KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
63. Kemarahan tak terbendung ll


__ADS_3

Tidak lama kemudian sekitar seratus orang yang selamat segera mengepung Yang Xuan dari berbagai arah sambil mengalirkan energi kepada bola formasi angin kekacauan yang ada di tangan masing-masing. Seketika seratus segel kekacauan berbentuk rantai hitam datang dari berbagai arah membelenggu tubuh Yang Xuan, semakin lama rantai hitam yang melilitnya semaki erat.


"Keluarkan kekuatan penuh kalian," teriak seorang tetua penuh dengan amarah dan tatapan nyalang serta niat membunuh yang begitu besar.


"Ternyata mereka memiliki segel formasi angin kekacauan." batin Yang Xuan sambil mengeluarkan api surgawi untuk membakar rantai tersebut.


"Ayo keluarkan." teriak Yang Xuan membalas ucapan tetua tersebut sambil terus tertawa keras.


"Keparat! kenapa bajingan ini sangat kuat," ucap tetua tersebut dengan wajah putus asa. Dia bisa melihat Yang Xuan dengan mudah melepaskan diri dari segel formasi kekacauan kebanggaan mereka.


Rantai hitam yang membelenggu tubuh Yang Xuan seketika berubah menjadi merah dan tidak lama kemudian meleleh dan berubah menjadi debu,


Segel yang berbentuk rantai hitam yang membelenggu tubuhnya tiba-tiba menghilang dan tidak lama kemudian muncul kembali lalu membelenggu tubuhnya dan begitu seterusnya akan tetapi kekuatan rantai hitam itu semakin lama semakin melemah,


"Bajingan itu ternyata sangat kuat," dengan wajah ketakutan seorang tetua tiba-tiba tersadar dan ingin melarikan diri.


Bahkan Ia tidak menyangka bahwa pemuda itu bisa menghancurkan kota shenzhen seorang diri dan bersama ribuan kultivator didalamnya. Aku harus kabur apapun caranya." batinnya sambil mencari celah.


Yang Xuan bahkan mengetahui masih banyak yang lolos darinya tapi ia tidak punya kesempatan untuk membunuhnya, ia juga masih berusaha untuk melepaskan diri dari ratusan rantai yang kembali membelenggu tubuhnya.


Yang Xuan tidak kehabisan akal, ia baru ingat bahwa ia mempunyai elemen petir, tiba-tiba ia tertawa keras sambil mengeluarkan aura panas yang membuat fluktuasi udara sedikit kacau dan membuat lawannya sedikit hilang kendali di ketinggian. Yang Xuan langsung mengalirkan benang petir emas untuk mengambil alih rantai hitam yang membelenggu tubuhnya.


Perlahan-lahan tapi pasti satu persatu rantai itu di ambil alih olehnya hingga sekitar lima puluh rantai ia kendalikan setelah itu ia membelenggu tubuh lawannya sambil mengeluarkan jurus semburan api naga langit.


Badai api seketika menerpa tubuh lawannya dan mereka hanya pasrah menunggu kematiannya, sebagian rantai itu ia kendalikan menggunakan elemen besinya untuk menghalau serangan dari lawannya Yang masih berhasil selamat,


"Arrrrrgh..... "


Teriakan-teriakan terdengar dari berbagai tempat dan tidak lama kemudian sekitar dua puluh orang berhasil selamat dari semburan api naga langit tersebut.


Yang Xuan kembali meleset kearah lawannya dengan kapak berlian yang sudah berubah seperti merah darah akibat ia mengalirkan tujuh puluh persen elemen apinya bahkan asap tebal keluar dari kapak tersebut.


Yang Xuan menggunakan hukum ruang dan waktu untuk menghabisi satu persatu lawannya hingga pertempuran itu menjadi hening setelah satu hari satu malam.


Dua puluh orang terakhir yang mengepung Yang Xuan tewas setelah Kapak berlian berhasil membelah kepala mereka.


Yang Xuan langsung duduk lotus sambil menyimpan kapak berlian dan mengeluarkan chakra surya dari cincin penyimpanannya, untuk menjaga dirinya ketika memulihkan diri. Setelah memulihkan diri ia langsung mengendalikan elemen anginnya untuk menerbangkan debu-debu di sekitarnya dan seketika debu beterbangan di udara bahkan debu itu sangat tebal dan membuat pandangan orang-orang misterius itu terganggu.


Yang Xuan Langsung merobek ruang di depannya dan muncul di balik awan dan langsung membuat segel kuno untuk menyembunyikan dirinya dan kemudian.


Yang Xuan kembali membuat segel tangan seketika Chkra energi muncul di udara, Yang Xuan terus mengalirkan unsur energi secara perlahan kepada Chakra energi membuat chakra energi terus membesar hingga ratusan meter. Ia juga mengalirkan energi petir emas kepada chakra energi tersebut seketika Chakra energi berderak-derak seperti aliran listrik hanya saja berwarna emas.


Chakra energi raksasa seketika meleset dengan kecepatan tinggi kearah kelompok tersebut.

__ADS_1


BoM


Ledakan dahsyat bergema mengisi udara, mereka sebelumnya yang bersembunyi ingin menyelamatkan diri akan tetapi sudah terlambat, sekitar lima puluh orang di terbangkan keberbagai arah dan semua kelompok tersebut terluka parah dan sebagian berubah menjadi debu.


Mengetahui lawannya bukan manusia Yang Xuan begitu murka dan ia terus melancarkan serangan tanpa ampun membuat beberapa orang lawannya ingin melarikan diri.


"Shwus ...."


Tiba-tiba formasi bola matahari berbentuk bola muncul di udara mengurung mereka semua,


"Kenapa kalian buru-buru pergi....?" sambil mengejek dan meminum arak langit Yang Xuan terus melemparkan segel kepada sekitar sepuluh orang yang masih hidup.


"Katakan apa tujuan kalian mengikuti ku." jangan berpikir bisa bunuh diri di hadapanku.


"Crash...?!"


"Katakan.... " teriak Yang dengan amarah yang meluap-luap.


"Crash....?!"


Yang Xuan terus menyiksa mereka satu persatu dan ia terus menguliti beberapa anggota tubuh iblis tersebut. Akan tetapi sepertinya belum waktunya mendapat informasi dari iblis itu membuat Yang Xuan mengirim mereka kedalam cincin penyegel benua.


Sekitar lima puluh orang yang berada di balik awan tersebut tewas tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti, bahkan jiwa-jiwa iblis itu tidak ada yang selamat akibat kemarahan Yang Xuan yang bahkan belum mereda.


Setelah berhasil mengubah kota Shenzhen dan ribuan orang di dalamnya menjadi debu Yang Xuan memulihkan diri dan ingin kembali kekerajaan Zhang Kua, akan tetapi kemarahan kembali bergejolak menguasai pikirannya setelah ia mengingat kata-kata Yang di ucapkan oleh kelompok dari kota shenzhen dan kelompok sekte angin timur tersebut.


"*Ya, aku masih ingat j*ika Long Yue tidak di perbolehkan Cao Bun memakai pakaian hingga berminggu-minggu."


Kata-kata itu lebih sakit didengar telinganya dari pada mendengar kabar bahwa ayahnya mati di gantung di gerbang klan Xuan sambil dikuliti oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Yang Xuan menatap langit dan bersumpah atas nama ibunya akan membalas semua perlakuan mereka terhadap ibunya dua puluh tahun yang lalu.


"Bagaimana mungkin ibu bisa bertahan hingga kini....?"


"Arrrrrgh...... "


Yang Xuan berteriak keras berulang kali dan ia juga berusaha menenangkan pikirannya,


"Pantas saja ibu selalu memakai kain putih itu, ternyata memang benar bahwa ibu memiliki masa lalu yang begitu kelam, aku yakin nama dewi selendang putih juga memiliki arti yang begitu dalam bagi ibu ."


Yang Xuan menebak-nebak dalam hatinya ketika ibunya selalu memakai pakaian putih sambil menenangkan dirinya, karena ia tahu pihak sekte angin timur pasti akan datang karena wilayah ini sangat penting bagi sekte itu.


"Arrrrrgh..... "

__ADS_1


Yang Xuan kembali berteriak keras karena tidak bisa memfokuskan pikirannya untuk menenangkan gejolak di seluruh tubuhnya.


Tiba-tiba ia meleset dengan kecepatan tinggi menuju sekte angin timur, saat menjelang malam di tengah perjalanan menuju sekte angin timur ia melihat ribuan rombongan menuju kota Shenzhen dan ia segera bersembunyi di balik awan.


"Waktu yang sangat tepat" gumamnya dalam hati.


Setelah rombongan itu menghilang dari pandangannya ia kembali meleset dengan kecepatan penuh, untuk mengikuti rombongan tersebut menuju kota Shenzhen, dan tepat tengah malam rombongan dari sekte angin timur yang di ikuti nya baru tiba di kota Shenzhen.


Kejutan yang mereka dapatkan setelah tiba di kota Shenzhen membuat sebagian dari kelompok itu seperti kehilangan tulang dari tubuhnya, kejutan akan musnahnya kota Shenzhen tanpa sebongkah batu yang tersisa sudah membuat mereka susah untuk berdiri bagaikan orang yang kehilangan arah dan sebagian menjadi linglung karena kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Tapi kejutan selanjutnya yang secara tiba-tiba muncul membuat sebagian dari mereka benar-benar kehilangan arah.


Saat kelompok itu seperti kehilangan arah Yang Xuan langsung mengendalikan angin disekitarnya dan menciptakan ribuan senjata. akibat dari ledakan tiba-tiba tersebut, membuat sebagian dari mereka benar-benar kehilangan arah untuk selamnya.


"Uhuk... uhuk... ugh... siapa yang bera....?" Tiba-tiba kepala pria itu lepas dari tubuhnya sebelum menyelesaikan perkataannya.


"Selamat datang di kota shenzhen saudaraku... maafkan aku karena tidak sengaja memberikan hadiah kematian kepada murid kalian ...." hahaha! sambil tertawa keras mengejutkan kelompok tersebut.


"Bajingan! berani-beraninya kau membunuh murid sekte angin timur. Apakah kau tidak tahu siapa kami.. ha?" Teriak seorang tetua dengan wajah memerah dan urat-urat biru yang bermunculan.


Dhuar


Ledakan besar terjadi membuat tubuh tetua tersebut hancur setelah beradu tapak dengan Yang Xuan.


"Siapkan formasi......" teriak seorang tetua. Dia tahu tetua yang baru saja tewas itu adalah salah satu tetua tingkat tinggi di sekte angin timur tapi mati begitu saja.


"Tapi seorang tetua tingkat tinggi tiba-tiba muncul di depan Yang Xuan, karena ia merasa tidak asing dengan pemuda tersebut. Siapa kau....?" teriak tetua itu tiba-tiba.


"Tetua Lim, apakah anda sudah lupa atau pura-pura bodoh, lima belas tahun bukanlah waktu yang sedikit, untuk melewati penderitaan yang mereka lakukan.


hari ini aku Xuan Lun yang masih ditakdirkan langit untuk hidup akan menuntut balas atas perbuatan sekte angin timur kepada klan Xuan, termasuk keluargaku."


"Tidak mungkin.... "


"Tidak mungkin.... "


"Arrrrgh...." teriak Cao lim terbata-bata bahkan sudah berungkali ia mengucapkan kata-kata yang sama.


"Tetua Lim, aku menghargai mu sebagai pelindung keluargaku di masa lalu maka aku akan membiarkanmu hidup. Jika mengingat perbuatan mereka kepada ibu dan ayahku di masa lalu bahkan satu kehidupan pun aku tidak menyisakan nya.


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran." teriak yang Xuan sambil mengeluarkan baihu dari cincin penyegel benua.


"Baihu, habisi mereka yang tidak bisa terbang dan siapapun yang jatuh dari atas bunuh saja," mengirim suara melalui telepati.


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2