KEMBALINYA SANG PENGUASA

KEMBALINYA SANG PENGUASA
76. Naga air ( Long Zhi ) dan Fenomena aneh


__ADS_3

Yang Xuan tiba di wilayah paling timur sekte angin timur, dia mengetahui dari Shen Dili masih ada empat sekte di wilayah tersebut. Akan tetapi, rata-rata petinggi sekte itu dan murid dalam serta murid elitnya sudah tewas karena membantu klan Cao dan hutan terlarang.


Tidak butuh waktu lama bagi Yang Xuan untuk menghancurkan tiga sekte karena sekte tersebut hanya menyisakan beberapa tetua dan murid luar saja.


Namun, satu sekte lagi sepertinya mereka bertiga kesulitan mencarinya, karena sudah beberapa kali Yang Xuan bolak-balik sambil memutari wilayah tersebut.


"Naga air, Baihu, coba kalian periksa kearah selatan, aku akan menuju arah utara, jika kalian menemukan sesuatu yang aneh cepat beritahu aku atau jika kalian menemukan sekte tersebut cepat kirim pesan." perintah Yang Xuan


"Baik tuan" jawab Naga air.


"Kenapa Tuan tidak memberikan nama kepadanya...? Bukankah memanggil namanya dengan sebutan Naga agak terasa janggal." usul Baihu.


Selama ini Baihu tidak tahu bagaimana memanggil Naga air itu dengan sebutan apa... jika dia memanggilnya dengan sebutan Naga, itu sama saja dia menyinggung Naga air tersebut.


"Kamu benar Baihu," sambil menepuk jidatnya.


Yang Xuan lupa memberi nama kepada Naga air, mungkin karena terlalu fokus untuk menghadapi masalah yang terjadi, sehingga ia tidak sempat berfikir sampai kesitu.


"Naga air, mulai sekarang namamu adalah Long Zhi. Apakah kamu menyukai nama tersebut...?"


"Nama yang bagus Tuan, aku sangat menyukainya." jawab naga air.


"Baik, sekarang pergilah dan tetap waspada." Yang Xuan akan mencari Cao Bun terlebih dahulu ia sepertinya kehilangan jejak.


"Baik Tuan," jawab keduanya sambil melangkah pergi.


Setelah kepergian Long Zhi dan Baihu, Yang Xuan memasuki cincin penyegel benua dan langsung muncul di wilayah timur, ia segera menuju penjara untuk menginterogasi Shen Dili karena sudah berani berbohong kepadanya.


Saat Yang Xuan tiba didepan penjara hitam tersebut, wajah-wajah ketakutan ditunjukkan semua para tahanan. Aura penindasan secara langsung di arahakan Yang Xuan kepada mereka, rasa kebencian belum hilang dari dirinya, apalagi setelah melihat Cao Lhu.


"Katakan, kenapa kau berbohong padaku...?" teriak Yang Xuan sambil membakar tubuh Shen Dili.


Shen Dili berteriak kesakitan karena seluruh kulitnya sudah mengelupas. rasa sakit yang dirasakannya bahkan sungguh luar biasa, karena Yang Xuan mengunci kultivasi para tahanan itu termasuk Shen Dili.


"Katakan... " dengan wajah murka


"Tuan, sekte pedang timur tidak jauh dari sekte serigala hitam, sekitar sepuluh mil kearah selatan." jawab Shen Dili, bahkan suaranya hampir tidak terdengar.

__ADS_1


"Bagus seharusnya dari kemaren kau menjawabnya dengan benar." ucap Yang Xuan sambil mengeluarkan Cao lhu dari penjara dan membawanya dari sana untuk disiksa.


*****


Di tempat lain


Saat Long Zhi dan Baihu tiba di wilayah selatan sekte sekte pedang timur. Mereka disambut dengan fenomena aneh, bahkan mereka berdua sempat berhenti dan memperhatikan awan hitam diatas langit.


Awan hitam menutupi langit wilayah timur dan sejauh mata memandang keatas langit tidak ada lagi cakrawala biru atau awan putih yang terlihat, angin berhembus kencang disertai kilatan-kilatan petir yang terus membelah awan hitam tersebut. Suara guntur menghiasi langit wilayah timur saat petir mengumpulkan kekuatannya.


"Long Zhi Cepat kirim pesan kepada, Tuan." Teriak Baihu dengan suara bergetar. Babi hutan itu sudah mengetahui fenomena yang akan terjadi.


"Baik.... " Jawab Long Zhi sambil mengeluarkan lencana pemberian Yang Xuan dan langsung mengirim pesan.


"Apakah kamu tahu apa yang terjadi di wilayah ini...?" tanya Long Zhi penasaran. Dia belum pernah melihat fenomena tersebut. Sebenarnya sebagai berasal dari suku naga hal itu cukup janggal.


"Ya, aku tahu. Kalau tidak salah fenomena aneh ini adalah murka langit atau petir kesengsaraan, kata Tuan." jawab Baihu.


"Ayo kita periksa, kita cari tahu siapa yang mendapat murka langit tersebut." usul Long Zhi. Sebenarnya dia sudah pernah mendengar soal kesengsaraan petir hanya saja dia belum pernah menyaksikan secara langsung.


"Baik...." jawab Baihu.


*****


Rombongan Long Yue


Saat menjelang pagi pihak Long Yue sudah tiba di wilayah sekte angin timur, perjalanan mereka tidak menemukan kendala, karena Long Yue membawa rombongannya melalui jalur rahasia yaitu jalan setapak melewati dua desa kecil dan satu desa yang sudah lumayan besar yang ada di bagian selatan sekte angin timur.


Rombongan Long Yue sekitar seratus ribu lebih, walaupun begitu perjalanan mereka tidak terdeteksi oleh pihak sekte angin timur, tapi yang tidak mereka ketahui adalah Yang Xuan menempatkan elang hitam untuk mengawasi perjalanan mereka.


Bahkan sejauh ini, elang hitam sudah membunuh sekitar lima puluh orang mata-mata yang dikirim oleh pihak sekte angin timur, tanpa sepengetahuan Long Yue dan rombongannya.


"Kakak ipar, apakah kita masih jauh...?" Tanya Lin Mei karena rombongan mereka sudah mulai kelelahan.


"Kita sudah dekat dan sebaiknya kita beristirahat setelah tiba di bukit sana, sambil menunggu instruksi dari keponakanmu, karena formasi sudah dipasang oleh keponakanmu di tempat tersebut." jawab Long Yue sambil menunjuk sebuah bukit yang ada di depan mereka.


"Baik kak..." jawab Lin Mei sambil memberikan instruksi kepada rombongannya supaya mempercepat langkah kaki kuda mereka.

__ADS_1


Saat rombongan mereka tiba di atas bukit, mereka langsung di sambut dengan fenomena aneh. Awan hitam bahkan sudah berkumpul menutupi seluruh benua tengah, kilatan-kilatan cahaya terus bersinar di atas langit. bahkan angin berhembus kencang membuat rombongan itu sebagian ketakutan.


"Nyonya apa yang terjadi...?" tanya ketua kuil matahari terbit kepda Long Yue.


Bahkan yang lain juga penasaran dan menunggu jawaban dari Long Yue dengan harap-harap cemas, mereka juga penasaran perihal fenomena aneh tersebut, tapi sebagian dari mereka sebenarnya tidak asing dengan fenomena tersebut.


"Bukankah itu petir kesengsaraan...?" jawab Long Yue sambil memperhatikan keatas langit.


"Benar apa yang dikatakan oleh pemimpin kita, fenomena aneh ini adalah petir kesengsaraan, tapi siapa di wilayah timur ini yang menembus ranah surgawi.. ?" sambung ketua kuil matahari terbenam.


Mereka semua yang ada didalam rombongan Long Yue menelan ludah, jika pihak musuh yang menembus ranah surgawi, pihak mereka akan kesulitan untuk memusnahkan sekte angin timur, bahkan sebagian sudah tidak berniat lagi untuk melanjutkan peperangan tersebut.


*****


Rombongan Xuan Li.


Begitu juga denan rombongan yang dipimpin oleh Xian Tang. saat mereka melewati gunung Shen Ming sudah membuat mereka menelan ludah, karena seingat mereka ada sebuah gunung di tempat peristirahatan mereka.


"Tetua Xian, apa yang terjadi disini...?" tanya Xuan Li tiba-tiba, karena ia penasaran dengan tanah gundul ribuan meter tersebut, begitu juga dengan yang lainnya.


"Ketua Xuan, aku tidak tahu apa yang terjadi disini? akan tetapi kalau tidak salah, wilayah ini adalah bekas gunung Shen Ming, di atas gunung tersebut dulunya ada sebuah sekte menengah aliran netral." jawab Xian Tang.


Saat mereka memperhatikan tanah gundul ribuan meter tersebut, tiba-tiba mereka juga di kejutkan Fenomena aneh, sejauh mata mereka memandang seluruh langit telah di tutupi oleh awan hitam. Kilatan-kilatan cahaya terus muncul diatas langit untuk membelah awan hitam tersebut, disertai dengan angin kencang yang berhembus dari segala arah.


"Ketua Xuan, apakah tuan muda sudah memulai pertarungan..?" tanya ketua kuil bukit naga. Karena ia heran setelah melihat keatas langit.


"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya fenomena ini bukanlah dari seseorang kultivator yang memanggil petir." jawab ketua Xuan dengan bingung sambil memperhatikan keatas langit.


"Bukankah fenomena ini petir kesengsaraan! tapi siapa yang menembus ranah surgawi di wilayah ini...?" ucap Xian Tang sambil menelan ludah.


Jika ada dari pihak sekte angin timur yang menembus ranah surgawi itu artinya mereka akan menghadapi musuh yang sangat kuat. Wajah-wajah mereka dipenuhi kekhawatiran.


"Benar apa yang dikatakan oleh tetua Xian, Sebaiknya kita bergegas menuju sekte angin timur, bagaimanapun jika baru menembus ranah surgawi, pondasi orang itu belum stabil dan itu akan mempermudah Tuan Muda untuk melawannya." usul Jendral Shu.


"Tapi aneh, kenapa kita tidak pernah bertemu atau mendeteksi oleh mata-mata dari pihak sekte angin timur." ucap Ketua kuil pisau terbang.


"Kalian mungkin tidak tahu, akan tetapi tidak ada yang terlewat dari penglihatan ku, karena kita selalu diawasi oleh elang putih. Awalnya aku curiga kepada hewan buas tersebut, akan tetapi setelah aku mengirim pesan kepada Yang'er, ternyata Elang itu adalah suruhan Yang'er untuk mendeteksi keberadaan musuh atau mata-mata dari pihak lawan." jawab Xuan Li.

__ADS_1


Tapi tidak lama kemudian, tiba-tiba pesan masuk kepada setiap ketua kuil, mereka segera memeriksa pesan tersebut dan langsung melanjutkan perjalanan.


__ADS_2