
Setelah terbang selama setengah jam tanpa berhenti, Yang Xuan bersama Dou Sheng dan Quentin akhirnya melihat sebuah kota, ketika jarak mereka sekitar lima mil lagi Yang Xuan memutuskan turun di sebuah lapangan.
"Semoga kota ini selalu menyambut para tamunya dengan ramah," Batin Yang Xuan karena ia tidak mau membuat keributan terlebih dahulu.
Hanya dalam beberapa menit saja mereka sudah tiba di pintu gerbang kota tersebut, Yang Xuan melihat sebuah papan nama yang lumayan besar di atas pintu gerbang yang bertuliskan kota Cheng Hai.
Dia kemudian menyunggingkan senyum khasnya, lalu memperhatikan Dou Sheng dan Quentin, kemudian mereka bergegas mengikuti orang-orang Yang mengantri untuk masuk kedalam kota tersebut, dengan pemeriksaan yang lumayan ketat.
"Dua puluh koin emas... ! Seorang penjaga meminta biaya masuk, kepada orang-orang yang sedang mengantri untuk masuk kedalam kota Cheng Hai tersebut.
"Aahh... aku hanya mempunyai dua belas koin saja, bisakah kalian memberikan keringanan padaku...? aku akan membayarnya nanti setelah bertemu dengan saudaraku." seorang pria paruh baya berbicara kepada penjaga gerbang tersebut.
"Maaf... ! ini sudah menjadi peraturan yang telah di tetapkan putra mahkota di kota ini." penjaga itu menjawab dengan nada tegas.
"Aahh... tolonglah.... aku pasti akan membayar sisanya, jika aku sudah bertemu saudaraku." pria paruh baya itu kembali memohon kepada para penjaga.
"Hei jangan menghalangi antrian....! jika kamu tidak memiliki koin emas, sebaiknya kamu menyingkir." seorang pemuda yang memiliki aura kematian berkata dengan nada ketus dan angkuh.
"Aahh .... maaf.... maaf...! aku harus masuk kedalam karena aku harus mengunjungi saudaraku." pria paruh baya itu masih berkata dengan nada memelas.
"Jika tidak mempunyai koin emas seharusnya kamu tidak usah berkunjung kekota ini." teriak yang lainnya sambil mencibir.
"Menyingkir lah ....! jika kamu tidak segera menyingkir, aku akan menghajar mu, bahkan pria tua sepertimu tidak mempunyai koin emas. Dasar pemalas." pemuda yang memiliki aura kematian tersebut mendorong pria paruh baya itu hingga terjatuh.
"Sial kenapa biaya masuk kekota ini begitu mahal...? bahkan tiga bulan yang lalu masih lima koin emas." gerutu pria paruh baya tersebut.
Yang Xuan yang berada di tempat antrian paling belakang sangat jelas mengetahui apa yang terjadi didepan pintu gerbang tersebut, dia hanya diam saja sambil mempelajari situasi dengan tenang.
"Apakah paman mengenal tetua itu." tanya Yang Xuan, karena dia bisa melihat dari tatapan Dou Sheng kepada tetua tersebut.
"Benar tuan muda, begitulah kelompok kami bekerja, dan mengumpulkan informasi, dan tetua itu berpura-pura tidak punya koin emas supaya dianggap seperti rakyat jelata, kami melakukan itu karena kelompok kami tidak mempunyai kekuatan." jawab Dou Sheng.
"Baiklah paman aku mengerti." jawab Yang Xuan singkat.
Sebelum giliran Yang Xuan tiba, para penjaga pintu gerbang kota itu berbisik-bisik satu dengan yang lainnya seperti ingin merencanakan sesuatu. dan mereka menatap rombongan Yang Xuan dengan tatapan tajam.
Sebelum para penjaga itu bertanya Yang Xuan langsung melemparkan kantong kulit yang berisi dua ratus koin emas,
"Jika kalian masih ingin hidup sebaiknya kalian diam saja, dan juga biarkan tetua itu masuk." ucap Yang Xuan sambil mengeluarkan aura spritual,
__ADS_1
"Aahh... iya tuan....! silahkan masuk kedalam." para penjaga itu berkata dengan nada panik dan tubuh bergetar hebat dan segera mengambil uang yang diberikan oleh Yang Xuan.
"Paman panggil tetua itu, kita akan menginap malam ini." ucap Yang Xuan singkat.
Rombongan Yang Xuan berjalan santai memasuki kota Cheng Hai tanpa ada lagi para penjaga yang berani mengusiknya, karena mereka merasakan aura yang menindas nya.
"Terimakasih atas pertolonganmu anak muda." tetua itu mendekat kearah Yang Xuan, dan terus mengikutinya dari belakang.
Yang Xuan terus berjalan tanpa memperdulikannya, dia hanya fokus mempelajari situasi didalam kota tersebut, Ia juga merasakan aura kematian yang lumayan pekat di dalam kota itu, dan ia juga merasakan aura itu ada di berbagai tempat, tidak lama kemudian ia menoleh kearah tetua tersebut sambil menatap tajam.
"Kenapa paman sampai nekat melakukan hal seperti itu...?" tanya Yang Xuan sambil memperhatikan pria paruh baya itu dari atas sampai bawah.
"Tuan muda, namaku adalah Huang Qin, aku adalah paman dari Quentin, dan juga satu kelompok dengan ketua Dou Sheng, sebenarnya aku mengunjungi kota ini membawa koin emas, akan tetapi saat di perjalanan, aku di rampok oleh kelompok harimau gunung." tetua itu memperkenalkan diri dan menjelaskan dengan raut wajah sedih.
"Apakah perkataan mu bisa di percaya paman." Tanya Yang Xuan penuh selidik.
Yang Xuan sudah mengetahui dari Dou Sheng bahwa tetua Huang Qin adalah salah satu murid ketika mereka masih di sekte mutiara merah.
"Apakah pria sepertiku memiliki wajah pembual tuan muda." tanya Huang Qin sambil mengerutkan dahi.
Walaupun pemuda dihadapannya seperti gembel akan tetapi Dou Sheng sudah menjelaskan tentang Yang Xuan kepadanya.
"Tentu tuan muda, siapa juga yang tidak mau dikasih koin emas." jawab Huang Qin sambil menaikkan sebelah alisnya, bahkan Dou Sheng menahan tawa mendengar ucapan Yang Xuan.
"Aku punya tugas untuk paman, jika paman berhasil sampai besok pagi, aku akan memberikan seratus ribu koin emas, dan semua biaya penginapan dan biaya makanan aku yang akan membayarnya... Bagaimana...? Apakah paman siap melakukannya." kata Yang Xuan, Dia ingin melihat sampai mana kehebatan kelompok tersebut.
"Sangat siap tuan muda." jawab Huang Qin sambil menyunggingkan senyum.
"Tuan muda, itu tidak adil, kenapa harus tetua Huang...?
Apakah tugas untukku tidak ada...?" kata tetua Dou Sheng tidak terima, karena bagaimanapun menurutnya Ia yang lebih dulu mengenal Yang Xuan.
"Baik jika itu permintaan kalian. tugas kalian sederhana, hanya menumpulkan informasi, jika kalian mempunyai kenalan atau tim ajak mereka bergabung." kata yang Xuan sambil memikirkan misi para tetua yang baru di kenalnya tersebut.
"Pertama, cari tahu dimana keberadaan putra mahkota Hong Zhun. Kedua, cari tahu tentang keberadaan keluarga Kai. Ketiga, cari tahu tentang keberadaan tetua Xun, seorang tetua pelindung kerajaan api yang berpihak kepada putra mahkota. Keempat, cari tahu tentang aliran hitam yang menguasai kota ini. Kelima, cari tahu dimana letak sekte golok api dan sekte giok merah." sambil melemparkan dua cincin penyimpanan.
"Baik tuan muda." jawab kedua tetua tersebut sambil memeriksa cincin penyimpanan yang di berikan oleh Yang Xuan.
"Ingat...! satu juta koin emas untuk setiap satu orang jika kalian berhasil mengumpulkan informasi seperti yang aku harapkan, dan kurangnya setelah misi selesai." ucap Yang Xuan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baik tuan muda, Berapa lama waktu yang tuan muda berikan kepada kami...?" tanya Dau Sheng dengan senyum lebar, karena misi yang di berikan kepadanya bukanlah misi tingkat tinggi menurutnya,
"Paling lama satu bulan. yang jelas aku juga harus mempelajari situasi di kerajaan ini bersama dengan kerajaan air, aku juga akan menyewa penginapan untuk kalian." jawab Yang Xuan karena mencari informasi bukanlah hal yang mudah menurutnya.
"Baik tuan muda kami akan bekerja mulai besok setelah tuan muda meninggalkan kota ini." ucap keduanya.
"Sekarang tugas kalian cari penginapan dan pesan arak serta makanan dan sekalian sewa kamar untuk kalian bertiga, aku akan mencari sesuatu dan kita akan bertemu besok pagi." Sambil melemparkan cincin penyimpanan.
"Tuan muda, jika boleh kami tahu untuk apa batu ini." Tanya Dau Sheng karena dia sangat penasaran dengan batu tersebut.
"Aahh ... aku lupa... ! Batu itu untuk mengirim pesan. alirkan unsur energi Qi kedalam batu itu ketika kalian akan mengirim atau menerima pesan, dan katakan apa yang ingin kamu sampaikan, dan juga pikirkan kepada siapa pesan itu ingin kalian sampaikan.
"Hahaha! terimakasih tuan muda, batu ini sangat berguna bagi kami sebagai kelompok pengumpul informasi." ucap tetua Dou Sheng begitu bahagia.
"Sekarang pergilah, aku akan berkeliling dulu mempelajari kota ini." ucap Yang Xuan sambil melangkah pergi.
"Ketua Dou sheng ternyata batu ini adalah batu legendaris itu, aku kira cerita para leluhur hanya bualan belaka," ucap Huang Qin sambil tertawa bahagia karena mendapat hadiah yang begitu berharga menurut mereka berdua.
"Benar apa yang kamu ucapkan tetua Huang. ini akan mempermudah kita mencari informasi dan mempermudah pekerjaan kita." jawab Dou sheng dengan senyum sumringah.
Berbeda dengan Quentin Ia menatap kesana-kemari dengan tatapan kosong dan tidak memikirkan apapun selain ibu dan kakaknya, bahkan ia tidak memperdulikan apa yang terjadi ..... dia hanya melangkahkan kakinya kemana tetua Dou Sheng pergi.
Mereka langsung mencari penginapan untuk memesan kamar, karena mereka tahu semua penginapan akan terisi penuh, sejak beberapa bulan terakhir jika malam hari tiba, semua kota di kerajaan api akan terisi penuh, karena menghindari kelompok harimau gunung saat malam hari.
Yang Xuan terus melihat-lihat disekitarnya, dan terus mempelajari situasi didalam kota, suasana kota Cheng Hai sangat ramai mulai dari rakyat jelata hingga kultivator tingkat tinggi. para kultivator rendah dan tingkat tinggi berlalu lalang, kultivasi mereka kebanyakan tingkat grand master, tingkat raja, tingkat kaisar dan sebagian berada ditingkat legenda serta tingkat bumi. dan juga banyak dari mereka yang mempunyai aura kematian yang begitu pekat.
"Kelompok putra mahkota kerajaan ini benar-benar sangat kuat, aku yakin dalam beberapa tahun kedepan mereka pasti menguasai kerajaan ini dengan kerajaan air." membatin dan terus memperhatikan ke sana-kemari dan juga memperhatikan bangunan-bangunan yamg ada di sana.
Tidak lama kemudian Yang Xuan tiba di kediaman tuan kota tersebut, ia bisa melihat puluhan penjaga berkumpul disekitar gerbang. dan bahkan senjata mereka sudah berada di dalam pinggang masing-masing dan lengkap dengan sarungnya.
"Hei pemuda gembel... Apa yang kau lakukan disini... pergi...?" Bentak salah satu penjaga gerbang tersebut sambil mengibaskan tangannya.
Yang Xuan tidak menghiraukan bentakan penjaga gerbang tersebut dan ia terus melangkahkan kakinya dengan santai tanpa memperdulikan tatapan puluhan penjaga tersebut.
" Bajingan...! Apakah kamu sudah bosan hidup...?" teriak para penjaga gerbang tersebut sambil menarik senjata mereka masing-masing dari sarungnya dan langsung menyerang.
Yang Xuan hanya mengibaskan tangannya, membuat para penjaga gerbang itu, tertidur lebih cepat dari waktu biasanya, karena kultivasi mereka paling tinggi tahap master.
Yang Xuan terus melangkahkan kakinya saat akan memasuki kediaman tuan kota tersebut, tiba-tiba beberapa bayangan berkelebet menuju kearahnya..
__ADS_1
"Dhuar...???