, ketika sudah tiba di pinggiran pulau sihai di bagian utara dan melihat ada sebuah menara pengintai. Sebelum kakinya menyentuh tanah, ia terlebih dahulu memeriksa disekitaran markas kelompok tersebut dan memeriksa kapal yang karam sekitar seratus meter dari pinggiran pulau sihai. Yang Xuan juga memutuskan menyerang setelah hari mulai gelap.


Yang Xuan yakin mereka belum mengetahui gejolak yang terjadi di kerajaan air. Itu bisa dilihat, dari cara mereka bersantai dan bercanda ria di atas kapal-kapal yang berada di pinggiran pulai. Sepertinya kapal-kapal itu khusus untuk para penjaga yang sering berpatroli di seputaran semenanjung lei zhu. Yang Xuan turun dari atas langit dan mendarat di atas kapal yang karam.


"Siapa kau? beraninya kau memasuki wilayah penjara bajak laut tanpa izin."


Beberapa penjaga bermunculan entah dari mana dan langsung mengelilingi Yang Xuan. Mereka juga mengeluarkan senjata masing-masing karena tidak pernah melihat tamu yang asing bagi mereka. Tiba-tiba menerobos wilayah terlarang mereka tanpa izin.


"Ah, kebetulan sekali, aku datang kesini untuk mengunjungi Putri Mahkota Hai Rong."


Yang Xuan langsung menyerang beberapa penjaga yang berusaha mendekatinya, hanya dalam waktu singkat puluhan penjaga tergeletak di lantai kapal dengan kepala terbelah dua. Kini hanya tinggal satu orang dengan wajah ketakutan dan tubuh gemetaran, bahkan dia tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana Yang Xuan menghabisi teman-temannya.


"Katakan, apakah Putri Hai Rong di penjara di kapal ini?"


"Tidak Tuan, Putri Hai Rong dipenjara di danau rong, kapal ini khusus ratusan tahanan yang akan menjadi tumbal pengorbanan." jawab penjaga itu ketakutan. Dia bahkan memuntahkan darah segar beberapa kali.


"Bagus, sekarang pergilah. Selamat berjumpa dengan penjaga gerbang neraka"


Yang Xuan terbang keatas langit setelah membunuh penjaga yang terakhir. Pembunuhan instan itu bahkan tidak menimbulkan suara, membuat para anggota bajak laut lainnya yang berada di pinggiran pulau sihai tidak mengetahuinya, padahal jarak pulau sihai dan penjara hanya disekitaran seratus meter. Yang Xuan menyegel kapal yang karam tersebut lalu memasang formasi pembunuhan kemudian melepaskan tiga elang untuk menjaganya.


"Kalian bertiga, bersihkan serangga yang ada disini setelah aku membunuhnya?"


Yang Xuan tidak mau kawasan itu mencekam karena aura kematian yang meledak dari jasad-jasad tersebut. Sehingga, setiap serangga yang di bunuh harus dibersihkan hewan buas tersebut.


"Baik tuan" jawab ketiga elang itu melalui suara telepati.


Yang Xuan langsung melepaskan bola-bola api untuk menghancurkan kapal-kapal yang sedang melakukan patroli di pinggir pulau sihai maupun dilautan, ledakan- ledakan keras bersahut-sahutan, ketika hujan api seperti batu meteor memporak-porandakan seluruh kawasan tersebut.


Gelombang angin kekacauan menderu menyapu kawasan tersebut lalu angin tornado muncul dan terus berputar- putar di kasawan itu. Pusaran angin itu juga membuat api semakin berkobar dan asap terus muncul dan menutupi semua kawasan itu. Yang Xuan terus mengendalikan angin dan api melalui elemen. Kemudian ia mengubahnya menjadi ribuan senjata yang berbeda- beda jenis.


Asap tebal membumbung keatas langit ketika kobaran api mengamuk di pinggir pulau sihai dan di atas lautan.


Ribuan senjata menyapu kawasan tersebut membuat teriakan-teriakan terus bersahut-sahutan. Yang Xuan membuat bola energi dan melemparkannya kesebuah tebing batu, ledakan dahsyat disertai teriakan-teriakan keras ketika tebing batu itu hancur. Yang Xuan sudah menduga bahwa tebing batu itu adalah segel yang menutupi terowongan menuju danau rong.


Yang Xuan memasuki goa itu sambil memperhatikan puluhan jasad yang hancur akibat ledakan, sebagian mengerang kesakitan. Ia membunuh puluhan penjaga yang masih hidup lalu berjalan menelusuri lorong. Aura kematian yang sangat kentara dari kedalaman lorong membuat wajah Yang Xuan berubah buruk.


Yang Xuan terus melayang di dalam lorong dan menghancurkan beberapa formasi pembunuhan yang menghalanginya dan menghabisi siapa saja yang muncul dari kedalaman lorong untuk mencegahnya. Walaupun hari sudah malam akan tetapi itu bukan masalah, bahkan itu akan mempermudah Yang Xuan untuk melakukan aksinya.


Saat menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dan membunuh ratusan orang, kini Yang Xuan tiba di sebuah lapangan luas di dalam lorong. Ribuan orang menyambut kedatangannya didalam ruangan tersebut. Ratusan tulang dan tengkorak manusia bergelantungan dimana-mana, disertai aura yang sangat pekat memenuhi ruangan tersebut.


Beberapa orang langsung menyerang sebagai tanda perkenalan dengannya, dalam waktu singkat puluhan kepala tergeletak di atas tanah. Akan tetapi tidak menyurutkan niat mereka untuk menjajal kemampuan Yang Xuan. Sebagian yang memiliki darah panas terus bermunculan dari kerumunan dan langsung menyerang.


"Panggil sepuluh hantu laut untuk menghadapiku, serangga kecil seperti kalian tidak pantas berhadapan denganku"


"Hahaha..... Anak muda kau tidak pantas berhadapan dengan petinggi kami, bahkan menghadapi kami, kau belum pantas. Aku sudah cukup untuk mengoyak jantungmu dan akan memakannya." pria gendut itu menyeringai dan mengeluarkan pedang dan akan langsung menyerang.

__ADS_1


Sebelum dia melangkah dari tempatnya kepalanya sudah terbelah dua dan pria gendut itu mati berdiri. Beberapa orang langsung bangkit dari posisinya sambil membawa kendi arak di tangan mereka.


"Kalian semua menyingkir, biarkan sepuluh hantu laut yang menghadapinya."


Seorang pria kekar bertelanjang dada mengusir semua anak buahnya dan berjalan kearah Yang Xuan sambil memanggil puluhan lainnya. Dia tahu Yang Xuan bukanlah kultivator lemah, hanya satu serangan seorang kultivator tingkat tinggi mati begitu saja. Mereka langsung waspada setelah merasakan tekanan dahsyat merembes dari tubuh Yang Xuan.


"Tetua, kita bukan tandingan pemuda itu, aku merasa ucapannya benar. Aku akan mengabari ketua, kalian cobalah untuk menahannya sementara waktu."


Seorang tetua yang paling lemah langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya. Sehingga, dia memutuskan untuk mundur. Jika dia ikut menyerang, dia tidak yakin bisa bertahan hanya dalam waktu singkat.


"Bagus, kau memang sadar bahwa dua puluh hantu laut pun tidak pantas berhadapan denganku. Sebaiknya kau sampaikan kedatanganku kepada ketua kalian, karena serangga seperti kalian, tidak pantas berhadapan denganku"


Yang Xuan selesai berbicara dan lima tetua diantara mereka langsung terjatuh. Kelompok itu tidak tahu kapan Yang Xuan menyerang. Mereka mencoba membangun Formasi untuk bertahan sambil menunggu ketua mereka. Akan tetapi, sudah terlambat. Dalam waktu singkat Yang Xuan berhasil menghabisi sekitar dua puluh tetua tersebut. Yang Xuan yakin petinggi kelompok bajak laut bukanlah sepuluh hantu laut.


Yang Xuan menyegel ruangan yang luas itu ketika Baihu sudah tiba. Baihu tertinggal di belakang karena harus membersihkan lorong yang sudah mereka lewati.


"Habisi mereka, jangan biarkan ada yang lolos." perintah Yang Xuan. Lalu ia berjalan menuju sebuah ruangan dan ditengah-tengah ruangan itu ada dua altar hitam yang sudah mengambang.


Teriakan-teriakan keras terus bersahut-sahutan memenuhi ruangan luas itu ketika puluhan binatang buas tersebut terus membantai kelompok itu tanpa ampun. Yang Xuan duduk di sebuah kursi setelah memindahkan kedua altar hitam itu sambil menenggak arak tanpa terganggu sedikit pun. Ia terus berpikir apakah Putri Hai Rong ada di antara tengkorak tersebut.


Yang Xuan bangkit dari tempat duduknya dan mengeluarkan Long Zhi dari cincin penyegel benua.


"Long Zhi, Habisi mereka semua dan susul aku kedanau rong"


"Baik Tuan" dengan penuh semangat sambil memperhatikan Yang Xuan meninggalkan lorong tersebut.


Darah pembunuh masih berkobar di tubuh kelompok hewan buas itu ketika Long Zhi muncul dan mengganggu perburuan mereka. Sifat hewan buas memang tidak mau di ganggu ketika mereka sedang berburu.


"Baihu, Apakah sekarang kau makin lemah?"


Long Zhi terus mengejek Baihu bersama hewan buas lainnya sehingga hewan buas itu melampiaskan amarah mereka kepada kelompok bajak laut tersebut. Baihu sadar, kekuatan Naga Air itu sudah jauh di atas mereka bahkan telah melampaui Yang Xuan.


"Long Zhi, apakah mulutmu sekarang sudah berganti posisi?"


Baihu sangat marah ketika Long Zhi terus mengejek mereka. Bagaimana mungkin dia sangat lemah! Bahkan untuk menghancurkan kekaisaran Jiang sekarang bukanlah hal sulit baginya. Kelompok bajak laut di buat tidak berdaya karena hewan buas itu semakin lama sakin ganas.


"Apa... ? kau berani mengatai ku seperti itu! aku akan mengadukan mu kepada elang api."


Long Zhi bergabung dalam pertempuran dengan mode wujud naga. Kelompok itu langsung membuang senjata masing-masing setelah merasakan tekanan darah naga itu hampir meledakkan tubuh mereka. Padahal Long Zhi tidak mengeluarkan auranya sama sekali.


Long Zhi juga tahu bahwa semua jenis hewan buas akan takut jika akan berhadapan dengan elang api. dia sudah sering mengerjai Baihu didalam cincin penyegel benua dengan menyuruh elang api menyerang Baihu. Kelebihan elang api dari hewan buas lainnya adalah karena dia bisa terbang tinggi di udara lalu menyerang dari ketinggian.


"Hei, apakah sekarang tugasmu sudah berganti menjadi kasim kerajaan."


Baihu, menyeringai kearah Long Zhi seperti mengejek. membuat Naga air itu menjadi marah, darah panas didalam tubuhnya langsung memporak-porandakan ruangan itu dalam waktu singkat. Bagaiman mungkin dia bisa dia samakan seperti kasim kerajaan yang kerjanya hanya untuk menyampaikan pesan dari manapun kepada rajanya.

__ADS_1


Begitulah ulah keduanya jika sudah didalam pertempuran, mereka membangkitkan amarahnya dengan cara mengejek satu sama lainnya lalu melampiaskannya kepada buruannya. Siapapun pasti akan ketakutan jika akan berhadapan dengan keduanya.


*****


Di tempat lain, Yang Xuan sudah tiba di sebuah ruangan bawah tanah di danau rong, ratusan jasad-jasad tergeletak begitu saja di sepanjang dua kilometer di dalam lorong, kekuatan mereka sudah cukup menakutkan, akan tetapi dihadapan Yang Xuan itu bukanlah apa-apa, sehingga perjuangan mereka harus berakhir. Hawa kematian mulai mencekam, aura menakutkan menyapu kawasan itu, Bahkan Yang Xuan merasa seakan berada di dunia iblis.


"Kami sudah menduga bahwa hari ini akan tiba, akan tetapi kami tidak menyangka bahwa yang kami tunggu adalah seorang bocah. Kita semua hanyalah di permainkan oleh alam, tapi walaupun begitu kita harus terus mengikuti aturan. Anak muda, apakah kamu sudah yakin berhadapan dengan kami?"


Sepuluh pria sepuh masih duduk santai sambil menikmati arak dan tidak memperdulikan kedatangan Yang Xuan. Mereka adalah pejuang zaman dulu dan termasuk legenda ditingkat kerajaan, Mereka juga sudah malang melintang di duni kultivator dan bahkan mereka sudah memiliki umur hingga lima ratus tahun. Mereka yakin Yang Xuan juga monster yang menyamar seperti mereka.


"Kekuatan kalian rata-rata sudah berada di tingkat prajurit surgawi tahap awal dan tidak kemungkinan ketua kalian ada di tingkat prajurit surgawi menengah atau tahap ahir?"


Yang Xuan menjadi waspada ketika melihat kekuatan sepuluh pria sepuh tersebut. Selama ini, ia merasa tidak akan menemukan lawan yang sama dengannya di benua kultivator tersebut selagi itu manusia tapi dugaannya salah. Dia berpikir keras, jika lawannya berubah menjadi iblis, itu akan menjadi pertempuran antar hidup dan mati. Sekarang kultivasi Yang Xuan masih berada di tingkat prajurit surgawi bintang tujuh.


"Kau,,, ! bagaimana bisa kau mengetahui kekuatan kami? Aku yakin kau adalah monster tua seperti kami."


Wajah para monster tua itu langsung berubah buruk, mereka mencoba mengukur kekuatan Yang Xuan akan tetapi tidak berhasil, itu artinya kekuatan Yang Xuan sudah berada di atas mereka. Saat ini, ketua mereka sedang berusaha naik tingkat, jika mereka tidak berhasil membunuh Yang Xuan, maka hal itu sangat membahayakan ketua mereka.


"Aku tidak menyangka, bahwa semua leluhur serangga berkumpul disini." sambil tertawa keras.


Yang Xuan langsung menggerakkan tangannya. chakra surya meleset dengan kecepatan tinggi. Seorang pria sepuh langsung melompat dari kursinya sambil membuat perisai, dia bahkan bersusah payah menghindari senjata tersebut akan tetapi masih berhasil menggores lehernya. Bahkan chakra surya berhasil menembus perisai pertahanan pria sepuh tersebut.


"Kurang ajar...." teriak pria sepuh itu sambil memegang lehernya. Dia merasa goresan kecil itu semakin lama semakin panas.


"Hanya serangan kecil. Oh, aku lupa bahwa kalian serangga tua. Oya, apakah panas? aku lupa mengatakan bahwa senjataku mengandung racun dari klan Xie."


"Apa....? seorang pria sepuh, kaget. Dia langsung memeriksa racun tersebut. Ternyata benar, bahwa itu adalah racun dari klan Xie.


"Anak muda, apakah kau mengenal cucuku?" ternyata pria sepuh itu penasaran.


Jika Yang Xuan mengenal keluarganya. Itu artinya, mereka tidak perlu bertarung antara hidup dan mati, bahkan dia akan mengangkat Yang Xuan menjadi muridnya. Senyum tipis muncul di bibirnya.


"Ya, aku mengenalnya. Tapi sayang, mereka berada di jalan yang salah. Sehingga aku membunuh semua keturunanmu. Maafkan aku serangga tua."


Yang Xuan terus merendahkan semua monster tua itu, sehingga amarah mereka langsung meledak. Yang Xuan menunggu momen tersebut, karena memprovokasi para monster tua bukanlah hal mudah.


"Badjingan, aku akan menghisap jiwamu." teriak pria tua itu sangat marah.


Dia langsung meleset kearah Yang Xuan. Melihat itu Yang Xuan juga meleset kearah pria tua itu, benturan senjata tidak terhindarkan. Ledakan dahsyat mengguncang seluruh pulau sihai, bahkan getaran kedua senjata itu hampir membuat pulau sihai tenggelam.


Pria tua itu terlempar dan menabrak dinding ruangan bawah tanah tersebut. Tubuh pria tua itu langsung remuk dan perlahan-lahan tubuhnya membesar kemudian meledak.


Yang Xuan juga terlempar sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya dan langsung mengkonsumsi pil. Ia tidak menyangka, pria tua itu mengeluarkan kekuatan penuh. Wajah Yang Xuan juga pucat pasi, itu bukan karena terluka parah. Akan tetapi, karena dia takut pulau itu akan tenggelam. Untung saja para monster tua itu sempat menyegel ruangan tersebut.


Para monster tua itu sangat marah ketika melihat temannya mati tanpa bisa mengeluarkan kekuatan penuh. Hal itu sangat di sayangkan oleh mereka.

__ADS_1


Mereka langsung membuat formasi dan terbang keatas langit pulau sihai. Melihat itu Yang Xuan tertawa bahagia dan menyuruh Yang Lun untuk menyegel seluruh pulau sihai dan membuat array perlindungan tingkat tinggi. Yang Xuan mengirim pesan kepada Long Zhi supaya menahan ketua bajak laut untuk sementara waktu.


__ADS_2