KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
95, Pertarungan Yang Xuan Vs Hong Zhun


__ADS_3

Gadis itu tidak bereaksi, wajah cantiknya menatap Yang Xuan seperti minta tolong, akan tetapi ia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun, ia takut keluar dari kandang serigala dan masuk ke kandang singa. ia hanya melihat punggung Yang Xuan berjalan santai menuju ruang bawah tanah sambil memegangi pintu lemari tersebut,


Ketika Yang Xuan tiba di ujung lorong, ia disambut oleh tatapan tajam dari seorang pria yang duduk diatas batu giok ditengah-tengah ruangan itu, pria tersebut mengarahkan aura pembunuh kepada Yang Xuan.


"Keberanian yang Luar biasa." pria tersebut mendengus dingin dan mengeluarkan kata-kata penghinaan untuk menyambut tamunya, ia yakin Yang Xuan sudah bosan hidup, karena berani menerobos kekediaman nya untuk mengunjunginya.


"Pangeran bodoh, bukankah seekor hewan buas lebih pintar darimu, dan juga kelakuanmu bahkan lebih buruk dari hewan itu sendiri. tidak aku sangka hewan buas sepertimu sangat mudah untuk diburu, kupikir aku akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menemukanmu."


"Untuk apa orang rendahan sepertimu mencari ku, apakah kau tidak tahu batasan mu? apakah kau pantas berbicara denganku....?"


"Kupikir kau sudah merenungkan kesalahanmu, ternyata aku salah."


"Keluar.....!"teriak Hong Zhun dengan suara menggelegar, ia menatap tajam Yang Xuan, seakan ia ingin mencabik-cabik tubuhnya. bahkan ia masih mendongak dan menunjukkan kekuasaannya sebagai pangeran.


"Baik, aku akan keluar dari tempat kumuh ini, tetapi setelah menguliti tubuhmu, sampaikan kata-kata terakhirmu."


Tiba-tiba Hong Zhun melompat ke udara dari tempat duduknya, dan meleset kearah Yang Xuan lalu menebaskan pedangnya kearah lengan Yang Xuan dengan posisi menukik, seakan ia ingin memotong tubuh yang Xuan menjadi dua bagian.


"Trang.... " pedang itupun hancur berkeping-keping ketika menyentuh lengan Yang Xuan, disertai percikan api, seiring terlemparnya Hong Zhun menuju dinding batu ruangan bawah tanah tersebut,


Ketika Hong Zhun menebaskan pedangnya, Yang Xuan juga mengangkat kakinya dan menendang dada Hong Zhun membuatnya terlempar jauh dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya,


"Jangan terlalu meninggikan dirimu, bahkan sekumpulan harimau gunung pun belum mampu menggores pakaianku," sambil meludah ketanah.


"Kau...... !"


Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut Hong Zhun, ekspresinya juga berubah buruk, tidak ada pilihan lain, seketika api berkobar dari tubuh Hong Zhun, ia bahkan menciptakan beberapa pedang api dari elemen apinya, pedang api tersebut meleset keberbagai arah untuk mengunci pergerakan Yang Xuan.


Setelah dirasa cukup dia kembali meleset kearah Yang Xuan dan mengeluarkan sebilah pedang lembut, dan menebaskan pedangnya kearah kepala Yang Xuan, kemudian ia melompat keatas dan berputar-putar di udara dan kembali menusuk kepala Yang Xuan. disertai ratusan pedang api yang meleset keberbagai sisi untuk mengunci pergerakan Yang Xuan.


Yang Xuan menyambut energi pedang api yang berbentuk kerangka kepala manusia berwarna ungu yang keluar dari ujung pedang Hong Zhun dengan tinjunya, ledakan besar terjadi seiring terlemparnya Hong Zhun menuju dinding batu ruangan bawah tanah tersebut, kemudian ia melompat keatas untuk menghindari pedang api yang dikendalikan oleh Hong Zhun yang datang dari berbagai arah, seiring ledakan besar terjadi untuk yang kedua kalinya akibat pedang api itu bertabrakan.

__ADS_1


Hong Zhun menatap Yang Xuan sambil mengedarkan enegi Qi ke seluruh tubuhnya dan mengkonsumsi beberapa pil pemulihan,


Yang Xuan juga hanya menatap Hong Zhun dan menunggunya untuk memulihkan diri. ia masih ingin bermain-main untuk beberapa saat.


Hong Zhun bangkit dari posisinya dan kembali melompat serta berputar-putar di udara sambil menjepit pedangnya di kedua kakinya, ia kembali meleset kearah Yang Xuan dan mengarahkan tinjunya yang sudah diselimuti api kearah wajah Yang Xuan, dan ia melompat mundur setelah membuka telapak tangannya dan kembali berputar-putar di udara sambil mengambil pedangnya dari jepitan kakinya,


Yang Xuan melompat kesamping secepat kilat, untuk menghindari pukulan dari Hong Zhun karena ia sempat melihat Hong Zhun mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya.


Bubuk racun beterbangan di udara yang ditaburkan oleh Hong Zhun melalui kepalan tangannya.


Hong Zhun kembali menerjang kearah Yang Xuan setelah gagal mengelabuinya dan menebaskan pedangnya beberapa kali, ia kembali melompat tinggi ke udara setelah merasakan langkahnya bertambah berat, ia kembali menjepit pedang di kedua kakinya dan berputar-putar di udara sambil terus mengendalikan ribuan pedang api yang mengunci pergerakan Yang Xuan, setelah itu dia turun perlahan-lahan, seketika pedang menancap ketanah dengan posisi melengkung dan Hong Zhun pun berdiri di atas pedangnya sambil merentangkan tangannya.


Hong Zhun menciptakan empat pedang besar dan mengirimnya keempat sudut yang berbeda, ia dian-diam mengeluarkan kekuatan penuh, sekita lautan api memenuhi ruangan bawah tanah tersebut, Hong Zhun menggertakkan giginya setelah dia melihat Yang Xuan tidak terpengaruh oleh elemen apinya, melihat itu ia menyuntikkan hampir seluruh energi Qi nya kepada pedangnya. membuat pedang ditangannya berubah menjadi merah.


Suhu udara meningkat drastis, bahkan api sudah mengamuk di ruangan bawah tanah tersebut disertai angin berhembus kencang, Hong Zhun kembali melesat secepat kilat dan mengarahkan kembali tinjunya, pukulan Hong Zhun beberapa kali berbenturan dengan pukulan Yang Xuan, seketika ia merasakan kedua tangannya mati rasa, ia kembali melompat ke udara dan mengarahkan pedang yang ada di jepitan kakinya kepada leher Yang Xuan disertai empat pedang besar yang datang dari empat sudut yang berbeda.


Ledakan besar terjadi ketika energi seperti kerangka kepala manusia raksasa keluar dari ujung pedang Hong Zhun bertabrakan dengan energi kapak raksasa, Hong Zhun kembali terlempar dengan dada terkoyak setelah Yang Xuan menyambut jurusnya. Yang Xuan juga secepat kilat menghilang dari posisinya dan muncul di samping Hong Zhun seiring ledakan besar Yang kedua kalinya setelah pedang itu dikendalikan oleh Yang Xuan dengan Hukum dao api miliknya. membuat Hing Zhun seketika terbelalak,


"Jurus putar-putar mu luar biasa." ucap Yang Xuan memuji, setelah ia muncul di samping Hong Zhun, seiring mengeluarkan aura spritual nya. ruangan bawah tanah tersebut bergetar secara perlahan-lahan, semakin lama getaran tersebut semakin hebat. ruangan itupun hampir runtuh,


"Ah..." teriaknya kesakitan setelah api berkobar membakar tubuhnya, ia buru-buru mengambil sesuatu dari balik jubahnya, akan tetapi sudah keburu hangus.


"Ba... bagaiman bisa apinya jauh lebih panas dari api yang kumiliki." ucap Hong Zhun sambil berteriak kepanasan, ia merasa tubuhnya hampir gosong padahal ia juga pemilik elemen api, Yang Xuan hanya menggunakan sekitar sepuluh persen kekuatannya, jika tidak hanya sekali pukulan tubuh Hong Zhun dipastikan menghilang,


Yang Xuan langsung menyegel tubuh Hong Zun dan memasukkan pil regenerasi kedalam mulutnya, ia menunggu Hong Zhu pulih supaya ia dapat menyiksanya secara perlahan.


"Kematian terlalu cepat bagimu, dan juga aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni jurus putar-putar mu, kau terlalu menganggap tinggi dirimu hingga jurus rendahan itu kau gunakan untuk melawanku,"


"Bunuh saja aku, bunuh jika kau berani," teriak Hong Zhun ketakutan.


Yang Xuan menampar wajah Hong Zhun hingga puluhan kali, sampai semua giginya rontok, Hong Zhun hanya bisa meringis kesakitan, ia tidak tahu kenapa pemuda gila didepannya, menghancurkan rencananya dan juga ingin membunuhnya.

__ADS_1


" Aah.... bunuh saja aku, bunuh saja ." teriak Hong Zhun berulang kali.


Yang Xuan tidak mengindahkan teriakan Hong Zhun ia secara perlahan menguliti tubuh Hong Zhun. Yang Xuan bahkan melakukannya hingga beberapa kali. ketika Hong Zhun hampir mati Yang Xuan kembali memasukkan pil regenerasi kedalam mulutnya,


"Kesalahanmu terlalu besar, bahkan iblis sekalipun tidak selicik dirimu, bahkan jika kau memohon minta mati aku tidak akan mengabulkannya,"


"Tolong bunuh saja aku, aku mohon..." teriak Hong Zhun dengan suara serak dan tidak jelas setelah beberapa kali Yang Xuan mengulitinya.


"Aku masih ingin bermain-main dengan mu hingga beberapa tahun kedepan, jangan mimpi untuk mati jika kau sudah menjadi tawanan ku, itu terlalu mudah bagimu, mengingat begitu banyak kejahatan yang kau lakukan." ucap Yang Xuan sambil melemparkan Hong Zhun kedalam cincin penyegel benua.


"Setelah itu Yang Xuan menendang pintu besi yang ada di sudut ruangan tersebut dan langsung memasukinya, setelah melihat isinya, ia langsung menguras semua sumber daya yang ada di sana, kemudian ia keluar dari ruang bawah tanah tersebut.


" Di kedai giok perunggu Dou Sheng menunggu dengan gelisah, dia terus mengedarkan pandangannya keberbagai sudut, untuk memastikan para pengunjung tidak meninggalkan kedai tersebut.


Ditengah-tengah kegelisahannya, tiba-tiba Yang Xuan muncul dengan seorang gadis, membuat Dou Sheng mematung, tapi tidak lama kemudian ia tersadar.


"Shi.... Shui'er, apakah itu kamu....?" Tanya Dou Sheng terbata-bata.


Dia tidak menyangka bahwa Putri Shui masih hidup setelah sekian lama tidak pernah bertemu,


"Paman Sheng" jawab Putri Shui dengan terbata-bata dan ia langsung berlari kearah Dou Sheng dan langsung memeluknya, ia menangis tersedu-sedu dengan tubuh terguncang.


"Tenanglah ada paman di sini untuk merawat mu, kamu sudah selamat sekarang," sambil mengelus kepala gadis itu dan mencoba menenangkannya, ekspresi Dou Sheng menjadi muram, dia tidak tahan lagi dan langsung meneteskan air matanya.


Putri Shui hanya menganggukkan kepalanya, ia terus mengeluarkan air mata tanpa bersuara, akan tetapi tubuhnya masih bergetar.


"Paman, aku menduga tadi bahwa gadis itu adalah putri Hai Rong dari kerajaan air, dan ternyata adalah putri dari keluarga kai." ucap Yang Xuan.


"Tuan muda, putri Shui adalah kakak dari Ye Shui mata-mata yang kita tempatkan di kediaman Hong Fu, bahkan Hong Zhun tidak mengenalnya. Ye Shui aku tempatkan di sana juga untuk mencari keberadaan kakaknya." ucap Dou Sheng.


" Oh,, sekarang aku sudah mengerti paman." kata Yang Xuan sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.

__ADS_1


"Paman, sebaiknya kita pergi sekarang menuju sekte mutiara merah, aku tidak mau ada seseorang yang memperhatikan kita." ucap Yang Xuan sambil mengeluarkan elang hitam sebagai tunggangan putri Shui dan kedua anak buah Dou sheng.


Setelah Yang Xuan membuat array pelindung transparan dipunggung elang hitam tersebut, ia langsung memegang bahu Dou Sheng, dan meleset ke udara, kepakan sayap dari elang hitam tersebut membuat kedai giok perunggu porak-poranda.


__ADS_2