
"Terimalah takdirmu, sepertinya kalian telah berurusan dengan orang yang salah," ucap salah satu tahanan dengan wajah memerah karena dendamnya sebentar lagi akan terbalaskan lalu dia melemparkan tombaknya.
Dhuar
Ledakan keras terjadi ketika tombak akan menyentuh tubuh Shen Ju seiring ledakan aura kematian yang begitu pekat menggetarkan kota Hai Shi. Wajah pria sepuh yang tiba-tiba muncul menyerngit ketika tombak yang akan membunuh keturunannya masih baik-baik saja. Aura yang dikeluarkan tidak berpengaruh sedikitpun kepada ratusan orang yang ada disekitarnya.
Pria sepuh itu menjadi waspada, selama ini belum ada yang mampu menahan auranya selagi itu di bawah kultivator tingkat bumi. Dia memperhatikan ratusan orang di sekitarnya rata-rata tingkat kultivasi mereka hanya di tingkat legenda kebawah. Dia merasa ada yang salah.
"Ba... Bagaimana mungkin.... " pria sepuh itu terbata-bata karena auranya seperti angin lalu. Dia lebih dulu mempelajari situasinya dan tidak mau gegabah mengambil langkah.
Yang Xuan yang sudah menduga Leluhur keluarga Shen akan muncul terus bersembunyi di balik formasi ilusi dan segel ilusi, dia berpikir keras bagaimana caranya memprovokasi monster tua itu agar bisa terpancing. Hanya saja Yang Xuan senang sepertinya segel yang dipasang di sekitar kota Hai Shi tidak terdeteksi oleh monster tua tersebut.
"It... itu... Leluhur Keluarga Shen." ucap salah satu tahanan yang ingin membunuh Shen Ju terbata-bata.
"Saudaraku, sebaiknya kita menjauh, kita akan mati dalam sekejap jika pria sepuh itu mengamuk." usul Zhan Sheng ketakutan.
Kedua tahanan yang menyerang Shen Ju langsung menjauh dari tempatnya begitu juga dengan Zhan Sheng dan istrinya, mereka juga perlahan menjauh setelah berhasil membunuh tuan kota Cheng Hai. Mereka menjauh karena sudah merasakan kekuatan dahsyat langsung menerpa tubuh mereka walau hanya beberapa detik.
Kelompok para tahanan terus menyerang aliansi Shen Ju dengan brutal, kombinasi formasi mereka sangat teratur dan terus terkendali membuat aliansi tuan kota Hai Shi terus berkurang. Walupun demikian dari kelompok para tahanan juga masih tetap ada yang terluka akan tetapi langsung mengkonsumsi pil sehingga dapat bertarung kembali.
"Hentikan.....!" Teriak Leluhur keluarga Shen marah. Akan tetapi pertempuran tersebut terus berlanjut karena Yang Xuan sudah mengirim suara telepati kepada kelompok tahanan jika mereka berhenti bertarung dia akan memenggal kepalanya.
Yang Xuan terus bersembunyi dibalik formasi ilusi dan segel ilusi dan masih menunggu kapan Leluhur Shen menyerang, Perangkap yang sudah disiapkan harus bisa memakan korban. Yang Xuan menyuruh kelompok para tahanan meludah kearah Leluhur keluarga Shen.
Satu persatu kelompok para tahanan meludah kearah Leluhur keluarga Shen bahkan mereka seakan menantang pria sepuh tersebut. Mereka juga sengaja mencincang tubuh aliansi Shen Ju untuk memancing amarah pria sepuh itu.
"Arrgghh! Dasar sampah, kalian semua harus mati." teriak Leluhur keluarga Shen sangat marah. Pria sepuh itu langsung meleset dari tempatnya dengan amarah yang sudah mencapai batasnya.
Melihat itu, Yang Xuan langsung meleset dengan kecepatan tinggi dari tempatnya lalu membuka celah dimensi cincin penyegel benua.
"Aaahh ... Tidak." Leluhur keluarga Shen menghilang kedalam pusaran hitam meninggalkan suara teriakan keras. Leluhur keluarga Shen sebenarnya tahu ada yang janggal akan kelakuan para kelompok yang menyerang aliansi Shen Ju. Hanya saja dia tidak menyangka saat meleset dengan kecepatan tinggi seseorang secara tiba-tiba membuka celah dimensi. Mana Mungkin dia bisa mengelak ketika lubang hitam yang menganga lebar tiba-tiba muncul didepannya.
"Bunuh mereka semua, balaskan dendam kalian," Teriak Yang Xuan dengan suara menggelegar memenuhi udara. Amukan kelompok para tahanan tidak bisa di bendung oleh kelompok aliansi Shen Ju karena semua petinggi aliansi tersebut sudah terbunuh. Dalam waktu singkat tempat itu menjadi hening, jasad-jasad tergeletak dimana-mana, teriakan-teriakan keras untuk merayakan kemenangan tiba-tiba terhenti setelah puluhan hewan buas membersihkan tempat itu. Hanya dalam hitungan detik tempat itu sudah bersih dan hewan buas itu kembali menghilang.
Wajah Putri Hai Rong tiba-tiba menyerngit." Pantas saja aku tidak merasakan aura kematian sedikitpun di pulau ini setelah ribuan orang terbunuh." Gadis itu juga yakin wanita tua yang menginginkan tubuhnya sudah terbunuh. Dia juga yakin yang membebaskan para tahanan itu adalah Yang Xuan.
Putri Hai Rong melihat kedatangan Leluhur keluarga Shen tidak bisa merubah apapun bahkan sama saja mengantar nyawa. Gadis itu juga penasaran kemana Leluhur Keluarga Shen menghilang. Dia menatap Yang Xuan sambil membuka mulutnya lebar-lebar dan bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun dari mulutnya.
__ADS_1
Yang Xuan kembali mengumpulkan kelompok para tahanan dan Kultivator dari kota Hai Shi yang turut membantu mereka dalam pertempuran tersebut. Dia ingin beristirahat untuk beberapa saat sebelum menuju desa Ming.
"Kalian saat ini sudah bertambah dan lebih dari lima ratus orang setelah para kultivator yang tidak takut mati turut membantu, Mereka juga tahu siapa yang harus di musnahkan dan siapa yang harus diperjuangkan. Aku akan memberi hadiah setiap orang jika dalam satu minggu kalian mampu membersihkan pulau sihai ini. Setiap orang akan menerima hadiah seratus ribu koin emas, sepuluh butir pil kultivasi, sepuluh butir pil penyembuh dan senjata yang ada ditangan kalian masing-masing akan menjadi milik kalian. Bersihkan seluruh pulau sihai, aku yakin kalian sudah tahu siapa yang harus di dibunuh dan siapa yang harus diadili." Perintah Yang Xuan tegas.
Sorak-sorai menggelegar memenuhi udara ketika mereka mendapat misi yang tidak terlalu sulit tapi bayarannya sangat tinggi dan bahkan mereka lebih dari lima ratus orang.
Yang Xuan memberikan waktu kepada mereka untuk berdiskusi siapa yang akan menjadi pemimpin karena waktu yang dia berikan hanyalah satu minggu.
Akhirnya setelah mencapai kesepakatan mereka menunjuk Zhan Sheng bersama istrinya sebagai ketua dalam misi tersebut. Yang Xuan juga menyuruh kepala keluarga kai untuk membantu membersihkan pulau sihai sekalian membersihkan nama keluarga kai. Yang Xuan juga memperingatkan supaya mereka jangan terburu-buru agar mereka bisa menyelesaikan misi dangan baik tanpa kecolongan.
Putri Hai Rong menatap Yang Xuan dengan tubuh bergetar, dia merasa Yang Xuan bukanlah pria sembarangan bahkan dia yakin ayahnya tidak akan sanggup melakukan hal tersebut. Lima ratus orang bukanlah jumlah yang sedikit jika mendapat hadiah sebesar itu.
"Apa Yang kau pikirkan, apakah kau ingin kembali ke kota Tian Hei? Belum waktunya kita kembali kesana. Acara tournament masih beberapa hari lagi karena di tunda akibat kekacauan ini. Ayo kita jalan-jalan aku ingin menikmati keindahan pulau ini untuk beberapa hari." ajak Yang Xuan dengan suara lembut.
"Aku ingin bertemu keluargaku. apakah mereka masih hidup? Jika ia, apakah mereka baik-baik saja? Apakah ayahku masih menjabat sebagai Raja? apakah ibuku masih hidup? apakah dia di istana atau sudah di bunuh? apakah klan Qian masih ada atau sudah musnah?" rentetan pertanyaan terus di lontarkan oleh Putri Hai Rong.
"Hei, apa yang kau bicarakan, Apakah kau pikir aku akan diam saja jika orang-orang menindas Raja yang baik hati seperti ayahmu? Aku sudah membersihkan kerajaan air hanya saja pulau ini yang terakhir." jawab Yang Xuan sambil menggelengkan kepala. Dia berpikir akan mencari tempat indah di pulau sihai untuk membuat patung Baihu.
*****
"Aaahh... " Teriak Putri Hai Rong ketika Yang Xuan menggendong tubuhya terbang keudara. Jantungnya memompa lebih cepat dari biasanya bahkan detak jantungnya membuat senyum jahat muncul dibibir Yang Xuan.
"Apakah kamu takut?"
Yang Xuan mengembangkan senyum ketika Putri Hai Rong menganggukkan kepalanya. Ia mendekap tubuh gadis itu dengan erat sambil mengelilingi pulau sihai. setelah merasa puas melihat pemandangan di pulau sihai ternyata tidak seindah dekapan gadis di pelukannya. Yang Xuan memutuskan turun disalah satu pantai yang begitu indah.
Hanya saja ada sebuah batu besar menghalangi pemandangan di wilayah pantai tersebut sehingga pantai itu kurang diminati penduduk sekitar. Batu itu sekitar lima puluh meter dari pinggir pantai kearah tengah laut. Yang Xuan berpikir akan memotong batu tersebut agar pantai itu menjadi indah dan ramai pengunjung.
Setelah kaki mereka menyentuh tanah puluhan mata melotot melihat kemunculan mereka berdua. Yang Xuan mendengar para penduduk sekitar berbisik-bisik tentang Putri Hai Rong.
"Sebaiknya kau sapa dulu rakyatmu, katakan bahwa kerajaan air telah aman, pelabuhan selat Lei Hong telah beroperasi serta tournament di pusat ibukota akan diadakan dua hari lagi." perintah Yang Xuan.
Putri Hai Rong Hanya menganggukkan kepalanya dan langsung mengumpulkan penduduk sekitar pantai tersebut. Para warga sekitar langsung berbondong-bondong menyalami Putri Hai Rong.
Yang Xuan menggelengkan kepala, Ia bisa melihat bagaimana cintanya penduduk kerajaan air pada gadis tersebut. Bahkan banyak di antara mereka yang menangis setelah melihat Tuan Putri Mereka masih hidup.
Yang Xuan menuju pinggir pantai dan mengamati batu besar di depannya, bahkan batu itu hampir sebesar bukit. Ia mengalirkan sejumlah unsur energi Qi pada jari telunjuknya. Dari jari telunjuknya keluar siluet energi berwarna merah persis seperti laser dan terus memanjang. Setelah dirasa cukup Yang Xuan menebaskan energi tersebut secara mendatar kedalam batu besar yang ada di hadapannya. Batu besar tersebut langsung terpotong tanpa menimbulkan suara. bahkan batu besar itu terlihat seperti baik-baik saja. Yang Xuan bahkan dengan hati-hati melakukannya agar batu tersebut tidak hancur.
__ADS_1
Setelah itu Yang Xuan terbang kearah batu tersebut lalu memindahkan batu bagian atas yang sudah terpotong kearah pinggir pantai sehingga batu yang lebar itu bisa menjadi jembatan menuju batu Yang terpotong tersebut.
Orang-orang berdecak kagum melihat apa yang telah di lakukan oleh Yang Xuan. Mereka tercengang ketika Yang Xuan mengangkat sebuah batu bulat dari dasar laut lalu mengubahnya menjadi patung babi hutan. Patung babi hutan tersebut bahkan tingginya mencapai tiga meter dan panjangnya mencapai empat meter persis seperti tubuh Baihu ketika masih hidup.
"Bagaimana kau memotong batu besar itu tanpa menimbulkan suara dan bahkan batu itu masih utuh?" Tanya Putri Hai Rong tiba-tiba muncul di samping Yang Xuan.
"Menggunakan jurus jari dewa surya." ucap Yang Xuan singkat.
Dahi Putri Hai Rong berkedut mendengar jurus yang di ucapkan oleh Yang Xuan, sepertinya dia tidak pernah mendengar jurus seperti itu. Gadis itu menatap patung dihadapannya dengan tatapan kesal.
"Apakah tidak ada patung yang lebih layak di buat di disini selain patung babi sialan itu." gerutu Putri Hai Rong tidak terima. Menurutnya lebih baik patung dirinya di buat di tempat itu dari pada patung babi hutan tersebut.
"Babi hutan ini telah menemani perjalananku selama ini, sudah ribuan nyawa yang telah diselamatkannya, saat menyelamatkan dirimu dari wanita tua itu, babi hutan tersebut menghembuskan nafas terakhir di lorong rahasia di danau rong." kata Yang Xuan sedikit menunjukkan wajah sedih.
Mata Putri Hai Rong tiba-tiba mengeluarkan air bening, dia tidak menyangka ternyata babi hutan itu yang telah menyelamatkan nyawanya. Dia yakin Yang Xuan tidak akan berbohong padanya.
"Maafkan saya.. " ucap Putri Hai Rong sambil menatap patung di hadapannya.
Yang Xuan memberikan sebuah kitab surgawi tentang pengendalian elemen air kepada Putri Hai Rong. Klan Qian adalah klan pengendali air sehingga kitab itu sangat cocok dengan gadis itu. Mereka berdua berlatih hingga tengah malam.
Setelah kelelahan, mereka berdua duduk di atas batu di samping patung Baihu. Setelah bercerita banyak hal, Putri Hai Rong merasakan hembusan angin laut menusuk kulitnya membuat tubuhnya sedikit bergetar padahal kalau dia mau tinggal mengalirkan unsur energi Qi kepada seluruh tubuhnya. Putri Hai Rong menjadi waspada ketika senyum tipis muncul dibibir Yang Xuan.
"Mendekatlah, kau duduk di depanku saja dan aku akan memelukmu dari belakang. Kapan lagi kita menikmati momen seperti ini, apakah kau tidak mau menghangatkan tubuhmu sambil berpelukan denganku?" bisik Yang Xuan sambil menarik tangan Putri Hai Rong supaya duduk di dekatnya. Kemudian melingkarkan tangannya di pinggang gadis tersebut.
"Apakah kita harus menghangatkan tubuh dengan cara berpelukan? Aku bisa menghangatkan tubuhku menggunakan unsur energi Qi .... Aaahhh.... Apa yang Kau lalukan?!"
Wajah putri Hai Rong Memerah setelah merasakan hembusan udara dari mulut Yang Xuan, darahnya berdesir, bulu kuduknya meremang merasakan kehangatan tangan Yang Xuan secara perlahan menjalar dari pinggangnya menuju sela-sela gaunnya.
"Tangan itu tidak berbisa walau suka sekali menggigit kulitmu, lagi pula jika jari tanganku menggigit kulitmu kau tidak akan terluka. Kau juga tidak akan merasakan sakit. Coba saja, tahan sedikit. Apakah jari tanganku berbisa atau bukan.... Jika jari tanganku berbisa itu juga tidak masalah, kau akan merasakan energi aneh akan menjalar di seluruh tubuhmu secara perlahan jika itu terjadi katakan padaku aku akan memberikan penawarnya."
"Hummm.... Yaaaahhh..... Huumm Aahhh...?!" Putri Hai Rong merasakan energi aneh memenuhi seluruh tubuhnya ketika mulut mereka beradu menciptakan hawa panas.
"Menurut para Leluhur, itu namanya merangsang organ tubuh untuk melatih ketahap selanjutnya dari tingkat anak muda menjadi tingkat orang tua. kau boleh belajar secara perlahan-lahan dariku dan bukan dari orang lain. Energi yang memenuhi seluruh tubuhmu sebaiknya nikmati saja dan kau akan merasakan sensasinya." wajah Yang Xuan melakukan hal tersebut tanpa ekspresi.
Yang Xuan tersenyum pahit ketika melakukan hal tersebut, di kehidupan pertamanya sekalipun dia memiliki tiga istri akan tetapi sampai sekarang dia tidak pernah menggauli istrinya. tidak ada wanita yang sanggup menahan energi dari tubuhnya sehingga ia menciptakan putri pertamanya dari air mata bening istrinya, putra keduanya dari api di tangan kanannya serta putra ketiganya dari inti matahari.
"Cium dulu, otakku tidak bisa bekerja dengan maksimal sehingga butuh asupan energi."
__ADS_1